WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lipatan kertas
keesokan harinya.. di kelas..
"pagi julia." sapa dela yang baru datang.
"pagi juga dela.." balas julia tersenyum
"kau tidak telat lagi ya.. heheh." dela mendudukan tubuhnya ke bangku
"isshh kau ini.." julia memukul pelan bahu dela.
krriiingggg bel istirahat pun berbunyi..
"del ke kantin yuk" ajak julia.
"ayo" dela pun berdiri di ikuti julia
saat di ambang pintu, dela menghentikan langkahnya..
"ada apa?" tanya julia
"uangku ketinggalan heheh.." jawab dela. ia langsung menuju tas nya dan mengambil uang.. karena buru-buru, dela tidak sadar bahwa dia menjatuhkan selembar kertas putih yang di lipat.
dela langsung berjalan setengah berlari menuju julia.
"sudah.. lets go"
sesampainya di kantin.. mereka memesan makanan dan memakannya dengan lahap.. entah doyan atau lapar, tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan mereka.. seusai makan, mereka memutuskan untuk kembali ke kelas saja.
saat di koridor, dela merasakan perutnya mulas..
"aaiishhh... julia.. aku ke toilet dulu ya.. kamu duluan saja ke kelas." ucap dela yang memegangi perutnya.. julia mengangguk.. dela langsung lari ke arah toilet.
julia melanjutkan langkahnya menuju kelas.. saat di tikungan koridor, julia tak sadar kalau tali sepatu kirinya lepas.. dan terinjak oleh kaki kanannya .. alhasil julia tak dapat mengimbangi dirinya dan...
puuiingg... rasanya tubuh julia akan mencium lantai.. ia memejamkan matanya berharap ini hanya mimpi.
julia merasa ia di tahan oleh sebuah lengan.. ia membuka matanya.. dan jeng jeng.. sang pangeran pujaan hati ternyata yang menangkap tubuhnya itu.. julia mengerjapkan matanya berkali kali..
"ke-kevin?" tanya julia.
"iya.. kau tidak apa-apa kan?" tanya balik kevin.. julia segera berdiri membenarkan posisi dan agak memberi jarak antar tubuhnya dan kevin.
"eehh iya .. terima kasih." jawab julia tersenyum
'senyumnya.. melelehkan hatiku' batin kevin
"hmm iya sama sama. lain kali hati-hati dan periksalah matamu itu." ucap kevin
"apa maksudmu?!aku sakit mata begitu?" julia mulai naik darah
"tentu.. buktinya tali sepatu lepas saja tidak lihat. dasar"
"iishh kaaauuu!!-" julia menghentikan kalimatnya karena kevin tiba-tiba berjongkok dan mengikat kembali tali sepatu julia..
deg deg deg
ini bagaikan drama di tv ataupun video ... julia bengong melihat kevin..
"hey" kevin melambaikan tangannya di depan wajah julia
"eeh.." julia tersadar
"jangan banyak melamun.. nanti kau menyusahkan orang lain lagi kalau jatuh lagi.. haha" ledek kevin
"apa sih.. lagipula aku tidak butuh bantuanmu untuk masalah sepele ini. aku juga bisa mengikatnya sendiri." ucap julia.
"haha.. kau yakin? dengan rok hanya sedikit di bawah lutut.. mau tebar-tebar pesona ya?" ledek kevin lagi.
"dasar gila! mesum. sana pergi!" usir julia ngambek dan memutar badan dan tak sengaja rambutnya mengibas muka kevin
"buseeytt.. tajem banget rambutmu jul.. berapa hari tidak keramas.." kevin pura-pura kesakitan dan mengusap wajahnya..
"pergi!! atau aku kibaskan tanganku ke mukamu!"
"ya sudah.. aku juga mau pergi.. weekkk" kevin menjulurkan lidahnya dan berlari menjauhi julia.
"isshh" julia melengos .. dan melanjutkan langkahnya.
