Menjadi duda di usia muda membuat hati sang CEO menjadi dingin, apalagi trauma masa lalu mengenai rumah tangga membuatnya menutup diri untuk yang namanya Cinta.
Simak kelanjutan kisahnya, tapi disarankan sebelum membaca ini agar terlebih dahulu membaca karya Lepaskan Aku, agar bisa semakin faham jalan ceritanya, karena karya ini adalah lanjutan dari kisah penuh lika liku rumah tangga dari cerita tersebut.
Jadi, tunggu apalagi. Yuk cap cus, baca dan nikmati kisah nano nano yang ada di cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💘 Nayla Ais 💘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Motor berumur sehari
Setelah beristirahat Abi memutuskan untuk mencari dimana keberadaan Luna, wanita yang sudah mengisi ruang terdalam dihatinya selama ini.
Tapi sayang, Ia tidak tau alamat gadis itu. Dari pagi Ia memutari kota besar itu, mampir di beberapa tempat keramaian yang memungkinkan Luna ada disana tapi hasilnya nihil.
Mencari seseorang di tengah kota besar ini tanpa ada petunjuk apa pun sama saja seperti mencari jarum didalam tumpukkan jerami.
Ia hanya tau nama dan wajah saja tapi tidak dengan alamatnya.
" Kemana aku harus mencarinya, sedangkan alamatnya pun aku tak punya. Tidak mungkin kalau aku menyebarkan selembaran kertas, bisa bisa mengancam keselamatan Luna. Hm apa aku tanya sama Abah saja, siapa tau Abah mau ngasih alamat Luna. " Gumam Abi
Ia mulai mengeluarkan ponselnya mencari nama orang tua dari Luna itu, namun niatnya Ia urungkan karena merasa malu ketahuan mencari Luna. Jangan sampai orang tuanya tau kalau Ia mencari Luna, yang ada orang tuanya akan kecewa karena bukannya langsung bekerja malah sibuk mencari seorang wanita.
Akhirnya Abi memutuskan pulang dan akan mencarinya lain waktu.
Pagi hari di kampus UNINDRA
Luna yang baru tiba memarkirkan motor yang baru Ia beli sehari sebelumnya, Ia merasa lega setelah merasa aman.
Ia menatap sekeliling tidak ada sesiapa pun yang di kenalinya.
" Nggak apa Lun, Bismillah saja. " Gumamnya sembari berlalu meninggalkan tempat dimana Ia memarkirkan motornya.
Baru juga beberapa langkah Ia di kejutkan dengan bunyi yang sangat keras, Ia pun sontak menoleh dan terkejut melihat motor miliknya yang dalam kondisi mengenaskan.
Seseorang turun dari dalam mobil dan langsung memekik melihat mobilnya yang sudah lecet.
" Astaga, weh dudul ini motor butut siapa sih. Sialan, OMG mobil mahal ku jadi lecet. " Maki sang pemilik mobil.
Luna berlari kearah motornya, Ia benar-benar merasa bersedih melihat bagaimana bentuk motornya saat ini.
" Astaghfirullah, motor ku. " Pekik Luna melihat motor yang baru berumur sehari itu sudah mencium lantai
Luna mencoba menggeser motornya agar berdiri dengan benar namun Ia nampak kesusahan.
" Hey, jadi kau pemilik motor jelek ini hah......! Lihat mobil mewah ku lecet, cepat kau ganti rugi sekarang juga. "
Clara menarik baju Luna yang sedang berusaha menarik motornya yang nampak mengenaskan.
" Apa maksud Anda Nona. Ganti, apa Anda tidak salah. Lihatlah motor saya lebih parah dari mobil ini, dan bukanlah Anda yang menabrak motor saya, kenapa Anda yang marah dan meminta saya memberikan ganti rugi. "
Beberapa orang mulai menghampiri mereka karena mendengar suara keributan, dalam hal ini suara Clara lebih mendominasi.
Clara semakin meradang karena Luna bukan orang yang mudah di tindas, malah gadis itu berani menjawab ucapannya.
" Hey, bentar. Dia siapa, aku sepertinya belum pernah melihatnya disini. Apa Dia orang baru, wah seru nih kalau benar orang baru. " Monolog Clara ketika melihat wajah Luna.
Ia semakin merasa berada di atas awan, karena berhadapan dengan orang baru. Tentu tidak ada yang akan membelanya.
