NovelToon NovelToon
TEROR

TEROR

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Dendam Kesumat / Mata Batin / Roh Supernatural / Balas Dendam / Sudah Terbit
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

Echa dan teman-temannya harus kembali terlibat dengan pembantaian ilmu hitam yang merajalela dan semakin memiliki kekuatan besar.

Takdir selalu saja menuntun Echa dan teman-temannya untuk memusnahkan ilmu hitam, namun bagi mereka ilmu hitam itu sudah seperti akar pohon, meskipun pohonnya di tebang tapi akarnya masih tertanam didalam tanah.

Semakin hari teror semakin mengintai mereka. Datang dari seorang wanita misterius yang kembali bangkit dari masalalunya, dia ingin membalaskan dendam atas perbuatan Echa dan teman-temannya di masalalu.

"Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan. Terutama rasa sakit."

Dendam, kecewa, sakit hati, amarah yang ada di dalam hati wanita misterius itu tidak pernah padam. Bahkan, tujuannya hanyalah satu.

"Aku hanya ingin melihat mereka.. Mati."

Akankah Echa dan teman-temannya berhasil mengungkap siapa akar dari teror yang mengintainya selama ini atau bahkan mereka yang akan mati penasaran?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|07| TANIA

Echa masih menyuapi Bara yang baru saja selesai mandi, sedangkan Bara malah memainkan ponselnya.

"Udah." Ucap Bara yang perutnya sudah terisi.

"Minum dulu," Ujar Echa yang menyimpan piring dan membawakan air minum untuk Bara.

"Biar kakak aja, Caca duduk disitu, nanti kakinya luka lagi, bisa-bisa Mama marahin kakak pas Dateng kerumah." Ucap Bara yang melihat kaki Echa sudah tidak separah malam tapi tetap saja jika Echa terluka walau hanya sedikit, Bunda An akan memarahi Bara habis-habisan karena tidak bisa menjaga Echa.

"Nanti biar Caca yang cerita sama bunda." Ujar Echa yang sudah terlanjur membawakan air untuk Bara.

"Makasih." Ucap Bara menerima air minum yang berada dalam genggaman tangan Echa, meminum hingga tandas tak tersisa.

"Ayo." Ajak Bara.

"Nanti ke apartemen Caca dulu ya," Ucap Echa.

"Mau ngapain?" Tanya Bara.

"Mau nitip kunci ke Hanin, takutnya dia gak tau kalau Caca ke rumah bunda." Jawab Echa.

"Di chat sekarang juga bisa." Ucap Bara.

"Ish kak, turunin nasinya dulu dari perut. Nanti sakit perutnya." Ujar Echa.

"Iya," Ucap Bara.

"Ayo." Ajak Bara sambil berdiri dari duduknya itu dan menggenggam tangan Echa untuk pergi ke apartemen miliknya.

"Bentar." Ucap Echa.

"Apa?" Tanya Bara.

"Kuncinya," Jawab Echa sambil membawa kunci motor Bara yang berada di atas meja.

Bara yang melihat itu hanya bisa cengengesan, akhir-akhir ini Bara menjadi tidak hati-hati.

"Ayo." Ajak Echa.

Mereka berdua melangkahkan kaki menuju apartemen miliknya, namun sampai di apartemen nomor 33 lagi.

Sayup-sayup Echa mendengar suara orang yang sedang menangis pilu. Dia langsung memberhentikan langkahnya.

"Kakak denger suara itu?" Tanya Echa yang mendengar suara tangisan.

"Iya." Jawab Bara yang juga mendengar suara tangisan itu.

Echa langsung melangkahkan kaki menuju pintu apartemen nomor 33 itu, suara tangisan semakin terdengar jelas.

"Permisi.." Ucap Echa sambil memencet bel. Namun tidak ada jawaban dari dalam apartemen tersebut.

"Udah, kita pergi aja." Ujar Bara. Echa yang mendapat perkataan seperti itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan melangkahkan kakinya.

Namun saat Echa dan Bara melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja pintu apartemen itu terbuka.

Echa yang mendengar suara pintu terbuka langsung menatap kearah sumber suara dan melihat mata Tania yang sembab.

"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Echa yang melihat Tania seperti itu.

Tania yang medapat perkataan seperti itu langsung memeluk Echa yang berada di hadapannya.

"Aku takut.." jawab Tania yang kembali menangis di pelukan Echa.

"Kenapa? Kita kedalam dulu yuk biar enak ngobrolnya, siapa tau ini privasi kakak." Ucap Echa. Sedangkan Tania yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya pada Echa dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen Tania, Echa menitip pesan kepada Bara untuk memanggil Hanin.

"Caca boleh minta tolong?" Tanya Echa sambil menatap Bara.

"Apa?" Tanya Bara.

"Panggilan Hanin kesini, terus nanti kunci apartemen Caca." Jawab Echa, bara yang mendapat perkataan seperti itu langsung melangkahkan kakinya pergi meningalkan Echa bersama Tania.

"Yuk." Ajak Echa sambil memapah Tania yang lemah.

Tania dan Echa melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen dan duduk di salah satu sofa.

