NovelToon NovelToon
Istri Kecil Tuan Mafia

Istri Kecil Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Vhy7

Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.

Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.

Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis istimewa

Berada dalam pelukan hangat Aluna berhasil membuat Elana merasa sedikit tenang, meski masih terus menangis wanita malang itu sudah tidak lagi mengamuk.

Aluna mengusap rambut Elena, perlahan suara tangisannya mulai mereda. gadis itu melirik Alex yang berdiri di ambang pintu melihatnya dengan ekspresi bingung sekaligus kagum.

Tak lama seorang wanita cantik berjas putih datang dan menghampiri Alex yang masih mematung, "Alex di mana Elena?"

Pria tidak menjawab dengan kata melainkan dengan kode matanya, wanita berjas putih itu mengerutkan keningnya melihat Elena yang terlihat tenang di dalam pelukan seorang gadis.

Rasa iri sekaligus cemburu masuk ke dalam hatinya, apalagi setelah ia melihat tatapan kagum dari Alex ke gadis itu. Dirinya saja yang telah bertahun-tahun menjadi dokter ahli jiwa Elena, yang setiap saat selalu datang saat Elena membutuhkan bantuan tak pernah ia lirik.

"Siapa dia?" tanya Dokter dengan nametag Dea itu penasaran.

"Sepertinya pekerjaanmu akan segera tergantikan, katamu Elena hanya mampu di tenangkan dengan suntikan lalu yang di lakukan gadis itu apa?" tanya Alex tanpa menatap gadis di hadapannya itu.

Dokter Dea menatap Alex, bukannya tidak bisa di tenangkan tapi ia takut mendekati Elena untuk menenangkannya seperti yang Aluna lakukan. Terakhir kali ia melakukan itu wajahnya harus menjadi korban dari kuku-kuku panjang milik Elena, hal itulah yang mendasari kenapa ia lebih memilih menyuntikkan obat penenang.

"Ini sebuah kemajuan yang bagus, Jika Elena sudah mampu di tenangkan dengan cara seperti itu tak lama lagi ia akan sembuh, saya akan lebih memperhatikan tentang hal ini lagi," jelas Dokter Dea meski di dalam hatinya tidak sepenuhnya mendukung kata-katanya, jika Elena sembuh tentu kesempatannya untuk mendekati Alex bisa tertutup.

Yah Dea sudah lama tertarik pada Alex, pria dengan segudang pesona itu berhasil mengambil seluruh hatinya dengan sifatnya kepada sang adik. Hal itulah yang mendorong ia untuk memberikan obat penghilang ingatan pada Elena, agar ia bisa terus berada di sisi Alex.

Alex menatap Dea malas, "kata-kata itu sudah kau ulang selama bertahun-tahun."

"Tapi ini sebuah kemajuan yang baik," ulang Dea lagi sambil tersenyum.

"Bisa tolong bantu aku kakiku keram." Suara Aluna membuat mereka berdua sama-sama menoleh.

Posisi Aluna saat ini memang akan membuatnya keram, kakinya terlipat dengan tubuh yang harus menahan Elena yang sepertinya sedang tertidur.

Melihat itu Alex tanpa banyak fikir langsung berjalan ke arah Aluna namun di tahan oleh Dokter Dea, "Bagumana jika dia bangun dan tiba-tiba melihatmu?"

"Tetap pastikan saja dia tetap tidur kan?" jawab Alex sambil melanjutkan langkahnya, dokter Dea menghela nafas. Nyatanya menarik hati pria bernama Alex adalah hal tersulit yang pernah ia lakukan.

Pria itu berjongkok di depan Aluna, ia menggendong Elena dan membawanya ke kamar tanpa kata maupun suara.

Namun tadi saat ia hendak mengambil Elena ia masih sempat menatap mata Aluna, bahkan tersenyum pada gadis itu.

Hal itu tentu membuat Dokter Dea semakin kesal, ia berjalan ke arah Aluna dan berdiri tepat di depannya.

Aluna yang masih dalam posisi duduk mendongak menatap wajah yang menatapnya penuh kebencian, bahkan ia tidak tau kesalahan yang ia lakukan.

"Maaf, bisa bantu saya berdiri." Kakinya keram jadi ia berinisiatif untuk meminta bantuan wanita yang sedang berdiri di depannya.

"Maaf, tapi tangaku terlalu bersih untuk menolong mahkluk kotor." Tanpa merasa bersalah Dea berjalan melewati Aluna untuk menyusul Alex, Di sini dia adalah dokter sedangkan jika di lihat dari pakaiannya gadis itu sepertinya hanya seorang pembantu.

"Biar saya saja nona," ucap bibi sambil membantu Aluna berdiri.

"Dokter Dea memang sombong, andaikan ia bukan dokternya nona Elena saya pasti tidak ingin bertemu dengan orang seperti dia," kesal bibi.

Aluna mengulurkan tangannya, namun kedua mata wanita itu terbelalak saat melihat tangan sebelah kanannya Aluna terluka.

Sedangkan di sisi lain, Alex sedang membaringkan tubuh adiknya di dalam kamar. tak lama setelah itu dokter Dea datang dan langsung memeriksanya, setelah selesai ia menatap Alex.

