Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertolongan
Setyo mematung diambang pintu menatap wanita yang sedang bercengkrama dengan istrinya didepan toko,hingga sang wanita menatap kearah setyo menampilkan seulas senyuman setyo pancarkan untuknya sang wanita berdiri dengan senyuman merekah, " setyo,lama tak berjumpa,ucapnya ramah dengan senyuman merekahnya.
" saya permisi dulu kedalam ibu ingrid,pamit laras saat sang suami sudah berada diantara mereka membiarkan sang suami dan teman lamanya bernostalgia dan diangguki oleh ibu ingrid.
" wah...sudah lama sekali ya setyo,15 tahun? ahh bukan,tapi sudah 18 tahun kita tak berjumpa kembali,ahh aku masih ingat saat yudha putraku terus saja mengingat bayi perempuanmu itu hahahah..ucap ibu ingrid semangat.
namun pak setyo yang masih syok bisa bertemu dengan sahabatnya inu tentu hanya membalas dengan senyuman canggung saja.
" kenapa bisa sampai bertemu laras? ucap pak setyo.
" ahhh...cucuku menginginkan ikan hias,istrimu menolongku saat aku hendak terjatuh dijalan tadi disini sangat ramai seharusnya aku tak menggunakan sepatu seperti ini tunjuknya pada kakinya yang memang menggunakan sepatu berhak kotak sepanjang 5cm,dan pak setyo mengaggukan kepalanya mengerti.
" hei...lupakan masalahku kenapa bisa disini,sekarang jawab pertanyaanku tio,kenapa kau bisa ada dijakarta?tanya ibu ingrid antusias.
pak setyo hanya tersenyum simpul mendapati pertanyaan seperti ini akan sangat melekat jika dia berjumpa dengan kerabat dekat semasa di surabaya.
" berjualan,,ini toko ku dan disinilah aku sekarang mengais rezeki grid,ucapnya seraya menatap arah dalam toko nya.
" lalu bagaimana pabrikmu?siapa yang mengurusnya?ingrid sangat tahu pasti dimana setyo sudah mengelola pabrik garment milik sang kakek dari saat SMA,hingga akhirnya sang kakek mempercayakan pabriknya untuk setyo kelola.
setyo menggelengkan kepalanya pelan, " sudah bukan milikku lagi grid,sudah diambil alih oleh pihak bank,ucapnya sendu dan sontak membuat ingrid tercengang kaget.
" what?...bagaimana bisa tio? apa pabrik tidak berjalan dengan baik?
" yah...semua atas kecerobohanku grid,aku ditipu oleh yayan,kau kenal dia kan?
" ya aku kenal yayan,dia orang kepercayaan mu kan?tanya ingrid.
" iya,aku sangat percaya kepadanya,dia yang tak sekolah aku angkat dari seorang supir menjadi tangan kananku,namun dengan teganya dia menipuku,uangku dibawa kabur dan tak berlangsung lama pabrik mengalami kesulitan finansial,membuatku harus meminjam sejumlah uang kepada pihak bank,bunga yang besar membuat pabrik menjadi tidak setabil,dan seperti inilah aku,memilih merelakan pabrik karna sudah tak sanggup bahkan hanya untuk membayar bunganya saja,ucapnya sendu.
ingrid begitu tidak percaya dengan nasib yang menimpa sang sahabat,dirinya sangat iba kepada setyo,dimana ingrid,setyo dan danu( sang suami)selalu bersama sedari kecil hingga dewasa.
" maafkan aku tio,aku turut prihatin dengan nasibmu,kalau boleh tahu sudah berapa lama pabrimu disita? apa sudah tak ada harapan lagi?ucap ingrid sedih.
" kau lihat sendiri tokoku grid,aku tak mau membebani keluargaku kembali,lagi pula aku sudah merelakannya,,sudah tiga tahun,dan tahun ini akan dilelang oleh pihak bank.
