jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.
Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.
"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."
Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.
Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.
( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Pagi hari semua orang tengah melakukan aktivitasnya, Raksa pulang dari lari pagi langsung bersiap akan pergi ke toko milik ibunya, Royale Cake & Bakery. Setelah siap dengan stelan celana jeans dan jaket yang dia pakai, hendak menyiapkan motor yang akan dia kendarai.
"Mau kemana?" Tanya Niana tiba-tiba menghentikan langkah Raksa.
"kerja." Jawab Raksa singkat menoleh sebentar lalu hendak melanjutkan langkahnya lagi.
"Oh, kalo begitu hati-hati."
"Heh, ayo ikut aku," Raksa memutar balik badan nya.
"kemana?" tanya Niana
"Kerja. Apa kamu lupa, kamu harus membayar semua kebaikan ku. Dengan cara kamu bekerja d toko kue ibuku tanpa di bayar." Ucap Raksa tersenyum penuh penekanan. "Sekarang aku bos mu, kou lupa?"
"Baiklah, kalo begitu. Aku pamit dulu sama tante." Niana mengangguk menyetujui dengan pasrah.
"Sayang kenapa kamu mengajak Ana bekerja, di toko sudah banyak karyawan. Kasian Ana biar dia istirahat di rumah saja." Bantah Safira menghampiri putranya.
"Gak apa ko tante, aku juga tidak keberatan." Jawab Niana, "Lagian aku pasti bosan gak ngapa-ngapain di rumah."
"Tuk kan bu, dianya juga mau." tukas Raksa.
"Baiklah perlakukan Ana dengan baik. Ibu akan menyusul nanti setelah selesai dengan adik-adikmu." Ibunya tersenyum mengelus bahu Niana, ikut mengantarkan nya ke depan.
"Ibu giliran sama anak orang perhatian seperti itu." Gerutu pelan Raksa.
"Ih kenapa, anak ibu yang ganteng ini iri mau di elus juga." Goda Safira di iringi tawa kecil melihat ekpresi geli putranya.
****
Sampai di Royale Cake &Bakery. Niana langsung ikut masuk bersama Raksa ke dalam, di dalam toko yang sudah di sambut oleh Karin dengan senyum mengembang, Namun seketika melihat Raksa membawa Niana membuat Karin menurunkan senyumnya, dengan tanda tanya melihat Raksa bersama seorang gadis.
"Karton.. ini Ana, dia akan membantu pekerjaan mu di sini. Tolong kamu ajari apa yang harus dia kerjakan." pinta Raksa.
"Hallo, aku Ana?" Menyodorkan tanganya kepada Karin, Namun karin tidak langsung menyaut masih memperhatikan Niana dengan seksama memandanginya dari Atas ke bawah.
"Karin.." membalas jabat tangan Niana " Maaf tapi ko kita seperti pernah bertemu ya? aku sepertinya gak asing dengan wajah mu." Telisik Karin yang mengingat-ngingat sosok gadis di depanya.
"Semoga dia tidak mengingatku, Berapa hari lalu aku memang pernah kesini ." Gumam batin Niana.
"Mungkin hanya mirip." Tepis Niana, Karin pun mengangguk menepis ke penasaran nya merasa tidak asing dengan Niana.
Niana yang memakai pakaian Safira ibunya Rakasa, karna dia tidak bawa baju ganti, Jelas mengurangi ingatan Karin dengan sosok Niana yang pernah berkunjung ke Royal Cake & Bakery beberapa hari lalu, dengan gaya elegan seorang gadis kaya, berbeda dengan sekarang.
Niana mendengarkan penjelasan yang di tururkan Karin memandunya bekerja, pekerjaan yang ringan menata kue dan roti di dalam etalase, melayani pembeli, dan mengecek stok kue roti.
"Kamu masih sekolah?" Tanya Karin pada Niana.
"Baru lulus." Jawab Niana.
"Oh sama dong ya, Sebelumnya sekolah dimana? " Pertanyaan Karin membuat Niana bingung menjawab, Karna setelah SMP Niana lanjut Home schooling kalo menjawab di sekolah ayahnya pasti tidak mungkin karna Raksa sekolah di sana.
"ehh..."
"Selamat pagi.." Beruntung jawaban Niana yang tetalihkan dengan kedatangam Safira.
"Siang bu." jawab Karinta.
