Bella merupakan wanita cantik, pintar dan mandiri. Sukses di usia muda dalam bisnis karena keuletan dan ketekunannya membuatnya jadi rebutan para lelaki di kotanya. Namun Bella berprinsip tak ingin menikah. Karena Bella memiliki pengalaman pahit di dalam hidupnya.
Tak disangka ia mengalami cinta 1 malam dengan seorang pria asing, ketika ia melakukan jamuan pesta di luar negeri. Alhasil di rahimnya hidup makhluk tak berdosa.
Apakah Bella akan menuntut pria asing tersebut untuk bertanggung jawab?
Ataukah Bella menggurkan janinnya?
Mau tahu lebih dalam lagi?
Yuk... baca lebih dalam lagi!
Novel ini, meski hanya khayalan untuk menghibur pembaca. Namun Penulis berharap pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita di dalamnya.
Agar novel ini selain bergenre romantis, juga bergenre edukasi bagi remaja di zaman modern khususnya.
Selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haura Kanza Nabilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Adaptasi
Ketika tiba di apartemen barunya di kota A negara R, Bella langsung memposting dirinya untuk di tunjukkan kepada mama Rosa. Senyum indah merekah, namun jiwa melayang entah ke mana... Karena saat ini itu lah yang di rasakan Bella, Meski sudah terbiasa mandiri, tetapi selama ini ia tak pernah jauh dari mama Rosa.
"ude Bell... ga usah galau terus!" pinta Fenny mengingatkan, "sekarang yang jadi prioritas kamu si baby junior kamu yang beberapa bulan lahir ke dunia ini." lanjut fenny sambil mengelus perut Bella dan berbisik " jadi anak yang baik di dalam perut mama mu ya nak! jangan minta yang aneh - aneh, kasian mama kamu sendirian. nanti kalau sudah ada papa baru deh terserah kamu." goda Fenny kepada Bella.
"Apa sih... gak jelas... kakak fenot" sanggah Bella karena malu.
"Hmmm... abis nya kamu dari tadi galau aja. Yuk kita cari makan siang di dekat - dekat sini, skalian kamu beradaptasi." kemudian melanjutkan. " oh iya, ini Bu Merry asisten rumah tangga yang akan menemani mu di sini." sambil memperkenalkan wanita paruh baya berumur sekitar 45 tahun.
"Saya Bella bu, mohon bantuannya ya bu" sapa Bella sopan dan ramah karena meski bu Merry hanya asisten rumah tangga yang bekerja pada nya, Bu Merry seumuran dengan mama Rosa, dan Bella pun tak pernah membeda - bedakan orang dalam bersikap.
"Ya non, gak usah sungkan." jawab bu Merry tersenyum bahagia karena mengetahui majikannya tidak hanya cantik fisik namun cantik kepribadiannya.
"Ibu sudah makan? klo belum yuk kita bareng makan siang?" ajak Bella.
" Gak usah non, saya sudah makan sebelum tadi datang kemari." tolak bu Merry.
"ya sudah kalau gitu bu. nanti saya bungkusin aja kalau gitu." jawab Bella yang paham maksud si ibu, mungkin karena malu atau apalah namun yang pasti sudah masuk makan siang. ia tak mau orang di rumahnya sakit karena telat makan.
"makasih non."
"sama - sama."
Bella dan Fenny pun bergegas meninggal kan apartemennya.
*
Pada saat di resto sederhana, yang tak jauh dari apartemen milik nya. Bella langsung memesan makanan favoritnya.
Ketika makanan yang ia pesan datang, ia meminta tolong kepada Fenny untuk mempoto dan menunjukkan nya pada mama Rosa.
Kira - kira beginilah menampakkan nya dalam imajinasi Author😅
# jadi ngiler Author...😋
**
Sementara di tempat lain...
Mark tampak pucat...
mukanya kusut, berbeda dengan Bella yang segar dan lahap makan...
Sepertinya Mark mengalami yang namanya ngidam...
penasaran tampang Mark yang selalu mual dan pusing akibat ngidam...
Nih Author kasih bonus...
lagi pusing dan mual aja ganteng... apa lagi engga..?
Kebayang kan kenapa Bella seperti kepiting rebus, jika Fenny sedang membahas Ayah biologis anak yang ada di kandungan Bella...
***
Peter yang mengetahui kondisi kakaknya, merasa aneh...
" Kenapa kak... mukanya kusut gitu ? " tanya Peter kepo.
" entah lah... ude bolak balik kamar mandi karena... " Belum selesai menjawab, Mark sudah mual ia pun segera ke westapel yang berada di kamarnya.
"aduh... Nih si Peter pake parfum apa sih? gak banget wanginya." dumel Mark yang tiba - tiba mual, tak suka bau parfum Mark.
"ke dokter yuk kak, aku anter deh..." bujuk Peter yang tiba - tiba ingin mendekati Mark.
Namun yang ada Mark makin menjauhi Peter karena tak suka bau parfum yang di pakai Peter saat ini.
"cukup... jangan mendekat Peter!" larang Mark sambil menjauhi Pater. "Aku mual dengan bau parfum mu"
"what..?" kaget peter karena merasa aneh dengan penyakit yang di derita kakak kesayangannya.
Karena merasa tak pede atau tersinggung Peterpun segera meninggal kan Mark..
Yubs... sampai disini dulu bab kali ini.
Jangan lupa jempol sebagai tanda jejak ya! Supaya Author tetap semangat berkarya meski di tengah kesibukan...
terimakasih🙏
aku suka...👍👍👍
mamamu mau kau nikah cpat syngnya ank kesayngnnya di prkosa
maafkan terlambat nemu cerita bagus ini ☺