NovelToon NovelToon
ISTRI STATUS

ISTRI STATUS

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: sha21

Ina gadis yang di nikahi tanpa tahu alasan pernikahan itu.

Bukan pernikahan sewajarnya yang diberikan sang suami, namun sikap acuh dan sombong bahkan tak tersentuh. Ina baru tahu jika dia memang istri pria itu tapi wanita lainlah yang menjadi pemilik singgasana hati suaminya.

Sanggupkah dia memperjuangkan statusnya?.

SESSION 2

Maurie gadis cantik yang dinikahi karena sesuatu dendam yang tak dia ketahui. Dia dijebak menjadi istri seorang lelaki, Deon.

Sementara cinta sejati juga akan menghampiri Maurie, lelaki yang tulus, baik sebaik seorang Ardi yang dikhianati gadis tercintanya di depan matanya sendiri.

Akankah takdir menyatukan Ardi dan Maurie?

Atau kah mereka terikat ditempat masing masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sha21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS chapter 07

REVAN POV

Hari ini jujur aku sangat bahagia, bagaimana tidak yang ku idamkan bisa terwujud, ya aku bisa berlibur ke negara ku tercinta. Dengan perasaan senang akhirnya bisa menginjakkan kaki di tanah kelahiran ku.

"Jagoan papah sudah datang rupanya"

Ya dialah papah ku Eric Syahputra dan disebelahnya wanita cantik kekasih ku sejak aku dalam kandungan. Mata itu sedikit berembun, sebelum jatuhnya kristal bening itu, segera ku sergap tubuh hangatnya.

"Mah...."

Papah ku hanya menggeleng dan tersenyum, memang bagaimana pun, seorang ibu jauh lebih menderita, kala jauh dari anaknya.

"Ayo kita pulang"

Tampak tidak ada yang berubah dari kediaman mewah ku, dan yang paling ku suka om Januardi dan tante Maya juga menyambut ku. Mereka adalah kedua orang kepercayaan orang tua ku. Tunggu sekarang bukan berdua tapi bertiga dengan gadis kecil yang berada di antara keduanya.

"Om, tante"

Aku sungguh merindukan om Januardi, dia orang yang sangat cerdas, berdedikasi, juga sahabat ku umurnya 37 tahun saat itu, ntah mengapa aku sangat kagum pada sosoknya.

"Ini........"

Aku menunjuk pada gadis cantik yang begitu kecantikannya seperti seorang dewi.

"Aku Meesi......."

Sungguh benar benar cantik, berkulit putih, bersurai legam bahkan aku tidak berkedip memandang wajah gadis berusia 5 tahun itu, hah... sungguh pedofil sekali diri ku ini, mengagumi bocah perempuan ini, tapi memang kecantikannya sangat luar biasa cantik. Mungkin jika dewasa dialah wanita tercantik di seluruh dunia.

"Dia masih 5 tahun, jika sudah waktunya dia akan jadi milik mu"

Itu lah ucapan papah ku, yang ku anggap saat itu sebagai gurauan. Kami semua masuk kedalam rumah. Aku melihat sekilas istana ku yang sangat ku rindukan, ranjang empuk dan masakan mamah ku.

"Kau tidak lupa kamar mu bukan?"

Papah menepuk punggung ku, ya dulu setiap menjahili ku, papah akan mengusap rambut ku, namun sekarang 5 tahun tinggal di negara Ratu Elisabeth, aku sudah lebih tinggi 15 centimeter.

"Aku tidak mungkin tersesat di rumah ku sendiri, pah!"

Sambil memutar bola mata ku, dan om Januardi hanya terkikik geli melihat gurauan kami.

"Ya kau lah yang paling cerdas"

Ucap papah dengan santainya.

"Sekarang kau sudah memiliki sahabat baru Eric"

Ucap om Januardi.

"Benar sekali"

"Sahabat kecil kita sudah dewasa rupanya, dunia sudah mendewasakannya"

Mereka tertawa bersama begitu pun dengan diri ku. Malam merangkak, bahkan bunyi perut ku mengganggu ku dari buai mimpi indah ku ini.

Baru saja aku menuruni tangga, di meja dapur semua makanan tersaji disana.

"Mah, harum sekali ya"

Sambil menyuapkan kue ke mulut ku, mamah hanya tersenyum dan menggeleng.

"Wah pangeran kita sudah bangun ya mah"

Papah dan mamah ku saling pandang dan tersenyum.

"Ayo kita sarapan dulu"

Ucapan mamah ku dengan sangat lembut, itu lah yang membuat ku selama di negri orang selalu merindukan kekasih pertama ku.

"Om Januardi kemana, pah?"

Tanya ku.

"Dia sudah pulang"

Jawab papah.

Aku mengangguk, dan seketika teringat gadis kecil nan cantik itu tak khayal senyum ku terbit.

"Kau merindukan om mu atau gadisnya"

Tanya papah seketika.

