Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08. Mulai Ada Rasa
Meski itu hanya masakan rumahan , tapi Zaka terlihat sangat menikmati semua yang di masak oleh Sri.
" Bagaimana Pak Bos , enak ya ?" bisik Chef Juned.
" Menurutmu?" Zaka malah balik nanya , ia juga ingin tau bagaimana pendapat dari Chef Juned.
" Enak , enak sekali malah , buktinya Pak Bos kalap , kayak orang enggak makan selama seminggu ". sindir Chef Juned masih dengan berbisik.
Sedangkan Sri duduk agak jauh dari mereka menundukkan kepalanya.
" Ah iya , kamu pasti belum makan juga kan Sri , ayo makanlah " ujar Zaka , membuat Chef Juned tersenyum miring.
" Tidak usah Pak , saya nanti saja di belakang ".
" Makanlah Sri , Pak Bos kita tidak suka penolakan ". Chef Juned pun ikut berbicara, ia tau Sri juga pasti sudah lapar , ini sudah lewat waktu makan siang.
" Tap.....".
" Ambil sendiri atau saya yang ambilkan ".
" Ambil sendiri saja Pak ". akhirnya Sri maju , mengambil piring dengan segera, dari pada Zaka yang mengambilkan, ia pasti akan bertambah malunya . Sri pun menyendok nasi sedikit juga lauk dengan tangan sedikit bergetar karena grogi.
Zaka tersenyum tipis , dan Chef Juned yang melihat itu pun ikut tersenyum. " Sedikit sekali makan kamu Sri , apa karena ada kami ?".
" Tidak Pak , makanlah secukupnya bukan sekenyangnya , saya takut ngantuk kalau kekenyangngan ".
Gadis ini , dia beda , membuat aku makin penasaran , dari awal melihatnya entah mengapa dia sudah mengusik hatiku
" Baiklah , kalau kurang kami bisa menambah ". Sri hanya mengangguk.
" Jangan dilihatin terus Pak Bos, kasihan tuh anak sampai susah nelennya , jangan sampai dia keselek ". goda Chef Juned terkekeh pelan.
" Berisik kamu Bang ".
Makan pun selesai, Zaka dan Chef Juned puas akan masakan Sri.
" Sesuai dengan ekspektasi saya , masakan kamu enak , Tante Asma tidak berbohong dengan ucapannya yang memuji skil memasak kamu Sri ".
" Terima kasih Pak ".
" Kamu boleh istirahat sekarang, dan kamu akan bekerja bersama Chief Juned ".
" Baik Pak .......Chef Juned , mohon bimbingannya ".
" Siap , kalau yang di bimbing kayak kamu sih saya enggak bakalan nolak Sri , sayang saya sudah punya istri , coba kalau belum....langsung saya lamar kamu Sri , sudah cantik pintar masak lagi ".
" Ehemm....Ehemm ". Zaka sengaja berdehem sangat keras, ia pun melayangkan tatapan tajam ke Chef Juned , tapi di balas dengan kedipan mata oleh Chef itu.
" Saya permisi dulu Pak, Chef ". Sri keluar sambil membawa piring kotor dan sisa makan tadi .
" Cantik ya Zak ?". Kembali Chef Juned menggoda atasannya.
Zaka mengernyitkan dahinya , " Enggak usah natap aku seperti itu Zak , tenang aja aku enggak akan suka sama Sri , kecuali Sri nya yang mau sama aku " Chef Juned makin tergelak ketika Zaka sampai mendelikkan matanya.
" Ha...ha...ha....aku tau kok dari kamu curi - curi pandang ke Sri , Zak .....naksir ya , bilang Bos , jangan di tahan - tahan , keburu di samber orang tau ".
" Ya kali baru ketemu langsung bilang suka , bisa shock anak orang Bang ".
" Ya itu yang namanya cinta pada pandangan pertama Zak ".
" Aku itu cuma heran sama dia , dari awal ketemu denganku selalu menundukkan kepalanya , apa aku kurang tampan ya Bang ?".
" Bukan kurang tampan Bos , tapi malah kelewat ganteng.....makanya Sri enggak kuat melihat pesona kamu Zak ".
" Yang serius apa Bang ".
