NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: tamat
Genre:Sistem / Action / Penyelamat / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti Transaksi Gelap

Suara pria bertubuh raksasa itu berat dan serak, membuat udara di sekitar terasa mencekam. Wajahnya penuh bekas luka bakar yang mengerikan, dan hanya menyisakan satu mata yang bersinar merah.

"Jadi Kamu yang disebut 'Pembantai'? Penampilanmu memang cocok dengan julukan itu."

"Pintar juga Kamu menghafal nama orang. Tapi ingat, ini kali terakhir Kamu bicara."

Pria itu melangkah maju. Lantai besi truk bergetar hebat setiap kali kakinya menginjak. Bang Jack tetap berdiri tenang di antara tumpukan kardus, siap menghadapi ancaman terberatnya.

"Kamu pikir dengan ukuran badan sebesar itu Kamu bisa menang? Besar belum tentu kuat."

"Kamu belum tahu saja bocah sombong. Aku sudah membunuh ratusan orang."

"Mereka yang mati karena tanganmu adalah orang lemah. Aku berbeda kelas dengan mereka."

"Berani mulutmu! Rasakan ini!"

Pria raksasa itu melepaskan pukulan keras yang anginnya saja sudah terdengar menderu. Bang Jack dengan sigap menunduk menghindari serangan maut itu.

Bugh!

Pukulan itu menghantam kardus makanan di belakangnya hingga hancur lebur.

"Gila! Kalau kena kepala, pasti langsung pecah tulangnya."

"Kamu cepat juga. Tapi coba hindari yang ini!"

Pria itu menendang dengan kaki besarnya. Bang Jack terpaksa menangkis menggunakan kedua lengan.

Brakk!

Tubuh Bang Jack terdorong mundur beberapa meter hingga menabrak dinding truk.

"Lenganmu terasa panas dan bergetar."

"Bagaimana rasanya? Tulangmu pasti remuk kan? Hahaha!"

"Belum apa-apa bos besar. Baru pemanasan saja kok."

Bang Jack mengibaskan bajunya dan kembali mengambil sikap bertarung yang sempurna. Ia merasakan adrenalin memuncak. Lawan kali ini benar-benar memberikannya tantangan.

"Kamu bukan preman biasa. Siapa Kamu sebenarnya? Kenapa punya kekuatan sebesar ini?"

"Aku mantan tentara bayaran yang diubah genetikanya demi menjadi mesin pembunuh."

"Jadi Kamu cuma alat? Sangat menyedihkan hidupmu hanya untuk membunuh orang tak bersalah."

"Diam! Bos memberiku makan dan tempat tinggal. Tugasku hanya membunuh siapa pun yang ditunjuk."

"Kalau begitu aku harus menghancurkan alat yang rusak ini demi kebaikan banyak orang."

"Berani Kamu menghinaku! Mati Kamu!"

Pria itu menyerang dengan kombinasi pukulan dan tendangan yang sangat cepat dan brutal. Bang Jack harus bekerja ekstra keras. Ia menangkis, menghindar, dan membalas dengan cepat.

Setiap bentrokan tangan menghasilkan suara dentang keras layaknya besi bertabrakan.

"Kuat! Dia benar-benar kuat! Tapi gerakannya masih bisa dibaca oleh mataku. Sistem aku harus bagaimana?"

[ANALISIS GERAKAN SELESAI. TITIK LEMAH TERDETEKSI: SISI KIRI DADA.]

"Bagus sistem! Beri aku kekuatan ekstra untuk satu serangan itu!"

[POWER UP AKTIF. TENAGA DIPUSATKAN KE TANGAN KANAN.]

Saat pria raksasa itu kembali mengayunkan tinju, Bang Jack tidak menghindar.

Ia justru maju mendekat dan memutar tubuhnya mengumpulkan momentum.

"HIYAAAAAKKKK!"

Bugh!

Pukulan penuh tenaga mendarat tepat di sisi kiri dada lawan.

Suara ledakan terdengar keras. Pria itu terbelalak kaget dan mulutnya memuntahkan darah segar.

"Apa... ini... kenapa... jantungku... berhenti."

"Itu hukuman buatmu yang sudah membunuh banyak orang. Sekarang istirahatlah."

Pria raksasa itu ambruk ke lantai truk tak berdaya. Napasnya tersengal-sengal tak beraturan.

