NovelToon NovelToon
Pria 500 Juta

Pria 500 Juta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Duda / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ririn Puspitasari

Fahri, pria berusia 28 tahun ini menjalani kehidupan rumah tangganya yang begitu pelik. Awal pernikahan yang dibumbui dengan hal-hal manis, akan tetapi setelah 2 tahun kemudian seakan menjadi bumerang bagi pria sederhana itu. Permintaan Sifa, istrinya yang selalu menuntut Fahri untuk hidup dalam kemewahan tanpa tahu kondisi keuangan mereka yang tidak memungkinkan.

Seketika kehidupan yang Fahri jalani berubah drastis saat munculnya Arumi, seorang wanita cantik yang menawarkan uang 500 juta dengan syarat harus menikahinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Rencana

"Apakah ada sesuatu yang kamu takutkan? Misalnya dengan kepulanganku, aku bisa mengambil alih kembali perusahaan," pancing Arumi seraya memperlihatkan senyum smirk.

Indra terdiam, tangannya mengepal dengan erat di bawah meja. Namun, ia berusaha semaksimal mungkin untuk terlihat tenang.

"Ayolah sepupuku. Aku tidak ingin terlalu banyak berdebat. Lagi pula jika penyakitmu kambuh, aku yang akan kembali mengambil alih perusahaan, bukan? Tante memang ahli warismu," tutur Indra.

"Namun, sayang sekali. Tante pastinya tetap akan menyuruhku untuk mengelola semua ini. Dan pada akhirnya, akulah yang jadi pemenangnya," lanjutnya seraya menungging kan senyum licik.

Arumi hanya terkikik mendengar ucapan Indra. "Apakah kamu sedang mengancam ku? Ayolah! Kedatanganku kemari hanya untuk melihat-lihat saja. Bukan langsung merebut semuanya dari tanganmu," ujar Arumi dengan santai.

Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu. Lalu kemudian masuk dengan membawa dua gelas teh untuk Arumi.

"Benarkah? Kalau begitu sebaiknya diminum dulu suguhan teh dari kami," ucap Indra.

"Terima kasih atas suguhannya, tapi sayangnya aku tidak haus. Kalau begitu, bisakah kamu menggantikannya?" sindir Arumi pada Indra seraya melirik teh tersebut.

Indra sudah berusaha menahan diri semaksimal mungkin agar ia tak meledak di depan Arumi.

Sedangkan wanita yang baru saja melontarkan sindirian tersebut, beranjak dari tempat duduknya. "Sepertinya aku harus pergi, karena kepulanganku dari rumah sakit membuatku sedikit sibuk akhir-akhir ini," ucap Arumi dengan santai.

Arumi dan Samuel berjalan menuju pintu keluar. Namun, baru beberapa langkah, Arumi kembali berbalik menatap Indra yang masih mematung di sofa.

"Sebaiknya kamu mempersiapkan diri. Aku biasanya melakukan segala sesuatu dengan cara mendadak dan tak terduga," ujar Arumi yang kemudian benar-benar meninggalkan tempat tersebut.

Arumi melangkah keluar dari ruangan Indra dengan senyum liciknya. Gadis itu terhenti sejenak di depan ruangan yang telah tertutup rapat tersebut.

"Satu ... dua ... tiga ...," gumamnya menghitung.

Prangggg ...

Dan benar saja, ia mendengar sesuatu yang pecah dari dalam ruangan tersebut.

"Perangainya tidak berubah sama sekali," gumam Arumi. Ia memakai kaca mata hitamnya, lalu kemudian melanjutkan langkahnya yang tertunda.

Saat menyusuri jalan menuju ke lift, beberapa pegawai yang ada di sana menundukkan kepalanya. Semua orang seakan menyorot pergerakan Arumi, menatap gadis itu dengan kagum. Kecuali satu orang, yang sedari tadi hanya terfokus pada pekerjaannya. Membuat laporan yang akan ia serahkan nantinya pada sang atasan.

Arumi dan Samuel keluar dari pintu utama. Keduanya menuju ke parkiran, masuk ke dalam kendaraan tersebut.

"Apakah seharusnya kita mulai bersiap besok? Aku rasa pria itu akan mencari cara untuk menggagalkan semuanya," ucap Samuel.

"Jangan! Lebih baik kita bermain santai terlebih dahulu dengan hasil yang memuaskan," sergah Arumi.

"Yang dikatakannya tadi memang benar. Pada akhirnya perusahaan masih akan jatuh ke tangannya jika sesuatu terjadi kepadaku," lanjutnya.

"Maksudmu?"

"Dia bisa membuat dokumen palsu tentang penyakitku. Dan dari situ ia akan kembali menguasai semuanya," papar Arumi.

"Jadi ... apa yang harus kita lakukan?" tanya Samuel.

"Mencari ahli waris yang baru," celetuk Arumi.

Samuel terkekeh geli mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Arumi. "Yang benar saja! Hanya ada satu cara dan itu sangat mustahil untuk kamu lakukan," ujar Samuel.

"Aku akan mencari pria yang ingin ku nikahi dan memberikan aku seorang keturunan," ucap Arumi dengan mantap.

"Princess, sebaiknya dipikir saja dulu. Kamu tidak bisa tergesa-gesa mengambil keputusan ini," ujar Samuel memberikan saran.

"Sam, aku sudah berpikir panjang. Dan aku sudah memutuskannya untuk melakukan hal itu."

Samuel tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan sembari menatap Arumi yang saat ini tengah melajukan kendaraannya.

Di lain tempat, Fahri baru saja menyelesaikan tugasnya. Pria itu pun langsung menyerahkan beberapa dokumen yang diminta perbaiki oleh atasannya itu.

