Kanaya harus rela menggantikan kakaknya yang kabur dihari pernikahannya, dan menikah dengan seorang CEO dingin, Kevin argantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah putri ardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sesuatu untuk Kevin
Naya berlari mengejar Aldo yang syok dengan pernyataan Kevin. ia takut jika Aldo akan memberitahu pada sahabat sahabat Naya.
"Do tunggu Do.."teriak Naya seraya mengejar Aldo yang tak menghiraukan panggilannya.
"Do gue bisa jelasin."ujar Naya seraya menarik tangan Aldo agar ia berhenti.
"kok lo tega bohongi gue nay? apa anak anak udah tau?"tanya Aldo penasaran.
"ayo ikut gue."Naya menarik Aldo ke taman.
"gue bakal ceritain semua tapi plis jangan bilang temen temen."ujar Naya penuh harap.
"oke sekarang jelaskan."ujar Aldo yang sudah tak sabar mendengarkan penjelasan dari Naya.
"jadi waktu kakak gue mau nikah dia malah kabur terus gue harus gantiin kak meli buat jadi pengantin, kalo nggak papa gue dilaporin ke polisi, ya mau nggak mau gue harus mau dong."ujar Naya panjang lebar.
"ja_jadi Lo beneran udah nikah?."tanya Aldo sekali lagi.
"iya."jawab Naya singkat.
"astaga Nay pupus sudah harapan gue buat jadi pacar Lo."lirih Aldo dengan wajah pucat.
"hehe Aldo masih banyak wanita diluar sana yang lebih baik dari gue, lagipula gue cuma menganggap Lo sahabat gue gak lebih."ujar Naya.
"yaudah deh Nay gue turut bahagia kalo Lo udah punya pendamping hidup, tapi kalo Lo butuh temen curhat gue siap kok."
"iya iya."balas Naya.
"hayo pacaran nih.."tiba tiba Amel dan Siska datang.
"huuu aku cariin juga taunya pacaran disini."ujar Amel.
"enggak tadi cuma ngobrol bentar aja sama Aldo, btw pak Dandi masuk nggak?."tanya Naya.
"kosong Nay, kita jalan jalan ke mall aja yuk."ajak Siska.
"yaudah urusan wanita gue mundur, gue pamit gaes."pamit Aldo seraya beranjak.
"huuu dasar laki laki."gerutu Amel.
"ayo mau nggak Nay?."tanya Siska.
"yaudah ayo."mereka bertiga pun bergegas berangkat kemall untuk shopping.
"duh mau izin Kak Kevin tapi nggak punya kontaknya, hubungan yang aneh masa kontak suami aja nggak punya."batin Naya dengan kebinggungan.
setelah sampai bergeggas masuk kemall, mereka menuju ke food court terlebih dahulu.
"gaes mau pesen apa?."tanya Amel.
"samain aja lah."ujar Naya.
"oke gue pesenin dulu."Amel pun memesan makanan tak lama ia kembali. tak lama makanan pun datang mereka lalu menyantapnya. setelah selesai mereka pun lalu pergi jalan jalan.
Naya melintasi toko jam ia pun berniat untuk membelikan Kevin jam tangan.
"eh gaes kalian dulu aja ya aku mau ke toilet dulu, tunggu di mobil ya."ujar Naya berbohong agar mereka tak curiga Jika nantinya ia ketoko jam.
"oke jangan lama lama."ujar Amel Seraya berlalu dengan Siska. setelah mereka tak terlihat Naya pun bergegas masuk ketoko jam tangan.
"kalo kak Kevin gue beliin jam mau Nerima nggak ya secara dia punya semuanya, Ahhh yang penting beliin aja lah."batin Naya.
"ada yang bisa saya bantu kak?."tanya pegawai jam itu.
"saya mau liat jam terbaru buat laki laki mbak."ujar Naya.
"baik kak."pegawai itu pun mengeluarkan beberapa jam tangan.
"ini berapa mbak?."tanya Naya ketika melihat jam tangan rolex berwarna silver.
"itu 250juta mbak."ujar pegawai itu.
"yaudah bungkus ini ya mbak."ujar Naya, Setelah selesai ia pun langsung keluar menghampiri sahabat sahabatnya, namun sebelum itu ia masukkan jam tangannya ke dalam tas agar Siska dan Amel tak curiga.
"Hay gaes, sorry lama perut gue mules."ujar Naya yang baru datang dengan muka cengegesan.
"huuu makanya lama."protes Amel.
