NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Menceritakan kisah Maya yang menikah dengan Albiru karena perjodohan, selama ini Maya sudah berjuang untuk cintanya, kala cinta itu sudah bersemi kerikil kerikil kecil kerap kali menghampiri, berbeda dengan Maya yang selalu mencoba menjadi dewasa dalam setiap menyikapi masalah tapi berbeda dengan Albiru yang memilih untuk menikah lagi demi mendapatkan selingan di luar rumah. Akankah Maya menyerah diakhir cerita karena mendapati suaminya telah membagi cinta yang seharusnya utuh hanya untuk dirinya?

Aku mencintaimu dengan penuh kesabaran, tapi kamu membalas cintaku dengan luka, Mas! [Maya]

Maafkan aku karena telah mencintai kamu dan dia, sekarang kalian sudah berada di hatiku. Aku hanya meminta kalian untuk mengerti! [Albiru]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panik

Hafizah berterimakasih pada Maya dan setelah itu keduanya melanjutkan aktivitas masing-masing.

Sebelum pulang, Maya yang masih duduk di kursi itu menghubungi suaminya untuk meminta izin ke rumah Lisna.

"Siapa?" tanya Hafizah yang kemudian menyeruput es kopi miliknya.

"Suami aku," jawab Maya dengan tersenyum, wanita itu memasukkan kembali ponselnya ke tas tangan miliknya.

"May, kalau suami kamu yang poligami gimana?" tanya Hafizah membuat Maya sedikit membulatkan mata.

"Ah... suami ku? Tidak mungkin dia melakukan itu, hubungan kami baik-baik saja, aku juga yakin dan percaya kalau dia tidak akan menyakitiku," jawab Maya dengan yakin.

"Ya udah, aku pamit dulu ya. Aku mau ke rumah Bunda," kata Maya yang kemudian meninggalkan Hafizah.

"Terimakasih, Maya," kata Hafizah seraya bangun dari duduknya.

"Beruntungnya kamu kalau suamimu setia," kata Hafizah yang terus melihat kepergian Maya sampai wanita itu tidak terlihat.

Sedangkan Maya yang sekarang sedang memarkirkan mobilnya itu berfikir, "Saya rasa bukan temanmu, tapi itu kamu kan? Lagi pula cerita seperti ini sudah sangat basi, banyak di luar sana yang mengatasnamakan orang lain untuk meminta pendapat, tapi kembali lagi kalau itu adalah urusanmu!"

"Semoga Mas Biru selamanya menjadi lelaki setia," do'a Maya dalam hati.

Setelah itu, Maya menjemput Ifraz dan Susi untuk diajak ke rumah Lisna.

****

"Assalamu'alaikum," seru Maya saat masuk ke rumah yang penuh kenangan itu.

"Waalaikumsalam," sahut Gala yang sedang mengerjakan tugas sekolah itu ruang tamu.

Gala bangun dan segera menyambut kakaknya itu.

Setelah tiu Gala segera meminta untuk menggendong Ifraz dan Susi pun memberikan bayi itu pada pamannya.

"Mana bunda?" tanya Maya yang mengukuti Gala duduk di sofa.

"Ada di dalam," jawab Gala seraya mencium keponakannya itu.

Maya pun bangun dari duduknya dan mencari Lisna ke kamar, di sana sudah ada seorang perawat yang mengurus Lisna.

"Permisi," kata perawat itu saat melihat kedatangan Maya, perawat itu keluar dari kamar Lisna memberikan ruang untuk ibu dan anak itu.

Maya pun duduk di ranjang Lisna seraya mengusap lembut kaki Lisna dan Lisna tersenyum kecil pada Maya.

"Maafin Maya ya, Nda, kemarin Maya tidak bisa datang," kata Maya seraya mengusap punggung tangan Lisna yang berada di atas perutnya.

"Tidak apa-apa," jawab Lisna yang sudah kesusahan untuk bicara.

Maya pun memeluk Lisna dan mendoakan wanita paruh baya itu.

"Ya Tuhan, berilah Bunda kesehatan serta panjangkan umur beliau agar kami bisa lebih lama lagi bersama-sama berada di dunia ini. Aamiin."

