NovelToon NovelToon
CINTA NAZIFAH

CINTA NAZIFAH

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:163.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.

Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipecat!

Keesokan harinya, Rima mengatakan pada Titin kalau Nazifah ia pecat.

Titin pun tidak bertanya lagi, ia hanya diam, tetapi, hatinya menanyakan apa yang terjadi dan hatinya pulalah yang menjawab, mungkin karena semalam Zifa pergi bersama dengan Adam.

Titin pun mencari keberadaan Zifa dan tidak menemukannya.

"Di mana dia? Apa benar-benar enggak pulang?" tanya Titin pada diri sendiri, wanita berusia 40 tahun itu pun pergi dari kamar Nazifah, tidak lupa menutup pintu kamar itu lagi.

Baru beberapa langkah, Titin sudah mendapatkan telepon dari Marwah yang menanyakan kabar tentang Nazifah dan Titin menjawab kalau Nazifah sedang bersama dengan Tuannya.

Mendengar itu, Marwah mengira semua baik-baik saja.

Adam yang tidur di rumah Adli itu mendapatkan kabar dari rumah sakit kalau Zifa menghilang.

Adam yang masih memejamkan mata itu memijit pangkal hidungnya. Adam pun menjadi bingung, ia harus berbuat apa pada Nazifah.

Adam yang merasa harus bertanggung jawab itu pun segera bangun untuk mencari Nazifah.

Adli dan Sabrina hanya memperhatikan Adam yang tergesa.

****

Di tengah perjalanan, Adam yang melewati jembatan layang itu melihat kerumunan dan kerumunan itu membuat macet jalanan pagi ini.

Adam pun menanyakan pada seorang pejalan kaki, ia menurunkan kaca mobilnya.

"Permisi, Mas! Itu rame-rame ada apaan?"

"Cewek mau terjun bebas, Mas!" jawab si pejalan kaki yang kemudian berlalu.

Adam pun meanggut-manggut mengerti dan seketika ia teringat dengan Nazifah yang semalam mencoba untuk mengakhiri hidupnya.

"Apa?" tanya Adam kemudian, pria yang masih mengenakan piyama itu segera turun dari mobil untuk memastikan.

"Tapi, ngapain gue repot-repot? Kalau dia terjun bebas dan mati, hilang sudah tanggung jawab gue!" batin Adam, pria itu menghentikan langkahnya.

Adam pun kembali ke mobil dan baru saja membuka pintu mobil, Adam berpikir kalau Nazifah mati lalu menjadi hantu dan menghantuinya pastilah hidupnya tidak akan tenang.

"Aaarggghhh!" geram Adam yang kemudian berbalik badan, ia ingin memastikan siapa wanita yang ingin terjun bebas itu.

Dari belakang kerumunan, Adam melihat pakaian rumah sakit yang sama dengan Nazifah.

Adam pun meminta jalan.

"Permisi!" Dan benar saja, wanita itu adalah Nazifah, Adam merasa geram pada Nazifah yang kembali akan mengakhiri hidupnya.

Terlihat Nazifah yang berhasil di selamatkan itu menjadi tontonan banyak orang.

Adam pun segera menarik tangan Nazifah, Nazifah yang sedang berjongkok itu mendongakkan kepala dan berusaha melepaskan tangan Adam.

"Lepas!" teriak Nazifah dan orang-orang pun mulai berbisik menanyakan siapa si pria yang baru datang.

"Bubar! Saya suaminya! Saya akan membawanya pulang!" ucap Adam dan perlahan kerumunan itu pun mulai bubar.

"Ooh, masalah rumah tangga!" bisik-bisik terdengar dan Nazifah pun berteriak kalau pria itu berbohong.

Adam kembali memanggul Nazifah yang meronta, membawanya masuk ke mobil.

"Diam!" bentak Adam pada Nazifah yang terus memakinya. Zifa pun terdiam takut dengan suara kencang Adam.

