**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Tamparan Identitas sang Alkemis**
### **
*Tap. Tap. Tap.*
Suara langkah kaki Feng Tian terdengar begitu teratur dan santai saat menuruni tangga melingkar berbahan kayu cendana ungu dari lantai lima. Di belakangnya, Tetua Mu Qing dan Mu Chen mengikuti dengan napas yang tertahan. Jika Mu Qing berjalan dengan kecemasan mendalam yang berkecamuk di dalam dadanya, maka Mu Chen berjalan dengan mata yang terus melekat pada punggung jubah abu-abu Feng Tian. Mu Chen masih tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang kultivator Tingkat 6 Pengumpulan Qi memiliki keberanian spiritual sebesar itu untuk menghadapi salah satu klan terkuat di Ibu Kota?
Ketika mereka bertiga mencapai bordes tangga lantai dua yang menghadap langsung ke lobi utama lantai satu, pemandangan di bawah tampak begitu kacau. Suasana eksklusif dan tenang yang biasanya menyelimuti Paviliun Phoenix Ungu telah lenyap total, digantikan oleh ketegangan yang pekat seperti medan perang yang siap meledak kapan saja.
Beberapa rak kayu yang memajang tanaman obat herbal berharga tampak agak miring, dengan beberapa pot tanahnya pecah berserakan di atas lantai pualam. Para pelayan cantik berpakaian sutra tipis, yang sebelumnya menyambut tamu dengan senyuman anggun, kini berkerumun di sudut lobi dengan wajah pucat pasi dan tubuh yang gemetar ketakutan.
Di tengah-tengah lobi utama, berdiri seorang pemuda dengan keangkuhan yang meluap-luap. Pakaiannya terbuat dari jubah sutra merah menyala yang dihiasi sulaman benang emas berbentuk pola awan, memancarkan kemewahan yang mencolok. Di dada kirinya, sebuah lencana perak berbentuk tungku api dengan dua bintang berkilau di bawah sinar matahari sore—menandakan statusnya sebagai **Alkemis Tingkat 2** dari Asosiasi Alkemis Kekaisaran. Pemuda ini adalah **Wang Chen**, Tuan Muda Kedua dari Klan Wang.
Di belakang Wang Chen, berdiri tegak empat orang pria kekar berbaju zirah perunggu militer. Wajah mereka dingin tanpa ekspresi, dan dari tubuh mereka memancar fluktuasi energi tirani dari **Ranah Fondasi Dasar Tahap Pertengahan**. Mereka adalah pengawal elit pribadi yang dialokasikan oleh klan Wang untuk melindungi sang alkemis jenius.
"Di mana bajingan liar yang berani merusak kereta kencana Kakak Iparku dan menghina nama besar Klan Wang?!" teriak Wang Chen dengan suara menggelegar, yang sengaja dilapisi dengan energi Qi agar terdengar ke seluruh penjuru paviliun. "Jika Paviliun Phoenix Ungu tidak menyerahkan kepala tikus itu dalam waktu tiga napas, jangan salahkan jika aku menggunakan otoritas militer Klan Wang untuk menyegel dan meratakan tempat ini atas tuduhan melindungi buronan kekaisaran!"
"Siapa yang berani menggonggong begitu keras di tempatku hendak beristirahat?"
Sebuah suara malas, tenang, namun memiliki daya tembus yang aneh mendadak memotong khotbah keangkuhan Wang Chen. Suara itu tidak keras, tetapi entah bagaimana mampu menekan gema energi Qi milik Wang Chen dalam sekejap.
Seketika itu juga, seluruh mata di dalam lobi lantai satu—mulai dari para pengawal, pelayan, hingga beberapa kultivator kaya yang tertahan di sana—langsung tertuju ke arah tangga melingkar. Di sana, Feng Tian berjalan turun dengan santai. Kedua tangannya terbenam nyaman di dalam saku jubah abu-abu kusamnya, dan ekspresi wajahnya tampak begitu acuh tak acuh, seolah-olah empat pengawal Ranah Fondasi Dasar di bawahnya hanyalah patung batu hiasan toko.
Wang Chen langsung mengunci pandangannya pada Feng Tian. Ketika indra spiritualnya memindai tubuh pemuda berjubah kusam itu dan kembali mendeteksi fluktuasi lemah dari **Pengumpulan Qi Tingkat 6**, sebuah tawa meremehkan yang sarat akan kebencian langsung meledak dari mulutnya.