"Siang Tante." jawab Niana.
"Karin tolong bimbing Ana ya, bantu dia kerjakan yang ringan-ringan saja. Ana semoga kamu senang ya membantu tante di sini." Tutur Safira pada dua gadis di depanya, lanjut memasuki ruangan nya.
"Tante..?" Tanya Karin bingung pada Niana setelah Safira pergi ke ruangan nya.
"Kamu.... Oh kamu keponakan nya Bu Safira, kenapa gak bilang sih pantes kamu tadi dateng sama si Rakew." Tebakan Karing yang sulit di bantah oleh Niana dan terpaksa mengiayakan dengan menganggukan kepalanya.
"Rakew." Karin mengulang nama itu, yang dia pikir adalah kepanjangan dari nama Raksa. Rakew adalah nama lanihan karin untuk Raksa. "Kenapa dia memanggilmu karton, karin?"
"Emang gitu si Rakew, gak ada ahlak." ucap Karin mengernyit. "Tapi dia sahabatku yang paling baik." Karin dengan tersenyum mengatakan nya, untuk kedua kalinya Niana mendengan orang lain memuji Rakasa, dia juga bisa merasakan dan melihat kebaikan pemuda itu.
Pukul 10:00 tepat sebentar lagi Royal Cake akan buka. Tidak berapa lama setelah buka, pengunjung Royal Cake mulai ramai, Niana untuk pertama kali dalam hidupnya bekerja melayani orang yang selama ini terbalik yang biasa di layani.
Walou masih banyak melakukan kesalahan, Niana tetap brusaha melakukan pejerjaan nya dengan baik. Pengunjung Royal Cake & Bakery yang sangat ramai belum lagi pesanan delivery yang masuk membuat semua karyawan sedikit kewalahan begitupun Niana yang belum terbiasa tapi melakukan pekerjaanya dengan sangat semangat.
Pukul 19:00 Semua kue dan roti yang berjajar di etallase sudah hampir habis dan sudah waktunya tutup.
"Huhhh akhirnya beres juga." Karin mengistirahatkan tubuh mereka sebentar duduk mersama Niana pegawai lain sebelum akan membereskan Toko.
"Kamu baru pertama kali kerja Ana?" Tanya Aji salah satu pegawai, yang sedikit memperhatikan Niana.
"Eh, iya ini pengalaman pertama ku.." Jawab Niana.
"Gak apa Ana, awal-awal memang melelahkan tapi nanti kamu akan terbiasa melakukannya, yang penting lakukan pekerjaan kita dengan senang hati." Tutur Karin gadis yang ceria itu. Waloupun sangat melelah kan Niana sangat senang hari ini terlebih dia mendapat teman yang sangat menyenangkan dan ceria seperti Karin.
"Ana ayo pulang." Ajak Raksa tiba-tiba.
"kamu duluan saja, Aku harus bantu beres-beres dulu."
"Yang benar saja, nanti ibu marah aku tidak pulang bersama mu." Jawab Raksa.
"Pulang saja Ana, kami tidak masalah." imbuh Karin agar Niana mau pulang bersama Raksa.
"Karton! seperti biasa tolong ambilkan sisa kue yang masih ada." Pinta Raksa pada Karin.
"Udah nih." Tidak berapa Lama Karin langsung memberikan satu kantung penuh yan berisi beberapa kotak kue dan Roti.
"Ok, aku balik duluan.." Raksa langsung berjalan keluar hendak meningalkan Royal Cake.
"Aku juga duluan ya, dah Karin." Pamit Niana pada Karin dan Aji sebelum menyusul Raksa pergi.
"Mau di bawa ke mana kue dan roti itu?" Tanya Niana yang tidak mendapat jawaban
dari Raksa yang malah menyodorkan helm yang untuk dia pakai.
Setelah berapa lama perjalanan Raksa memberhenrikan motornya di sebuah jalanan yang tidak terlalu ramai kendaraan.
"Kenapa Turun di sini, sepertinya tadi ini juga bukan arah pulang ke rumah mu?" Tanya Niana setelah turun dari motor Raksa dan tidak mendapat jawaban lagi dari nya. Raksa masih membuka helemnya lalu sedikit merapihkan rambutnya menyisirkan rambutnya kebelakan denan jari-jarinya.
"Kamu kalo di tanya jawab."
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
~Cinta Pertama~