"Keadaannya sudah jauh lebih baik, aku yakin tak lama lagi ia akan sembuh dan bisa kembali seperti dulu." ucap Dea sambil tersenyum.

Wanita itu menatap Elena, "Aku yakin ia pasti akan segera mengingatmu juga, lagi pula bagaimana bisa dia melupakan kakak seperti dirimu,"

Manis ya, kata-kata wanita itu memang sangat manis. Tapi sayangnya kata manis tidak menjamin hati orang itu juga manis.

Alex mengangguk lalu menatap adiknya hendak menyelimutinya, namun matanya terbelalak saat melihat noda darah yang terlihat cukup banyak.

"Kenapa dia beradah?" tanya Alex panik, mendengar itu dokter Dea langsung bertindak namun setelah ia telusuri tidak ada luka apapun di tubuh Elena.

"Tidak ada luka di tubuhnya," jawab dokter Dea.

Pria itu hendak menyanggah namun ucapannya terhenti saat mendengar teriakan bibi.

"Ya ampun nona," teriakan bibi membuat pria itu refleks berlari ke arah sumber suara.

"Ada apa bi?" tanya Alex, bibi menjawabnya dengan memperhatikan luka sobek di tangan Aluna, sepertinya ia terkena pisau yang tadi ia ambil dari Elena.

"Bagaimana bisa kau tidak tau jika kau terluka?" tanya Alex, dari nada suaranya terdengar jelas bahwa itu adalah sebuah perhatian.

Dokter Deaemutar bola matanya malas, Drama! batinnya kesal.

"Dea cepat obati lukanya," perintah Alex kepada Dea sambil membawa Aluna pelan-pelan duduk di sofa.

Dea membalut luka di tangan Aluna dengan sangat tidak ikhlas, apalagi tangan Alex sedari tadi terus menggenggam tangan kiri Aluna.

Bukannya tidak sadar, Aluna memang sengaja tidak melepaskan tangan Alex. Ia tau bahwa gadis itu menyukai Alex terlihat jelas dari caranya menatap pria itu, jadi tidak ada salahnya bukan membalas wanita bermuka dua ini.

"Harusnya kamu harus lebih berhati-hati lagi, untung saja lukanya tidak terlalu lebar." Mulut manis itu lagi-lagi mengeluarkan ekstraknya tapi bukannya menyukai, Aluna malah memutar bola matanya.

"Sudah selesai," ucap dokter Dea sambil tersenyum.

"Terimakasih," kata Aluna, yah meski ia kesal ia juga harus tetap berterimakasih bukan.

Dea menatap Alex, berharap mendapat pujian tapi sepertinya pria itu masih sibuk memperhatikan gadis di depannya.

"Apa sudah tidak ada lagi yang terluka? kau merasa sakit? atau kakimu kembali sakit?" pertanyaan berturut-turut dari Alex membuat Aluna melongo, apakah pria ini masih sama dengan pria yang tadi memarahinya karena memecahkan vas?

Jika memang pria itu masih sama, hal ini benar-benar luar biasa.

"Iya apakah masih ada yang sakit?" tanya dokter Dea

"Sepertinya sudah tidak ada," Jawab Aluna sambil memeriksa bagian tubuhnya.

Setelah itu ia berusaha bangkit tapi sayangnya, kakinya tiba-tiba terasa nyeri membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh tepat di atas pangkuan Alex.

Semua orang yang ada di sana terkejut, terutama Dea yang semakin kebakaran jenggot.

"Maaf tuan!"

TBC

1
Wani Ihwani
bukan kemauan kamu jadi seperti itu elena, jadi terima saja kalau Bagas masih cinta kamu
NBF
tidak bisa menolak utk TIDAK hadir.
Wani Ihwani
cepat Alex beri perintah ke karyawan mu jangan pakai baju ketat"
Wani Ihwani
lucu x orang bertiga ni, Bagas Alex aluna.
Wani Ihwani
aluna kan masih kecil belum paham x 😅😅
Wani Ihwani
wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Wani Ihwani
tor karya mu ini memang keren tapi ada tipo nya, tapi GK pp lah tor aku tetap berterimakasih karna di suguhi cerita yng menarik bibir ku ini. untuk tersenyum baca nya
Wani Ihwani
kursi ke besaran tor bukan lah bangku😅
Noor Zahidah
Luar biasa
Wani Ihwani
kasian juga jadi aluna
Wani Ihwani
Luna, kalau kamu hamil gimana kok gak mau di nikahin Alex??
Wani Ihwani
terpesona aku terpesona, hihihi
Wani Ihwani
nanti Alex di kasi minuman yang buat enak"🤣🤣
Wani Ihwani
kalok cerita nya menarik begini, gak rela aku rasa nya cepat tamat .
Wani Ihwani
alex modus dus
Wani Ihwani
padahal bagus Lo cerita nya kok ada yng komen bilang cerita nya muter2
Wani Ihwani
aku paham kok tor,, baru bab berapa ya wajar cerita masih sekitar itu itu aja yng komen aja sok hebat
Wani Ihwani
mampir aku tor, tapi kayak nya aku dah pernah baca cerita ini
david aditama
bagus
Aisyah Hasan
ku tunggu. k lanjutanya sampai tmt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!