NovelToon NovelToon
I'M Just For You

I'M Just For You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:299.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jujuk Aza

Nayla Thalita Firliany 21 tahun, gadis cantik yang biasa di panggil Nayla ini merantau dari Riau ke ibu kota Jakarta untuk menuntut ilmu di salah satu kampus ternama.

Dan Naas Nayla harus kehilangan ke Virginan nya dalam sebuah insiden pemerkosaan saat ia tengah mabuk.

Karena pelaku bukan pria yang Nayla kenal, serta dirinya juga tidak hamil maka Nayla memilih melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.

Namun beda halnya dengan Giovani Farmost 29 tahun, seorang Presdir sebuah perusahaan kontruksi yang merasa jika Nayla adalah takdirnya.

Gion panggilan dari Giovani menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Nayla selalu di sisihnya

Namun kesalah pahaman yang terjadi di awal pertemuan mereka membuat keduanya tidak pernah akur. Terlebih Nayla yang tidak mencintai Gion membuat Gion selalu cemburu berlebihan.

Lalu apa yang akan terjadi pada kisah mereka berdua?

Simak kisah mereka selanjutnya dalam
I'M JUST FOR YOU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jujuk Aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Athor

Sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan. Sebuah kamar VVIP.

Seorang pria masih terlelap tidur di atas single bed ukuran king size meski matahari sudah tinggi dan memancarkan sinar panasnya.

Kamar itu tertutup oleh gorden tebal berwarna cream, guna menghalau sinar mentari yang masuk ke dalam ruangan, sehingga membuat penghuninya tetap nyaman memejamkan mata dan menikmati empuknya kasur.

Tubuhnya sangat letih, tapi hatinya bahagia. Membuat senyum lebar menghiasi bibir tipis berwarna pink milik pria itu. Senyum manis ala Casanova yang membuat para wanita akan bertekuk lutut jika melihatnya.

Ia memiringkan tubuhnya yang tertutup selimut, sedangkan tangan kirinya meraba-raba, mencari sesuatu yang semalam ia peluk, sosok yang telah menghangatkan tubuhnya dan membuat ia tersenyum bahagia.  Sesuatu yang dapat menenangkan saraf-saraf otaknya dengan aroma bunga lily.

Tempat itu kosong tangannya tak menemuka apa-apa disana, seolah tidak percaya, ia membuka matanya untuk melihat sekeliling ternyata 'zonk...' kosong melompong tidak ada siapa-siapa.

"CK, Sial!"

Cowok itu langsung bangun, mencari wanita yang semalam ia tiduri. Ia berlari kearah kamar mandi dengan membawa selimut untuk membalut tubuh bagian bawahnya, guna mencari sang wanita, namun disana juga kosong.

Ia menyapu sekeliling dengan mata elangnya, dan ternyata wanita itu sudah pergi meninggalkan dirinya. Pakaian gadis itu sudah tidak ada lagi yang tertinggal, hanya bajunya yang masih berceceran di lantai.

"SIAL!" umpatnya kesal.

Kemarahan terlihat jelas di matanya. Kebahagiaan yang ia dapati pagi ini menguap sudah, berganti dengan sakit hati dan rasa kecewa yang datang.

Pria itu merasa sangat dilecehkan oleh wanita yang telah ia boking semalam. Harga dirinya langsung merosot kebawah ketika tidak menemukan wanita murahan yang telah dibelinya.

Biasanya jika selesai bercinta, ia selalu menjadi orang pertama yang bangun dan meninggalkan sang wanita yang masih terlelap tidur dengan beberapa gepok uang ratusan ribu sebagai bayaran atas jasa mereka, atau keduanya akan pergi bersama-sama meninggalkan kamar hotel itu. Namun, kini wanita sialan itu malah pergi duluan dan meninggalkan dirinya sendiri.

Pria itu merasa sangat dihina dan dilecehkan. Layaknya sugar baby yang dibuang begitu saja setelah selesai dipakai oleh para mommy saat dudah ia puaskan diatas ranjang. Sungguh ia benar-benar terhina.