" Apa katamu, heh berasa sih harga motor jelekmu ini, paling tidak lebih mahal dari sebelah kaca spion ku ini. Sudahlah cepat sini tas mu, keluarkan uang mu, kamu harus segera bayar ganti rugi karena sudah membuat mobil mewah ku lecet. "
Clara menarik tas Luna, begitupun juga dengan Luna. Ia mencoba mempertahankan tas miliknya, alhasil terjadilah tarik menarik antara keduanya.
" Apa sih, buruan berikan tas mu. Kamu itu harus mengganti kerusakan mobil ku. "
Beberapa orang yang ada disana mencoba melerai keduanya, namun tidak berhasil.
" Hey Clara, lepaskan tas nya. Lihatlah kasihan Dia. " Atika yang kebetulan ada disana mencoba menolong Luna.
Clara menghentikan aksinya, Ia menatap penuh amarah pada Atika. Dendamnya yang memang sudah ada sebelumnya kini semakin bertambah.
" Oh, jadi kamu temannya ya. Pantas saja sama sama sampah, kalau begitu bagaimana kalau kamu saja yang memberikan uang padaku untuk ganti rugi Dia yang sudah merusak mobil mewah ku. "
Atika menggeleng geleng melihat sikap Clara, semua orang akan tau siapa yang salah dan siapa yang benar.
Hal yang sama kini terjadi pada Atika, Ia harus bersusah payah mempertahankan harta miliknya yang ingin di rebut oleh Clara.
Di tengah aksi mereka terdengar suara yang tidak asing bagi mereka berdua.
" Ada apa ini, ada apa dengan kalian berdua. "
Atika, Clara dan juga Luna sontak menoleh ke asal suara melihat siapa yang datang.
" Tika, ada apa. Kenapa pagi pagi kondisimu sudah seperti singa begini. " Tanya Ara yang melihat rambut dan juga pakaian sahabatnya nampak berantakan.
Clara berdecak sinis melihat kepala genk yang Ia katakan kampungan.
" Ini Ra, aku hanya bantuin gadis ini. Sepertinya dia orang baru dan wanita jadi jadian ini ingin menindas nya, padahal sudah jelas jelas Dia yang salah. " Jawab Atika sembari menunjuk Luna yang menunduk melihat motornya.
Ara melihat kearah yang di tunjuk Atika dan terkejut sekaligus sedih setelah melihat bentuk motor yang baru di beli mereka berdua sehari sebelumnya. Ia ingat betul motor itu karena Dia pun ikut memilihnya.
" Luna, apa itu kamu. " Tanya Ara mencoba mendekat.
Luna mendongakkan wajahnya melihat seseorang yang menyebut namanya.
" Astaghfirullah benar kamu Lun, ini motor kenapa. Kok sampai begini bentuknya sih. " Ara membantu Luna mengangkat motor naas itu.
Clara yang melihat itu tidak tinggal diam, Ia menjadi bersemangat karena akhirnya bisa membalas musuh bebuyutannya itu.
" Oh jadi Dia juga teman kalian ya, wah dasar kampungan. Nambah lagi satu gadis kampung, tapi ada bagusnya juga. Sekarang kamu yang harus mengganti kerugian yang di sebabkan wanita kampung ini, dia sepertinya tidak punya uang namun tidak dengan mu kan. Bukannya kamu itu katanya orang kaya, masa ganti kerugian mobil gini saja nggak bisa. "
Ara kembali menhampiri Clara setelah motor Luna sudah berdiri dengan benar, Ia menggandeng tangan Luna untuk ikut dengannya.
" Tika, apa Dia yang sudah menyebabkan motor Luna seperti itu. "
Tika yang masih bingung bagaimana sahabatnya itu mengenal gadis yang baru dilihatnya itu hanya bisa mengangguk.
" Keterlaluan kamu Clara, kamu yang salah tapi kamu yang minta ganti rugi. Apa kamu nggak lihat, motornya sampai penyok begitu. " Ara benar-benar tidak habis pikir melihat sikap Clara yang makin menjadi jadi itu.
" Jelas saja Dia harus ganti rugi, lihatlah berapa kerusakan yang aku dapatkan. Sedangkan Dia, lihat saja motornya paling berapa sih harganya. Jual perkilo saja nggak akan ada yang mau beli. " Lagi lagi Clara mengucapkan kata-kata yang tidak enak di dengar.
" Baiklah, sekarang kita ke ruang Pak Djarot. Disana kita akan tau jawabannya. "
Ara memilih jalan tengah agar masalah yang sedang menimpa sahabatnya itu cepat selesai, dengan keruangan dosen killer itu disana akan di ketahui siapa yang salah dan siapa yang benar, begitu juga untuk hukumannya pun akan di putuskan disana dengan adil.
...----------------...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu