Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.
Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.
Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.
Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?
*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe
Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Muda Lee
Joon masih bergeming sambil menatap foto dirinya saat berusia 15 tahun. Senyum tersungging karena saat itu ia merasakan sebuah debaran aneh dalam dadanya untuk pertama kalinya.
Gadis di sebelahnya adalah sahabat masa kecil yang selalu ia temui ketika berkunjung ke rumah neneknya. Ya, keluarga nenek Joon tinggal di distrik Mapo. Sama seperti tempat yang ia tempati sekarang.
Namun ada yang berbeda. Joon ingat jika dulu gadis kecil sahabatnya itu tidak tinggal di rumah ini.
Joon berusaha mengingat siapa nama teman kecilnya itu. Hingga membuat kepalanya kembali berdengung.
"Argh!" seru Joon yang membuat Celia mendatanginya.
"Seok Joon, kau kenapa? Apa kepalamu sakit lagi? Bukankah sudah kubilang untuk istirahat, kenapa malah berdiri disini?" omel Celia panjang lebar. Celia memapah tubuh Joon untuk berbaring di tempat tidurnya.
"Isitrahatlah dulu! Apa kau butuh sesuatu?" tanya Celia.
Joon menggeleng lemah. Ia memejamkan mata untuk meredakan rasa nyeri di kepalanya. Padahal ia sudah mulai mengingat masa lalunya, tapi rasanya masih terlalu sulit.
Beberapa menit kemudian, kondisi Joon sudah lebih baik. Joon meminta Celia untuk membawakan air minum untuknya. Celia menurut. Celia keluar dari kamar dan mengambil satu gelas air putih.
Usai meneguknya hingga tandas, Joo berterimakasih.
"Celia, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Soal apa?"
"Foto itu..." Joon menunjuk foto masa lalu Celia.
"Oh itu. Ada apa memangnya?"
Joon memutar otaknya. Ia harus beralasan bagus agar Celia mau buka suara.
"Ah tidak, aku hanya penasaran saja. Foto itu adalah foto lama, tapi kau masih memajangnya di mejamu. Itu artinya ... Foto itu istimewa bukan?"
Celia terdiam sejenak. Wajahnya berubah sendu.
"Itu memang foto lama. Tapi aku tidak bisa melupakan kenangannya. Anak lelaki yang ada di foto itu adalah Tuan Muda Lee. Aku sendiri tidak tahu siapa nama aslinya. Aku hanya mendengar orang-orang memanggilnya begitu."
Joon menatap lekat Celia.
"Aku bertemu dengannya hanya saat liburan musim panas saja. Dia berkunjung ke rumah neneknya yang juga ada disini."
Joon bisa merasakan jika ada kesedihan yang tergambar di wajah Celia.
"Maaf, sudah membuatmu bersedih."
Celia tersenyum. "Tidak apa-apa. Itu hanya cerita lama. Dan aku sudah melupakannya. Sekarang kau istirahat! Malam ini aku akan tidur di kamar Mi Ran saja."
Joon menatap kepergian Celia dengan sebuah senyum kelegaan dan juga kekhawatiran.
...***...
Keesokan harinya, Joon terbangun dari tidurnya. Ia keluar kamar dan bertemu dengan Celia.
"Seok Joon, kau sudah bangun? Begini, hari ini aku akan membantu ibuku di warung. Aku ingin minta tolong padamu. Nanti kau jemput Mi Ran dari sekolahnya. Aku dan ibuku akan pulang di sore hari. Jika kau lapar, ibu sudah menyiapkan makanan di dapur. Aku pergi dulu ya!"
Belum sempat Joon menjawab, Celia sudah lebih dulu menghilang dari hadapan Joon. Sesuai dengan instruksi yang diberikan Celia, siang harinya Joon menjemput Mi Ran di sekolahnya.
Joon juga menemani Mi Ran bermain dan juga makan siang. Karena kelelahan Mi Ran tertidur di kamar.
Joon yang merasa bosan akhirnya keluar dari rumah. Joon mencoba mengingat kembali kenangannya di daerah ini.
Tanpa terasa langkah kakinya berjalan jauh dari rumah Celia. Joon menuju ke rumah neneknya. Rumah yang kini sudah tidak ditempati lagi oleh sang nenek karena sudah meninggal.
Rumah itu terlihat sepi meski disewakan oleh kerabat dekat neneknya. Joon melihat sekeliling. Ia ingat jika rumah sahabat kecilnya dekat dengan rumah sang nenek.
"Jika rumah nenek disini, harusnya rumah gadis ini ada di sekitar sini," gumam Joon.
Joon melangkahkan kakinya hingga tiba di sebuah rumah yang sangat ia kenali. Sayangnya Joon masih belum ingat siapa nama teman masa kecilnya.