Sekarang, Adam sudah duduk di bangku kemudi, ia bertanya pada Nazifah, "Apa yang kamu inginkan? Uang? Akan saya berikan uang, tetapi, berhentilah bertindak konyol!"

Nazifah pun menatap Adam yang berbicara tanpa melihat kearahnya.

"Uang? Apa semua akan selesai dengan uang? Apa Tuan tau bagaimana perasaan saya? Tau apa yang saya pikirkan?" tanya Nazifah dengan geram.

"Siapa kamu berani berbicara kerasa pada saya, hah!" bentak Adam seraya menatap Nazifah yang menangis.

"Saya gadis yang direnggut kesuciannya dan sekarang saya ingin mati karena masa depan saya sudah anda rusak!" jawab Nazifah dengan suara yang masih tinggi.

Nazifah pun keluar dari mobil dan Adam mengikutinya.

"Mati sana, tapi jangan jadi hantu gentayangan!" teriak Adam pada Nazifah dan Nazifah menghentikan langkahnya, ia berbalik badan menatap tajam pada Adam.

"Kalau saya menjadi hantu! Anda orang yang pertama saya cekik!" teriak Nazifah, Nazifah ingin sekali mencakar wajah Adam dan melampiaskan amarahnya.

Adam pun berjalan cepat dan kembali memanggul Nazifah.

"Turunkan saya! Saya bukan karung beras yang bisa bebas anda panggul, Tuan!"

Adam tak menghiraukan Nazifah yang terus menyerocos.

Kepalanya sudah cukup sakit dan sekarang Adam membawa Nazifah pulang ke rumah Adli, tidak mungkin baginya membawa Nazifah ke rumah Rima.

Di perjalanan, keduanya saling diam, tetapi, Nazifah tidak berhenti menangis. Ia memikirkan nasibnya setelah ini.

Takut hamil tanpa suami dan menjadi beban keluarga di kampung.

Takut membuat keluarganya malu seperti apa yang dikhawatirkan oleh Mirah.

Nazifah pun mengusap air matanya dengan kesal. Ia terus menatap ke luar kaca mobil, memperhatikan jalanan kota pagi ini.

Sedangkan Adam, entah sedang memikirkan apa. Ia pun terdiam dan hanyut dalam pikirannya sendiri.

Tetapi, lama-kelamaan Adam tak tahan melihat wanita yang di sampingnya itu terus menangis.

"Berhenti menangis!" perintah Adam dan Nazifah pun melihat ke arahnya.

"Bajingan seperti anda mana tau perasaan orang lain!" jawab Nazifah, ia merasa tidak perlu lagi hormat pada pria kejam itu.

Dengan kesal, Adam menepikan mobilnya.

"Iya, saya memang bajingan, kenapa? Mau lagi?" tanya Adam seraya memajukan wajahnya dan Nazifah memukuli dada Adam dan juga menjauhkan wajahnya yang semakin dekat.

"Aaaaaaaa!" teriak Nazifah yang kemudian mengacak rambutnya sendiri. Nazifah merasa hampir gila apa bila terus berada di dekat Adam.

Rasa sakit di hatinya itu akan terus membekas.

Sesampainya di rumah Adli, Nazifah tidak mau turun, ia masih takut pada Adam, takut Adam akan melakukan hal yang tidak-tidak lagi di rumah asing itu.

Adam yang tukang memaksa itu pun menyeret Nazifah supaya keluar dan Nazifah semakin tegang saat melihat seorang pria paruh baya berdiri di teras, pria itu adalah Adli.

"Siapa dia?" tanya Nazifah dalam hati.

Ia menolak diajak masuk oleh Adam. Pikirannya melayang jauh, takut pria itu juga akan melakukan hal keji seperti Adam. Sepertinya, sekarang, Nazifah sulit untuk berpikir positif pada pria asing.

"Saya mau pulang! Enggak dapat gaji pun enggak apa-apa! Asal anda bebaskan saya, Tuan!" kata Nazifah yang masih berdiri di samping mobil mewah Adam.