Bang Jack tidak membunuhnya, hanya melumpuhkan sistem saraf dan ototnya sementara waktu.

"Bagus. Musuh berhasil dikalahkan. Sekarang saatnya ambil alih kendaraan."

Ia berjalan menuju kabin depan dan melempar supir serta kenek keluar lewat jendela. "Kalian ikut temanmu di bawah sana. Sekarang truk ini milikku!"

Bang Jack duduk di kursi supir dan memegang setir besar itu. Ia mengubah arah laju truk.

"Tujuan sekarang kantor polisi atau dinas perhubungan. Barang curian harus dikembalikan."

Tiba-tiba layar hologram sistem muncul menampilkan misi baru yang berkedip merah.

[MISI BARU: DOKUMENTASI BUKTI KEJAHATAN.]

[AMBIL FOTO DAN VIDEO SELURUH ISI TRUK DAN IDENTITAS PELAKU. KIRIM KE PUSAT.]

"Siap sistem. Ini akan jadi bukti sakti yang tidak bisa mereka pungkiri."

Bang Jack berhenti di pinggir jalan yang sepi. Ia turun kembali ke bak truk. Dengan hati-hati ia memotong lakban kardus dan memotret isi di dalamnya. Bahan baku Makanan bergizi, daging segar, dan susu berkualitas tertata rapi di dalamnya.

"Ini semua hak anak-anak sekolah. Kalian berani mencuri sebanyak ini."

Ia juga memotret wajah si Pembantai yang masih pingsan dan surat jalan palsu yang ditemukan.

"Bukti lengkap sudah. Sekarang kirim ke Herman dan tim penyidik."

[KLIK. FILE TERKIRIM. STATUS: BERHASIL.]

"Bagus. Kasus ini sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi."

Namun saat hendak kembali naik ke kabin, ponsel di saku celananya berdering nyaring. Nomor yang tertera adalah nomor rahasia tanpa identitas sama sekali.

"Halo? Siapa ini?"

"Selamat ya Jack. Kamu berhasil mengalahkan anak buah terbaikku. Kamu memang luar biasa."

Suara di telepon terdengar dingin, tenang, namun sangat mengintimidasi.

"Kamu siapa? Bos besarnya kan?"

"Aku pemilik SARANG HITAM. Dengarkan baik-baik peringatanku."

"Apa maumu? Cepat bicara!"

"Berhenti mengacau urusan kami sekarang juga. Atau orang yang Kamu sayangi akan menanggung akibatnya."

Jantung Bang Jack berdegup kencang mendengar ancaman itu. Wajahnya langsung berubah pucat.

"Apa maksudmu? Jangan sentuh keluargaku! Mereka tidak tahu apa-apa!"

"Pilihan ada di tanganmu. Hentikan misi besok pagi, atau lihat mayat ibumu di rumah."

Suara di ujung telepon terputus. Tidak ada nada sambung kembali.

Bang Jack gemetar hebat menahan amarah dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.

"Mereka gila! Berani-beraninya mengancam nyawa Ibu! Dasar pengecut!"

Ia memukul keras dinding truk hingga besi itu penyok ke dalam.

"Tenang Jack. Jangan terbawa emosi. Musuh ingin Kamu panik dan membuat kesalahan," batinnya.

Ia menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan untuk menstabilkan pikiran.

"Benar. Mereka mau aku menyerah. Tapi aku tidak bisa membiarkan kejahatan terus berjalan. Kalau aku berhenti sekarang, ribuan anak tetap akan makan racun dan Ibu tetap tidak aman."

"Satu-satunya cara melindungi Ibu adalah menghancurkan organisasi ini sampai ke akar-akarnya."

Bang Jack kembali masuk ke dalam kabin truk dan melajukan kendaraan itu . Ia tidak menuju kantor polisi dulu. Ia harus memastikan semua bukti aman tersimpan.

...***...

Truk berhenti di area gudang terbuka milik pemerintah yang sudah dijaga ketat. Herman sudah menunggu di sana bersama tim forensik dan petugas keamanan. Mereka terlihat sangat kaget melihat truk besar yang dikendarai seorang ojol.

"Ya ampun Jack! Kamu benar-benar membawa truk? Luar biasa!"

"Ini belum seberapa Pak. Lihat saja isinya. Bukti kejahatan mereka sangat lengkap."

