NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Kelas Pertama

Pagi harinya, suasana damai di Paviliun Astra pecah oleh teriakan melengking yang sudah sangat akrab di telinga mereka.

"BANGUN! WOY, BANGUN! KITA TELAT!" teriak Olivia sambil memukul-mukul bantal ke arah empat sahabatnya yang masih terkapar di sofa ruang tengah.

Kali ini, bukan hanya Olivia yang bangun pagi. Jam dinding sihir yang berbentuk burung gagak di ruangan itu berteriak, "Pukul tujuh! Pukul tujuh! Kelas Profesor Elian dimulai lima menit lagi!"

"Aduh, jamnya berisik banget!" gerutu Vera sambil mencoba melempar sepatunya ke arah jam tersebut.

"Lima menit lagi?! Kita bahkan belum mandi!" Rachel langsung melompat dari sofa, menciptakan hembusan angin kencang yang membuat sprei dan bantal beterbangan di seluruh ruangan.

Dengan kekuatan kecepatan yang dipicu kepanikan, mereka berlari ke kamar masing-masing untuk bersiap. Dalam waktu singkat, mereka sudah mengenakan seragam Akademi Mageia: jubah berwarna biru gelap dengan emblem atau bordir perak di dada.

Mereka berlari keluar paviliun, namun gedung utama akademi terlihat sangat jauh di seberang bukit.

"Kalau lari biasa, kita pasti dihukum!" seru Luna. "Azzura, lakukan sesuatu!"

Azzura memejamkan mata, mencoba memanggil energi yang ia rasakan semalam. "Oke, semuanya pegangan tangan! Rachel, bantu aku dengan anginmu!"

Azzura melepaskan percikan listrik dari kakinya untuk memberi daya dorong, sementara Rachel mengendalikan udara di sekitar mereka agar hambatan angin berkurang. Mereka meluncur dengan kecepatan tinggi seperti kilat biru yang melintasi padang rumput akademi.

Tepat saat lonceng besar berbunyi, mereka mendarat di depan pintu kelas Sinkronisasi Elemen. Pintu itu terbuka otomatis, dan mereka masuk dengan napas tersengal-sengal serta rambut yang sedikit berantakan akibat terjangan angin.

Kelas Sinkronisasi Elemen

Di dalam kelas, puluhan siswa sudah duduk rapi. Profesor Elian berdiri di depan sebuah meja panjang yang berisi berbagai artefak kuno. Xander dan kelompok elitnya tampak duduk di barisan belakang sambil tersenyum sinis melihat kedatangan mereka yang dramatis.

"Senang kalian bisa bergabung, Putri-Putri Bumi," ucap Profesor Elian dengan nada menyindir namun tetap tenang. "Silakan duduk. Hari ini kita tidak akan belajar teori. Kita akan belajar tentang Resonansi."

(Kondisi spiritual mendalam di mana batin seseorang selaras (bergetar pada frekuensi yang sama) dengan nilai-nilai luhur, kebenaran ilahi, atau entitas spiritual lain, menciptakan perasaan ketenangan batin, kebahagiaan hakiki, dan kedekatan spiritual yang kuat).

Profesor Elian mengeluarkan lima buah pilar batu kecil yang melayang di udara. "Tugas pertama kalian sederhana. Kalian harus menyatukan kekuatan kalian untuk menyalakan 'Lentera Aether' di tengah ruangan ini. Tapi ingat, jika salah satu dari kalian memberikan energi terlalu besar atau terlalu kecil, lenteranya akan meledak."

Kelima sahabat itu maju ke tengah ruangan, mengelilingi sebuah lentera kristal besar.

"Oke, guys. Pelan-pelan ya," bisik Azzura.

Vera memulai dengan menyentuh lantai, mengalirkan energi Tanah untuk menjadi fondasi yang kokoh. Olivia mengirimkan energi Tumbuhan berupa sulur-sulur hijau yang melilit lentera, memberikan energi kehidupan.

Lalu, Rachel meniupkan Udara lembut ke dalam kristal, diikuti oleh Luna yang mendinginkan suhunya dengan Es agar kristal tersebut tidak retak karena panas yang akan datang.

Terakhir, Azzura meletakkan tangannya di atas kristal. Ia mengalirkan Cahaya suci dan sedikit percikan Api.

Awalnya, lentera itu bergetar hebat. Cahaya di dalamnya berkedip-kedip antara merah dan biru.

"Tahan... tetap fokus!" seru Azzura. Ia bisa merasakan emosi teman-temannya melalui aliran energi itu. Ia merasakan keberanian Vera, ketenangan Olivia, keceriaan Rachel, dan ketegasan Luna.

Seketika, lentera itu berhenti bergetar dan memancarkan cahaya pelangi yang sangat indah, menerangi seluruh kelas hingga ke sudut-sudut paling gelap.

"Luar biasa," gumam seorang siswi di barisan depan. Bahkan Xander pun tampak terdiam, terkesan dengan kerja sama mereka.

Profesor Elian bertepuk tangan pelan. "Kalian memiliki sesuatu yang jarang dimiliki penyihir lain: Ikatan. Di dunia ini, kekuatan individu bisa dipatahkan, tapi resonansi persahabatan sulit untuk dikalahkan."

Namun, saat suasana sedang haru, tiba-tiba salah satu jendela kelas pecah. Seekor burung gagak hitam dengan mata merah menyala masuk dan menjatuhkan sebuah gulungan surat berwarna hitam tepat di depan meja Azzura.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!