Setelah hari sudah sore, Maya pun pamit pada Lisna dan Gala.

Maya juga berpesan pada perawat untuk menjaga bundanya.

"Baik, Nona," jawab perawat itu yang berdiri di belakang kursi roda Lisna.

Maya pun pulang sebelum suaminya itu kembali dari kantor, Maya segera pergi mandi, selesai dengan itu Maya sedikit memoleskan sedikit make up di wajahnya, sedangkan Ifraz sudah mandi sore di rumah Lisna dan selama Maya bersiap Ifraz masih bersama dengan Susi.

Tidak lama kemudian Biru membuka pintu dan melihat istrinya yang sedang memoleskan lipstik, duduk di depan meja rias, Biru tersenyum dan segera mendekati Maya, Biru berdiri di belakang Maya memijit lembut bahu istrinya itu.

"Kamu selalu cantik, sayang," puji Biru seraya mengecup pelipis Maya.

"Terimakasih, Mas," jawab Maya seraya mengusap punggung tangan Biru yang berada di bahunya.

"Aku mandi dulu," kata Biru yang segera melepaskan semua pakaiannya tanpa sisa membuat Maya menggelengkan kepala dengan tingkah suaminya itu.

Selesai dengan mandi, Maya, Ifraz dan Biru sekarang sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam. Maya melayani suaminya seperti biasa dan Biru mengucapkan terimakasih tidak lupa memberikan senyum manisnya untuk Maya.

Selama makan semua diam dan tiba-tiba saja Biru menanyakan teman baru Maya, Biru takut kalau Maya akan salah memilih teman dan hanya akan memanfaatkan kebaikan Maya saja.

"Oh... dia minta pendapat soal poligami," jawab Maya yang berhasil membuat Biru tersedak makanannya.

Maya pun segera bangun dari duduknya dan segera memberikan air putih untuk suaminya.

"Kamu kenapa, Mas?" tanya Maya seraya memberikan air itu.

Glek, Glek! Biru meminum habis air pemberian Maya.

"Kaget aja, emangnya kamu tau apa itu poligami?"

"Tau!" jawab Maya yang sudah kembali duduk.

"Apa?"

"Membagi cinta!" jawab Maya seraya memotong daging yang berada di piringnya.

Sedangkan Biru tidak ingin bertanya lebih lanjut, pria itu takut kalau istrinya akan curiga dan di tengah ketakutannya itu tiba-tiba saja Maya mengacungkan pisau tepat di depan wajah Biru membuat pria itu menelan salivanya.

Biru pun menurunkan pisau itu dari tangan Maya dengan tersenyum.

"Kamu tau, Mas?" tanya Maya seraya menatap suaminya yang ketakutan dengan pisau itu.

Biru menjawab dengan menggelengkan kepala.

"Kalau kamu selingkuh, pisau ini! Kalau tidak menyayat nadi kamu berarti akan menyayat nadi aku!" ucap Maya dengan wajah serius dan sebenarnya Maya hanya mengerjai Biru.

Diam...

Keduanya masih diam, saling menatap lalu Maya tertawa, menertawakan wajah suaminya yang terlihat tegang.

HAHAHA!

"lihat wajah kamu, kamu sampai tegang seperti itu! Aku hanya bergurau, lagipula aku yakin kalau kamu itu setia kan?" tanya Maya seraya mengangkat alisnya.

"Astaga, Maya. Kamu hampir membuatku jantungan!" kata Biru dalam hati.

"Iya, aku setia Maya, jangan ragukan kesetiaan dari seorang Albiru!" jawab Biru yang kemudian kembali menatap piringnya.

"Kalau ternyata aku selingkuh, apa yang akan kamu lakukan, May?" tanya Biru tanpa melihat Maya.

"Aku akan mempertahankan rumah tangga kita!" jawab Maya dan Biru tersenyum mendengar itu.

"Tapi...,"

"Tapi apa, May?" tanya Biru karena Maya menggantung ujung kalimatnya.

