Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07. Ustad Zayn
Devano terus berjalan menggunakan motor yang dia pakai di rumah milik sang istri, hari ini juga dia berkeliling Kampung sembari menatap para warga yang sedang sibuk sendiri karena mereka memang memiliki jarak yang begitu jauh dari rombongan para warga lain, Devano baru menyadari bahwa rumah milik sang mertua begitu masuk ke dalam dan di pagar rapat sehingga bisa dikatakan kurang bersosialisasi dengan tetangga lain.
Itu misalkan ada masalah yang ada di desa ini dan mereka berteriak maka tidak mungkin bisa mendengar, jarak dari pagar dan rumah saja sekitar beberapa meter dan itu juga di tumbuhi dengan berbagai macam tanaman yang menghiasi sepanjang jalan sehingga membuat perjalanan terlihat begitu jauh sekali.
Devano menoleh untuk memperhatikan rumah mama Susi, baru dia menyadari bahwa rumah itu memang terlihat begitu angker dan tidak mungkin ada orang yang berani untuk mendekati, pasti mereka akan berpikir berulang kali karena ketakutan melihat rumah yang sangat menyeramkan itu.
Pikiran pria ini menjadi semakin mantap bahwa dia harus segera mencari seorang dukun yang bisa mencari tahu tentang kebenaran rumah tersebut, setidaknya dia mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam rumah itu dan berusaha untuk mengungkap, sebab Devano sudah merasa tidak sanggup bila bertahan terlalu lama ketika dia menyakitkan sendiri bagaimana mama Susi yang tidak bisa tidur semalam penuh.
Hal itu yang membuat dia semakin yakin bahwa rumah itu menyimpan misteri yang begitu kelam sehingga dia harus berusaha untuk mencari tahu lebih dalam, Zora sendiri mengatakan bahwa dia mendapat gangguan sejak remaja sehingga memilih untuk pergi dari rumah itu.
''Pantas saja aku tidak pernah melihat ada orang yang lewat di dekat rumah ini.'' batin Devano di dalam hati.
''Orang pasti tidak punya nyali juga untuk mendekati rumah tersebut.'' gumam Devano kembali.
''Mas.'' warga yang tidak kenal juga menegur sambari tersenyum.
''Iyaaa.'' Devano tersenyum tak kalah ramah ketika bertemu dengan para warga.
''Nah mereka saja ternyata sangat ramah seperti itu, tapi bahkan tidak ada orang yang menjenguk keadaan Mama.'' gumam Devano sembari melajukan motor kembali.
''Eh Itu tadi orang baru bukan sih?'' Ilham bertanya kepada Akmal.
''Sepertinya sih memang begitu tapi aku tidak tahu secara pasti juga.'' Ilham cuek saja.
Akmal masih sempat menoleh kembali untuk memastikan karena dia merasa asing saja dengan wajah Devano tadi, tapi memang warga sini meski tidak kenal namun saat bertemu maka mereka akan bertegur sapa dan setidaknya saling tersenyum satu sama lain, jadi tidak ada warga yang angkuh dan tidak mau menegur orang ketika sedang berpapasan.
''Paaaak.'' Devano gantian yang menegur ketika bertemu seorang pria tua membawa jala ikan.
''Iyaaa, mau kemana?'' tanya Pak tua itu dengan caping yang begitu besar di atas kepala.
''Ini mau keliling Desa saja karena saya warga baru.'' Devano turun dari motor dan bersalaman dengan pria tersebut.
''Oh orang baru toh ternyata kamu, pantas saja saya merasa seolah tidak pernah melihat kamu di desa ini.'' Pak Tua mengangkat caping dan memperhatikan wajah Devano.
''Benar, saya adalah menantu Bu Susi yang tinggal di rumah sana.'' Devano mengenalkan diri.
''Oooooh.'' Pak Tua agak mengalun setelah mendengar bahwa Devano adalah menantu dari Bu Susi.