Pria itu sangat emosi, "P*LAC*R MURAHAN!!" makinya marah.

Pria itu mengacak rambutnya yang sudah berantakan dengan kedua tangannya, hingga selimut yang dipegang sedari tadi merosot ke kebawah dengan bebas. Tak perduli dengan itu semua, ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan secepat kilat meninggalkan kamar yang masih memiliki bercak merah darah pada seprai putihnya, sebagai bukti atas hubungan terlarang mereka berdua.

*

*

Sang cowok tampan itu, meraih handphone dari saku jasnya, lalu menghubungi seseorang yang ada disebrang sana.

"GUE MINTA NOMOR PEL*CUR SIALAN ITU!!" ujarnya sarkas, begitu teleponnya sudah tersambung.

"Pel*cur yang mana?" tanya orang di seberang sana bingung.

"YANG MANA LAGI? TENTU SAJA PEL*CUR YANG ELO JUAL SAMA GUE SEMALAM ITU!"

"Oh...maksud elo Nayla?"

"TERUS, SIAPA LAGI? EMANG ELO JUAL BERAPA WANITA, KOK PAKAI TANYA SEGALA??" tanyanya penuh emosi.

"Ok, ok tenang dulu ok. Elo kenapa sih marah-marah gini? "

"JANGAN BANYAK TANYA, POKOKNYA KIRIM SEGERA NOMOR DIA KE HP GUE, GUE ADA URUSAN SAMA DIA!!!" Sarkasnya, kemudian mematikan panggilan telepon secara sepihak.

Pria itu meninggalkan kamar hotel dengan perasaan campur aduk tak menentu, mirip adonan bakwan siap goreng.

Jika gadis itu ada di depannya saat ini, pasti sudah ia cekik biar m*mpus sekalian karena sudah berani-beraninya bermain-main dengan dirinya.

Apalagi sekarang ia harus keluar dari hotel hanya mengenakan jas saja, kerena kemejanya juga telah dicuri makhluk terkutuk itu. Untung ia tampan dan tubuhnya atletis, jadi meski tidak harus malu saat berlalu tampak pakaian sekalipun, karena bagaimanapun ia berpakaian tetap saja mempesona dan tidak mengurangi ketampanannya.

*

*

Bagitu ia mendudukkan tubuhnya di mobil, HP-nya kembali berbunyi, tanda ada pesan masuk.

Sebaris nomor tak dikenal tertera di ponselnya, dengan super cepat pria itu menghubungi nomor yang baru saja ia dapatkan, namun setelah telepon tersambung tidak ada yang menjawab. Hanya suara operator yang terdengar diakhir panggilan.

Ia mencoba menelepon beberapa kali, tapi tetap saja nihil tak ada jawaban.

"SIAL!" pria itu memukul setir mobilnya.

Kemana pel*cur br*ngsek itu bersembunyi? Apa dia sengaja mengacuhkan telepon gue juga? Pikirnya.

"Awas elo ya, kalau kita ketemu lagi. Gue bakal buat perhitungan yang tak akan pernah bisa elo lupakan!" Ancam pria dengan seringai iblisnya. Kemudian ia menjalankan mobilnya untuk pulang.

*

*

Sesampainya di apartemen, ia mencoba menghubungi nomor itu lagi, tapi lagi-lagi panggilannya diacuhkan. Membuat ia semakin emosi yang berujung membanting HP-nya dikasur dengan penuh amarah.

Ia berjalan menuju wall in closet untuk ganti baju, tapi langkahnya terhenti karena ia mendengar HP berbunyi. Panggilan masuk dari nomor yang sedari tadi ia hubungin menelpon balik ke arahnya.

Sebuah senyum kemenangan mengembang di bibirnya, sehingga membuat wajahnya yang semula kusut kini menjadi ganteng lagi.

"Hallo!" sapanya pada sang penelepon.

"Hallo, apakah ini dengan mbak Nayla?"

"Bukan, ada apa?"