Lalu, terlihat Sabrina yang baru keluar dari dalam, wanita berpakaian elegan itu bertanya pada Adam.

"Siapa dia? Apa simpananmu?"

"Rina! Jaga mulutmu!" ucap Adli dan Sabrina pun meminta maaf pada suaminya.

"Masuk!" perintah Adli pada semua orang.

Dan Adam pun menyeret Nazifah yang berantakan itu, rambutnya seperti orang yang sudah satu tahun tidak pernah sisiran dan keramas.

Nazifah pun meringis kesakitan saat Adam terlalu kencang menggenggam tangannya.

"Sakit!" lirih Nazifah dan Adam pun kembali membopong gadis itu.

Nazifah merasa kalau dirinya sudah seperti karung beras yang selalu dipanggul.

Di dalam, Adli memanggil kepala asisten rumah tangganya, Adli meminta padanya untuk mengurus Nazifah, sementara Adam ia bawa ke ruangan kerjanya.

Adli yang masih sangat kecewa dengan anaknya itu kembali menampar.

Adam pun merasa pantas untuk mendapatkan hukuman itu.

"Apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaan orang tuanya yang telah merawat dan membesarkannya?"

Adam hanya bisa menundukkan kepala.

Dan setelah sekian lama tidak mendapatkan hukuman, sekarang, Adam mendapatkan cambuk kan dari Adli.

Adam harus menanggung rasa sakit karena di cambuk menggunakan gesper Adli.

Selesai dengan 30 cambuk kan, Adam pun meringis menahan punggung dan bokongnya yang sakit.

****

Nazifah mendapatkan perlakuan baik di rumah itu, sudah berganti pakaian dan sekarang kembali cantik.

Adli menyuruh orangnya untuk menjemput orang tua Nazifah.

Apa rencana Adli?

Bersambung.

like dan komen ya All.

Jangan lupa vote gratisnya atau gift untuk mendukung karya ini, terimakasih 😇

1
Erni Ramadan
😂😂
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Key Evllyn
kok tiap akhir kalimat pakenya tanda seru si?? jadi aga gimana bacanya, harusnya pake titik/koma. soalnya kalo tanda seru buat kalimat penegasan🙏🏻
Nopita Arfiantie
bagus
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di karya yg lainnya, ya 🙏☺☺
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kacau ni anak...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kampret...berhayal ternyata
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Hahahaahaaa 🤣🤣🤣
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
nahhh loo...d gorok baru tau rasa lu😂
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
tin Titin...yg slh itu ponakan km lah...gmn sich...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
yaelahhh pak..ada2 aja...mn mau orang nazifah cintanya sm Adam..
lagian..nazifah jg hamil...
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
serakah...mngkin jika suatu hari fizah pergi br nyadar dia...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
aduhhh..jgn dulu dech zifah...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
di nikahin pastinya...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
mampir lg ak Thor..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di Suamiku Takdirku, juga, ya, kak🙏😇☺
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
ceritanya menarik semangat jadi penasaran kelanjutan ceritanya
Risa Virgo Always Beau
baru pertama baca sudah tertarik jadi penasaran kelanjutan ceritanya
Lena Sari
hadeuhhhhhh..laki2berdaster rupanya,gakpunya pendirian.
Ima Yuliantina Tony
najis
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
₦⑂. Ⓙυ☂€✘
Terimakasih atas karyanya Thor...
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰

Semangat mbk Mal😍😍
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terimakasih bnyak kk 🤗🤗
total 1 replies
𝐀⃝🥀ᴍᷟᴀᷧᴄᷱᴇᷧ_ᷢᴘᴀᴘᴜᴀ
MENJADI YANG KE DUA BELUM TENTU SELALU BAIK APALAGI PASTI ADANYA KECEMBURUAN DARI YANG PERTAMA, SEMOGA NAZIFAH DAPAT MENEMUKAN KEBAHAGIANNYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!