Devano menelan ludah dengan susah payah karena dia memutuskan untuk bertanya saja kepada pria ini tentang Ustaz dan bisa menolong atau bahkan seorang dukun, agak ada rasa takut di dalam hati namun dia memberanikan diri untuk bertanya agar segera bisa mendapat info tentang masalah itu.
''Belum sembuh juga mertua kamu sampai sekarang?'' Pak Tua bertanya kepada Devano.
''Masih belum, Pak! ini saya malah berencana untuk menemui ustad.'' Devano menjawab dengan penuh semangat.
''Ustad?!'' Pak Tua mengulang ucapan tersebut sembari tersenyum.
''Aaah iya, sebab sampai sekarang masih belum ada penyakit yang jelas dari dokter sehingga saya mau menemui Ustadz saja terlebih dahulu.'' Devano agak merasa aneh dengan senyum Pak Tua tersebut.
''Hebat bila kau mampu membawa Ustad masuk ke dalam rumah itu.'' ujar Pak Tua.
''Em kenapa begitu ya, Pak?'' Devano bertanya dengan nada penasaran yang sangat tinggi.
Pak tua menghelai nafas panjang seolah Dia merasakan begitu berat untuk menjawab pertanyaan Devano itu, susah dan juga rumit namun setidaknya dia harus berusaha keras agar bisa menjawab dengan tepat apa yang telah terjadi dan kenapa dia beranggapan bahwa tidak mungkin ada Ustaz yang bisa masuk ke dalam rumah mengerikan itu, Devano sangat penasaran karena menurutnya Pak Tua ini seolah sudah mengenal siapa Bu Susi.
''Ibu mertua mu tidak mau ustad, apa lagi Rika.'' Pak Tua kembali membuka suara.
''Em kenapa begitu? Tapi menurut saya penyakit itu aneh dan membutuhkan bantuan dari Ustad atau bahkan dukun.'' Devano bertambah cemas saja.
''Itu sudah menjadi sifat mereka sejak dulu, bahkan Susi tidak pernah mau ikut pengajian ketika dia masih sehat.'' jelas Pak Tua.
''Apa Bapak banyak mengenal tentang ibu mertua saya?'' Devano menatap dengan pandangan bingung serta heran.
''Tidak banyak, tapi bila memang kau ingin menemui Ustad maka carilah Ustadz yang bernama Zayn.'' suruh Pak Tua dan berlalu pergi dari hadapan Devano.
''Zayn?!''
Devano berusaha keras untuk mengingat nama tersebut karena sepertinya Pak Tua ini banyak tahu tentang penghuni desa yang ada di sini, jadi Devano memutuskan untuk mencari ustad yang bernama Zayn itu agar dia bisa segera membawa Ustad tersebut masuk ke dalam rumah ketika Tante Rika sudah tidak ada di dalam rumah itu lagi.
Pikiran pria ini jadi bertambah ke mana-mana karena sekarang dia baru menyadari bahwa sepertinya Mama Susi memiliki masa lalu yang tidak baik, pria tua itu seolah sangat mengenal siapa Mama Susi sehingga dia sampai tahu bahwa akan sulit sekali memasukkan Ustaz ke dalam rumah tersebut.
''Gila, Pasti memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dan dia jatuh sakit itu bukan karena penyakit medis.'' batin Devano dalam hati.
''Alah, aku tidak bertanya pula tadi di mana pasti rumah Ustad ini.'' Devano menghentikan motor karena dia baru sadar dengan hal itu.
''Aiiih Semoga nanti ketemu dengan orang yang bisa tahu di mana rumah ustadz Zayn.'' harap Devano.
Dia yang banyak pikiran jadi lupa ketika tadi tidak bertanya langsung di mana rumah Ustad tersebut kepada Pak Tua yang membawa jala ikan, melihat rekomendasi yang diberikan oleh Pak Tua itu maka Devano semakin yakin bahwa ini memang bukan Ustad biasa.
Selamat pagi besti, tolong berikan semangat padaku ini besti🥲🥲🥲
Zora ,Devano ,kenapa lah ga cepat cepat pergi dari rumah yang jadi sarang iblis ?