"yaudah yuk pulang."ajak Siska.
"eh gaes gue naik taksi aja ya soalnya gue mau mampir ke toko kue mama gue pesan kue."ujar Naya berbohong padahal ia tak mau jika mereka tau kalau Naya sudah menikah.
"gue anterin nay."ujar Siska.
"eh nggak usah kalian pulang dulu aja, yaudah gue duluan ya, kalian hati hati."Naya pun buru buru pergi untuk mencari taksi.
"semoga kak Kevin suka."batin Naya berbunga-bunga. setelah beberapa Menit perjalanan akhirnya ia sampai dirumah Kevin. tak terasah ia pulang sudah sore hari karena saking asiknya main.
"assalamualaikum."Naya mengucapkan salam ketika masuk rumah, ia duduk disofa melepas penat.
"bi mama kemana?."tanya Naya.
"nyonya sudah pulang non tadi pagi."ujar bi Ina.
"owh yaudah Bi aku keatas dulu ya."Naya pun beranjak keatas untuk membersihkan diri.
ia memutuskan untuk berendam air hangat agar capek nya hilang, tak lupa ia tambahan aroma lavender kesukaannya.
klek
pintu kamar terbuka ternyata Kevin sudah pulang. Naya yang masih berendam tak tau jika kevin pulang dan sudah masuk kamar.
"huh lelahnya."gumam Kevin seraya melepas dasi dan juga sepatunya. ia beranjak menuju kamar mandi, kevin tak tau jika Naya masih didalam kamar mandi.
Naya yang baru saja turun dari bak dan belum menggunakan apapun kaget melihat Kevin yang sudah berdiri didepannya dengan mata melotot melihat ia telanjang.
"aaaaaaaa"teriak Naya histeris. ia langsung menyambar handuk didepannya. sedangkan Kevin langsung memalingkan muka seperti tak melihat apa apa.
"kak kevin apaan sih, kak Kevin cari kesempatan ya, aku ngintip aku iya haa!."protes Naya tak terima.
"aku nggak tau nay kalo kamu disini, lagian aku masuk masa kamu nggak denger pintu dibuka sih."ujar Kevin.
"aku ketiduran kak, lagian kakak juga nggak ketuk pintu dulu main masuk aja."
"ini tu kamar aku jadi ya terserah aku dong."ketus kevin
"yaudah terserah kakak."ketus Naya Seraya berlalu keluar dan membanting pintu kamar mandi.
Kevin mengacak acak rambutan.
"aduh bodoh banget sih Vin kamu, mana punya Naya menggairahkan banget."batin Kevin. ternyata sedari tadi ada yang berdiri dibawah sana Kevin pun bergegas menuntaskannya.
"duh kenapa malah kebayang bayang tubuh Naya sih."gerutu Kevin kesal. setelah selesai mandi ia pun merebahkan diri dikasur, ia melihat Naya masih cemberut dan mendiamkannya.
"aku minta maaf nay, aku bener bener nggak tau kamu di dalem."akhirnya Kevin membuka suara.
"hemm."balas Naya singkat.
"gini deh sebagai permintaan maaf aku kamu mau apa aja aku turuti."
"beneran kak?."tanya Naya tak percaya.
"iya bener."ujar Kevin.
"oke aku maafin tapi aku minta permintaannya bukan sekarang "
"terus kapan?."
"ya nanti lah."ujar Naya senang.
"yaudah terserah."ketus Kevin.
"oh iya kak aku punya sesuatu buat kak Kevin."ujar Naya seraya mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"ini buat kak kevin."Naya memberikan sebuah paper bag pada Kevin, ia pun lantas menerimanya.
"apa ini nay?."tanya Kevin.
"buka aja."balas Naya. Kevin pun langsung membuka paper bag dan menarik isinya.
"jam tangan?."tanya Kevin.
"iya kak Kevin suka kan?."
"aku udah punya banyak nay."
"terus kak Kevin nggak mau?."tanya Naya dengan wajah cemberut.
"mau kok yaudah makasih ya"ujar Kevin dengan tersenyum.
"sama sama kak."balas Naya tak kalah senang.
"alhmdulilah kak Kevin suka, aku Senang sekarang ia sudah tak cuek seperti kemarin kemarin. "batin Naya.
"meskipun aku udah punya banyak jam tangan tapi kalo kamu yang kasih entah kenapa rasanya bahagia banget nay, apalagi liat kamu tersenyum."batin Kevin.