" what? lelang? no...kau masih bisa meraihnya lagi tio,aku akan membantumu,ucap ingrid serius namun tio hanya tesenyum dan menggelengkan kepalanya, " tidak grid terimakasih,hutangku sudah banyak saat kita masih bersama sama dulu,kau dan danu selalu membantuku,namun untuk masalah ini sudahlah,aku sudah merelakannya,ucap tio sungkan dengan bantuan yang ingrid berikan.
" kau menolak bantuanku tio? bagaimanapun kakekmu sudah kuanggap kakekku sendiri tio,aku sangat menyayanginya,dia akan sangat sedih melihat dirimu yang seperti ini,ucap ingrid sedih,
hening tak ada yang berucap kembali,dimana setyo sebenarnya belum bisa merelakan pabriknya dilelang,namun tawaran ingrid akan menjadi beban untuknya dimasa mendatang,karena dengan uang yang jumlahnya tak sedikit itu setyo harus tetap mengembalikan,dan mengandalkan pabrik garmentnya beroperasi kembali itu adalah proses yang sangat panjang,namun berbeda dengan ingrid,dirinya sangatlah tulus ingin membantu setyo,membayangkan dirinya ada diposisinya sangatlah menyedihkan,namun ingrid sadari setyo adalah orang yang sangat sulit jika menyangkut harga dirinya,dan dia maklumi itu.
tak berselang lama,sang supir datang dengan membawa satu kantung pelastik hitam berisikan ikan ikan laga,membungkuk hormat seraya menyapa sang nyonya," ibu ini ikannya bu,ucap sang supir,ingrid tersenyum lega pesanan sang cucuk tersayang akhirnya dia dapatkan.
" tio,,,ucap ingrid membuyarkan lamunan tio.
" oh..ya grid,tio yang memang melamun tergagap saat tangan putih sang sahabat menggenggam tangan setyo,hal yang selalu mereka bertiga lakukan jika salah satu diantara mereka memang membutuhkan dukungan seperti saat ingrid bertengkar dengan kedua orang tuanya yang tak setuju jika ingrid menikah dengan Danu dan tio lah yang memberikan dukungan semangat,atau seperti tio yang sangat lama menantikan kehadiran seorang anak dalam pernikahannya dan inilah genggaman tangan hangat dari seorang sahabat,dukungan yang sudah lama tio butuhkan sebenarnya.
" aku akan kembali dengan danu besok,tak ada penolakan,kau harus kuat tio tanya hati kecilmu sendiri apa benar merelakan adalah pilihan terbaikmu?ingrid berucap dengan genggaman tangannya seraya memberikan senyuman hangatnya beranjak berdiri dan tersenyum menatap laras istri setyo yang menatapnya dengan derai air mata,ingrid menghampiri laras dan reflek mereka berpelukan saling menguatkan," sabar ya aku yakin kalian kuat....dan laras hanya mengaggukan kepalanya menahan isak didalam dekapan pelukan ingrid,pelukan hangat yang tak mereka dapatkan dari saudara saudaranya.
setelah kepulangan ingrid,tiara datang sepulang les tambahan dari sekolah,menatap ayah dan ibunya yang duduk didepan meja kasir matanya menatap mata sang ibu yang sedikit sembab namun pertanyaannya menguap hilang saat ibu menyambutnya dengan senyuman ceria yang dibuatnya " sudah pulang nak? lekas makanlah dahulu,ucap ibu membelai pucuk kepala anak gadisnya lembut.
" iya bu,ucap tiara menunduk tiara fikir orangtuanya mungkin habis bertengkar.
tiara masuk kedalam ruangan berskat gorden,meletakan tas punggungnya dan memulai makan setelah mencuci tangannya,sayup sayup pendengarannya mendengarkan orangtuanya berucap, " apa ayah bingung? ucap ibu dibalik gorden.
ayah tak bersuara namun ibu berucap kembali,
" berserah dirilah,tanyalah kepada sang pemilik hati,agar hati ayah bisa menemukan jalannya dari pertanyaan ayah sendiri,apapun itu ibu akan selalu mendukung ayah,ucap ibu terdengar meyakinkan dan tetap ayah tak bersuara membuat tiara lega bahwa orang tuanya memang tak bertengkar hanya mungkin membahas hal yang memang tak diketahuinya atau mungkin ayah masih membahas masalah pabrik? tebaknya dalam hati.
tiara melanjutkan makan sorenya itu dalam diam mencoba tetap memikirkan ucapan sang ibu tadi.