Setelah menyerahkan dokumen tersebut, Fahri pun keluar dari ruangan itu. Ia berjalan menuju meja kerjanya. Seketika ruangan itu tampak sunyi karena saat itu tepat jam makan siang, tentunya semua orang keluar untuk mengisi perutnya.

Fahri berjalan menuju pantry, seperti biasa, pria itu menyeduh kopi untuk menghilangkan penatnya. Dengan berwadahkan paper cup, Fahri membawa kopi itu keluar dari kantor.

Pria tersebut memilih berbincang pada satpam yang saat ini tengah berada di depan.

"Tidak ikut makan sama rombongan, Pak?" tanya Satpam tersebut.

"Tidak, Pak." Fahri menimpalinya dengan singkat seraya mengulas senyum.

"Pak Fahri punya teman yang sedang membutuhkan pekerjaan tidak? Kalau ada, anak saya yang bekerja di toserba, dia bilang di sana sedang buka lowongan, tapi untuk berjaga dari jam 7 hingga jam 11 malam," papar satpam tersebut.

"Pekerja paruh waktu?" tanya Fahri seraya menyesap kopinya.

"Iya, kalau masalah gaji, saya kurang tahu. Mungkin teman Bapak ada yang berminat, silakan langsung ke toko," ucap satpam itu.

.....

Malam harinya, Fahri pulang dari kantor langsung menuju ke toserba yang dimaksudkan oleh satpam tadi.

Setelah menempuh perjalanan cukup lama dengan berjalan kaki, pria tersebut saat ini berada di depan toserba. Ia mendapatkan alamat toko itu dari Pak Satpam yang menawarkan pekerjaan tersebut.

Fahri memasuki toserba itu, ia berencana hendak bekerja di sana setelah pulang dari kantor. Untuk memenuhi keuangan yang dikatakan oleh Sifa masih kurang. Setidaknya Fahri memiliki tambahan sedikit walaupun anggaran yang dikeluarkan oleh Sifa sangat besar.

Setelah berbincang dan bernegosiasi dengan pemilik toko, Fahri pun diterima bekerja di tempat tersebut. Ia langsung mengirimi pesan singkat pada sang istri, bahwa dirinya akan pulang terlambat malam ini.

Di lain tempat, Sifa yang saat itu berada di sebuah restoran mewah, tengah menyantap hidangannya. Tak lama kemudian, notifikasi pesan dari ponselnya berbunyi. Wanita tersebut langsung meraih benda pipih itu.

Aku akan pulang terlambat malam ini. Alasannya nanti saja aku ceritakan saat tiba di rumah.

Setelah membaca pesan tersebut, Sifa pun membalas pesan suaminya ala kadarnya. Ia kembali meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Siapa?" terdengar suara pria yang berada di hadapannya. Benar saja, saat ini Sifa tengah menikmati makan malamnya dengan Aldo, mantan kekasihnya dulu.

"Suamiku," timpal Sifa dengan singkat.

Pria itu memperhatikan Sifa dengan seksama, lalu kemudian ia menyunggingkan senyumnya. "Sepertinya kamu tak begitu bahagia dengan pernikahanmu," pancing Aldo.

"Entahlah! Aku tak bisa mengatakannya. Antara bahagia dan sedikit kecewa," timpal Sifa.

"Kenapa?" tanya Aldo lagi.

Gadis itu menghirup napasnya, lalu kemudian menghembuskannya dengan kasar. "Aku hanya merasa bahwa ekspetasiku tak sesuai dengan realita yang ada," tutur Sifa.

"Syukurlah," celetuk Aldo.

"Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Sifa dengan raut wajah yang kesal.

"Dengan begitu, aku akan berusaha untuk membuatmu nyaman lagi bersamaku."

Bersambung ....

1
S P Lani
lama banget ketemu nya mau sampe tengah episode.ya .bosenin banget alur ceritanya
S P Lani
bisa bisa selesai baca nih males juga kaya gini seharinhari yg bikin muak
IG: Ayasakaryn24: wkwkw alurnya memang bikin darting kak. cek tensi dulu🤣
total 1 replies
Budi Mulyono
wah jd ruwet ya
Erina Munir
sukses selalu ya thoor...terimakasih atas novelnya.../Kiss/
Erina Munir
seruuu yaa..tq thoor...tamat deeh
Erina Munir
rassaiiin luuh dewi...tit dah luuhh...
Erina Munir
bner...tuh sifa doanya...
Erina Munir
sam..sam...klakuan...kurang kasih sayang ortu begitutuh... m p o gitu ya thoorr...😄😄😄👍
Erina Munir
puas banget dku baca novel ini thor...akhirnya bahagua semua..terkecuali nenek lampir dewi
Erina Munir
kembar ya thoor
Erina Munir
mohon d terima kgi jndea yessi...kesian anak mu...anak kecil punya naluri yg kuat terhadap ortunya
Erina Munir
seribu satu ada orang yg kaya arumi
Erina Munir
arumi hatimua bak berlian...mulia sekali
Erina Munir
semoga usaha arumi tdk menghianati hasil
Erina Munir
semoga indra mendptkan jodohnya d sana...juga berubah klakuannya...
Erina Munir
karna sam...fahri jdi berpacu dngn waktu...😆😆😆😆😆
Erina Munir
brsyukur banget elena hamil...nnti arumi hamil juga...seru deh
Erina Munir
semoga dewi pas liat wajahnya trus depresi trus gila trus bunuh diri deh..klop sdh
Erina Munir
weee..arumi mulai beraksi
Erina Munir
nah luu...😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!