NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Playboy

Sang Penakluk Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel ada di ig syifa_sifana

Kelanjutan dari novel Terpaksa Menikahi Mantan

Niat kembali ke tanah air untuk melanjutkan kuliah, namun malah menguakkan sebuah rahasia besar.

Pertemuan yang tak disengaja membuat mereka saling memusuhi karena sebuah kejadian yang memalukan. Bersumpah tak ingin mengenal malah terjerat sebuah ikatan.

Inilah lika liku sepasang kekasih yang mejilat air ludahnya sendiri.

Bila cinta sudah berbicara, seberapa hebat dan sombongnya kamu maka akan tunduk pada orang yang kamu cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaget dengan Status Sosial

Jam kampus sudah selesai. Zira mengeluarkan kartu undangan dari dalam tas lalu membagikannya ke seluruh mahasiswa yang ada di dalam kelas.

"Sayang, datang ya!" ucap Zira menyerahkan kartu undangan pada Doni.

"Hmm..." Doni mengambilnya dengan cuek.

Zira tersenyum dan kini giliran ia menghampiri Amel dan Kiara.

“Hmm... Guys, menurut kalian pantas gak mereka ini datang ke birthday party gue?” tanya Zira menatap mereka semua.

“Gak,” ucap mereka kompak.

“Udah, kasih aja undangan untuk mereka,” ucap Farah tersenyum licik.

Zira menganggukkan kepala dan menyerahkan undangan kepada mereka. “Ini undangannya.”

Amel dan Kiara menerimanya. Amel melihat undangannya dengan seksama.

“Kalian mending sewa baju yang bagus ya, biar tidak mengotori tempat birthday party gue,” ucap Zira menghina.

“Ok,” ucap Amel spontan.

Zira terkekeh dan beranjak pergi.

Kiara memasukkan kartu undangan ke dalam tas, lalu menghampiri Amel. “Ayo kita makan. Aku yang traktir kamu,” kata Kiara. Amel tersenyum dan beranjak bangun.

“Kita-kita ini gak diajak?” tanya Kiano beranjak bangun.

“Kami mau ikut juga dong,” sahut Doni dan Samuel kompak.

“Gak boleh. Kalian bikin rusuh aja yang ada,” sahut Amel spontan.

“Gak kok. Siapa bilang kami bikin rusuh,” balas Samuel.

“Sudah, biarkan mereka ikut gabung sama kita,” ucap Kiara memegang tangan Amel.

“Huft... ya sudah. Kalian boleh ikut kita.”

Mereka tersenyum dan jalan mengikuti Kiara dan Amel.

Sampai di parkiran, Kiara dan Amel langsung menuju ke arah mobil Amel. Doni dan Samuel terkejut saat melihat mobil yang ditumpangi mereka bukanlah mobil murah.

“Kiano, itu mobil siapa?” tanya Samuel penasaran.

“Mobil Amel,” jawab Kiano santai.

“What?” Doni dan Samuel tersentak kaget.

“Gak usah kaget kayak gitu. Haish.. lama-lama kalian ini kayak orang kampung aja,” cerocos Kiano.

“Terserah lo dah. Tapi serius ni, dia bilang miskin, tapi ... dia naik mobil sport, Bro,” ucap Samuel membelalak saat melihat mobil Amel.

“Kalian aja yang bodoh. Meskipun penampilan dia tertutup gitu, tapi tetap kelihatan modern. Masa kalian gak bisa bedain mana yang miskin dan mana yang pura-pura miskin sih?”

“Iya sih.”

“Ya sudah, jangan pikirin harta mereka. Sekarang kita ikuti mereka, jangan sampai mereka tinggalin kita,” ucap Kiano beranjak pergi.

...****************...

Mereka kini sampai di depan restoran. Lagi-lagi mereka dikejutkan dengan gaya hidup kedua gadis berkerudung itu. Kalau Amel mungkin bisa ditoleransi, tapi Kiara? Benar-benar dibuat penasaran.

Tak menunggu pertanyaan mereka terjawab, kini mereka mengikuti Amel dan Kiara masuk ke dalam restoran.

Amel dan Kiara langsung duduk di sebuah meja kosong, ketiga lelaki itu pun juga ikut duduk bersama mereka.

“Kalian pesan aja yang ingin kalian makan. Biar aku yang bayar!” ucap Kiara menatap mereka semua. Ia sangat senang akhirnya ada orang yang bisa ia ajak untuk makan bersama dengannya.

Mereka menganggukkan kepala dan memesan makanan yang ingin mereka makan siang ini.

“Kiara, sebenarnya lo siapa sih?” tanya Samuel penasaran.

“Kenapa tanya dia? Lo naksir sama dia?” sahut Amel spontan.

“Lo diam dulu deh! Nanti gue juga mau interogasi lo,” ucap Samuel melirik Amel.

“Ngapain lo interogasi gue? Emangnya gue ini narapidana?” celetuk Amel menyeringai.

“Haish... cewek ini,” gumam Samuel geram.

“Dia sebenarnya kepo, kenapa Kiara bisa traktir makan kita-kita ini di restoran mahal?” ujar Doni to the point.

“Memangnya kenapa? Kalian pikir kita-kita ini gak mampu bayar?” balas Amel menatapnya.

“Bukan itu dodol.” Doni kesal dibuatnya.

“Kalian jangan banyak tanya deh. Udah ditraktir, protes lagi.”

“Nyesel banget gue keluarin argumen gue,” ucap Samuel kesal setengah mati.

“Mereka warga Indonesia yang menetap di luar negeri, pindah ke Indonesia hanya untuk belajar. Kiara sudah pindah sejak SMA, sedangkan Amel baru pindah beberapa bulan yang lalu,” ujar Kiano santai.

