NovelToon NovelToon
Perjalanan Hidup Giana

Perjalanan Hidup Giana

Status: tamat
Genre:Mafia / BTS / Wanita Karir / Kaya Raya / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:65.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Hanya ilusi, Jangan di anggap serius😁

Sejak kecil giana telah membenci sosok ayah yang selalu menyakiti hati dan fisik nya, Ayah giana kerap menyika dia dan ibu nya hingga terluka parah

Nasib baik giana bisa menjadi bintang dan menghidupi ibu nya walau pun di usia muda, Apa lagi ada tujuh bujang yang menganggap giana seperti adik mereka.

Namun kebahagian giana dengan sang ibu akhir nya lenyap juga, Ibu giana di temuka meninggal setelah meminum racun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps8

lima bulan kemudian.

Film yang di angkat dari cerita giana sudah selesai di garap oleh namgil, Bahkan sudah tayang separuh jalan.

Giana pun hari ini ada di lokasi shuting atas ajakan nya namgil, Ia di suruh mengamati semua ekspresi para pemain.

"Diam dan lihat saja alur nya." Ujar namgil.

"Kenapa juga aku menonton nya, Kan aku udah tahu jalan nya." Ujar giana malas.

"Kau tidak ingin tahu bagai mana hasil dari cerita mu?" Tanya namgil heran.

"Sudah tau aku ahjussi, Aku tinggal tunggu rating nya saja kan." Sahut giana.

"Cih, Sombong sekali kau ini." Namgil berdecih.

Giana menunduk, Namgil yang melihat perubahan wajah giana jadi merasa bersalah. Padahal ia tidak bermaksud mencela.

"Aku bukan nya sombong tidak mau melihat film itu, Tapi aku jadi teringat diriku sendiri dan kesedihan yang telah aku lewati." Desis giana.

"Maaf kan aku ya." Namgil memeluk giana dengan penuh kasih sayang.

Sejak awal bertemu dengan giana, Namgil sudah menyukai sifat gadis kecil nya. Apa lagi giana yang periang, Namun kadang juga giana sangat murung.

Namgil sudah menganggap giana seperti adik nya sendiri, Walau kadang giana sangat membuat nya kesal.

"Ambil ini." Namgil menyerah kan sebuah kotak pada giana.

"Apa ini?!"

"Buka lah, Banyak tanya saja kau ini." Seru namgil.

"Dapat hadiah aku." Girang giana segera membuka kotak itu.

Mata giana membulat ketika melihat isi kotak tersebut, Benda yang sama sekali tidak pernah giana mimpi kan bisa di miliki nya.

"Ahjussi.."

"Terharu kau ya, Ini juga aku membuat rekening untuk mu." Namgil menyerah kan buku tabungan pada giana.

Giana tidak menyahut lagi ucapan namgil, Di peluk nya erat pria ini sambil menangis kencang.

"Yah, Jangan menangis seperti itu." Namgil menepuk nepuk punggung giana.

"Huhuhuhu, Terima kasih ahjussi." Isak giana.

"Gunakan uang nya dengan baik, Jangan suka berfoya foya." Nasihat namgil.

"Aku akan pulang sekarang, Ibu ku pasti akan senang juga." Ucap giana bangga.

"Pulang lah, Jangan lupa periksa uang mu." Ujar namgil.

Giana melambai kan tangan sambil berlari pergi, Sepeda nya di kayuh dengan cepat. Tidak sabar ia ingin memberi tahu kan pada ibu nya.

"Ini rezeki yang tidak terduga, Aku punya uang sekarang." Batin giana.

Sampai di kedai giana langsung melempar kan sepeda nya dan berlari masuk, Tidak peduli pada tatapan pelanggan yang keheranan.

"Ibuuu.."

"Untung saja kamu sudah datang, Tolong antar dulu kesana." Gayatri ternyata sedang banyak pelanggang.

"Tapi aku punya berita bagus bu." Giana ingin cerita.

"Nanti saja nak, Ini tolong antar kan di meja nomor tiga." Suruh gayatri.

Meski kecewa karena belum dapat kesempatan untuk cerita, Namun giana tetap mengantar kan pesanan itu dan meletak kan tas nya di dekat meja.

"Pesanan anda nuna." Giana meletak kan dengan sopan.

"Tolong beri aku sebotol soju." Pinta gadis cantik itu.

"Baik."

Giana mengambil kan soju dan memberikan pada nya, Gadis itu menatap giana karena kagum dengan kecantikan nya.

"Kau cantik sekali." Puji sang gadis.

"Terima kasih." Sahut giana tersenyum.

"Jangan lupa belajar ya, Supaya jadi orang pintar." Nasihat gadis.

Giana hanya tersenyum saja karena ia tidak pernah sama sekali belajar, Jika ingin belajar bahasa asing. Maka giana hanya membaca buku dan melihat dari film.

Bahkan sekarang giana sudah menguasai bahasa inggris walau pun tidak sangat handal, Hanya saja bisa di katakan sudah bisa.

"Hari ini ramai ya bu." Ujar giana.

"Ini sudah berkurang, Tadi ibu sampai kewalahan dan menolak deliv." Sahut gayatri.

"Ibu.."

Gayatri menoleh kaget melihat benda yang di pegang anak nya, Ponsel yang harga nya mahal.

