NovelToon NovelToon
Young Bride

Young Bride

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:672.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Grace Putry

Hanya kenyataan yang sangat cepat membuat ku merasakan hidup bersama orang baru yang sama sekali tidak aku kenal terlebih di usiaku yang baru menginjak 18 tahun.

Dan kejadian kejadian yang terjadi seperti proses kehidupan terkhusus untukku.
Angelina Clarzie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Xavier POV

Sungguh menjengkelkan. Aku mendapat telepon dari Daddy untuk segera ke kantor saat ini juga. Sungguh sangat menganggu waktu ku yang ingin bersama Angelina.

Setelah menerima telepon menjengkelkan itu, aku melangkahkan kaki mencari keberadaan kesayanganku itu. Dan ku dapati dia di ruang keluarga sambil menonton televisi yang menayangkan film horror. Sungguh selera yang sama denganku.

Aku memegang bahunya pelan dan sepertinya itu membuat dirinya kaget. Dia langsung berbalik dengan cepat.

"Ish Xavie. Aku kaget tahu."Gerutunya kesal.

"Maafkan aku sayang. Tapi aku ingin pamit sebentar, tidak apa kalau kamu sendiri dulu sayang? Ada beberapa urusan mendadak yang harus segera ku urus sayang." Ucapku kepadanya memberi pengertian.

Aku bisa melihat raut wajahnya yang menunjukkan ketidaksukaan akan ucapanku barusan. Dan mungkin saja dia berpikir yang tidak tidak terhadapku.

"Ehem. Jangan berpikir macam-macam sayang. Aku pergi hanya sebentar. Sebelum makan malam aku janji sudah ada disini. Bagaimana?." Tawarku lagi kepadanya.

"Terserah kamu saja."Katanya dan langsung berbalik lagi untuk menonton.

"Aku pergi dulu baby."Ucapku lagi sambil mengelus dan mengecup lembut kepalanya.

Setelah berpamitan dengan Angelina, aku segera menuju kamar dan menukar pakaian ku dengan kemeja beserta jas dan celana kain. Aksi siap siapku sudah selesai, dan langsung saja aku berjalan keluar rumah menuju halaman depan yang disana sudah bertengger supir beserta mobilku.

"Antarkan aku hari ini. Aku malas untuk menyetir." Titahku cepat. Dan langsung disambut anggukan mengerti dari salah satu supirku.

Tapi sebelum aku masuk kedalam mobil, aku memanggil salah satu pengawalku yang berjaga di depan pintu.

"Awasi Angelina selama aku pergi. Awasi saja dari kejauhan dan jangan sampai membuatnya risih. Kabari aku kalau ada apa apa."Perintahku. Aku langsung masuk ke dalam mobil, dan mobilpun melaju menuju kantor.

*****

XCorp

Sampai di kantor aku langsung saja menaiki lift menuju ke ruanganku. Ku dapati disana Daddy seorang diri yang sedang berdiri memandangi pemandangan dari kaca ruanganku. Apa sebenarnya yang ingin di bicarakan dengan ku lagi. Membuang waktu ku saja.

Aku duduk di kursi kebesaranku sambil membuka jasku.

"Langsung saja. Ada apa?." Tanyaku.

"Santai Son. Kamu baru saja datang. Tidak ingin minum terlebih dahulu?." Kata Daddy sambil menawarkan segelas vodka kepadaku.

"Ada apa?."Tekanku lagi. Dan aku benar benar ingin segera kembali ke mansion. Lebih baik bersama Angelina daripada harus duduk di kursi ini seperti sekarang.

"Kamu memang selalu to the point Xavie."Ucap Daddy."Baiklah, aku mendengar kabar dari Rian kalau kamu membawa putri mereka untuk tinggal bersamamu. Apa itu benar?."

"Dad. Kalau sudah tahu kebenarannya buat apa bertanya lagi kepadaku? Yayaya dan memang itu benar. Dan sekarang dia berada di mansionku."

"Apa sebenarnya yang kamu rencanakan Xavie? Jangan sekalipun menyakiti Angelina."Ucap Daddy lagi.

"Buang pikiran mu itu Dad. Aku tidak merencanakan apapun untuk menyakitinya. Sebaliknya aku ingin cepat cepat menikahinya dan menjadikan dia seutuhnya milikku."Jawabku sambil menatap tajam ke arah Daddy. Bisa bisanya Daddy berpikir aku akan menyakiti Angelina. Tidak masuk akal.

"Apa itu benar? Apa bukti yang mengharuskan ku untuk percaya akan ucapanmu itu?."

"Daddy bisa lihat nanti kedepan. Bagaimana aku memperlakukannya selama dia bersamaku. Dan sepertinya aku sudah terjerat kedalam pesonanya."Ucapku jujur. Aku bisa melihat Daddy yang awalnya diam menjadi tersenyum mengejek ke arahku.

"Well. Sepertinya pilihanku dan Mommy mu tidak salah. Kamu menjadi gila seperti ini."