"Kakak kenapa?" Tanya Echa sambil menghapus jejak air mata Tania.

"Jangan panggil Kakak, aku masih 17 tahun." Jawab Tania.

Echa yang mendengar itu sendiri langsung kaget, umurnya masih muda tapi Echa melihat seperti sudah berumur 22 tahun.

"Kakak kaget ya? Banyak yang bilang masih muda tapi udah tua." Ucap Tania tersenyum getir.

"Eh.. engga, bukan gitu, kamu cantik kok, cuman kalau nangis gini keliatan kayak umur 20 tahunan." Ujar Echa membersihkan jejak air mata Tania.

"Makasih kak." Ucap Tania.

"Tadi, kamu bilang takut, takut kenapa?" Tanya Echa.

"Setiap malem aku ngerasa ada yang ngawasin, terus tadi pagi tiba-tiba aja baju aku kebuka semua, tanpa sehelai kain. Aku takut kak.." jawab Tania yang kembali gemetar.

"Gak ada orang lagi kan selain kamu?" Tanya Echa.

"Gak ada kak, bahkan aku udah ganti password buat masuk apartemen ini." Jawab Tania.

"Boleh Caca liat tangannya?" Tanya Echa. Tania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil mengulurkan tangannya kearah Echa.

Echa yang melihat uluran tangan Tania itu langsung menggenggamnya sambil memejamkan matanya.

Namun di saat sedang melihat tentang masa lalunya Echa hanya bisa melihat Tania yang begitu depresi dan hampir membunuh dirinya sendiri dan setelah visual itu semuanya langsung gelap.

Kayaknya ini urusan Vivi deh. Ucap Echa dalam.hati sambil membuka matanya menatap Tania.

"Kenapa kak?" Tanya Tania bingung.

"Eh, gak apa-apa." Jawab Echa.

Namun saat Tania ingin melontarkan pertanyaan tiba-tiba saja ada seseorang yang memencet bel apartemen Tania.

"Biar Caca aja, Tania tunggu disini." Ucap Echa sambil.melangkahkan kakinya menuju pintu.

"Kenapa nyuruh Hanin kesini?" Tanya Hanin bingung.

"Masuk dulu." Jawab Echa. Hanin yang mendengar itu langsung masuk kedalam apartemen Tania melangkahkan kakinya kearah Tania yang terlihat sedang banyak pikiran.

"Kamu gak apa-apa kan?" Tany Hanin.

"Tania takut kak.." jawab Tania sambil memeluk tubuhnya.

"Kenapa?" Tanya Hanin yang melihat Tania seperti itu.

"Tadi pagi pas Tania bangun katanya udah gak pake baju," jawab Echa yang melihat Tania seperti meminta bantuannya untuk berbicara.

"Serius?" Tanya Hanin.

"Iya," jawab Tania.

"Kamu ngerasain apa pas bangun?" Tanya Hanin.

"Gak ngerasain apa-apa, kayak bangun tidur biasanya." Jawab Tania dengan tangan gemetar.

"Gak usah takut, gak apa-apa kok, cuman sering-sering bawa temen buat tidur disini." Ucap Hanin.

Tania hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban ketika mendapat perkataan seperti itu.

"Tiap hari juga Tania selalu ngerasa di awasin, kadang bingung sendiri ini diri Tania atau bukan, Tania juga suka aneh tiba-tiba udah megang pisau padahal sebelumnya Tania lagi mandi." Jelas Tania.

"Apa Tania pernah membuat orang kesal atau sakit hati?" Tanya Hanin.

"Gak tau, gak inget tapi kayaknya pernah." Jawab Tania.

"Kalau masih inget orangnya, Tania minta maaf ya, sebisa mungkin harus naikin dia, ajak dia berteman lagi sama Tania." Ucap Hanin.

"Gak mau, orang dia ngambil pacar aku." Ujar Tania.

"Gak apa-apa, maafin aja, kalau pun dia sayang sama Tania, si cowok itu gak bakalan sama sekali tergoda sama rayuan." Ucap Hanin.

"Iya ya.. tapi tetep aja kesel liatnya, coba aja ni ya aku lagi harmonis banget tiba-tiba liat dia jalan sama cowok aku." Ujar Tania.

"Pelangi setelah hujan itu pasti ada, ikhlasin aja, damai sama semuanya, nanti keadaan Tania bakalan normal lagi." Ucap Echa yang melihat Tania kesal.

"Tania coba perlahan," Ujar Tania sambil tersenyum.

"Kakak baik banget." Sambung Tania sambil menatap kearah Echa dan Hanin.

"Kita cuman bantu kamu aja, setiap Caca kesini selalu ada aja kejadian. Jaga diri baik-baik ya, jangan sering nyakitin hati orang, soal orang yang nyakitin kamu itu biarin aja, tuhan gak tidur kok." Ucap Echa.

"Makasih ya, Tania boleh kan temenan sama Kakak?" Tanya Tania sambil menatap kearah Echa dan Hanin.

"Boleh." Jawab Hanin dan Echa kompak. Tania yang mendengar itu tersenyum manis.