---
di kelas..
julia duduk di bangkunya dan menarik tas yang ada di lacinya. tak sengaja pulpen yang di samping tas ikut terjatuh saat tas di tarik. julia membungkuk dan mengambil pulpennya.
pandangan julia teralihkan oleh sebuah lipatan kertas.. pas di bawah laci dela. ia mengambil kertas itu.
julia membolak balikknya sisi kertas itu.. ia hendak membukanya.. tapi sebuah suara menghentikan aksinya.
"juliaaaa" panggil dela dari pintu.. refleks julia meletakkan kertas itu di lacinya.
dela berlari ke bangkunya..
ia mengatur nafasnya
"ada apa sih.. teriak-teriak" ucap julia
"hehehhe tidak ada.. siapa tau kau belum ke kelas.. jadi aku ada inisiatif memanggilmu. heheh"
"hh kau ini.. ku kira ada apa" ujar julia.
dela hanya cengengesan
***
dimobil..
di perjalanan pulang, julia agak penasaran dengan kertas tadi itu. tapi ia berniat membukanya di rumah saja ..
malamnya...
julia merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.. ia memejamkan mata.. tapi ia membuka mata lagi karna ingat pada kertas tadi. ia bangkut dari ranjangnya dan mengambil kertas itu di tas sekolahnya.
hatinya dag dig dug saat ia membuka perlahan lipatan kertas itu.
ia membaca dengan serius isi kertas itu.. tak terasa bulir bulir bening mengalir dari sudut matanya..
setelah membacanya, julia terduduk lemas di lantai .. ia menyender ke ranjangnya..
"dela.." ucap lirih julia.
****
keesokan harinya...
julia seperti malas mau sekolah.. tapi bagaimana lagi.. ia harus semangat belajar supaya bisa lulus dengan nilai yang baik dan bisa masuk universitas terbaik tentunya.
di kelas..
julia berhenti di depan pintu kelas.. ia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.. ia mengubah ekspresi wajahnya yang awalnya malas menjadi ceria.
"juliaaa" sapa ino yang duduk di bangkunya..
julia tersenyum. ia segera mendudukkan tubuhnya di bangku..
"waahh.. pagi pagi begini.. sudah di sambut ya.. " ucap julia tersenyum.
"heheheh apa sih jul.."
jam pelajaran di mulai.. sesekali julia melirik dela yang senyum-senyum melirik arah indra dan kevin..
hati julia sakit..
"haruskah ini terjadi lagi? tuhan.. " batin julia..
tak terasa waktu istirahatpun tiba..
julia memangku tangan dan menatap papan tulis dengan tatapan kosong
"woooyyy" dela menepuk bahu julia
julia terkejut dan memegang jantungnya
"apa sih deeeelll.. kebiasaan deh.. untung jantungku tidak copot.. huufftt" omel julia
"hhehe maaf.. kanapa kau melamun melulu sih.. cerita dong kalau ada masalah." ujar dela
"e.ee..ee.. apa sih del.. sudah ah ayo ke kantin.. aku lapar sekali.. heheh" julia mengalihkan pembicaraan.
"hmm jangan bilang kau tidak sarapan lagi ya tadi pagi." tebak dela..
"heheh kau ini.. tau saja ya.." julia menggandeng tangan dela dan mereka menuju kantin..
___
"eeemmm makanan ini lezat sekali.. gado-gado.. i like it " ucap dela menikmati makananya
"hmmm tentu saja lezat.. kan sudah jadi favorit.. " tanggap julia..
"heheh kau ini jul.."
julia menyeruput es jeruk nipisnya..
"ehem" terdengar suara deheman.
julia dan dela mendongakkan kepala dan menoleh ke asal suara. betapa senangnya hati dela melihat siapa yang berdehem.. ia tersipu malu saat melihat orang itu adalah kevin.
sedangkan julia,.setelah tau siapa yang berdehem dia kembali berkutit pada makananya , ia cuek dan tak memperdulikan kehadiran kevin..
mau tau kenapa julia bersikap seperti itu? baca di episode selanjutnya ya..
#bersambung
makasih udah mampir, jangan lupa like, komen dan vote ya.
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa