rima yang baru saja patah hati tiba tiba saja harus menikah dengan calon kakak iparnya..
semua itu demi menyelamatkan nama baik keluarga..
akankah rumah tangga mereka berakhir bahagia..?
selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masih rafa
Rima ngambek selama 2 hari setelah kejadian itu, image kelinci kecil imut imut hilang sudah..
sampai mereka berkunjung kerumah orang tua Rima pun, Rima tetap cemberut, itu membuat ibunya khawatir dan bertanya.
" Itu kan hal sepele... lagi pula Rendra tidak sengaja.."
ibu Rima menenangkan,
" tapi Rima malu bu..?!"
mendengar itu ibunya tersenyum,
" ya sudah.. ayo bantu ibu atur makanan, kalian tidak usah pulang tidur disini saja, besok pagi baru pulang..lagi pula Rendra masih ngobrol sm ayahmu, biar dia disini sedikit lama..."
dengan wajah yang masih cemberut Rima mengikuti langkah ibunya.
" Rencanamu bagaimana?"tanya ayah Rima serius, keduanya mengobrol di halaman belakang sambil sesekali memberi makan ikan koi di kolam,
" sementara saya kembali dulu, biar Rima disini..
dengan kondisi Rima, saya tidak mungkin memaksanya mengikuti saya, begitu juga dengan pekerjaan Rima.. " jelas Rendra pada mertuanya,
" lalu bagaiman dengan perkembangan hubungan pernikahan kalian jika terus berjauhan begini?" ayah Rima khawatir,
" insyaallah saya akan mengusahakan pulang sesering mungkin, tapi.. seandainya istri saya mau mengikuti, itu akan lebih baik untuk saya.. " tatapan Rendra tiba tiba saja menjadi sayu,
" sudah, persiapkan saja rumah disana, mungkin kalau liburan istrimu bisa gantian kesana, ayah juga akan mendukungmu dengan langkah langkahmu nanti.." Adam menepuk pundak menantunya.
" Iya, 3 hari lagi saya juga berangkat, saya titip Rima.. " kalimat Rendra membuat adam trenyuh,
" kamu sekarang anak ayah, jangan khawatirkan istrimu.. ayah akan menjaganya dengan baik.." jawab adam tegas namun kalem.
Rendra dan Rima akhirnya terpaksa menginap disana setelah makan malam, Rendra menolak tapi karna ibu mertuanya itu ngotot akhirnya Rendra menerimanya juga,
sehingga terpaksa Rendra harus ikut tidur di kamar Rima, karna tidak mungkin mereka menunjukkan pada kedua orang tua bahwa mereka sama sekali belum tidur bersama,
" aduh.. tidur dimana??" Rendra melihat sekeliling, kamar Rima penuh dengan boneka dan perabotan perempuannya,
" kita pulang saja, kakiku tidak cukup kalau mau tidur di bawah, sofamu jg pendek, mas bisa sakit pinggang nanti.."
keluh Rendra serba bingung,
" sudah tidur di tempat tidur saja mas, toh luas" jawab Rima singkat
"boleh??" tanya Rendra ragu
" tapi jgn buka baju..?!" jawab Rima ketus.
" ora ora..." jawab Rendra mesem.
waktu menunjukkan jam 1 malam tapi Rendra tiba tiba terbangun, ia berkedip kedip beberapa kali ketika telinganya tanpa sengaja menangkap suara sesegukan yang lirih, ia berbalik pelan tapi tidak menemukan Rima di atas tempat tidur, Rendra bangun dan melihat sekitar lebih teliti, ternyata ia menemukan istrinya itu duduk dilantai dan bersandar di tepi tempat tidur.
Rima duduk tertelungkup,
seluruh wajahnya tertutupi oleh tangan, tapi Rendra tau dengan jelas bahwa perempuan itu sedang menangis, Rendra diam..
melihatnya cukup lama, hingga akhirnya Rima tersadar bahwa Rendra berdiri di hadapannya.
"maafkan aku..??" suara Rima menahan isak,
air matanya meleleh kemana mana.
Awalnya Rendra mengira Rima seperti itu karna marah terhadapnya, tapi sekilas Rendra melihat Rima meremas sebuah foto, dan Rendra hafal sekali itu gambar wajah adiknya, mengetahui hal ini Rendra menghela nafas dalam.
" Apa setiap malam seperti ini? menangisi Rafa tanpa sepengetahuanku?" tanya Rendra tenang,
Rima tidak menjawab namun air matanya terus tumpah.
"Kalau tau tiap malam kamu menangis seperti ini, mas tidak akan setuju untuk tidur terpisah denganmu.. " ujar Rendra,
ia mengangkat Rima yang sedang terduduk itu dan memindahkannya ke atas tempat tidur tanpa bertanya.
" Mas tidak akan melarangmu menangis, tp jangan menangis sembunyi sembunyi lagi, menangis saja di depan mas, agar mas tau penderitaanmu,
agar mas bisa mencari cara untuk menghiburmu.. jika kau sembunyi sembunyi seperti ini mana mas tau.. biarkan mas berusaha membahagiakanmu.. meski 3 hari lagi kita akan terpisah.." ujar Rendra dengan perasaan campur aduk.
"Jangan program KB ya nduk.. ibu pengen cepat cepat dapat cucu.." celetuk ibunya saat Rima dan Rendra sedang sibuk sarapan,
mendengar itu Rendra hampir tersedak, ia buru buru mengambil air putih.
" iya, nanti kalau kalian sibuk biar ibu yang rawat, toh rendra sudah 31th, sudah lebih dari cukup tho.. jadi nggak papa tho Ren kalau langsung punya anak?" lanjut ibu Rima, Rendra tidak menjawab hanya tersenyum, bagaimana kami mau punya anak.. Rimanya saja tidak mencintaiku.. keluh Rendra dalam hati.. ia sedih juga sedikit geli.
Andaikan mereka tau keduanya belum berhubungan suami istri seperti selayaknya, mungkin bapak dan ibu Rima sudah kebakaran jenggot.
tdk ulang2
Semangat & lanjut berkarya thor...