"Kamu gak sekolah?" Tanya Hanin. Tania hanya menggelengkan kepalanya lemah

"Kenapa?" Tanya Hanin.

"Di sekolah aku selalu di jauhin sama temen-temen." Jawab Tania tersenyum pedih.

"Jadi orang baik itu gak bakalan rugi kok, besok sekolah ya, jadi pribadi Tania yang baru." Ucap Echa sambil mengelus lembut kepala Tania.

Hanin yang melihat banyak sekali energi negatif menempel di tubuh Tania hingga membuat orang membencinya.

Hanin langsung memejamkan matanya dan menggenggam tangan Tania, mengeluarkan energi negatif dari tubuhnya, menyalurkan sebagian energi Echa dan dirinya kepada Tania.

"Besok gak bakalan ada yang jauhin, inget ya jadi pribadi yang baik itu gak ngerugiin diri sendiri, tetap rendah hati, liat kebawah bukan keatas." Ucap Hanin.

",Iya kak, Tania sadar selalu gak suka liat orang lebih daripada Tania, pokonya Tania harus nomor satu di sekolah, selalu nyakitin orang sama kata-kata Tania, Tania juga selalu bully orang." Ujar Tania sambil meneteskan air matanya.

"Tania malu banget." Sambung Tania.

"Semua orang punya kesalahannya masing-masing, cuman ada beberapa yang di tutupi gak kayak kamu yang langsung terbuka." Ucap Hanin.

"Semua bakalan baik-baik aja kok, kamu juga bakalan ketemu sama orang-orang baik." Ujar Echa.

"Jangan pernah Mandang kasta dalam berteman tapi cari yang berkualitas namun tetap solidaritas dan juga totalitas." Sambung Echa.

"Emang ada ya kak?" Tanya Tania.

"Ada, nanti ketika kamu jatuh di hina semua orang pasti bakalan ada orang yang ulurin tangannya buat kamu, dan itu adalah teman terbaik kamu." Jawab Hanin.

"Makasih udah bikin Tania sadar." Ucap Tania sambil memeluk Hanin yang berada di sampingnya.

"Jaga diri baik-baik ya, jangan sampai nyakitin orang lagi." Ujar Hanin. Sedangkan Tania yang berada di pelukan Hanin itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

1
Fitri Andriani
kapan ini mau update lg udh thn 2026 lohhh...
Nungguin lohhhhh aku thorrrrr
sheina azzahra
jangan gampangan juga kali ca, semua cowok di tanggepin, udah punya cowok tapi mau aja tangan nya di cium cowok lain🙄🙄
Tyas Alya
kk udah 2026 nih kapan upload lagi
Dinda nur Fadila
halooo kaaaa, udah lama ga upload nihh aku nungguin lohhh
Vera Apriani
yahhh lagi seru nh...
kapan up lagi thor??
雅那
btw yang tahu ig author apa ya
雅那
2026
semoga author sehat selalu dan segera up
katria yuisna💫
#2020—2026😭🙏🥰
katria yuisna💫
kapan up lagi thor udh nungguin bertahun"😭🙏
kadal buntung
kaka apakah masih lama baru afdet lagi
Rita Hartati
sempat di hapus kemaren app nya,kesel nunggu upload nya lama bgt.
Mama Nakal
ini sudah di tahun 2026 Thor....kapan update nya...? semangat terus yah
Apit Ferfetty
udh hmpir 2th nih ,,kka riumi sehat2 kn,,,update lh ,
Zul Fa
dimulai dari tahun 2021 sekarang di akhir tahun 2025 masih blom aplod juga Thor...... sehat kan thorrrrr
Qori Denisa
thor, kamu gpp kan?
aku udah nungguin loh, mau up kpn? udah mau 2 tahun loh kamu gk up lagi
Nadya Maujud
thor up dong, udah sekitar 4 kali nih di baca ceritanya dari tahun lalu sampai sekarang lo thor di baca ulang ceritanya up dong
Liscya: mau beli buku gak tau caranya,penasaran banget sama ceritanya,up dong pliss 🙏
total 2 replies
Cahaya
Thor, are u okay? sudah 2tahun lebih berlalu. ada apa?
verlyn05
echa buat baraa aja gapapa sumpahh Bright nya buatt guaaa🤭🤭😍😍😍
Matthias Von Herhardt
Di tarik secara singkat dari inti semua ini tuh, teman2 yg Caca anggap baik ternyata bnyk yg berkhianat, tapi tidak untuk bara, dia cahaya untuk Caca, hampir semua ikut serta dalam pemujaan atau ilmu hitam, krna ternyata dari ayah kandung Caca pun dia seorang pengabdi setan, jadi merambat ke mana2, terutama yg tidak suka dgn Caca.
kadal buntung: maaf kaka apakah masih lama baru afdet lagi
total 2 replies
Imliyana Syafi'i
thorrrrr kamu baik" saja kan thorrr
udh satu thun thor aku nunggu....aku bulak balik pengen tau thorrrr
aku cari" di tik tok tkut ada novel kamu
download aplikadi lain cuma pengen tau tkut ada ketmu sih thorrrr
tpi sma aja berhnti disisni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!