"Mbak Nayla nya ada pak?" Tanya sang penelepon.

"Memang ada apa kamu mencari dia, dan kamu siapa?"

"Begini pak? tas dan HP mbak Nayla ketinggalan di bar semalam, dan kami tidak tahu harus menghubungi siapa, jika bapak kenal dengan mbak Nayla, tolong sampaikan padanya untuk mengambil tasnya disini, atau bisa juga bapak yang mengambilnya disini sekarang untuk di kembalikan pada mbak Nayla?"

"Oh, begitu, baiklah saya akan mengambilnya kesana sekarang."

"Baik pak. Kami tunggu."

Sambil mengakhiri panggilannya pria itu tersenyum puas.

Begitu selesai ganti baju, ia pergi meninggalkan apartemennya dengan perasaan bahagian. "Mau lari kemana kamu cewek sialan," ujarnya, "Gue akan menemukan elo, lalu membuat perhitungan, biar elo tahu rasa. Karena sudah berani mempermainkan kan gue," Ia senyum puas.

*

*

*

*

Faya

Seorang cewek menatap kamar kosong yang ada di depannya dengan pandangan nanar. Sudah lebih dari empat hari kamar itu tidak berpenghuni dan kini sedikit debu mulai memenuhi ruangan itu.

Cewek yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi, kini entah berada dimana. Rasa cemas menyusup dalam dadanya, takut jika hal buruk menimpa sahabatnya.

Mungkin jika Faya tidak menuruti permintaan Nayla untuk mengajak gadis itu pergi ke Club, tentu semua ini tidak akan terjadi. Lalu apa mau dikata saat nasi sudah menjadi bubur.

Faya menarik nafas kemudian menghembuskan secara berlahan, guna memberi ruang pada paru-parunya.

Ia menatap tempat tidur warna grey yang biasanya mereka tempati berdua dengan perasaan kosong.

Gadis itu mengambil Hp dari saku baby doll nya, hendak menghubungi seseorang namun ia tampak ragu, apakah keputusan yang ia ambil saat ini sudah benar atau hanya akan membuat masalah baru untuknya. Setelah berfikir cukup lama akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi sebaris nomor dari daftar kontaknya.

"Assalamualaikum!" sapa Faya setelah teleponnya diangkat.

"Walaikumsalam Faya!" Sapa cowok diseberang sana, "Ada apa Faya? Tumben pagi-pagi udah telpon? Apa ada penting?"

"Farel, gue mau tanya. Apa elo ada komunikasi sama Nayla selama empat hari ini?" tanya Faya pada orang yang ia telepon.

"Kagak, sudah berhari-hari Nayla tidak angkat telepon gue, chat gue juga kagak ada satu pun yang dia balas. Emang kenapa Fay?Ada masalah dengan kesayangan gue?"

Faya terdiam.

Berarti Nayla juga tidak memberi kabar Farel selama ini. Kemana tuh anak? bikin orang pusing saja, Batin Faya.

"Fay!"

"Hallo Fay?"

"Faya?"

"Oh iya Farel." Faya gagab, tersadar dari lamunan nya.

"Ada apa? Apa yang terjadi dengan pacar gue?"

"Nayla gak ada di kost Rel, entah pergi kemana? Udah empat hari dia pergi dan gue juga gak tahu dia ada dimana, HP-nya gue telpon kagak diangkat dan chat gue juga kagak dibalas. Teman-teman di kost juga kagak tahu kemana dia pergi. Jadi gue tanya sama elo. Siapa tahu elo dihubungin sama Nayla."

"Mungkin dia di rumah Pamannya Fay, kan Nayla punya saudara di Jakarta?"

"Iya, dia memang punya saudara disini, tapi Nayla kalau mau main kesana selalu pamit sama gue atau sama anak-anak yang lain, tapi kali ini dia menghilang begitu saja gak ada kabar sama sekali. Jadi semua orang kagak tahu dia ada dimana?" Faya menjelaskan pada Farel.