"Dari mana itu giana?!" Tanya gayatri kaget dan takut.

"Ahjussi namgil memberikan nya padaku sebagai bonus, Dan ini bayaran ku sebagai penulis." Jelas giana.

"Sungguh? Kamu tidak mencuri kan sayang." Gayatri masih tidak percaya.

"Ibu! Kenapa berpikiran buruk padaku." Rajuk giana.

"Bukan begitu, Ibu hanya takut saja jika kamu sampai melakukan perbuatan tercela." Cemas gayatri.

"Aku sudah lama hidup susah bu, Jadi tidak akan kaget walau pun di sini hidup susah juga! Namun tidak pernah sekali pun aku ingin mencuri uang atau benda milik orang lain." Giana berkata sedih.

Gayatri jadi merasa bersalah karena telah berpikiran buruk pada putri nya, Melihat dari usaha nya. Memang giana anak yang pekerja keras.

"Aduuh maaf kan ibu ya nak, Ooh lihat lah kau sudah setinggi ini sekarang." Gayatri mengusap rambut sang putri.

"Ini uang yang ku miliki sekarang, Bukan kah lebih bagus jika di tabung saja bu? Lalu kita akan membeli rumah." Ujar giana.

"Terserah kamu saja nak, Itu kan uang mu. Ibu tidak akan mengganggu nya." Sahut gayatri.

"Berapa ya jumblah uang ku?" Giana membuka buku tabungan itu.

Baik giana dan gayatri sama sama terkejut melihat nominal yang tertera di sana, Uang sebesar sembilan ribu won yang namgil berikan pada nya.

"Bukan kah ini sudah dapat rumah kecil?" Tanya giana pada ibu nya.

"Sebaik nya simpan dulu saja sayang, Lagi pula kita kan bisa tinggal di sini." Nasihat gayatri.

"Benar juga ya, Lebih baik di simpan." Angguk giana setuju.

Sebenar nya gayatri melarang giana membeli rumah karena ia takut jika uang itu akan di minta lagi oleh namgil, Gayatri masih tidak percaya jika kini putri nya bisa menghasil kan uang.

"Besok aku mau pergi bu." Giana meminta izin.

"Kemana lagi, Kamu sekarang pergi terus." Ujar gayatri.

"Ibu kewalahan ya menangani pelanggan, Apa tidak sebaik nya mencari pekerja saja." Tawar giana.

"Kamu akan terus berpergian apa gi?" Tanya gayatri memastikan.

"Mungkin saja iya bu, Apa lagi giana sudah membuat cerita baru lagi." Giana berkata girang.

Gayatri senang karena kini putri nya telah sibuk mencari uang, Dengan begitu giana jadi lupa tentang kesedihan nya dan jarang menangis lagi.

Bukan nya gayatri tidak tahu jika setiap malam giana menangis sebelum tidur, Walau pun giana tinggal di kamar atap. Namun gayatri masih mengawasi nya setiap malam malam nya.

"Istirahat saja sana, Ibu bisa kok sendiri." Suruh gayatri.

"Baik lah."

Jika di suruh istirahat begini oleh ibu nya, Maka giana akan menggunakan kesempatan ini untuk memeras otak dulu agar bisa menghasil kan uang.

"Akhir nya aku bisa punya uang sendiri, Aish aku jadi tidak bisa fokus ini." Giana terus memegang buku tabungan nya.

Tiba tiba ia teringat dengan tujuh orang itu lagi, Giana ingin bercerita karena sudah bisa punya uang.

1
Pipitputriamanda Amanda
puas sekali baca novel ini semangat terus thour💪
Siera Arisanty
/Facepalm/ iya thor, biar kamu gak pening nulis pake bhs korea dan pembaca jg gak puyeng 😃😄
Radhita Indrawati
aku suka semua karyamu Thor, terimakasih
Aisyah 🐾
anjai baca Sampek selesai tapi gak di selesain cerita nya tahu gitu baca episode akhir aja
Bunda Silvia
lah kok udah tamat aja 🤦🏻‍♀️
Bunda Silvia
nggak makan babi tapi minum alcohol 🙈😆😆😆🙏🏼
Bunda Silvia
lah dalahhh ternyata turunane ningrat indra bi's di cincang abis nek gayatri atau giana cerita kelakuan indra
Bunda Silvia
kuli bangunan aja songong njirrrr
Bunda Silvia
karyamu selalu bagus thor
M. Lazuardi
baru baca ,tapi kenapa terkesan berlebihan Thor /Pray/
Ema Mahriana
lhoo udahan nih, ko gantung ceritanya thor
Ema Mahriana
aku sih iyes thor
Ema Mahriana
hanya suga yg tau tmpt ini
semoga giana mendapatkan kebahagiaan yg hakiki
Ema Mahriana
baik thor
seru banget ku suka baca karya mu
Ema Mahriana
trauma yg sangat menyiksa
Ema Mahriana
kasian giana
Ema Mahriana
iiss iiss sugaa,giana lg sedih tauu
Ema Mahriana
kasian banget giana
aku ikutan sedih nih
Ema Mahriana
kurasa itu di racun dia
tega banget siih
Ema Mahriana
emang bodoh banget ni anak 2, ga sayang sama ibunya giliran di ksh duit ijo tuh mata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!