Aku hanya memutar bola mataku malas. Tiba tiba terdengar suara dering ponselku dan aku mengambilnya dari saku jasku. Aku melihat nama penelpon yang ternyata dari salah satu pengawalku.

"Ada apa?."

"Maaf Tuan. Saya mau mengabari kalau barusan Nona Angelina pergi keluar menggunakan taksi yang di pesan oleh salah satu supir."Mendengar ucapannya langsung saja membuat emosiku naik. Kemana sebenarnya Angelina pergi? Kenapa tidak memberi kabar kepadaku. Shit... yang benar saja bagaimana bisa dia mengabariku, kami belum sempat bertukar nomer ponsel dan aku juga lupa meminta nomernya tadi. Damn..

"Cari dia sekarang."Ucapku dan langsung mematikan telepon. Aku bangun mengambil jasku dan langsung saja berjalan keluar.

"Mau kemana kamu Xavie? Aku masih berada disini." Ucap Daddy. Aku hanya berbalik lalu berkata,"Aku harus pulang dan mencari Angelina Dad. Dia pergi dari mansion tanpa mengabariku. Aku pamit."Selesai berkata aku langsung saja berjalan keluar ruangan menuju tempat parkir. Disana supirku sudah menungguku.

"Kembali ke mansion."Ujarku. Sepanjang perjalanan kembali ke mansion aku tidak bisa berpikir tenang. Kemana sebenarnya pergi mu sayang? Kenapa juga tidak menyuruh salah satu pengawal menelponku untuk memberi kabar kalau kamu ingin pergk baby? Sialan. .Seperti nya mulai sekarang aku harus bertindak lebih tegas lagi kepadanya.

Sesampainya di mansion, aku memanggil seluruh pelayan dan bertanya kepada mereka apakah ada yang tahu kemana perginya Angelina. Tapi tidak ada satupun yang bersuara bahkan mengangkat kepala mereka.

Sialan.. Sungguh tidak becus kalian semua. Sampai mendekati jam makan malampun Angelina belum tiba. Kesabaranku hampir habis, aku menghancurkan seluruh benda yang kulihat di manapun disudut mansion ini. Aku benar benar di buatnya gila dalam sehari.

*****

Angelina POV

Taksi yang mengantarkanku berhenti di Blanko Caffe. Caffe yang adalah tempat favoritku. Aku berjalan masuk sambil mengedarkan mataku ke seluruh arah.

Setelah mendapati apa yang kucari, langsung saja aku berjalan mendekat ke tempatnya.

"Haii maaf aku sedikit terlambat. Jalanan hari ini sungguh macet."

"Its oke Angelina. Silahkan duduk." Ucap Adrian sopan."Apa ada yang ingin kamu pesan? Aku sudah memesan bagianku."Tanyanya padaku.

"Ahh. Tidak usah. Aku masih kenyang."Tolakku sopan dan langsung di balas anggukan olehnya."Mungkin lebih baik kita langsung saja mengerjakan tugasnya."Usulku lagi.

Kami pun mulai mengerjakan tugas dan tak terasa waktu sudah hampir malam dan mendekati jam makan malam. Astaga,, aku lupa bahwa sekarang aku sudah tinggal bersama Xavie dan aku belum mengabarinya sama sekali.

Dengan cepat aku meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu, tugasnya pun sudah selesai. Aku memesan taksi lagi untuk mengantarkan ku pulang. Sepanjang perjalanan pulang aku memikirkan apakah yang akan terjadi sesampainya aku di mansion.

Perjalanan memakannwaktu hampir sejam. Sialan macet yang membuat kepalaku tambah pusing. Aku turun dari dalam taksi dan berjalan kearah pintu pagar. Aku memanggil satpam untuk membukakan pagar untukku.

"Pakk.. Tolong bukakan pintu pagarnya."Teriakku. Aku bisa melihat beberapa supir dan satpam langsung terkejut melihatku. Mereka langsung berlarian ke arah pagar dan membukakannya untukku.

Aku bisa melihat wajah ketakutan mereka saat ini. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?

"Hey. Ada apa dengan wajah kalian semua?."Tanyaku.

Sebelum mereka menjawab pertanyaanku, seorang pengawal datang dan menyuruhku untuk langsung masuk. Aku pun berjalan masuk, sepertinya Xavie sudah pulang juga. Aku bisa melihat mobil yang digunakannya sudah terparkir di halaman depan mansion.

Aku berjalan dengan santai kedalam, tapi betapa kagetnya aku ketika mendapati banyak sekali perabotan di dalam mansion yang hancur. Apa yang terjadi?. Secepat kilat aku berjalan masuk kedalam lift menuju lantai atas. Aku berjalan menuju kamar mencari keberadaan Xavie.

Saat aku masuk, aku bisa melihat Xavie terduduk di soffa kamar dan memandang dingin kepadaku. Mampus. Apa keributan dan kekacauan di bawah akibat aku yang tidak memberi kabar kepadanya sebelum pergi? Atau ada hal lain?.

"Ehmm Xavie. . . Aku .."Ucapanku terpotong saat Xavie bangun dan berjalan ke arahku.

