Roni seorang laki-laki dari sebuah desa pelosok,dia hanya lulusan sekolah dasar,walaupun dia anak satu-satunya tapi orang tuanya tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya,karena keadaan ekonomi yang serba kekurangan,Bapaknya Roni bukanlah orang yang gigih dalam bekerja.
Risa adalah teman Roni sjeak kecil mereka berdua saling jatuh cinta,dan cintanya berlanjut sampai dewasa.Demi mendapatkan restu dari Bapaknya Risa,Roni di tuntut harus bisa menjadi orang kaya melebihi kekayaan Bapaknya Risa.
Demi memperjuangkan cintanya,Roni membulatkan tekadnya untuk merantau di kota Jakarta,yang dia ketahui Jakarta adalah kota yang banyak uangnya,banyak orang sukses dan menjadi kaya raya.
Ternyata tidak mudah hidup dikota itu,Roni mengalami banyak rintangan disana,hingga membuat nyawanya hampir melayang di tangan para preman.Beruntung ada seorang kakek yang hidup sebatang kara menolongnya,yang setiap hari kerjanya sebagai pengemis.Roni di rawat sampai sembuh .
Ronipun membalas kebaikan kakek itu,dengan selalu menemaninya saat mengemis.Roni di anggap seperti cucunya sendiri,tidak begitu lama kakek mengemis bersama Roni tibalah ajalnya.
Karena sudah tua tibalah ajalnya,dan ternyata sang kakek tua itu mempunyai simpanan banyak uang hasil dari mengemis selama bertahun-tahun.
Apakah Kakek tua itu akan mewariskan simpanan uangnya pada Roni?.
Apakah Roni bisa kaya melebihi Bapaknya Risa dalam satu tahun?
Simak kelanjutannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Kejutan buat Roni
***
Keasokan harinya Risa akan pergi ke rumah Roni, tapi dia lupa jalan menuju rumah Roni karena sudah lama dia tak berkunjung kesana. Risa minta dianterin bibi, kebetulan sekali bibi mau pergi ke pasar, Risa bisa beralasan ikut bibi ke pasar.
"Bi, Risa ikut Bibi pergi kepasar ya."
"Tanya sama Bapak dulu, boleh nggak ikut Bibi."
"Paling juga boleh kok Bi..."
Bapak keluar dari kamarnya, melihat Risa merayu-rayu bibi sambil menggandeng tangan bibi yang membawa tas buat belanja.
"Risa ada apa kamu sama Bibi," tanya bapak serius.
"Ini Pak Ning Risa mau ikut saya pergi ke pasar tapi nggak mau izin sama Bapak," Bibi menjawab karena Risa tak berani minta izin Bapaknya.
"Boleh ya Pak pliiis," kata Risa memohon dengan manja.
"Ya boleh tapi ingat ya pesan Bapak," kata Bapak mengingatkan lagi.
"Ya Risa selalu ingat pesan Bapak kok, tenang aja," jawab Risa kegirangan, tapi dalam hati Risa dia tidak mematuhi aturan Bapaknya untuk tidak menemui Roni.
"Bapak juga ingat pesan Risa kemarin, itu serius."
"Apa kamu bilang," Bapak membentak Risa dengan mata melotot.
"Ingat ya pak roda kehidupan selalu berputar Bapak tidak selamanya di atas, kini giliran Risa yang ada di atas, dulu aku harus nurut sama Bapak, kini giliran Bapak harus nurut sama Risa," Bapak terdiam lagi mendengar kata-kata Risa.
"Risa berangkat dulu, ntar Bibi kesiangan masaknya," Risapun pergi bersama bibi.
"Ya hati-hati cepat pulang," kata Bapak pasrah.
Risa pergi berjalan kaki, sambil mengingat jalan ke rumah Roni.
"Bi coba belok sini."
"Lo kita kan mau ke pasar, arahnya bukan kesini Ning."
"Aku ingin bertemu dengan seseorang, tolong bibi anterin aku mencari rumahnya, aku sedikit lupa."
Sambil berjalan Risa melihat rumah-rumah di desa itu sudah banyak berubah menjadi lebih baik, sembari berjalan Risa bergumam," mana ya rumahnya Roni, kalau pada berubah gini aku jadi nggak tau yang mana rumahnya Roni."
Risa meneruskan perjalananya dia berhenti sejenak, dia melihat bangunan rumah yang belum berubah sama sekali, ternyata itu adalah rumahnya Roni.
"Ya Alloh, ternyata rumahnya Roni dari dulu nggak berubah, itu persis cintanya padaku selama ini yang nggak pernah berubah, aku makin cinta sama kamu Ron," ucap Risa dalam hatinya.
"Bi sampai disini aja nganternya, Risa sudah ingat jalan sekitar sini, nanti Risa pulang sendiri, Risa ada urusan sebentar."
"Tapi Ning ntar kalo Bapak marah gimana."
"Bibi nggak usah takut, bilang aja Risa ada urusan sebentar dengan sesrorang," Bibik pun pergi meninggalkan Risa dengan perasaan takut kalau di marahi tuannya.
Dengan perasaan bahagia Risa menuju rumah Roni.
"Assalamualaikum...,"Risa
"Waalaikum salaam," jawab Bapaknya Roni sambil membukakan pintu.