"Tapi kalau kita sama-sama memperjuangkan rumah tangga kita ini, aku tidak akan berjuang sendirian lagi, aku udah pernah berjuang sampai mati-matian untuk mendapatkan kamu dan hati kamu, jadi aku ingin melihat apakah kamu juga akan berjuang untukku atau tidak," jawab Maya dengan memandang wajah suaminya yang sedang menikmati makan malamnya itu.

Dalam hati, Biru berfikir dan membenarkan Maya.

Biru mengangguk mengerti, karena tidak ada lagi wanita seperti Maya yang bersabar untuk mendapatkan cintanya.

"Aku akan mempertahankan hubungan kita, Maya!" ucap Biru dengan tegas, selesai dengan makan malam, Biru bangun dari duduknya dan mengecup kening Maya, setelah itu Biru berjalan dan masuk ke ruang kerjanya.

"Iya benar, harusnya hanya ada aku dan Maya, tidak boleh ada orang lain, kenapa aku sangat serakah!" ucapnya dalam hati.

Tidak lama kemudian Maya pun menyusul Biru ke ruangannya membawakan teh hangat untuknya.

"Ini, Mas. Buat teman kamu kerja. Oia besok jangan lupa ya, kita ada undangan," kata Maya yang kemudian keluar dari ruang kerja Biru.

"May!? " panggil Biru menghentikan langkah Maya.

"Iya?"

"Besok aku sangat sibuk, sepertinya aku tidak akan ikut datang," kata Biru.

"Hhmm, ya sudah. Berarti aku pergi sendiri?" tanya Maya, wanita itu mengerucutkan bibirnya.

"Maaf, sayang," ucap Biru, pria itu tersenyum kuda menunjukkan gigi rapihnya.

"Aku harus selesaikan apa yang sudah ku mulai dengan Hafizah," ucap Biru dalam hati.

Bersambung...

Oooo, jadi Biru membatalkan acaranya dengan Maya karena akan pergi untuk menemui Hafizah.

Bagaimana kelanjutan mereka?

1
Khairul Azam
sebeuah cerita itu mencerminkan dari diri sipenulis itu sendiri
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: makasih, kak. Sudah memahami si penulisnya. 😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
menurutku disini yg aneh bukan siapa" tp othornya yg aneh
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Makasih, kak. 🥰😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
hadeeeehhhh ini yg bikin cereta gak mumet apa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Kaaaa 😅😅😅😅
total 1 replies
Khairul Azam
hadeh gak ada yg bener semua, si maya bego, sihafiz pelakor, si biru tukang selingkuh, si bram hadddooohhhhh
Khairul Azam
perempusn psling bodoh maya, sukurlah klo gak bisa jln, tsu suami gak bener tingalkan aja malah nrobros lampu merah
Khairul Azam
hadeeehhh suami kaya gitu di rebutin tinggalin aja
Komang Diani
semangat maya demi masa depan irfas, jangan biarkan perlakor itu menang.. buat dia menderita
Komang Diani
bagusss,, kapok, karmanya instan,..
Komang Diani
bikin gregetttt,, dasar pelakorrrrr
Komang Diani
Luar biasa
Komang Diani
nama aja hafizah tp ular
Siti Nurbaidah
sukses sllu kk sayang..alurcerita ny mantap👍👍👌💕dag dig dug kdg buat sedih..nth lah spt dunia nyata tpi siapa pun itu pasti ada jln terbaik ny
Siti Nurbaidah: 👍👌👌siap
total 2 replies
Siti Nurbaidah
Luar biasa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terimakasih 🥰
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
bodoh
ALNAZTRA ILMU
rasakan
ALNAZTRA ILMU
mampus
ALNAZTRA ILMU
bangkitlah maya. cepat!!
ALNAZTRA ILMU
semoga saja maya bisa bercerai dan nikah sama bram.. biru akan selingkuh lagi dan hafizah tau rasa diselingkuhi.. semoga saja
ALNAZTRA ILMU
otak blue sebab tu kau rosak
ALNAZTRA ILMU
astagaaaa.. brengsekkkk.. ceraisajalah bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!