"Uhuukk...uhhuukkk"

Aku langsung tersedak minum ku sendiri ketika akan memulai makan maka aku terbiasa meminum air putih hangat.

"Papah, Revan tersedak tuh, jangan diajak bicara kalau makan!"

Ucap mamah dengan garang, mamah selalu membela ku karena aku adalah anak kesayangannya.

Papah hanya tertawa.

"Bawa makanan ini ke rumah mereka ya, setelah selesai makan"

Ucap mamah.

"Baik Mah"

Ucap ku tanpa bantahan.

Dengan segera aku menjalankan roda dua ku menuju kediaman om Januardi. Pelan namun pasti akhirnya aku sampai di rumah sahabat tua ku itu.

Tok

Tok

Tok

Klekk

Pintu utama rumah langsung terbuka, senyum cantik terbit dari bidadari kecil itu.

"Hai, om Januardi ada?"

Tanya ku lembut pada nya.

"Ayah sedang ke kebun, sebentar lagi juga datang"

Ucapnya, entah mengapa suaranya terdengar sangat merdu menyapa telinga.

"Oh baiklah, kakak tunggu ya"

Ucap ku kembali pada nya.

Gadis kecil cantik itu mengangguk, aku masuk mengikuti langkah kecilnya. Dia memang sangat cantik dengan dress kecil berwarna kuning tanpa lengan dan pita kupu kupu yang tersemat di kepala sebelah kirinya.

"Silahkan kak diminum"

Gadis ini menyuguhkan teh hangat dalam cangkir porselen, dia begitu cekatan kemudian kami duduk berhadapan. Semakin ingin saja aku memandangnya dan deg....deg...deg dengan sialnya jantung ku berdetak tidak karuan dan itu pun untuk yang pertama kalinya. Sungguh benar benar pedofil.

"Teh nya enak, terima kasih ya"

Gadis kecil itu mengangguk, dan lagi lagi dia tersenyum, ya ampun tak tahukah dia bahwa senyumnya membuat jantung ku menari nari di dalam sana.

Kleekk

Pintu utama berderit, dan kedua orang yang ku cari muncul.

"Revan, sudah lama disini?"

Ucap om Januari dan tante Maya yang baru datang dari kebun.

"Baru saja om"

Jawab ku singkat.

'Wah sepertinya aku harus segera pulang'

pikir ku, juga melirik gadis cantik di depan ku itu.

"Itu ada makanan dari mamah, tan"

Menunjukan rantang makanan yang tersusun di meja dengan rapinya.

"Wah terima kasih Revan"

Tante maya tersenyum dan mengelus kepala gadisnya itu.

"Ibu, aku ingin mengajak kakak main, boleh ya?"

Gadis yang cantik dan imut itu memohon pada ibunya.

"Boleh, asal kakaknya juga setuju"

Aku tersenyum dan gadis kecil ku itu menarik ku mengikuti langkahnya.

"Kakak kita main disini ya"

Aku hanya mengangguk, menemaninya bermain ayunan, kami berayun bersama dengan gadis ku berada di pangkuan ku. Berputar dengan dia dalam gendongan ku, kami terjatuh dan ntah setan mana yang merasuki ku , aku dengan berani mengecup bibirnya.

CUP

Dia terdiam dan mata indah itu menatap ku dengan kelembutan. Hingga kembali ku daratkan ciuman pada bibir kecilnya.

"Sakit?"

Seraya ku elus bibirnya yang agak bengkak karena sifat tak tahu diri ku.

"Tidak"

Kepalanya menyusup ke dada ku, sungguh menggemaskan sekali. Hingga berkali kali lagi ku nikmati bibir manis bocah itu.

"Kau istri ku, hanya kamu saja yang akan ku nikahi kelak"

Gadis itu tersenyum dengan malu malu.

"Berarti kakak itu pacar Messi"

Aku mengangguk, entah kegilaan macam apa yang ku lakukan. Selama berlibur setiap hari aku mengunjungi gadis ku itu. Hingga suatu ketika aku meminta camping bersama pada keluarga ku dan juga keluarga om Januardi. Awalnya om Januardi menolak, tapi karena putri kesayangannya yang memaksa akhirnya mereka setuju.Kami melakukan camping dengan senang hati dan aku pun bisa lebih dekat dengan gadis ku.

Namun papah ada relasi dari luar negeri sehingga meninggalkan tempat camp sehari sebelumnya. Diperjalanan pulang om Januardi menyetir dengan lambat asalkan selamat, aku diauruh tidur terlebih dahulu.Hingga om Januardi lelah jadi aku yang menyetir, aku melihat beberapa mobil dengan kecepatan aneh. Aku memoercepat laju mobil, namun BBRRAAAAKKK entah dari mana asalnya mereka menabrak sisi depan dan belakang mobil om Januardi.

Mobil yang kami tumpangi terguling beberapa kali di jalan perbukitan terakhir menuju jalan Raya dan ringsek aku bisa meloloskan diri ku dari gencetan mobil. Sementara tante maya terlempar ke tepi jurang, dan ya ampun gadis ku hilang.