"Hahaha! Jadi tikus got berpenampilan pengemis seperti ini yang sudah membuat gempar di luar?" Wang Chen menunjuk wajah Feng Tian dengan jarinya yang dihiasi cincin giok spasial yang mahal. "Bocah cacat, kau punya nyali juga untuk menampakkan diri. Berlutut sekarang juga di hadapanku! Patahkan kedua tanganmu sendiri, hancurkan kultivasimu, dan katakan di mana kau menyembunyikan kakakku, Wang Jin! Jika kau melakukannya sekarang, aku mungkin akan menyisakan mayat yang utuh untukmu!"
Feng Tian menghentikan langkahnya di anak tangga terakhir. Dia sama sekali tidak membalas ancaman mematikan dari Wang Chen. Sebaliknya, dia dengan santai menoleh ke belakang, menatap Mu Chen yang berdiri dengan wajah kaku.
"Mu Chen, tadi di atas kamu bilang dia ini adalah seorang Alkemis Tingkat 2 yang dilindungi penuh oleh Asosiasi Alkemis Kekaisaran, kan?" tanya Feng Tian dengan nada polos yang sangat dibuat-buat.
"B-Benar, Rekan Muda Feng," jawab Mu Chen terbata-bata, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Dia benar-benar bingung melihat Feng Tian yang masih bisa bertingkah seolah-olah sedang mengobrol di kedai teh biasa. "Tuan Muda Wang Chen adalah salah satu dari sedikit jenius alkimia muda di Ibu Kota yang mendapatkan perlindungan hukum langsung dari asosiasi."
"Cih! Tahu takut juga rupanya kau, bajingan!" Wang Chen mendengus sombong, menepuk-nepuk lencana dua bintang di dadanya dengan kepala terangkat tinggi ke langit. "Di Ibu Kota Kekaisaran Azure ini, statusku sebagai alkemis membuatku memiliki hak istimewa yang setara dengan tetua klan kelas menengah! Menyinggung atau melukaiku sama saja dengan menyatakan perang terhadap seluruh Asosiasi Alkemis! Bahkan Klan Mu di belakangmu pun tidak akan berani melindungimu!"
Mendengar khotbah panjang lebar itu, Feng Tian hanya menghela napas panjang. Dia menggelengkan kepalanya perlahan dengan raut wajah yang dipenuhi rasa simpati yang mendalam, seolah-olah sedang melihat seorang anak kecil yang sedang memamerkan mainan rusaknya.
"Alkemis Tingkat 2... baru memiliki dua bintang di dada, dan kau sudah merasa seolah-olah menguasai seluruh langit dan bumi?" Feng Tian mencibir tipis, matanya yang keemasan menatap Wang Chen dengan kilat dingin. "Sungguh seekor katak di dalam tempurung yang malang. Duniamu terlalu kecil, Wang Chen."
"Kau benar-benar mencari mati!" Wajah Wang Chen seketika memerah padam, urat-urat di dahinya menegang karena terhina oleh ucapan seorang 'pengemis'. "Pengawal! Patahkan kedua kakinya terlebih dahulu! Aku ingin melihat apakah mulutnya masih bisa bertindak sombong setelah dia merangkak di lantai!"
"Tunggu!"
Tetua Mu Qing akhirnya melangkah maju ke depan Feng Tian. Jubah hijau tuanya berkibar saat dia melepaskan tekanan aura kuat dari **Ranah Fondasi Dasar Tahap Akhir Puncak**. Gelombang energi spiritual murni menyebar, memaksa empat pengawal klan Wang menahan langkah mereka dengan dahi berkerut.
"Tuan Muda Wang Chen, Paviliun Phoenix Ungu adalah properti resmi dari garis keturunan utama Klan Mu!" ucap Mu Qing dengan nada tegas dan penuh wibawa. "Kami menghormati Asosiasi Alkemis, namun tempat ini bukanlah halaman belakang klan Wang di mana Anda bisa bertindak semena-mena tanpa aturan hukum!"
"Tetua Mu Qing, apakah Anda sudah tua dan pikun?!" Wang Chen membalas dengan bentakan, sama sekali tidak gentar karena dia tahu klan Mu tidak akan berani memicu perang total hanya untuk urusan sepele. "Apakah Klan Mu benar-benar ingin menyatakan perang dengan Klan Wang dan merusak hubungan dengan Asosiasi Alkemis hanya demi melindungi seorang pengemis liar?!"
Di tengah adu mulut yang menegangkan itu, Feng Tian perlahan melangkah maju, melewati posisi Tetua Mu Qing. Jari-jari tangan kanannya bergerak sedikit di dalam saku jubahnya.
*‘Sistem, gunakan hadiah misi dari Pilihan 2 tadi. Aktifkan Teknik Pemurnian Api Sembilan Surga untuk memanifestasikan esensi api alkimia murni,’* perintah Feng Tian dalam hati dengan dingin.
