Kepergiannya 5 tahun lalu membuat kehidupan Deevana hancur berantakan, ia yang terbiasa hidup bebas dan lekat dengan dunia malam di manfaatkan oleh Ayah dan Kakak laki-lakinya. Deeva di paksa menemani para pria hidung belang setiap malam demi menghidupi keluarganya yang jatuh miskin lalu memiliki banyak hutang.
Di tengah rasa lelah dan putus asa ,nyatanya Deeva di jual kepada seorang pengusaha kaya raya.
Dan, betapa terkejutnya gadis malang itu saat tahu jika pria yang membelinya ternyata berondong kecilnya di masa lalu.
Apakah, cinta lama akan bersemi kembali setelah kontrak pernikahan di antara mereka telah ditanda tangani?
Sekuel dari nupel SAGARA ya, belum mampir silahkan baca lapak Ibun dan PanDa dulu, keh 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 08
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Untuk Unboxing Belalang Tupu tupu kayanya akan melewati drama panjang sepanjang belalai Jajah 😩.. hanya HIBURAN ya, jangan terlalu di baperin. Untuk Typo yang bertebaran Hampura ah 🙏 lagi Salesma berat, mata asa pedes geus lain pi rasaeun pokona mah 😔 nanti di revisi ya
\*\*\* ***Happy Reading*** \*\*\*
"Waaah... ternyata tadi dia ngumpet ya??" kekeh Aga setelah berhasil membuat si Choco chips di atas puncak dada istrinya mencuat keluar karena permainan lidahnya.
"Pelan pelan, Ga," deSaah Deeva sambil meremat rambut suaminya yang kian bersemangat.
Bayi ganteng itu benar-benar punya mainan baru di tengah rasa penasaran nya yang selama ini hanya menerka-nerka dari apa yang ia dengar.
Obrolan para sepupunya memang sering membuatnya ber traveling ria, tahu intinya namun tak paham alurnya sebab obrolan mesum itu selalu terbungkus rapih dengan candaan hingga terkesan tak terlalu vulgar di telinga Si BayIbun.
"Buka semua ya, Dee. Aga mau liat Tupu Tupunya," izin Aga namun dengan tangan yang sambil melorot kan gaun sang istri.
"Aih, Aga kira udah selesai, taunya masih ada!" keluh pria tersebut yang kali ini membuat Deeva tertawa.
Karna yang Aga pikir ia bisa langsung menemukan si sarang Tupu Tupu yang menjadi menu utama.
"Jangan buru buru, lakukan dengan perlahan, Ga," pinta Deeva meski kecil kemungkinan karna ada saja ucapan, tingkah dan ekspresi Aga yang membuatnya tak kuat untuk tidak tertawa saking gemasnya.
"Katanya kalau pelan gak berasa, tau tau udahan!" kata Aga entah ia dapat ajaran sesat dari mana itu.
"Ya sudah lah suka suka kamu aja yang penting anteng," jawab Deeva yang akan memakai mode pasrah lebih dulu hingga pria yang kini sibuk membuka satu persatu bagian bawah tubuhnya itu selesai. Kini, tubuh polos wanita kesayangan sang tuan Pradipta sudah terpampang jelas didepan mata Aga. Ia tak berkedip seolah sedang mendapat harta karun.
Di rabanya bagian tengah tubuh sang istri dengan sesekali menelan saliva.
"Pantes, Skala bilang perempuan itu bawel karna bibirnya ada dua, ternyata ini loh bibir satunya," ucapnya yang masih mencari celah untuk jarinya bisa masuk.
"Haha, Please Bayi jangan ngelawak terus, aku bisa sakit perut," kekeh Deeva.
"Eh Jangan!"
Aga yang tiba panik menekuk kedua kaki Deeva sambil di bukanya lebar lebar, di rabanya pelan hingga merasa ada yang hangat di tangan.
Lembab dan Licin adalah rasa pertama yang di rasakan oleh Aga saat ada dibawah sana, namun itu justru semakin membuatnya sangat penasaran.
"Ayo, Ga! cepetan," mohon Deeva sedikit merengek karna ia sudah sangat benar benar terangSaang meski hanya dengan sentuhan tangan saja.
"Nanti lah, Aga penasaran dalemnya ada apa? emang bener ada keju sama kacangnya?" tanya Aga yang malah seperti orang mencari sesuatu yang di dalam bagian inti istrinya yang sudah meleleh akibat RangSanGAN yang di beri kan suami nya beberapa saat tadi.
"Aih, dia pikir ini martabak manis apa?" di tengah NapsU yang bergejolak Deeva masih sempat sempat nya membuang napas kasar, padahal miliknya sudah benar-benar ingin di sentuh oleh si Belalang.
Jeritan mendadak Deeva yang mendapat serangan membuang Aga ikut Kaget juga hingga ia mendongak untuk melihat istrinya.
"Kenapa? sakit?" tanya Aga.
"Geli, -- Ga! geli banget," jawab Deeva yang tak menyangka akan seperti ini rasanya karna Aga sepertinya sudah berhasil menemukan titik lemah seorang wanita.
.
.
.
Padahal Aga cuma JiLaT jiLatT loh, bukan di gelitikin..