Joon merasa jika nama Celia bukanlah nama asli. Bahkan Joon tidak berani bertanya pada Celia tentang nama asli wanita itu.
"Celia... Cerelia... Kenapa kau mengubah namamu?"
Di sisi lain, Celia yang sudah kembali ke rumah bersama Sang Mi tidak mendapati Joon ada di rumah. Celia panik. Ia bertanya pada Mi Ran. Tapi gadis kecil itu juga tidak tahu dimana Joon.
"Ya Tuhan! Dia kan baru saja sembuh. Jika terjadi sesuatu dengannya bagaimana?" Celia mondar mandir di dalam rumah.
Celia menghubungi ponsel Joon, tapi ternyata ponselnya ada di rumah. Celia memutuskan mencari di sekitar rumah.
"Seok Joon! Kau ada dimana?" gumam Celia dengan memegangi kepalanya.
Celia berjalan menyusuri gang demi gang yang ada di dekat rumahnya. Hingga sore mulai berganti malam, Joon belum juga ditemukan.
Celia makin frustrasi karena tidak menemukan Joon dimanapun.
"Dasar bodoh! Kau pergi kemana? Kalau tersesat bagaimana? Bikin repot saja!" Celia yang tadinya cemas kini malah kesal.
Celia memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Namun saat berbelok di gang rumahnya, Celia melihat sosok Joon berdiri di depannya.
"Seok Joon! Kau kemana saja?!" bentak Celia bercampur sedih.
"Aku hanya berjalan-jalan sebentar," jawab Joon santai.
"Bodoh! Bagaimana kalau tersesat?" Celia amat kesal dengan sikap Joon masih terlihat santai. Celia memukul dada Joon. Ia meluapkan emosinya.
"Maafkan aku..." Joon membawa Celia dalam dekapannya. "Maafkan aku..."
...***...
Pagi itu, Celia sudah mengemas semua barang-barangnya. Ia mendapat panggilan mendadak dari Jimmy tentang pekerjaan.
Dengan sangat menyesal, Celia berpamitan pada ibu dan juga putrinya. Celia memeluk Mi Ran dengan erat.
Joon juga agak kecewa karena mereka harus kembali ke Gangnam. Baru saja ia mengingat masa lalunya, kini semua harus kembali ia tinggalkan.
Tiba di kota, Celia langsung berkutat dengan pekerjaan. Sementara Joon, memilih untuk pergi ke rumah sakit. Joon ingin memeriksakan kondisinya yang telah pulih dari amnesia selama 20 tahun.
Joon menemui dokter yang juga saudara sepupunya, Lee Jun Ho. Joon yang tidak ingin dikenali, memakai masker dan juga topi.
Baru setelah Joon masuk ke ruangan dokter, ia baru melepas masker dan topinya.
"Astaga! Tuan Muda Lee! Benarkah ini kau?" seru sang dokter, Lee Jun Ho.
"Sssttt! Bisa diam tidak?" Joon melerai.
"Kau sudah kembali dari Vegas? Kapan? Kenapa tidak memberitahuku?"
"Belum lama ini. Oh ya, aku ingin memeriksakan kondisiku. Kurasa aku sudah mengingat semua memoriku yang telah lama hilang."
Jun Ho mengernyitkan kening. "Maksudmu kau sudah pulih dari kecelakaan 20 tahun lalu? Tapi, bagaimana bisa?"
Joon mengedikkan bahunya. "Aku mengalami kecelakan di distrik Mapo. Dan aku berhasil mengingat memoriku kembali, juga saat berada di Mapo. Aku mengingat semuanya, Jun Ho. Bahkan kenangan dengan gadis itu..."
Jun Ho melongo. "Maksudmu ... Cinta pertamamu?"
Joon mengangguk dengan tersenyum bahagia. "Ternyata dia begitu dekat denganku," gumam Joon.
"Ini sangat aneh! Baiklah, ayo kita lakukan pemeriksaan."
...***...
Tiga puluh menit Joon melakukan pemeriksaan. Kini mereka berjalan bersama sambil menunggu hasil tes milik Joon.
"Baiklah, Tuan Muda Lee. Hasil tesnya akan keluar dua jam lagi. Kau akan menunggu disini atau..."
"Tunggu!" Joon menghentikan langkahnya dan Jun Ho.
"Ada apa?" tanya Jun Ho bingung.
"Bukankah itu Pak Kang?" tunjuk Joon pada pria yang sedang berjalan kearah mereka.
"Iya, benar. Itu adalah..."
"Aku harus pergi! Ayah pasti sudah tahu jika aku sudah kembali!" Joon segera berbalik badan dan menghindari Pak Kang.
Jun Ho ikut bingung dengan sikap sepupunya itu.
"Dokter Lee Jun Ho!" panggil seseorang yang membuat Jun Ho terkejut.
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