Kehilangan sosok seorang ayah tepat diusianya 17 tahun membuat Ayunda jatuh cinta pada Kevin anak baru disekolahnya yang memiliki kemiripan wajah dan sifat yang sama dengan sang ayah, dia mengabaikan cinta Erick yang hanya di anggap sebagai kakak olehnya.
Ayunda harus mengubur rasa cintanya saat tahu ternyata Kevin adalah kakak kandungnya dan baru menyadari ada cinta untuk Erick di hatinya setelah laki-laki itu pergi karena Ayunda menolak cintanya.
Waktu mempertemukan kembali Ayunda dan Erick membuat keduanya kembali dekat dan menjadi sepasang kekasih.
Namun kenyataan harus berkata lain cinta keduanya tidak bisa bersatu, Ayunda harus menikah dengan Nathan atas keinginan keluarganya. Semua itu terjadi dalam tidur panjang Ayunda yang mengalami koma. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada Ayunda? Bagaimana kehidupannya setelah dia sadar dari koma? yuk... baca cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Peringatan 1 tahun
Hari ini Ayunda dan Mama Mira memperingati 1 tahun kepergian Papa Richad. Mereka mempersiapkan pengajian, menggundang tetangga dekat.
Pengajian berjalan lancar, para tamu sudah membubarkan diri dan kembali ke kediaman mereka masing-masing. Tersisa Ayunda dan Mama Mira ditemani Erick, mereka merapikan kembali ruang tamu yang dipakai untuk pengajian.
Ayunda masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya, menatap lukisan wajah Papa Richad hasil goresan tangannya.
Perlahan air matanya jatuh, teringgat kembali kejadian satu tahun yang lalu. Hari yang selama ini di rayakannya dengan suka cita, beralih menjadi duka.
Erick masuk kekamar Ayunda saat dia akan pamit pulang, dilihatnya gadis itu berbaring menghadap tembok membelakangginya. Erick memutuskan untuk keluar dari kamar Ayunda, membiarkan wanita yang dicintainya beristirahat. Namun dari jauh tampak tubuh yang berbaring itu sedikit bergetar menahan isakan.
Erick mendekat, dia ikut membaringkan tubuhnya memeluk Ayunda dari belakang, berharap gadis itu akan kembali tenang seperti dulu saat pertama dia memeluk Ayunda.
Tangis Ayunda pecah saat Erick memeluknya dan mengucapkan selamat ulang tahun, mendengar itu Erick membalikkan tubuh Ayunda dan mendekap Ayunda.
"Menanggislah" ucapnya.
Ayunda tertidur dalam pelukan Erick setelah puas menangis, sambil sesekali masih terdengar isakannya. Mama Mira masuk melihat apa yang tejadi dengan putrinya, dia berdiri di pintu yang sedari tadi terbuka.
Hanya bisa tersenyum melihat sosok Erick yang begitu sabar menghadapi Ayunda. Erick melepaskan pelukannya, bergerak pelan menjauh dari tubuh Ayunda. Erick berhasil turun dari kasur tanpa membuat Ayunda terganggu dari tidurnya.
"Terima kasih, kamu selalu ada untuk Ayunda selama satu tahun ini" ucap Mama Mira melihat ketulusan cinta Erick untuk putrinya, walau tidak mendapat balasan dari Ayunda.
Erick membalas ucapan Mama Mira dengan senyum, dan pamit karena sudah larut malam.
...###...
Keesokan harinya Ayunda sekolah seperti biasa, dia diantar Erick kesekolah hari ini. Erick takut kalau Ayunda mengendarai mobilnya sendiri, menginggat suasana hatinya yang sedang tidak baik.
Sampai di sekolah Ayunda hanya diam, Alisa mengerti kalau sahabatnya ini lagi berduka, menginggat satu tahun kematian papanya.
Kevin masuk kekelas dengan wajah yang juga murung, berbeda jauh dengan hari-hari biasanya yang selalu tersenyum dan suka menggoda Ayunda.
Saat bel istirahat siswa diijinkan pulang lebih cepat karena guru akan mengadakan rapat. Kevin mengajak Ayunda ikut dengannya.
"Kita mau kemana kev?" tanya Ayunda setelah berada di mobil milik Kevin.
"Aku ingin mengajakmu untuk menemui seserorang yang aku sayangi" jawab Kevin yang tetap fokus pada jalanan.
Ayunda hanya diam memandang jalananan melalui jendela kaca, berpikir siapa orang yang disayangi kevin. Selama ini hampir setiap hari Kevin selalu mengucapkan kata cinta dan sayang hanya untuknya.
Kevin melihat Ayunda yang diam, dia meraih tangan Ayunda menyatukan jari-jarinya, sesekali dia mengecup tangan mulus itu.
"Perjalanan sedikit jauh, kalau kamu lelah tidurlah" ucap Kevin yang melihat Ayunda masih saja diam.
Cup, kevin mencium pipi Ayunda saat lampu lalu lintas berwarna merah, membuat wajah Ayunda bersemu merah.
"Aku mencintaimu" ucap Kevin menatap Ayunda, dia mendekatkan wajahnya menatap paras cantik dengan tatapan lembut.
Tin...tin...tin
Suara klakson mobil lain menggejutkan Kevin, dia segera menjauhkan bibirnya yang hampir mencium bibir Ayunda.
Kevin memarkirkan kendaraanya dengan sempurna dibawah pohon yang cukup rindang, dia turun lalu membukakan pintu dan meminta Ayunda turun bersamanya.
Kevin menggandeng tangan Ayunda, mereka memasuki kawasan pemakaman elite. Kevin mengajak Ayunda duduk di sebuah mahkam, dia memperkenalkan Ayunda pada pria yang satu tahun ini pergi meninggalkannya.
"Papa" gumam Ayunda lirih, saat membaca nama yang ada di batu nisan. Dia mendekat pada tulisan itu untuk meyakini kalau ini benar mahkam papanya.
"Ini mahkam papaku" ucap Erick, saat melihat Ayunda mengusap batunisan bertuliskan nama papanya, tanggal lahir dan tanggal kematian yang sama dengan Papa Richad.
Ayunda terduduk lemas, dia tidak tahu saat ini harus berbuat apa. Hatinya ingin menanggis namun dia tersadar, Kevin akan curiga dengannya.
Mereka sudah ada di mobil Kevin membelah jalan untuk kembali ke kota. Kevin menggajak Ayunda pulang setelah melihat wajah Ayunda yang lelah dan pucat.
"Kevin, apa aku boleh mampir ke rumahmu?" Ayunda bertanya, dia memberanikan diri untuk mencari tahu siapa Kevin sebenarnya.
"Tentu, aku sangat senang" ucap Kevin sambil merapikan rambut Ayunda, menyelipkannya ke belakang telingga.
Mobil Kevin memasuki kawasan perumahan mewah. Ayunda ingat dia pernah ke perumahan ini bersama Papa Richad.
Kevin memberhentikan mobilnya tepat di gerbang sebuah rumah yang cukup besar, Ayunda kembali ingat kalau dia pernah menunggu di mobil saat Papa Richad masuk kedalam.
"Ayo turun" ajak Kevin yang menyadarkan lamunan Ayunda.
Seorang pelayan membukakan pintu, pelayan itu terkejut saat melihat Kevin datang bersama Ayunda yang dia tahu sebagai putri majikannya.
Kevin mengajak Ayunda masuk, Ayunda menatap foto yang terpajang sangat besar di dinding ruang keluarga. Disana Papa Richad tersenyum bahagia bersama Kevin yang memeluknya dari belakang, sama seperti foto yang ada di rumahnya Papa Richad tersenyum bahagia dengan Ayunda yang memeluknya dari belakang.
Ayunda berjalan mendekati foto itu, dia mengusap wajah Papa Richad dengan tangan gemetar. Kevin datang memeluknya dari belakang.
"Dia papa ku" ucap Kevin sambil berbisik dan mencium pipi Ayunda membuat Ayunda memejakan matanya.
"Aku harus pulang Kev" ucap Ayunda sambil melepaskan pelukan Kevin dan berlari keluar.
Kevin mengejar Ayunda yang pergi begitu saja tanpa dia tahu kesalahan apa yang dia lakukan.
"Ayunda tunggu biar ku antar" teriak Kevin saat mendekati Ayunda yang terus berlari.
Ayunda tidak menghiraukan kata-kata Kevin dia terus berlari sambil menahan sesak didadanya.
"Yunda, Yunda sayang" Papa Richad memanggil Ayunda, membelai lembut rambut putrinya.
"Papa, kau datang untukku" jawab Ayunda saat melihat Papa Richad yang datang lalu meminta Ayunda duduk di pangkuannya.
"Papa merindukanmu, bagaimana kabarmu, apa kau belajar dengan baik?" Papa Richad memberi banyak pertanyaan untuk putrinya.
"Yunda juga merindukan papa" dia mengatakannya sambil menagis dalam pangkuan Papa Richad dan memeluk pria yang menjadi idolanya.
"Papa mengapa meninggalkan Yunda" tanya Ayunda sambil menangis.
"Maafkan papa sayang, papa banyak bersalah padamu, menyusahkan hidupmu dan mamamu, tapi papa menyangi kalian, papa mencintaimu" ucap Papa Richad mengeluarkan isi hatinya.
Ayunda terus menagis dalam pelukan papa Richad, dia tidak ingin melepaskan pelukan yang selama ini dia rindukan.
"Ayunda.... Ayunda.... Ayunda..."
Ayunda membuka matanya saat merasa namanya terus di panggil.
"Syukurlah kamu sudah sadar " ucap Kevin langsung memeluk Ayunda yang ada dalam pangkuannya.
"Aku dimana?" tanya Ayunda saat melihat ke sekeliling ruangan.
"Sudah sadar ya" suara seseorang menyapa Ayunda dan Kevin. Dia memberikan botol air mineral agar Ayunda meminumnya.
Ayunda semakin binggung dengan apa yang terjadi.
"Dimana dan mengapa dia dalam pangkuan Kevin" pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya.
...*******...
jangan lupa mampir di karya aku ya kk
My Little Prince dan VCPD 🥰