Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenisu, ia sangat berbakat dalam bidang seni beladiri juga bidang kedokteran. Ia menguasai ilmu kedokteran modern maupun ilmu dokter tradisional.
Li Mingyue terbunuh karena penghiatan temannya sendiri, saat menjalankan misi bersama. Bukannya pergi keneraka atau surga dia berinkarnasi kezaman kultivator, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah di injak seperti semut.
Dia menjadi seorang putri lemah yang tidak dianggap di kerajaan Xuanxi, bahkan ia juga akan di nikahkan dengan seorang Jendral lumpuh, dingin dan galak.
°
°
°
☆ Cerita ini hanya fiktif belaka tidak sesuai dengan sejarah maupun kehidupan nyata, ini murni karangan Author. ☆
🎈 Mohon Dukungannya ya Teman-teman!... 😍😍😍🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Bertemu Pelayan Tua
Tidak terasa sudah satu bulan Li Mingyue di dalam ruang dimensinya, fisiknya sudah kembali terbentuk tidak lagi lemah seperti dulu. Begitu pula dengan tubuhnya tidak lagi kurus kerempeng seperti dulu sekarang tubuhnya sudah berisi kembali tumbuh daging.
Selama di ruang dimensi Li Mingyue selalu mengkomsumsi makanan spiritual, minum air suci dan selalu berendam dengan air suci di kolam pemandian.
Li Mingyue menghentikan latihannya bersiap untuk keluar dari ruang dimensi dia sudah satu bulan berada disini, itu berarti dia sudah menghilang di dunia nyata selama beberapa jam.
"Huanghuang, aku harus kembali sekarang, mungkin pelayan tua sudah kembali." Ucap Li Mingyue kepada Fenghuang.
"Baiklah, sering-sering lah berkunjung kesini." Ucap Fenghuang, hubungannya sudah sangat dekat dengan Li Mingyue dia tidak hanya menganggap Li Mingyue tuannya tetapi juga temannya.
"Keluar" gumam Li Mingyue dalam hati lalu ia menghilang dan kembali ke kamarnya yang berada di istana Xuanxi. Saat itu pintunya juga di ketuk dari luar...
Tok..
Tok..
"Putri, apakah anda sudah bangun hamba membawa sarapan untuk anda." Ucap seseorang dari luar, Li Mingyue tahu siapa itu ia masih ingat itu suara pelayan tua.
"Nenek... masuklah aku sudah bangun." Jawab li Mingyue, dia memanggil pelayan tua dengan sebutan nenek karena pemilik tubuh sejak dulu memang memanggil pelayan tua dengan nenek.
Pelayan tua selalu berada disisinya dan selalu melindungi nya, jadi dia sudah menganggap pelayan tua neneknya, sekarang Li Mingyue karena jiwanya sudah kembali utuh ia tetap memanggil pelayan tua sebutan nenek.
Clek! Pintu terbuka terlihatlah wajah keriput pelayan itu, mungkin batas waktunya di dunia ini hampir habis jadi kekuatan yang mempertahankan bentuk tubuh manusia hampir melemah.
Li Mingyue tidak ingin itu terjadi, dia masih ingin bersaman pelayan tua selamanya. Dalam hati ia bertekad untuk membangkitkan akar roh spiritualnya, supaya dia bisa menggunakan jurusan terlarang seperti ibunya, dia hanya ingin memperpanjang umur nenek tua.
Nenek tua melihat Li Mingyue yang duduk dengan anggun di ranjang, melihat kearahnya dengan senyuman di bibirnya, nenek tua tertegun beberapa menit lalu kembali seperti semula.
Ia menghampiri Li Mingyue sambil membawa nampan makanan dan meletakkan di dekat meja kecil di depan Li Mingyue.
"Putri, silahkan makan, ini hamba ambil di dapur istana, makanan masih baru layak untuk anda makan." Ucap pelayan tua itu dengan sopan.
Li Mingyue menperhatikan nenek tua itu, lalu ia melihat bekas tamparan di wajah nenek tua, darah Li Mingyue mendidih dia sangat marah, selama ini memang ia akui nenek tua selalu melindunginya tapi sekarang dia melihat sendiri, orangnya dilecehkan pas di hadapannya.
"Nenek, kenapa dengan wajahmu memerah dan memar!." Ucap Li Mingyue lalu ia melihat seluruh tubuh nenek tua, ia juga melihat banyak memar disana.
Nenek tua kembali tertegun, biasanya putri junjungannya tidak pernah merespon kepadanya, meski dia terluka dia putri tidak pernah menyadarinya dulu putri sangat bodoh pikirnya.
"Putri hamba tidak apa-apa, hanya terjatuh saat mengambil makanan untukmu." Balasnya cepat sambil memikirkan apa yang terjadi dengan tuan putrinya. Sekarang tuan putri berubah matanya terlihat cerah dan bersinar tidak lagi redup layu seperti biasanya, bibir merahnya tidak lagi pucat seperti dulu.