**[Ding! Mengonfirmasi perintah Pengguna...]**
**[Mengaktifkan Teknik Pemurnian Api Sembilan Surga (Skala Terkontrol). Mengekstrak esensi Api Jiwa Spiritual...]**
*Wusss!*
Tanpa ada peringatan apa pun, suhu di dalam lobi utama Paviliun Phoenix Ungu melonjak drastis dalam hitungan milidetik. Udara di sekitar ruangan bergelombang hebat seperti fatamorgana di tengah gurun pasir. Sebuah tekanan batin yang begitu murni, agung, dan membawa beban spiritual yang mengerikan mendadak berpusat dari tubuh Feng Tian.
Feng Tian menarik tangan kanannya dari saku jubah, lalu perlahan membuka telapak tangannya yang menghadap ke atas.
*Blar!*
Sebuah gumpalan api berwarna putih keperakan mendadak menyala dan menari dengan anggun di atas telapak tangan Feng Tian. Api itu tidak membakar kulitnya, tidak pula menghanguskan udara di sekitarnya menjadi abu, namun fluktuasi energi spiritual yang dipancarkannya begitu murni hingga membuat seluruh tanaman obat herbal di dalam lobi—bahkan yang tersimpan di dalam kotak kayu tersegel sekalipun—mulai bergetar murni, seolah-olah sedang memberikan penghormatan kepada raja mereka.
*Glek.*
Tetua Mu Qing, yang berdiri paling dekat di belakang Feng Tian, adalah orang pertama yang merasakan keagungan api tersebut. Sebagai seorang Master Alkemis Tingkat 3, indra spiritualnya terhadap api jauh lebih sensitif daripada orang biasa. Pada detik api putih keperakan itu muncul, energi api di dalam batinnya sendiri langsung meredup ketakutan, seperti seorang pelayan yang bertemu dengan kaisar.
Lutut Mu Qing seketika lemas, dan matanya hampir keluar dari rongganya saat dia menatap api di tangan Feng Tian dengan tubuh yang bergetar hebat. "A-Api Spiritual Alami?! Tidak... fluktuasi esensi jiwa ini... ini adalah Api Jiwa Legendaris tingkat tinggi yang bahkan fluktuasinya melampaui Api Spiritual milik Ketua Asosiasi Alkemis Kekaisaran Yang Agung!!"
Sementara itu, Wang Chen yang awalnya berdiri dengan angkuh, mendadak merasakan hawa dingin yang luar biasa menusuk batinnya. Api batin alkemianya tertekan begitu hebat hingga dia merasa sesak napas. Wajahnya yang kemerahan langsung berubah pucat pasi seketika, kehilangan seluruh warna kulitnya.
Lencana dua bintang perak di dada kiri Wang Chen tiba-tiba terasa begitu berat dan panas, seolah-olah berubah menjadi lempengan besi berkarat yang sedang menertawakan ketidakberdayaannya. Di hadapan nyala api putih keperakan milik Feng Tian, seluruh pengetahuan, teknik, dan keahlian alkimia yang selama ini dibanggakan oleh Wang Chen tidak lebih dari sekadar mainan lumpur anak kecil yang tidak berarti.
"Kau... kau... bagaimana mungkin..." Wang Chen melangkah mundur beberapa langkah dengan tubuh yang gemetar tak terkendali. Keangkuhan militer dan status elitnya runtuh total dalam satu kedipan mata, digantikan oleh rasa takut yang luar biasa mendalam. "Kau adalah seorang Master Alkemis Agung?!"
Feng Tian tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat dingin. Dengan jentikan jari yang santai, api putih keperakan itu padam dalam sekejap, mengembalikan suhu lobi menjadi normal, namun meninggalkan tekanan mental yang permanen di benak semua orang.
Feng Tian maju satu langkah lagi, menatap lurus ke dalam mata Wang Chen yang kini dipenuhi ketakutan.
"Seknow, Wang Chen..." ucap Feng Tian dengan nada suara yang rendah, namun dinginnya menusuk hingga ke tulang sumsum. "Katakan padaku, dengan statusmu yang hanya seonggok Alkemis Tingkat 2... siapa di antara kita yang sekarang harus berlutut dan mematahkan tangannya sendiri?"
> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
> **SIAPA YANG NYARI MASALAH, DIA YANG KENA MENTAL!** 🤫🔥 Wang Chen langsung mati kutu dan gemetaran begitu Feng Tian ngeluarin api legendaris dari Teknik Api Sembilan Surga! Ternyata 'murid miskin' yang dia remehkan adalah entitas tingkat tinggi di dunia Alkimia yang sesungguhnya! Klan Wang bener-bener salah milih lawan kali ini! Gak sabar nunggu kelanjutan nasib Wang Chen yang udah di ujung tanduk di bab depan! 😂💥
>