"Kamu membuatku gila."Ucapnya berdesis sambil menarikku ke pelukannya."Dari mana saja kamu hah? Seluruh anak buahku mencari mu tapi tidak mendapati keberadaanmu."Ucapnya lagi lalu melepaskan pelukannya.

"Maafkan aku Xavie. Aku pergi mengerjakan tugas kuliah nersama temanku,Adrian. Di caffe langgananku. Maafkan aku yang tidak memberi kabar, aku juga tidak memiliki kontak mu di handphoneku."Ucapku menjelaskan. Aku merasa tersanjung dan terharu, selama ini tidak ada lagi yang pernah sekhawatir ini apabila aku pergi dan tidak memberi kabar. Tetapi sekarang, aku bisa merasakannya dan melihat jelas kekhawatiran di wajah Xavie.

Aku melihatnya menarik nafas sejenak lalu membuangnya.

Aku langsung saja memegang tangannya lagi dan berkata maaf. Xavie hanya mengangguk dan kembali memelukku.

"Lain kali pergi bersama supir oke baby? Dan kabari aku, akan ku berikan nomor teleponku hem? Aku sungguh khawatir sayang mendapat telepon dari pengawalku kalau kamu pergi tanpa memberitahu kemana dan pergi menggunakan taksii." Ujar Xavie.

"Maafkan aku oke? Akan ku ingat ucapanmu tadi."Jawabku lembut sambil melepaskan pelukannya."Dan Xavie, apa kekacauan di bawah sana kamu yang melakukannya?."Tanyaku sambil memicing ke arahnya.

Aku melihatnya hanya menganggukan kepala. Demi apapun hanya karena aku pergi tanpa kabar dia menghancurkan isi mansion ini dan membuat pekerja di mansion nya ketakutan.

"Kamu sungguh berlebihan Xavie. Aku pergi bukan untuk kaburn dari mu tapi kamu sudah menghancurkan seluruh barang yang ada di mansion ini."Omelku padanya. Aku melihatnya yang sedang menatap tak berminta terhadap omelanku ini."Cobalah untuk mengendalikan emosi Xavie. Jangan terlalu frontal dan kejam seperti itu."

"Itu sifat ku baby. Dari dulu. Tidak ada yang bisa merubahnya. Apalagi berkaitan denganmu, menururku tidak ada yang berlebihan dari sikapku."Jawabnya datar."Cepat bersihkan dirimu dan langsung turun untuk makan malam."Ujarnya lagi lalu berjalan keluar kamar.

Huftt sungguh hari yang melelahkan. Aku mengikuti seluruh perintahnya dan langsung turun untuk makan malam.

Makan malam kamipun hanya terdengar dentingan sendok dan piring. Aku melirik ke arah Xavie yang terlihat sangat dingin dan datar.

Setelah makan malam selesai aku terlebih dahulu masuk kedalam kamar tanpa menunggu Xavie yang harus melihat beberapa pekerjaan kantornya untuk besok.

Dengan keadaan badan yang lelah dan capek langsung saja aku tertidur pulas..

1
Grace Putry
Hai gais kalo cerita ini aku revisi dan terbirkan jdi buku kalian mau ga buat dukung?🤭
Rhenii RA
baby, hem, ish😁
Grace Putry: Yukk kak mampir cerita baruku. Dijamin suka kayak cerita yg pertama 🥰
total 1 replies
Rhenii RA
nampan bukan mapan thor
Rhenii RA
Plin plan sekali jadi orang🥴
Rhenii RA
Iblisnya bisa diperdaya Xiela tapi😆
Rhenii RA
masalahnya berbelit2 gak kelar
Rhenii RA
Pertanyaannya kenapa dia cepet2 pengen liat Xavie kalau ujungnya lari lagi kaya kuda pengen e'ek?
Rhenii RA
dari dulu ancamannya itu terus mas Xavie, tapi tetep aja ngebiarin si Jal**g bebas berkeliaran🤪
Rhenii RA
terlalu baik membuat kita terlihat sangat lemah😑
Rhenii RA
Seharusnya itu si ibu tiri dimasukin dulu ke dalem karung, biar ga kabur2
Rhenii RA
tuh kan kebanyakan POV, ceritanya jadi ngulang2 thor😌
Rhenii RA
Saran aja thor, kalau bisa POVnya dikurangi agar ceritanya tidak terkesan berulang☺
Sudirman Sudirman
bkn main si babang main nyosor aja 😁😁😁
Sudirman Sudirman
baru baca sepertinya seru ....
Paramitha Tikva
kenapa gak dilaporin ke polisi aja
Paramitha Tikva
heis kenapa tdk minta tolong papanya X buat tanya nomor camernya biar dikasih nomor angel,,bah hidupmu X riweh amat
Ahmat Hapids
kalo gini caranya jangan salahin sikap angelina kedepannya kalo benci sama xavier
Ahmat Hapids
wow beda usia 18 tahun
Rhenii RA
labil sih ceweknya, malah kabur
Rhenii RA
antara baik dan bego hanya beda tipis😪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!