Bennington Family Series 2
Lauren Bennington memiliki segala yang diinginkan wanita manapun. Cantik, cerdas, kaya raya, dan dibesarkan dirumah mewah dengan keluarga yang harmonis. Hingga ketika acara perpisahan sekolah Lauren dijebak oleh teman-temannya dan menyebarkan foto-foto Lauren berpakaian seksi, membuat Lauren memiliki trauma pada orang lain selain keluarganya.
Oliver Barnet adalah sosok pria yang dingin yang sangat membenci wanita lemah dan manja. Oliver bersahabat dengan Louise Bennington yang merupakan kakak laki-laki dari Lauren, membuat mereka sering bertemu tapi juga saling membenci untuk waktu yang lama.
Mereka dipertemukan kembali dengan situasi yang tak terduga. Apakah Lauren bisa mempercayai seseorang yang menginginkannya menjadi kekasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athaya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
''Siapa Pria itu? tanya Oliver keesokan harinya dikantor Louise.
Pria itu tidak bisa tidur sejak mengantar Lauren diapartemennya. Dia menjadi kesal ketika wanita itu asik berbicara mesra dengan seseorang ditelepon, sementara dirinya dibiarkan membawa masuk semua dus-dus kue yang banyak itu. Wanita itu benar-benar mengerjainya.
"Siapa yang kau maksud?, tanya Louise masih tidak memandang ke arah Oliver.
''Tentu saja pria yang menjadi kekasih adikmu'' jawab Oliver kemudian duduk didepan Louise.
"Lauren maksudmu? tanya Louise lagi yang akhirnya menatap langsung wajah Oliver yang kemungkinan besar sedang cemburu berat.
"Yes, sebutkan saja nama lengkapnya dan aku akan mencari tau sendiri" ucap Oliver dengan sombongnya.
"Ck, kau sendiri darimana kau tau Lauren memiliki kekasih? tanya Louise yang kembali fokus dengan pekerjaannya.
"Aku mengantarnya semalam dan melihat seorang pria menghubunginya dengan nama panggilan baby Lion." jawab Oliver dengan wajah kesalnya.
Louise terkejut saat nama Lion disebut, membuat pria itu berdiri dan mendekati Oliver. Pria itu menatap tajam ke arah Oliver.
"Kenapa kau yang mengantar pulang Lauren?, apakah kau mengancam Azel lagi? ucap pria itu dengan wajah kesal ingin sekali memukul Oliver meski mereka teman sejak kecil.
"Azel teman yang baik, tidak sepertimu. Aku mengantar pulang Lauren dengan baik dan kau terlihat marah bukannya berterimakasih padaku karena sudah mengantar pulang adikmu dengan selamat." ucap Oliver.
"Pulanglah Oliver, aku sedang banyak pekerjaan. Jangan mencari tau apapun tentang Lauren dan kehidupannya. Jika kau masih mendekatinya lagi aku benar-benar akan membunuhmu kali ini'" ancam Louise.
Mereka saling menatap tajam, Oliver terlihat kecewa dengan sikap sahabatnya Louise. Bukankah niatnya baik ingin memperbaiki semuanya. Kenapa mereka begitu membenci Oliver mendekati Lauren lagi.
"Baiklah jika kau tidak akan memberitahukan apapun padaku, aku bisa mencari tau sendiri semuanya. Ingatlah Louise akupun bisa membunuhmu jika kau menghalangi apapun yang aku inginkan. Aku sudah menerima akibatnya selama 5 tahun menjauhi Lauren. Dan sekarang aku kembali mengambilnya." ucap Oliver dengan nada tegas dan kemudian berdiri meninggalkan ruangan Louise.
Dan disinilah dia sekarang, Oliver berjalan dengan sikap dinginnya dan menjadi pusat perhatian seluruh karyawan tempat Lauren bekerja. Setelah bertanya ke resepsionis dimana letak ruangan Lauren, pria itu berjalan masuk menuju Lift.
Begitu tiba diruangan Lauren, pria itu membuka pintu dan melihat Lauren sedang bersama beberapa karyawannya sedang mengadakan rapat. Oliver masuk hingga membuat semua orang memandangnya begitupun dengan Lauren.
"Apa yang sedang kau..." ucap Lauren yang terkejut dengan kedatangan Oliver diperusahaannya.
"Aku akan menyumbangkan semua uangku padamu, seumur hidupku dengan syarat kau harus menikah denganku Lauren" jawab Oliver to the point yang membuat semua orang terkejut.
"Apa kau gila? keluar dari ruanganku sekarang pria mesum" ucap Lauren mengusir Oliver yang mungkin sedang mabuk.
"Kau menolakku baby?" tanya Oliver kemudian menatap beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan mereka. Oliver memberi tanda dengan alisnya untuk mereka keluar ruangan.
"Ya, aku menolakmu dan akan meninju wajah mesummu itu jika kau tidak segera keluar dari ruangan ini" jawab Lauren dengan marah.
"Baiklah aku akan pergi, bersiaplah pukul 7 nanti. Aku akan menjemputmu untuk makan malam bersama kakek" ucap Oliver tidak peduli dengan sikap penolakan Lauren dan berjalan keluar ruangan.
Setelah Oliver pergi, semua yang ada diruangan Lauren baru bisa bersuara dan tampak terpesona dengan sikap jujur pria itu. Mereka tidak menyangka bahwa Lauren akan mendapatkan lamaran tiba-tiba dipagi hari.
"Bukankah itu Oliver Barnet?" tanya salah satu karyawan Lauren pada teman-temannya.
"Benar, dia benar-benar sangat tampan daripada foto majalah yang kita lihat waktu itu. Miss Lauren apakah dia yang memberikan cincin yang kau pakai itu?" ucap yang lainnya.
"Maafkan atas gangguan tadi, ayo kita lanjutkan pembahasan kita tadi" ucap Lauren tidak menjawab pertanyaan karyawannya.
Kedatangan Oliver benar-benar membuat dia terkejut setengah mati, ditambah lamaran gila pria itu membuat jantungnya seperti akan berhenti. Apakah pria itu balas dendam setelah semalam dia mengacuhkannya.
Dimulai dari Clain Bennington dan bertambah lagi Barnett Clain.. dan pasti akan banyak lagi berdatangan sebuah keluarga baru dengan Clain nya yang baru.. Coltha Author aku marathon lagi semua karya Author... 🥰