"Cari siapa ya," tanya Bapaknya Roni yang tak mengenali Risa yang dulu sering kerumahnya.
"Ini Risa."
"Apa Risa, kamu Risa anaknya pak lurah Danu," tanya Bapak terkejut.
"Iya Pak, aku Risa anaknya Pak Danu, Bapak masih ingatkan."
"Iya Bapak ingat, ya Alloh , kamu sekarang sudah besar dan cantik sekali, kapan kamu pulang kok nggak ngasih tau Roni, kenapa kamu dulu tiba-tiba menghilang begitu saja nggak pernah main kesini."
"Aku pulang kemarin, aku pulang karena Roni, aku ingin membuat kejutan Roni, yang selama ini setia menungguku dan mencintaiku.
"Dulu aku tidak pernah datang lagi ke sini, itu karen Bapakku melarangku berteman dengan Roni, karena Roni dari keluarga yang miskin, hingga Bapakku mengasingkanku dari desa ini, dan selalu mengancamku."
"Maafkan aku pak dan Bapakku, tapi kini aku tidak perduli dengan ke egoisan Bapakku, aku akan perjuangkan cintaku hingga akhir."
"Oh gitu, Bapak kamu ternyaya jahat ya sama kamu, dia menjadi Lurah bisa adil sama warganya, tapi tidak adil dengan putrinya sendiri, Bapakmu memang egois."
"Ngomong-ngomong, Roninya ada pak."
"Oh iya ada,"Bapak tertawa ringan karena senang akan kedatangan Risa.
"Bapak panggilin sebentar."
Seperti biasa Roni sedang berada di kandang ayam membantu ibunya memberi makan ayam-ayam peliharaannya.
"Ron, Ron, "panggil Bapak.
"Ya ada apa pak."
"Cepat sini ada bidadari turun dari langit mencarimu," kata Bapak yang bikin penasaran Roni.
"Apa!!!, bidadari, pagi-pagi udah ada bidadari turun,Bapak bisa aja."
"Iya benar cepat temui dia, ntar keburu dia pergi kelangit."
"Iya pak, pagi-pagi Bapak sudah bercanda."
"Udah, ayo buruan Bapak serius."
Roni bergegas mencuci tangannya, dan segera menuju ruang tamu, dan Roni pun di buatnya terkejut ternyata bidadari itu adalah Risa pujaan hatinya yang datang tanpa memberitahunya.
"Risa!!!," dengan nada tinggi Roni berteriak dan terbelalak melihat Risa yang sekarang sudah ada di depan matanya.
Roni langsung berpelukan dengan Risa, yang sangat kangen dengannya, karena sudah sepuluh tahun Roni tidak bersamanya. Mereka berdua berpelukan sangat erat seperti tidak mau lepas.
"Aku kangen sama kamu Risa, aku bahagia sekarang bisa berjumpa denganmu dan memelukmu erat," kata Roni sambil memeluk Risa.
"Akupun sama aku merindukanmu sayangku."
Tanpa mereka sadari mereka berpelukan cukup lama, mereka tidak tahu kalau ada Bapak dan ibu Roni yang sedang menyaksikan mereka berdua, karena mereka juga terkejut dengan kedatangan Risa, yang sudah sepuluh tahun tidak pernah datang ke sini.
"Ehemm, ehem," Bapak berdehem untuk menyadarkan mereka berdua yang larut dalam kebahagiaan dan berpelukan cukup lama.
Mereka berduapun melepaskan pelukannya, dan malu-malu kucing.
"Bapak, Ibu ini Risa, yang telah membuat hati Roni sekarang menjadi bahagia bangeet," Risa juga memeluk Ibunya Roni yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Ya Alloh, Risa kamu kapan datengnya, kok nggak ngasih kabar Roni kalau kamu mau pulang," tanya ibu Roni.
"aku sengaja Bu,bnggak ngasih tau aku ingin membuat roni terkejut."
"Kamu sekarang sudah besar dan cantik, kamu sangat serasi dengan anak ibu yang tampan ini, Ibu berharap kalian berjodoh dan bahagia."
"Amiiin," Roni dan Risa mengaamini doa Ibu.
"Ibu dan Bapak sangat bahagia, karena kamu masih mencintai Roni dan setia padanya, karena Roni selama ini juga masih setia menunggu dan mencintaimu."
"Iya Bu, pak, kini sudah waktunya Risa untuk mengambil keputusan bahwa Risa ingin hidup berdua dengan Roni, berrumah tangga,dan mempunyai anak, dan hidup bahagia. Aku akan memperjuangkan itu semua."
"Akupun sama akan memperjuangkan cinta kita berdua walau banyak halangan dan rintangan yang akan kita hadapi bersama, kita harus berusaha sekuat tenaga melawan itu semua, agar tercapai keinginan kita untuk hidup bersama dan bahagia selamanya."
Risa dan Roni mengikat janji untuk saling setia dan memperjuangkan cintanya, walau banyak halangan dan rintangan mereka harus bisa menghadapi semua dan mempertahankannya.
Mereka semua larut dalam kebahagiaan, karena kedatangannya Risa.
*** Masih bersambung....like dan komment ya...
tapi uang tak cukup
Haiii kak..aku udah hadirrr
jngn lupa like back yhh di karyaku
klik akun ku!
hadiirrr
smngatt br karyaa ka
goodluck .,🤗
#ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap