Sebelum baca, like, kasih gift, komentar dan vote ya.😉
Reuni seharusnya jadi ajang silaturahim, tapi tidak bagi Novan dan Haris. Mereka ikut reuni untuk menjawab tantangan Andre musuh bebuyutannya sejak SMP, yaitu syarat hadir Reuni harus membawa pacar, dan bukan bohongan. Sialnya, tantangan itu datang ketika Novan baru saja putus, sedangkan Haris masih juga jomblo.
Novan dan Haris tidak ingin kalah. Berbagai cara dilakukan, mulai dari mencari di dunia maya instagram, facebook, tiktok, twitter, bahkan sampai ikut kelas motivasi, tapi selalu saja gagal.
Apakah Novan dan Haris berhasil dapat pacar dan bisa datang ke acara Reuni sekaligus mengalahkan Andre? Baca kisah seru dan kocak mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laode Insan & Sungkono Pastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Musuh Bebuyutan
Sejenak sang bos berhenti memukul sembari menoleh ke belakang untuk melihat Freya, tapi tidak lama. Pandangan dan perhatiannya kembali tertuju pada Novan yang sedang dihajar pengawalnya. Bahkan ia sendiri ikut meluapkan kekesalannya dengan memukul Novan dan tidak peduli pada Freya.
“Eh berhenti. Jangan main pukul saja,” jelas Haris berusaha memisah, bahkan ia ikut melayangkan pukulan ke pengawal. Tapi sialnya, ia mendapat balasan. Upayanya untuk melerai justru jadi ikut mendapatkan pukulan nyasar mengenai dagunya.
Haris meringis kesakitan. Bahkan kini serangan tidak hanya tertuju kepada Novan, tapi juga dirinya. Beberapa kali pukulan mengenai dada dan perutnya.
Freya semakin panik dan marah.
“Oke, kalau lo begini, semakin gue benci dan marah sama lo. Nggak usah cari-cari gue lagi. Lo kehilangan gue selamanya!” tegas Freya agak teriak. Akibat kesal melihat yang terjadi, tidak bisa dihentikan dan makin membuatnya pusing, Freya akhirnya tancap gas, pergi begitu saja. Tidak peduli pada apa yang terjadi dengan Novan dan Haris.
Mendengar bunyi derit ban dan mobil freya yang pergi, sang bos kaget.
“Freya tunggu!” pintanya berusaha mengejar tapi terlambat. Mobil Freya telah pergi dan ia tidak menyangka dengan aksi Freya yang pergi meninggalkannya begitu saja, padahal ia masih ingin bicara dengannya. Tapi sudah terlambat, bahkan kini Freya makin marah dengannya.
Merasa persoalan jadi runyam, sang bos akhirnya menumpahkan kekesalannya dengan kembali melihat Novan dan Haris yang dihajar dan merintih kesakitan. Ia mendekat lalu memegang kerah baju Novan.
“Awas kalau lo masih macam-macam lagi. Tahu sendiri akibatnya! Jangan coba-coba dekati istri gue lagi. Kali berikutnya, kalau masih nekat, bisa jadi nyawa kalian taruhannya! Ingat itu!” ancamnya pada Novan dan Haris.
Setelah puas, bos dan anak buah langsung pergi kabur meninggalkan Novan dan Haris yang hanya bisa merintih kesakitan karena terkena pukulan di wajah dan perut. Apalagi beberapa orang yang lewat akhirnya ikut berhenti dan coba mencari tahu yang terjadi. Semua dalam waktu singkat dan pertolongan sepertinya datang terlambat.
“Aduuuh ... mimpi apa gue semalam,” rintih Novan, wajahnya memar. Ia menahan sakit akibat pukulan.
“Iya nih Van. Perasaan semalam tidak ada mimpi buruk, tapi kenapa pagi ini kita kena sial gini ya? Itu siapa sih? Main pukul aja? Kasih tahu beta. Kalau memang mereka yang salah, tunggu pembalasan beta. Mau baku pukul juga beta siap. Biar pun main keroyok. Selama beta benar, tidak akan takut!” tegas Haris menahan sakit.
Sebenarnya Haris tadi ingin serius melawan, tapi ia ragu karena tidak tahu siapa yang benar. Terpaksa yang ia lakukan berusaha mencoba agar Novan tidak mendapat serangan, walaupun ia sendiri ikut kena dampaknya. Jika saja ia benar-benar yakin Novan tidak bersalah, ia akan melawan dua pengawal tadi sampai perlawanan terakhir. Bagi Haris, mempertaruhkan harga diri untuk suatu kebenaran akan diperjuangkan sampai mati.
Masalahnya ia belum tahu apa persoalan yang sebenarnya. Pernah ia juga melakukan pembelaan saat ada tawuran SMA, tapi akhirnya ia menyesali karena membela yang salah, sekalipun itu teman. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah mengurangi dampaknya agar temannya tidak mengalami hal yang buruk akibat perkelahian.
Pagi ini Novan dan Haris bukan hanya tidak jadi ikut rapat persiapan acara reuni, tapi juga mendapatkan sial dihajar bodyguard.
“Ayo cepat ke rumah sakit dekat sini. Itu luka memarnya harus diobati. Kasihan tuh. Emangnya tadi ada apa? Sampai ada penganiayaan dan kekerasan gini?” tanya salah seorang bapak pengendara motor yang tadi berhenti dan coba membantu.
“Nggak tahu pak, saya juga kaget,” jawab Novan menahan sakit.
“Wah, kalau kayak gitu mending lapor polisi saja. Biar kena hukuman tuh mereka. Kalian kenal kan siapa mereka?” tanya lagi bapak itu.
“Nggak kenal pak. Tapi sudahlah, malas. Apalagi belum jelas juga laporannya akan diproses apa nggak. Lagian nggak kenal juga sama mereka," lanjut Novan menahan perih.
“Oh gitu. Ya udah, sekarang yang penting kalian segera ke rumah sakit dulu biar diobatin. Sebentar saya tahankan taksi,” jelasnya, lalu tidak lama kemudian ada taksi lewat dan berhenti.
Akhirnya Novan dan Haris pergi ke RS terdekat untuk mengobati luka lebam.
“Rencana kita jadi berantakan Van,” jelas Haris di dalam taksi. Ia usap-usap dagunya yang terkena pukulan. Ia juga sempat membantu Novan yang kesakitan agar bisa duduk nyaman bersandar kepala tanpa merasa sakit.
Tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya masuk UGD untuk medapatkan perawatan pertama. Luka-luka memarnya diobati, termasuk sedikit lecet. Selain itu mereka juga dikasih resep obat untuk diminum agar bisa membantu mengobati luka dan penghilang rasa sakit.
“Kita langsung pulang saja atau tetap ke sekolah?” tanya Haris.
“Kita cari kantin dulu dekat sini. Haus gue dan lapar. Sekalian di kantin gue mau telepon si Andre," jelas Novan. Mereka berdua menuju kantin dan memesan bakso dan minuman. Sambil menunggu pesanannya datang, Novan meraba saku celananya dan mengambil HP.
Novan langsung memberi kabar ke teman-temannya, terutama kepada Andre selaku ketua panitia dan inisiator acara reuni. Ia menelpon untuk mengabarkan ketidakhadirannya karena ada persoalan mendadak tanpa menyebutkan kejadian sial yang menimpa mereka.
“Lo berdua di mana? Gue tungguin dari tadi kok nggak datang?” terdengar suara Andre di telepon.
“Iya, mendadak ada perlu nih, penting. Makanya nggak bisa datang karena belum selesai.” jelas Novan berusaha bicara tenang dan menyembunyikan rasa perih luka memarnya.
Mendapat kabar tersebut, Andre kecewa karena ia kehilangan kesempatan untuk melakukan aksinya pamer kekasih saat bicara di rapat persiapan reuni. Apalagi ia sendiri tahu jika Novan dan Haris masih jomblo. Kesempatannya untuk balas dendam hilang. Tapi ia masih tidak hilang akal, melalui telepon ia masih tetap ingin mengejek Novan dan Haris.
“Tapi kok gue ragu ya. Jangan-jangan cuma alasan lo aja nih buat menghindar. Bilang saja kalian berdua takut karena masih jomblo. Makanya nggak berani datang. Kalah sama gue, iya kan?” ejek Andre.
Meski ia gagal memamerkan dan memanas-manasi untuk membuat Novan dan Haris malu di depan teman-teman seangkatan, tapi ia masih merasa puas. Justru ketidakhadiran Novan dan Haris dijadikan bahan untuk tetap mengejek dan menantang Novan dan Haris yang dianggapnya tidak berani datang karena tidak punya pacar.
“Eh kata siapa, gue dan Haris masih terima tantangan lo. Kita lihat saja nanti,” sahut Novan tidak mau kalah dari Andre.
"Hahaha ... masih belum menyerah? Ya ya ya.. Gue tunggu pembuktian lo berdua. Hahaha ..." terdengar tawa puas Andre. Ia merasa sangat senang dan seolah mengejek Novan dan Haris.
Sejak awal Andre mengantarkan undangan untuk acara persiapan reuni yang akan diadakan beberapa minggu lagi, Andre mengajukan syarat yang seolah menjadi ejekan dan tantangan bagi Haris dan Novan. Syarat agar acara reuni harus datang dengan pacar masing-masing, sejak dimulainya rapat awal persiapan, sampai dengan pelaksanaan hari H nanti.
Dan kini, kegagalan Novan dan Haris atas rencana mereka menemukan pacar dadakan di acara reuni, serta tidak hadirnya di rapat perdana tersebut menjadi momok. Andre yang jadi musuh bebuyutan merasa menang dan terus meledek mereka berdua.
Meskipun Novan dan Haris tahu bahwa syarat itu sebenarnya hanya ambisi dendam pribadi Andre kepada Novan dan Haris yang sejak SMA telah jadi musuh bebuyutan. Sejak SMA Andre memang selalu kalah bersaing setiap kali mereka mengejar cewek yang sama. Kekalahannya itu telah membuat Andre menyimpan dendam dan ambisi agar suatu waktu harus bisa mengalahkan Novan dan Haris.
Di sisi lain, Novan dan Haris merasa sepertinya kutukan jomblo abadi yang dulu pernah dilontarkan oleh gadis-gadis yang mereka tolak cintanya atau yang mereka permainkan perasaannya, benar-benar ada. Novan, sejak diputusin Santi, dia belum pernah dapat pacar lagi. Sedangkan Haris, masih juga setia dengan kesendirian sejak lulus SMA hingga saat ini di kampus jelang lulus kuliah.
“Jangan senang dulu Dre. Gue dan Haris belum kalah kok. Tadi itu kami bukan nggak berani datang, tapi memang ada persoalan kecil. Lagipula, tadi kan baru acara rapat perdana persiapan. Sedangkan acara reuninya masih tiga minggu lagi. Tunggu saja nanti, gue dan Haris bakalan menang kok. Malah nanti lo yang akan kalah," tegas Novan ketika menerima telpon Andre.
“Iya betul tuh. Lo jangan besar kepala dulu Ndre.. Tunggu tanggal mainnya,” sambung Haris menanggapi suara Andre yang pakai mode pengeras suara di telepon genggam milik Novan.
“Oke. Buktikan dong. Gue tunggu kebenaran omongan kalian,” jelas Andre sambil menutup telpon.
“Sombong banget nih si Andre. Oke gue akan buktikan kalau gue masih bisa dapat pacar dan nggak akan jomblo saat acara reuni nanti,” tegas Novan.
“Beta juga Van. Yang penting sekarang kita masih selamat," jelas Haris sambil minum di kantin rumah sakit.
Pagi ini, akhirnya Novan dan Haris berdua sepakat dan bertekad untuk makin giat mencari pacar. Menerima tantangan Andre dan akan membuktikan nanti di hari H acara reuni mereka sudah punya pasangan masing-masing.
Mereka berdua juga menerima tantangan dari dua orang cewek teman dekat Andre yang dulu pernah dipermainkan perasaannya oleh Novan dan Haris saat masih SMA. Tantangan itu bagaikan pertaruhan harga diri dan kegengsian mereka. Novan dan Haris siap dan yakin akan menang. Mereka berdua tidak percaya pada: Kutukan Jomblo!
Haris dan Novan sepakat untuk hadapi tantangan itu. Berusaha segera mendapatkan pacar.
“Kita harus susun strategi bareng deh, kalau perlu siaga 24 jam,” ajak Novan
“Maksudnya, kalau 24 jam berarti tinggal bersama dong....?”
“Kalau itu lebih baik, kenapa nggak?” sahut novan sambil meneguk minumannya.
“Apa kata orang kalau kita tinggal berdua?” tanya Haris masih belum yakin dengan ide Novan.
“Sudah, nggak usah protes. Ikutin aja strategi gue.” Novan terus meyakinkan tapi Haris masih ragu.
@ @ @
pokoknya semangat mencari yang baru💪
bawaanya Bukan romantis tetapi bosan dgr😁
Dasar Madesur 😁
Si Ibunya:Mata Emas😁..
upss,, mata duitan dah