Bang Jack turun dan membuka pintu bak belakang. Semua petugas ternganga melihat tumpukan barang.

"Ini semua makanan program MBC kan? Kenapa ada di sini?"

"Mereka mau menyelundupkannya keluar kota untuk dijual lagi Pak."

"Jahanam! Uang negara diperas habis-habis demi keserakahan."

"Aku sudah dokumentasikan semuanya Pak. Foto, video, sampai sidik jari pelaku."

Bang Jack mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan kepada Herman. Di layar terlihat jelas gambar kardus yang ditukar, wajah pejabat korup, dan transaksi.

"Wow! Kualitas gambarnya jernih sekali. Ini bisa jadi alat bukti yang sangat kuat."

"Tentu Pak. Aku pakai fitur zoom maksimal dari sistem. Detail kecil pun terekam."

"Dan lihat ini Pak. Ini data rekening dan catatan keuangan yang Aku ambil dari manajer mereka."

Herman membuka file tersebut dan matanya membesar melihat angkanya.

"Tidak masuk akal! Total kerugian negara mencapai ratusan miliar dalam seminggu!"

"Dan ini baru satu cabang Pak. Masih banyak cabang lain yang beroperasi."

"Kamu benar Jack. Ini bukan masalah kecil. Ini jaringan kriminal tingkat tinggi."

"Siapa dalang utamanya Pak? Apa benar ada pejabat tinggi terlibat?"

"sayangnya data ini belum sampai ke nama orang teratas. Mereka menggunakan nama samaran."

"Nama samaran apa Pak?"

"Mereka menyebut pemimpinnya sebagai 'Kaisar'. Sangat misterius dan tidak ada yang tahu wajahnya."

"Kaisar? Nama yang aneh. Tapi Aku akan cari tahu siapa dia yang sebenarnya."

"Jack, aku dengar dari tim intelijen Kamu mendapat ancaman serius barusan?"

Bang Jack terdiam sejenak lalu mengangguk pelan. "Benar Pak. Mereka mengancam akan mencelakai ibuku kalau aku tidak berhenti."

Wajah Herman langsung berubah menjadi sangat serius dan khawatir. "Bagus kalau Kamu jujur. Dengarkan saran Aku. Pindahkan ibumu ke tempat aman sekarang."

"Aku sudah mengatur tim pengawal khusus untuk berjaga di rumah ibumu 24 jam."

"Terima kasih banyak Pak Herman. Aku tidak tahu harus berbuat apa tanpa bantuan Bapak."

"Jangan menyerah Jack. Kamu harapan terakhir kami. Bukti ini akan kami bawa ke pusat."

"Siap Pak! Aku akan terus memburu sisa jaringan mereka sampai bersih!"

Tiba-tiba layar hologram sistem muncul di depan mata Bang Jack.

[MISI UTAMA: PENGUMPULAN BUKTI SELESAI.]

[HADIAH: UANG TUNAI RP 100.000.000 DAN SKILL BARU TERBUKA.]

[PERINGATAN: ANDA DIMASUKKAN DAFTAR HITAM ORGANISASI. WASPADA TERHADAP PENYERANGAN.]

"Bagus. Poin dan uang bertambah. Tapi bahaya makin meningkat."

"Pak Herman, Aku harus segera pergi. Mereka mungkin sudah mengirim pembunuh bayaran lagi."

"Hati-hati di jalan Jack. Ingat, jangan sendirian kalau tidak terpaksa."

"Siap Pak! Sampai jumpa di misi berikutnya!"

Bang Jack berlari menuju motor supernya yang terparkir di sudut lapangan. Ia menyalakan mesin dan siap melaju pulang untuk memastikan keamanan ibunya.

Namun saat baru keluar dari gerbang kompleks, sebuah mobil sedan hitam melaju kencang dari arah berlawanan.

Mobil itu mengerem mendadak tepat di hadapan motor Bang Jack dan memblokir jalan. Jendela mobil terbuka perlahan. Sebuah laras senapan mesin panjang terulur keluar.

"Selamat malam Jack."

1
Manusia Biasa
ayo bang jack warga indo mendukungmu, runtuhkan para pejabat koruo🤣👍
Manusia Biasa
gebukin aja tu presiden 🗿
Manusia Biasa
🗿🗿🗿
Manusia Biasa
ngawor 😭 mbg o??
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!