“Sepertinya lo tau banyak tentang hidup kita ini?”

“Gak juga. Gue hanya mengertahuinya sekilas doang,” jawab Kiano santai.

“Yang dikatakan Kiano benar. Kita dulu satu sekolah ketika SMA, cuma dia sepertinya tidak mengenaliku,” ujar Kiara.

“Hah? Serius?” tanya Amel kaget.

Kiara menganggukkan kepala. “Terlalu banyak cewek di sekolah, jadi gue hanya bisa mengenal yang famous saja, selain itu gak penting,” sahut Kiano dengan nada sombong.

“Sombong banget lo,” ketus Amel meliriknya sinis.

“Sorry ya, wajah gue terlalu tampan, jadi lo tau kan orang tampan itu gimana?” ucap Kiano penuh percaya diri.

“Tampan? Hahaha... hanya orang katarak aja yang bilang wajah lo tampan,” celetuk Amel mengejeknya.

“Lo!” Kiano menatap kesal.

Samuel dan Doni sudah menahan tawa. “Amel!” tegur Kiara dengan lembut.

“Iya, kenapa?” Amel menghentikan tawanya dan menatap Kiara.

Kiara memberi isyarat padanya untuk tidak meneruskan mengejek Kiano.

Pelayan datang dengan membawakan semua makanan dan minuman pesanan mereka, lalu meletakkan di atas meja, setelah itu ia beranjak pergi.

“Ayo makan! Kalau mau pesan lagi, pesan aja ya, jangan malu-malu,” ucap Kiara tersenyum bahagia.

“Makasih, kita makan ini aja dulu,” ucap Doni.

“Oh ya, kalian datang gak ke birthday party Zira?” tanya Samuel sambil makan.

“Udah diundang, ya datang dong,” ucap Amel seketika.

“Aku gak ikut deh,” sahut Kiara.

“Kenapa?” tanya Amel menatap serius.

“Kalau aku pergi, nanti mereka malah ngebully aku lagi. Aku takut,” jawab Kiara menunduk kepala.

“Gak usah takut. Kan ada aku. Nanti kita datang sama-sama ya,” ucap Amel menyemangatinya.

“Ya udah deh. Aku mau,” jawab Kiara mengangguk pelan kepalanya.

“Lo sendiri gimana, Don?” tanya Samuel tersenyum kecil.

“Sebenarnya gue malas banget kesana,” jawab Doni wajahnya langsung berubah seketika.

“Pacar lo sendiri yang ulang tahun, masa lo malas ke sana?” balas Kiano.

“Jangan bilang pacar ya, gue sama dia belum jadian ... dan ogah banget gue sama dia,” jawab Doni spontan.

“Benci bilang cinta loh,” sambung Samuel menyeringai.

“Apaan?” sahutnya kesal.

“Wait...” Mereka menatap Amel. “Menurut gue kalian bertiga itu sangat cocok deh sama ketiga cewek itu. Farah sama Kiano. Zira sama Doni, dan Yesi sama Samuel,” ujar Amel menatap mereka sili berganti.

“Ogah,” sahut mereka kompak.

Mata Amel membelalak menatap wajah kesal mereka. “Lah, kenapa?” tanyanya bingung.

“Kami punya selera masing-masing ya ... tolong jangan jodohin mereka sama kita-kita ini,” sahut Samuel serius.

“Heleh, gaya lo. Padahal batinnya mau pepetin tu cewek,” celetuk Amel menyeringai.

“Gue udah punya lo, dan gak butuh Farah lagi,” ucap Kiano menatapnya.

Amel membalas tatapan Kiano.

“Astagfirullah, sadar Amel. Jangan terpengaruh dengan tatapan buaya jantan yang ada di depan lo ini.”

Seketika Amel mengalihkan tatapannya. Jantungnya sudah berdetak tak seirama. Kiano hanya tersenyum kecil melihat gelagat Amel yang terkesan gugup.

Tak lagi ngobrol, mereka semua melanjutkan makan sampai selesai.

1
Momed Wullur Dzaky
oq
Egik
Lumayan
Nispu Wati
Thor jadi kiano sama Amel,atau kiara
Itu bersaudara.
Tarwiyah Nasa
Fans Rico Mera hadirrr
YuWie
baju muslimah gaul itu yang seperti apa jal 🤔
buk e irul
padahal kangen banget ma kiano 😍😍😍
buk e irul
sehat sehat terus ya cah ayu Syifa 😘
buk e irul
kenapa yang bagus bagus pindah ke sana hiks hiks hiks
abc
kalo kisah ini menimpa another kayanya seru
Anonim
sangat menarik
Ridha Tamara
siska bilang kesalahan kecil ??? hello... yg sepemikiran dengan siska...masih waras ???😁
"honey and bee" panggilan itu mengigatkanku pada seseorang, seseorang yg tidak pernah mungkin kumiliki, seseorang yg kumiliki dengan wktu yg singkat, dan juga yg paling menoreh luka paling dalam.
"honey and bee" adalah panggilan paling terkesan in my life.
panggilan itu, aku tidak bisa melupakannya sampai sekarang.
jika aku merindukannya aku sangat berdosa, tp apa yg harus aku lakukan? maafkan aku tuhan, i really miss him:')
aku cuma syg marisa, disini dia korban keegoisan, peluk online marisaaa
jujur, disini marisa hanyalah korban, dan aku kasihan!
Tri Haryani
ini mah besty
mamah cantikk
rico sm mera aja thor
mamah cantikk
hohoho jalang teriak jalang
mamah cantikk
kpn ketauannya sih udh g sabar lg nih
mamah cantikk
apa kabar tmn² kampus 2K ya koq ngilang gtu ja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!