NovelToon NovelToon
My Brother

My Brother

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Romansa-Teen school / TimeTravel / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: Norma Indah Susanti

Berdua, saudara kandung!!!

Indah, gadis mandiri dengan disiplin yang tinggi membuatnya lebih sering sendiri, dingin dan tak banyak bicara. Pecinta warna biru. Wanita terlalu cengeng dan lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika dalam memutuskan dan berbuat sesuatu. Untuk itu dia lebih suka bermain dengan laki - laki daripada teman perempuannya, kecuali cewek yang sepemikiran dengannya.

Ibnu, Pria tampan yang tak mau menyakiti perasaan wanita karena tak ingin adik perempuannya tersakiti.

Indah dan Ibnu terpisah sejak Indah dilahirkan ke dunia.

Konflik batin terjadi saat Indah mengetahui tentang jati dirinya dan berakhir saat ia sadar bahwa dirinya membutuhkan saudara laki - laki dan Indah memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma Indah Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Rumah (2)

"Andai saja Pakde tidak menolak keinginanku pindah sekolah, pasti Ayah sudah mengijinkan". Indah berpikir keras mencari cara agar bisa pindah ke sekolah dekat rumah baru.

"Yes, aku punya ide! Aku akan bicara pada Ayah setelah semua orang pulang!" Indah tersenyum sendiri dengan idenya.

Siang hari sebelum waktu Ashar tiba, keluarga besar ibu satu per satu mulai pamit pulang tak terkecuali Pakde saudara tertua ibu.

"Ini kesempatan bagus. Aku harap Ayah mau mengabulkan permintaanku untuk pindah ke sekolah D-2". Indah menginginkan hal itu karena banyak teman sebaya di sekitar rumah baru, sudah pasti mereka akan menjadi teman sekolah Indah. Indah juga tidak perlu jauh - jauh pergi belajar ke sekolah yang lama.

"Ibu! Boleh ya, aku pindah ke sekolah D-2 ?" Indah merengek pada ibu.

"Kalau ibu sih .... Terserah Ayah!"

Mintalah izin pada ayahmu.

"Ayah........! Boleh ya?" Indah berpikir bahwa Ayah sudah mendengar rengekannya pada ibu karena Ayah duduk tidak jauh dari tempat ibu.

"Menurut Ayah, apa yang pakde mu katakan tadi siang itu benar adanya. Sekolah R-1 lebih baik daripada sekolah D-2. Kami hanya menginginkan yang terbaik untukmu, nak!" Jelas ayah sambil membelai rambut Indah

"Hmmmmmmh, Ya sudahlah kalau itu sudah menjadi keputusan Ayah!" Indah kecewa karena keinginannya pindah sekolah gagal total.

Hanya Indah seorang yang bersekolah di Sekolah Dasar R-1 dengan tetap setia diantar jemput oleh Pak Ahmad, sedangkan teman - teman sebayanya berada di Sekolah Dasar D-2. Meski begitu Indah tidak pernah menjauh dari mereka. Bermain bersama sejenak sepulang sekolah, sore hari, ketika hari libur mereka juga bermain bersama. Namun ada beberapa hal yang harus Indah hindari saat bermain, baik di sekolah maupun di rumah.

Indah tidak boleh berlari, terlalu capek bermain. Karena jika hal itu dilakukan, Indah akan langsung mimisan (keluar darah dari hidung)

Flashback on~~~

Saat itu nenek memutuskan untuk menikahkan anak tirinya (Anak kakek Sastro dari istri keduanya) di rumah Pak Yusuf, tentunya dengan persetujuan ayah dan ibu.

Beberapa hari sebelum acara dimulai, nenek mendatangkan banyak orang untuk persiapan pernikahan. Karena masih menggunakan minyak tanah, nenek menyuruh Indah membelinya di kampung sebelah. Indah kecil berangkat membawa sejumlah uang dan botol yang diberikan nenek. Tiba dikampung sebelah, Indah menepi karena harus menyeberang jalan di tempat yang ramai.

Seketika sandalnya terlepas. "Awwwww!" Indah berteriak dan tidak sadarkan diri. Beberapa orang mengangkat tubuh Indah dan membawanya ke rumah Pak Yusuf. Satu orang berlari ke rumah nenek Rifa untuk memberitahukan kabar kecelakaan Indah.

Sayup - sayup terdengar suara ibu di samping Indah. Terdengar suara ayah agak jauh dari Indah.

"Apa Indah sudah sadar, bu?" Tanya Pak Yusuf.

"Belum, Ayah!" Jawab Bu Sri mencemaskan keadaan Indah.

Indah mencoba membuka mata, namun iya merasakan sakit yang sangat hebat di kepalanya dan mata ber kunang - kunang. Kemudian Indah pingsan lagi.

Melihat itu, Ibu memanggil ayah yang ternyata sedang berada di ruang tamu bersama orang - orang kampung sebelah yang membawa Indah kecil dalam keadaan pingsan dan juga saudara - saudara Pak Yusuf dan Bu Sri.

"Ada apa, Bu?" Tanya Ayah panik.

"Baru saja Indah bangun, tapi pingsan lagi!"

Jawab ibu begitu mengkhawatirkan anaknya.

Indah mampu mendengar suara orang, tapi matanya tidak bisa dibuka karena sakit kepalanya yang hebat.

Setelah sekuat tenaga berusaha, Akhirnya Indah berhasil membuka mata dan melihat sekeliling ruangan. Hanya ada ibu yang setia mendampinginya di samping tempat tidur.

"Bu! Aku kenapa? Mengapa kepalaku sakit sekali?" Indah mencoba mengingat sesuatu.

Hueeek! Indah muntah di atas tempat tidur.

Ibu kaget dan berteriak "Ayah........!" bersamaan dengan datangnya ayah ke kamar Indah.

🌼🌼🌼

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like n komentar ya readerku yang setia, baik hati, dan tidak sombong!!!

Terima kasih!!!

1
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir lagi di karya keren ini 👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus favorit ❤️
Norma Indah Susanti
Nasi goreng, Nasi goreng
Norma Indah Susanti
Ada apakah gerangan Pak Ahmad datang?
Norma Indah Susanti
Lanjut, Kak!
Norma Indah Susanti
Lanjut Mak Othor
Norma Indah Susanti
Hadir
Radiah Ayarin
ceritanya bagus Thor, byk pelajaran dan begitu nyata yang sederhana dr kehidupan sehari-hari
Radiah Ayarin
ya, AQ jg sama sprt ana menginginkan memiliki kk atau ABG. tapi kenyataannya AQ anak pertama yang harus bijak dalam keluarga.
Nm@: Sulit, Kak!
Kecuali memang keadaannya seperti Indah. Apalagi Ibnu punya prinsip "Aku tidak akan menyakiti hati pasanganku, karena aku tak ingin adik perempuanku tersakiti oleh pasangannya!"
total 3 replies
Radiah Ayarin
iya, perkataan Ibnu ada benarnya juga sih
Nm@: Tul kak
total 1 replies
Radiah Ayarin
hahahaha... indah doyan makan juga ya
Nm@: Sebenarnya bukan doyan kak, tapi mubazir klo ga d makan.😁
total 1 replies
Radiah Ayarin
Ibnu khawatir dengan indah, teman atau dengan perasaannya sendiri sih
Nm@: Khawatir kak Radiah meninggalkan Indah🤭
total 1 replies
Radiah Ayarin
berarti sangat kontras sekali kemiripan mereka.
Nm@: Yups! Betul sekali kak
total 1 replies
Radiah Ayarin
sangat bijak dan akan membuat pembaca jadi lebih bijaksana.
Nm@: Terima kasih sudah bijak juga dalam membaca🙏🙏🙏
total 1 replies
Radiah Ayarin
kenapa tak berterus terang saja sih, kasihan kalau sudah jauh melangkah nanti jadi melukai hatinya teramat dalam
Radiah Ayarin
ih agak gimana ya bacanya ya, lebay mereka
Radiah Ayarin
banyak yang suka sama indah ya
Radiah Ayarin
knp sih c indah itu menolak c ibnuh, pdhl dia baper jug nya
Radiah Ayarin
kepribadian indah sangat baik
Radiah Ayarin
Duh, ada yg baper sama ibnuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!