"Jangan coba-coba berbohong kepadaku mereka pasti menindasmu lagi, mulai sekarang tidak perlu mengambil makanan di dapur istana utama, cukup masak di istana kita saja bukankah istana ini memiliki dapur meski tidak besar yang penting bisa di gunakan untuk memasak." Ucap Li Mingyue lagi.
"Tapi putri kita tidak mempunyai bahan masak. Semuanya sudah di jarah oleh anak-anak selir yang mulia." Ucap nenek tua lagi.
"Jangan khawatir, masalah makanan aku memiliki caranya, mulai sekarang tutuplah gerbang jangan biarkan siapapun masuk kesini, beri lapisan perlindungan di istana ini, nenek bukankah kamu bisa melakukannya." Ucap Li Mingyue melihat ke arah nenek tua
"Nenek, aku tahu kamu kuat dan bisa berkultivasi selama ini kamu hanya merahasiakannya saja." Ucap Li Mingyue lagi, lagi-lagi nenek tua tertegun tuan putri sekarang memang pintar pikirnya, lalu ia teringat ucapan junjungannya...
"Putri jangan-jangan anda...! " pelayan tua itu tidak melanjutkan ucapannya karena ia masih ragu.
Li Mingyue tahu apa yang ada dalam pikiran pelayan tua itu..
"Iya aku sudah kembali, karena itu aku memintamu untuk menutup seluruh gerbang, supaya tidak ada yang menggangguku untuk berlatih." Ucap Li Mingyue lagi tidak merahasiakannya kepada pelayan tua, pelayan ini ciptaan dari kekuatan ibunya untuk melindungi nya jadi tidak mungkin menghianatinya.
"Hiks...hiks..akhirnya anda kembali tuan putri, bagaimana kabar anda selama ini." Ucapnya dia menangis mendengar putrinya sudah kembali pantasnya saat masuk putrinya tidak lagi bodoh, lalu ia berbicara lagi...
"Putri sebenarnya, anda memiliki akar roh spiritual sejak lahir hanya saja ibu anda menyegelnya saat melakukan ilmu terlarang." Ucapnya nenek tua, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.
"Putri, benda ini bisa membuka segel di tubuh anda, ini adalah kuncinya membuka segel anda, selema ini hamba selalu menjaganya, ibu anda berpesan saat jiwa anda utuh hamba harus memberikan ini kepadamu putri." Ucap nenek tua itu sambil memberikan batu kristal sangatlah indah, itu bukan batu roh juga bukan kristal hewan spirit.
"Ini adalah kristal murni inti kekuatan ibu putri, dia menyegel putri dengan kekuatan terakhir nya." Ucapnya pelayan itu dengan sedih, air matanya kembali jatuh.
Li mingyue mengambil bola itu, ia juga sedih melihat bola kristal itu ternyata ini inti kekuatan ibunya, ia sedih ibunya mengorbankan nyawa hanya untuk melindunginya.
"Nenek, mulai sekarang aku melakukan latihan tertutup jangan biarkan siapapun masuk kedalam istana kecil ini, gunakan seluruh kekuatanmu jangan rahasiakan lagi,." Ucap Li Mingyue lalu ia mengeluarkan macam-macam buah-buahan spiritual dan tanaman spiritual.
"Gunakan ini untuk mengembalikan energi nenek, ini semuanya cukup untuk membuatmu bertahan, sesampai aku kembali." Ucap Li Mingyue lagi.
"Terimakasih putri, anda sangat baik sama seperti ibu anda, jangan khawatir hamba pasti bertahan untuk menunggu anda kembali." Ucap nenek tua terharu lalu ia menyimpan semua pemberian Li Mingyue.
"Putri kamu berlatihlah dengan tenang buka segelmu pelan-pelan, disini hamba akan melindungi istana ini, pelayan-pelayan di istana ini tidak mungkin bisa masuk kedalam istana ini, selain raja hamba bisa menghadapi semuanya." Ucapnya lagi.
Selama ini pelayan tua tidak terlalu mencolok, bagaimana mungkin ibu Li Mingyue memberikan pelayan lemah untuk melindungi putrinya.
Li Mingyue tersenyum senang, lalu ia memberikan sebotol air suci kepada nenek tua itu. " gunakan ini untuk berkultivasi, dengan menggunakan ini nenek tidak akan menghilang di dunia ini." Ucap Li Mingyue lagi.
Ia dia baru saja mendapatkan kabar dari Fenghuang, dia tidak perlu melakukan ilmu terlarang kepada nenek tua, cukup memberikan air suci kepadanya dia kembali utuh bisa bertahun selama bertahun-tahun lagi, itu sudah cukup buat Li Mingyue disini dunia ini hanya nenek tua keluarganya.
°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
mau kasian TPI mereka sendiri yg memulai jahat pada mingyue🤣
lanjut up lagi thor