Kebahagian memang tidak pernah abadi.
Sekalipun kamu kaya, cantik ataupun cerdas, roda kehidupan akan selalu berputar selama kamu hidup.
Begitulah kira-kira pribahasa paling sesuai dengan nasib naas yang dialami oleh seorang wanita cantik bernama Lie.
Kebahagiaan yang selama ini ia miliki hilang begitu saja.
Di masukkan kedalam penjara, kedua orangtua nya dibunuh dan perusahaan keluarga diambil alih!
Haruskah aku menyebutmu iblis? Karna manusia bukanlah kata yang pantas untukmu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esterliia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak bisa berurusan terlalu lama
Pembebasan Nona Lie dan temannya dari penjara.
**
"Monca, berkemaslah" kata Lie ketika ia kembali kedalam sell sambil berjalan duduk di atas tempat tidurnya.
"Untuk?" sebelah alis Monca menaik saat mendengar apa yang dikatakan Lie padanya.
"Seseorang akan mengeluarkan kita 2 hari kedepan. Kita akan memulai hidup baru, dan..." "Dan membalas dendam kita pada mereka?" potong Monca sambil tersenyum licik sebelum kata-kata yang diucapkan Lie selesai.
Ia tau apa yang akan dikatakan oleh teman seperjuangannya ini. Selama 2 tahun bersama, memang sepertinya sudah ditakdirkan oleh yang kuasa bahwa mereka dapat mengenal sangat dekat dan memahami pola pemikiran satu sama lain dengan baik.
Tawa Lie pecah ketika mendengar apa yang dikatakan temannya itu "Haha jangan senang dulu, akupun tidak tau siapa dia", "Hmm, tapi menurutku dia memiliki tujuan yang sama dengan kita?", "Mungkin, aku tidak tau. Kita tanyakan saja padanya setelah keluar nanti." sambil merebahkan dirinya dikasur ia mencoba memikirkan apa yang dikatakan Monca tadi.
Apakah ia memiliki musuh yang sama? Tapi keluarnya aku dari sini pun tidak memberi banyak bantuan untuk membalaskan dendamnya sekarang. Ah sudahlah aku tidak mau berfikir lagi.
~
Tiba saatnya Lie dan Monca bebas keluar dari sana tanpa syarat.
"Nona Lie Nona Monca, mari masuk. Saya akan mengantar kalian bertemu Tuan." kata Will sambil membuka mobil setelah memasukkan barang bawaan mereka kedalam bagasi.
"Terimakasih" jawab mereka kompak.
~
Setelah 1 jam perjalanan, mereka tiba dikawasan perumahan elit dengan tingkat keamanan yang ketat. Tidak sembarang orang bisa masuk kesini karna harus memperlihatkan kartu keanggotaan komplek.
Setelah masuk dan mobil tidak lama berhenti pada sebuah rumah yang cukup besar, desain luar seperti gaya klasik ala eropa yang mewah namun elegan, dengan air macur dan taman indah yang luas sebagai pemandangan pertama saat melihat rumah ini.
Pilar-pilar besar yang menjulang tinggi menambah kemewahan dari desain rumah tersebut.
Memasuki dalam rumah, lantai kostum air jet medalion marmer tile sangat cocok dengan cat tembok putih dan adanya sentuhan warna gold pada sudut-sudut ruangan.
Sangat mewah dan elegan. Walaupun Lie tidak mengerti banyak tentang desain interior namun selera nya cukup tinggi dan ia tau pemilik rumah ini memang memiliki penilaian dan standar yang tinggi. Melihat ini membuatnya semakin penasaran, siapa sebenarnya dia.
"Selamat datang Nona, silahkan masuk" sapa pelayan yang menghampirinya yang terlihat seperti kepala pelayan disini, lalu dengan ramah mengantar mereka duduk di sofa.
"Terimakasih." jawab Monca. Sesaat setelah mereka duduk, datang satu pelayan lagi yang membawakan minuman untuk mereka lalu tersenyum dan pergi.
Kepala pelayan tersebut tersenyum sambil mengatakan "Jika ada sesuatu yang dibutuhkan nona bisa memanggil saya, salam hangat dari saya Bibi Wen kepada Nona" Bibi Wen adalah seorang wanita paruh baya namun sangat ramah dan hangat ketika berbicara.
"Baik bibi, terimakasih banyak" balasku sambil tersenyum hangat padanya, lalu Bibi Wen pergi meninggalkan mereka disana.
"Lie, sepertinya kita tidak bisa berurusan dengan orang ini terlalu lama." bisik Monca setelah meninggalkan mereka berdua diruang tamu itu.
"Ya, tapi sepertinya itu tidak akan mudah, karna..." belum selesai Lie menjawab suara langkah kaki terdengar turun dari tangga.
Seorang pria tampan yang kharisma dan tampak sangat elegan dengan balutan kemeja putih yang lengannya sedikit dilipat keatas dengan setelan celana coklat dan kedua tangan masuk kedalam kantong celana turun sambil menatap tajam dan memberikan sedikit senyuman dingin pada mereka lalu berkata "Selamat datang nona Lie dan nona Monca."
Mereka berdua terdiam sesaat lalu Monca menyenggol lengan Lie yang masih diam membeku tanpa merespon apapun. Monca tentu tidak tau bahwa Lie sudah bertemu dengannya sebelum ini, pria yang melihatnya menangis waktu itu dan yang diabaikannya.
Jadi pria ini yang membebaskannya. Ia tidak lupa tentang bagaimana pria ini tau mengenai dirinya dijebak lalu mendekam dipenjara.
Memori itu terulang kembali dan mendadak tangannya mengepal sambil mendongak memandang pria yang sudah ada didepannya itu, Lie berdiri dan melihat tepat dikedua mata pria itu.
Mata yang terlihat tenang namun...entahlah Lie tidak bisa membaca apapun saat melihatnya, yang ia tau pasti adalah dirinya sedang berada dikandang ular.