"Ayo om kita pasti bisa keluar, ayo"

Aku menarik dan coba untuk membuang penghalang yang menjepit tubuh om Januardi.

"Periksa tante mu, cepat"

Om Januardi mendorong ku kearah istrinya, tante Maya.

"Baik om"

Denyut nadi tante maya sudah tidak ada dan aku hanya menggeleng. Om Januardi segera meraih kepala ku seraya berbisik.

"Dengarkan aku Revan, ini kalung jagalah, dan ku titipkan Meesi pada mu, hindarkan dari siapa pun yang ingin mengambilnya ku mohon berjanjilah"

Aku hanya mengangguk.

"Cepat pergi berlari lah Re......"

DUAAAAAARRRRR

Aku berlari sekuat tenaga. Hingga tubuh ku menegang karena ledakan.

DDDUUAAARRRRR

Mobil om Januardi meledak dan entah apa yang terjadi, aku sudah berada di rumah sakit. Aku bahkan tidak mengingat apa pun karena benturan di kepala ku.

Itu kesalahan ku karena menghilangkan ingatan itu dan kesalahan itu kembali terulang dua minggu lalu saat makan malam romantis yang ku siapkan, di kacaukan gadis pembangkang ku itu.

"JADILAH ISTRI DALAM SEGALA HAL DARI KU"

Ucapan itu hanya untuk menggertak gadis kecil itu. Yang kenyataannya aku tidak memiliki perasaan cinta untuknya, tapi tidak hati dan jiwa ku yang lebih mengenalinya.

Aku menarik paksa tangan istri belia ku yang baru ku nikahi 3 bulan lalu, ya ingin ku pastikan ucapannya yang rela untuk menebus kesalahannya.

"Tu...tuan"

Terlihat dia begitu gemetar ketika melewati pintu kamar ku ini, yang bahkan jarang ku tempati dan entah untuk apa aku membangun rumah mewah ini.

Dengan segera ku dorong tubuh kecilnya, saat itu mata kami bersua, deg...deg...deg jantung ku berdetak bahkan tak pernah sekali pun aku merasakan ketika sedang bercinta dengan Vina. Gadis ini menarik sesuatu yang tak pernah ku rasakan bahkan dengan sendirinya bibir ku menempel padanya seperti de javu aku mencumbui bibirnya hingga isakan tangis terdengar ditelinga ku, sungguh aku tersentak. Dengan tindakan bodoh yang ku lakukan barusan. Seolah diri ku begitu mendamba hadirnya, siapa gadis itu?.Apa dia yang ku cari, gadis yang selalu tersenyum bahkan dalam mimpi ku.

REVAN POV END

BERSAMBUNG

1
Loisa Marbun
duhh..
efek'y bikin gw naek darah turun perut y thorrr ...
Yuly Yanty
maaf ya Thor,cerita nya makin jauh makin gak jelas alur x.bingung baca nya.tapi walau pun begitu tetap semangat berkarya nya..
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
emang s ina gaj sedih ada anak kecil meninggal walaupun bukan dia yg bunuh tp apa gak ada rasa iba malah oenegn d ajak makan
Yulianti Bastaman
kog satu geng,bsa dpt jodoh bersaudra sch thor...
Yulianti Bastaman
kog tmbh bnyk aja sch thor pengganggu para suami2 hebat ini...
Yulianti Bastaman
akhrnya crta ya nyambung thor.gk geje lg...
Yulianti Bastaman
iya ncj kog bsa gk nyambung sch thor alur cerita yaa...
Yulianti Bastaman
istri siri ya revan super licik n jht abs sch thor
Yulianti Bastaman
kog crta ya melow abs spt ya thor...
Hartati Asti
ceritanya seru sangat suka cuma kadang beberapa adegan itu berlalu baru di ulas kembali.
Wawa Ucung
aku suka
Kartikayani Kirono Prapti
revan bego
𝕽𝖆𝖎𝖓𝖎
bibi pelayan jahara ngatain tuan nya macan 🤣🤣
𝕽𝖆𝖎𝖓𝖎
harus itu biar matang emosinya juga
🍾⃝ͩɴᷞᴏͧ:ɴᷠᴀͣᴍᴇ<ᏇᏋᎧᏇ>
semuga tu rumah penghuni baik2 aja ,,,
🍾⃝ͩɴᷞᴏͧ:ɴᷠᴀͣᴍᴇ<ᏇᏋᎧᏇ>
masih awal Baca jadi belum bisa komen yg lebih
lovely
terlalu lemahhh tokoh ceweknya mau aja di tindas lebih parahnya lagi mau di poligami
☠Anjani 🌺
Ayo pepet Hen...hehehehe
☠Anjani 🌺
AKU MAMPIR LAGI THOR...
Rospita Andayani Rospita
lanjuuuuuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!