..........................................................................................
yudha sedang menikmati makan malamnya dimeja makan seorang diri,hanya bi soimah yang terkadang lalulalang keluar masuk pintu dapur.
" bi,, niko sudah makan? tanya yudha kepada bi soimah saat dia hendak masuk mengambil satu gelas susu coklat,mungkin pesanan niko sang anak.
" sudah pak,den niko ada dikamar sedang main dengan peliharaan ikan baru yang dibelikan nyonya tadi,jawab bi soimah.
yudha hanya menganggukan kepalanya,melanjutkan makan malam yang terasa sangat tenang baginya,
" pantas malam ini tak seramai biasanya,punya mainan baru toh" gumamnya dalam hati.
selepas makan malam yudha berjalan menaiki tangga masuk kedalam kamar miliknya,bekerja dalam keadaan perut kenyang membuatnya cepat mengantuk merebahkan dirinya di ranjang kamar menatap langit langit membayangkan rumah tangganya dahulu untuk menikmati waktu bersama istri dan anaknya sangatlah sulit jam masih menunjukan pukul 19.20 malam dan dia sudah bisa bersantai dirumah bahkan bermain dengan niko namun dahulu memang sangat sulit memiliki waktu untuk keluarganya tidak seperti saat ini dia selalu pulang paling cepat pukul 23.00 malam,jika saja chaterine mau bersabar menunggu hingga keadaan stabil,karena membangun perusahaan yang memang bukan ahlinya membuat yudha harus ekstra bekerja keras dari nol,namun sayang chaterine terlalu terbuai dengan kasih sayang yang belum bisa yudha berikan kepadanya,yudha berfikir dengan kehadiran niko sudah cukup melengkapi ketidak hadirannya selama ini,namun itu semua salah hingga sang istri begitu tega mengkhianati cinta tulusnya,mengkhianati pengorbananya selama ini.
Selepas itu,bayangan tiara sang gadis cantik yang duduk tersenyum canggung menatapnya kembali terlintas,
membuatnya kembali mengulum senyum dengan gerakan pelan yudha mengambil ponselnya yang tersimpan diatas nakas,mencoba mengirimkan pesan untuk sang gadis namun sedetik kemudian dia hapus kembali dan mencoba mengetik kata demi kata kembali merasa kurang yakin yudha menghapus pesannya kembali,lalu terdiam dengan mengulum senyum,astaga....dirinya sungguh dibuat salah tingkah hanya untuk mengirimi sebuah pesan saja.
hingga 45 menit lamanya dia berkutat dengan ponselnya akhirnya yudha berhasil mengirim satu pesan singkat yang menurutnya sangat tepat untuk dia kirim, " malam,kata niko apa hari minggu bisa menemaninya bermain? isi pesan yang yudha kirimkan,yudha terus saja menatap pesan yang dia kirimkan tadi menanti sampai akhirnya pesan sudah terbaca namun tak kunjung dibalas,
" apa terlalu mendadak langsung bertanya seperti itu? gumamnya lirih dia mendudukan dirinya diatas ranjang masih menanti balasan yang tak kunjung masuk dalam ponsel miliknya.
ting...
yudha terperanjat kaget meraih ponselnya yang dia letakan di samping bantal tidurnya,menatap isi pesan yang ternyata bukan dari gadis mungil tersebut melainkan dari bagas sang skretaris,namun sejurus kemudian ternyata tiara membalas pesan singkat yudha membuat senyumannya kembali terkembang, " minggu? bisa kak " isi pesan balasan dari tiara dan dengan semangat yudha mengetik pesan kembali untuknya,namun tak selama saat pertama kali dia mengirimi pesan untuk tiara, " saya jemput jam 10 pagi." dan tak lama tiara membalas " baik kak " singkat namun tetap mampu menggelitik hati yudha,wajahnya tak henti mengulum senyum,sial..