" Lah aku mah udah nikah , masih suka sama perempuan juga, enggak mau lah kalau di seriusin sama kamu Zak ".
" Banggggg ".
" Iya...iya , kalau menurut aku , si Sri jaga pandangannya sama kamu , bicara sama aku juga menghindari menatap ku lama - lama , atau bisa juga ia ada rasa juga sama kamu Zak ".
" Ohh gitu , terima kasih Bang , aku sedikit lega sudah bicara sama Abang ".
" Jangan sungkan Zak....buat Bos ku yang tampan, apa sih yang enggak ".
Zaka hanya memutar matanya malas....ia memang dekat dengan Chef Juned , dari pada dengan kakaknya sendiri.
*
*
Hasan diam - diam pergi ke rumah Sri. Ia sudah berpamitan pada kedua orang tuanya mau berangkat ke tempat kerjanya.
Hasan mengetuk beberapa kali pintu rumah Pak Umar yang tertutup rapat . Dia sudah mengucapkan salam beberapa kali , tapi pintu rumah Sri tak kunjung terbuka juga .
Setelah menunggu cukup lama , pintu pun terbuka . Nek Isah muncul dari balik pintu. "Wa'alaikumussalam, ada perlu apa nak Hasan ?" .
" Itu Nek , maaf menganggu istirahat Nek Isah , aku mau ketemu sama Sri ".
" Masuk dulu sini nak Hasan ". Nek Isah tidak tega membiarkan Hasan terus saja berdiri di deoan pintu rumahnya.
Nek Isah tau , Hasan anak baik beda dengan Bu Yati dan kakaknya , Irna......buktinya pemuda ini bertamu dengan sopan dan santun....karena itu Nek Isah pun menghormati tamunya kali ini.
" Terima kasih Nek ".
" Mau Nenek ambilkan minum nak Hasan ?".
" Tidak perlu Nek , aku cuma ketemu Sri sebelum berangkat ke tempat kerja aku Nek ".
Sebelum berbicara Nek Isah membuang nafasnya pelan, " Sri nya tidak ada di rumah nak , dia pergi kerja ".
" Maaf nak Hasan , apa nenek boleh tau apa yang ingin nak Hasan bicarakan dengan cucu nenek ?".
" Tidak ada Nek , cuma mau pamitan saja ". elak Hasan , tidak mau mengaku , padahal tanpa sepengetahuan Hasan, Bu Yati dan Irna sudah memperingati Sri agar tidak mendekati ataupun menerima Hasan.
" Begini nak Hasan , kamu kan sudah bertunangan , pasti sebentar lagi juga akan menikah , apa nak Hasan tidak kasihan sama Sri , nanti cucu Nenek yang akan di anggap buruk , bahkan bisa di sebut pelakor, Nenek sungguh tidak rela nak Hasan ".
" Sri anak baik , dia tidak pernah neko - neko , Nenek mohon jangan lagi mengganggu Sri , biarkan dia menemukan jodohnya sendiri , asal jangan sama kamu , karena sampai kapanpun Ibu kamu tidak akan pernah menerima Sri, kami orang miskin Nak ".
" Tapi aku cintanya sama Sri , Nek ".
" Cinta tidak harus memiliki nak Hasan , jika Nak Hasan benar - benar cinta sama Sri , lepaskan cucu Nenek itu , jangan kamu seret dengan urusan keluarga kamu , kami hanya punya Sri....jadi tolong pertimbangkan ucapan Nenek ".
" Apa Mama aku kesini Nek ?". tebak Hasan.
" Kamu lebih tau jawabannya Nak ".
" Pulanglah , Sri juga sudah ikhlas , ia sudah berjanji di depan Mama kamu , tidak akan mau berhubungan degan kamu lagi , apalagi sampai menikah, Sri akan menolaknya ".
Hasan baru mu membuka mulutnya , tapi Nek Isah kembali berbicara...
" Cukup Nak Hasan , jangan buat keluarga kami malu ".
Nek Isah membuka pintu lebar - lebar... Hasan pun terpaksa keluar dari rumah Pak Umar , ia langsung lemàs , rasanya sangat malas untuk berangkat kerja.
Bersambung......