"Elo tahu rumah saudara Nayla tidak Rel, kalau emang elo tahu, ayo kita coba cari dia disana?" tanya Faya pada Farel.

"Gue juga kagak tahu Fay. Nayla gak pernah ngenalin gue sama mereka. Coba deh nanti gue cek di Facebook dia. Kan biasanya Nayla suka main FB."

"FB nya udah gue chat berkali-kali, tapi sepertinya sudah beberapa hari ini Nayla belum buka FB, karena gue lihat belum ada setatus terbaru di FB nya. Farel apa kita lapor polisi saja, melaporkan kalau Nayla hilang," Usul Faya.

Farel no respon.

"Farel"

"Rel, Farel, elo masih di sana kan?"

Tanya Faya karena tak ada jawaban dari Farel.

"Oh, iya elo ngomong apa tadi."

"Apa kita lapor polisi saja."

"Jangan dulu deh, biar gue cari saja dulu keberadaan dia. Elo tahu nama lengkap saudara Nayla yang ada di Jakarta gak? Biar gue tanya sama saudara gue, kali saja dia kenal."

"Gue juga tidak tahu Rel, setahu gue dia bernama Adam dan istrinya bernama Anni. Oh ya istrinya bekerja di SD Kartini Jakarta. Coba elo cari info dari sana."

"Ok."

"Maksih ya Farel."

"Iya sama-sama. Tapi elo gak berantem sama Nayla sampai dia pergi tanpa pamit gitu kan?" selidik Farel.

"Gak lah."

"Bener?"

"Bener. Sumpah deh, gue sama Nayla baik-baik saja. Gue juga sadarnya pagi hari saat gue bangun dan kamar Nayla masih tertutup. Gue pikir dia masih tidur tapi sampai siang dia belum juga keluar kamar, makanya gue nanya sama yang lain dan ternyata memang Nayla belum pulang dari kemarin."

"Kenapa elo baru kabarin gue sekarang? Kalau dia perginya udah dari kemarin?" Suara Farel terdengar kesal

"Karena gue piker besoknya dia bakal balik ke kost atau paling tidak kasih kabar."

"Fay, mungkin gak kalau Nayla itu pulang kampung? Kan sekarang kita baru libur semester?"

"Elo itu pikun atau gimana sih, kan elo tahu kalau Nayla kagak punya duit. Tapi elo yang mencarikan dia kerja, kok malah tanya pulang kampung segala?"

"Sory deh. Kalau gitu udah dulu ya, biar gue cari pacar cantik gue itu."

"Kalau ketemu kabarin gue ya."

"Sip. Doain ya?"

"Sip."

"Assalamualikum."

"Walaikum salam."

Begitu telpon terputus Faya kembali ke kamarnya. Dia berharap Nayla lekas di temukan keberadaannya. Biar dia bisa bernafas lega.

*

*

*

*

Like

Komen

Bunga

Ok!

1
mahdee 79
good
Eyu
Lbh cantik faya
Nany Susilowati
berantem sama farel ya..
Nany Susilowati
baikan...tapi bayaranya mahaaaaal....
Nany Susilowati
Hyun bin as Gion
Indahnya Dunia Halluku
loh.... itu nayla sengaja di jebak faya kah..
Nataliea Shaayanna
pas scane ini mirip Drakor secret romance
Sofiyati YT
klu pisah berarti g sesuai judulnya, hrsnya bersatu
Sri Prihatini Yuli Yanti
Thor kmn ni g pernah up lg
Jujuk: lajut season dua kak. belenggu cinta sang casanova
total 1 replies
Sofiyati YT
tlg dilanjutkan biar happy ending
Jujuk: lanjut season 2 kak
total 1 replies
Anindyah Adyra Putri
haii,salam kenal..☺️
Jujuk: Hay juga
total 1 replies
pxtrq_
mau saling dukung ga Thor?
Jujuk: ok kakak
total 1 replies
zien
Hadir 🌹💗
Susi Talaksoru
mampir thor
Jujuk: makasih kak
total 1 replies
Jujuk
salam kenal juga
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
zien
hadir 💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!