NovelToon NovelToon
Summer With You

Summer With You

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shea Olivia

Sinopsis:

Choi Daehyun—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah 5 tahun menghindari dunia hiburan.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai kekasihku,” kata Choi Daehyun pada diriku yang di depannya.

Namaku Sheryn alias Lee Hae-jin—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Choi Daehyun sejak awal, namun sedikit pun aku tidak terkesan.

Aku mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”

Awalnya Choi Daehyun tidak curiga kenapa aku langsung menerima tawarannya. Sementara aku hanya bisa berharap aku tidak akan menyesali keputusanku terlibat dengan Choi Daehyun.

Hari-hari musim panas sebagai “kekasih” Choi Daehyun dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun aku ataupun Choi Daehyun tidak menyadari kebenaran kisah lima tahun lalu sedang mengejar kami.

🌸𝐃𝐈𝐋𝐀𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐊𝐄𝐑𝐀𝐒 𝐂𝐎𝐏𝐘
🌸𝐊𝐀𝐑𝐘𝐀 𝐀𝐒𝐋𝐈 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑/𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐋𝐀𝐆𝐈𝐀𝐓
🌸𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Olivia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

“Lee Hae-jin sii, sebaiknya pinggiran topimu diturunkan sedikit lagi. Wajahmu harus tertutup,” perintah Park Hyun-Shik.

Sheryn bergumam tidak jelas, menyerahkan ponsel yang dipegangnya kepada Choi Daehyun, lalu menarik turun topi merahnya. “Kalau begini aku sendiri tidak bisa melihat apa-apa,” desahnya.

“Paman sebenarnya ada di mana? Dia sedang meneropong kita atau semacamnya?”

Ia dan Choi Daehyun sedang berada di dalam mobil Choi Daehyun yang diparkir di lapangan parkir depan gedung tempat Park Hyun-Shik bekerja. Saat itu pukul sepuluh malam dan suasana di tempat parkir sepi sekali.

Choi Daehyun yang mengenakan topi hitam dan kacamata hitam duduk di balik kemudi, Sheryn duduk di sampingnya, sementara Park Hyun-Shik mengawasi mereka entah dari mana. Semua komunikasi dilakukan lewat ponsel. Mereka sudah siap menjalankan tahap pertama rencana.

Choi Daehyun menempelkan ponsel ke telinga dan berkata, “Sudah bisa dimulai.”

Ia menutup ponsel dan memandang Sheryn yang sedang merapikan kepang rambutnya. “Sekitar semenit lagi kita keluar,” katanya pendek.

“Jadi kita hanya perlu keluar dari mobil, bergaya sebentar, lalu masuk kembali ke mobil?” tanya Sheryn memastikan.

Choi Daehyunmengangguk. Ia diam, lalu, “Nah, sepertinya Hyung sudah siap dengan kameranya. Kita keluar sekarang.” Mereka berdua keluar dari mobil dan mulai berjalan berdampingan.

“Kenapa jauh begitu?” tanya Choi Daehyun.

Sheryn menoleh dan menyadari Choi Daehyun sedang mengomentari jarak antara mereka berdua yang terlalu jauh. “Kenapa? Kurasa ini sudah cukup dekat.”

“Orang-orang tidak akan percaya aku punya hubungan khusus denganmu kalau kau berdiri sejauh itu.”

Sheryn berhenti berjalan dan memutar tubuh menghadap Choi Daehyun.

“Menurutku seperti ini juga sudah lumayan. Kita tidak perlu sampai berpelukan supaya orang percaya kita punya hubungan khusus, kan?”

Choi Daehyun tertawa pendek. “Apanya yang lumayan? Tubuhmu kaku begitu dan jalanmu seperti robot.”

Sheryn tetap diam. Choi Daehyun balas menatapnya, lalu berkata, “Kita harus melakukan sesuatu.”

Sheryn terkejut ketika Choi Daehyun melangkah mendekati dirinya. “Mau apa kau?” tanyanya, tapi saking gugupnya ia tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri.

Choi berdiri tepat di depannya. Sheryn baru menyadari betapa dirinya begitu pendek dibandingkan pria itu. Kepalanya sampai harus mendongak kalau ia mau melihat wajah pria itu.

“Hei, Choi Daehyun ssi, kau sebenarnya mau apa?” tanya Sheryn sekali lagi ketika setelah beberapa saat Choi Daehyun hanya berdiri diam tanpa melakukan apa-apa.

Ia tidak bisa melihat ekspresi Choi Daehyun dengan jelas karena laki-laki itu memakai kacamata hitam, tapi Sheryn bisa melihat bibir pria itu membentuk seulas senyum.

“Aku? Hanya memberikan pose yang bagus untuk foto kita,” katanya santai, lalu ia mundur kembali.

Sheryn mendengus pelan. “Lucu sekali.”

“Misi selesai,” kata Sheryn ketika mereka sudah duduk kembali di dalam mobil.

“Hhhh… lelahnya. Benar-benar pekerjaan yang berat.”

Daehyun tersenyum kecil mendengar gurauan Sheryn. Ternyata gadis ini bisa bercanda juga. Daehyun yakin sebenarnya Sheryn orang yang ramah, meski saat ini gadis itu lebih sering bersikap kaku dan menjaga jarak, bahkan terkadang cenderung dingin. Bagaimanapun hal itu wajar saja mengingat mereka tidak terlalu saling mengenal.

“Aku merasa seperti sedang main film,” Sheryn menambahkan.

“Mungkin seharusnya aku jadi aktris saja. Bagaimana menurutmu?”

“Teruslah bermimpi,” sahut Daehyun sambil menghidupkan mesin mobil.

Saat itu terdengar dering ponsel. Mereka berdua serentak mencari ponsel mereka. Yang berdering ternyata ponsel Daehyun.

“Sebaiknya kau ganti nada dering ponselmu,” gerutu Sheryn sambil memasukkan ponselnya kembali ke saku celana.

“Kenapa harus aku? Kau saja yang ganti,” kata Daehyun sebelum menjawab teleponnya.

“Ya, Hyung… Sudah?”

Tiba-tiba ponsel Sheryn berdering juga. Tanpa melihat siapa yang menelepon, Sheryn langsung menjawab teleponnya.

“Halo?”

Daehyun melihat gadis itu mendesah dan melepaskan topi merahnya. Siapa yang meneleponnya? Lamunan dalam benaknya buyar ketika ia sadar Park Hyun-Shik berulang kali menyebut namanya di telepon.

“Eh, apa, Hyung?... Oh, oke. Sampai jumpa besok,” kata Daehyun sebelum menutup ponsel.

“Aku? Sekarang? Sedang di luar,” kata Sheryn dengan nada santai.

Daehyun memerhatikan alis Sherynterangkat ketika gadis itu mendengarkan jawaban orang di seberang sana.

“Sebentar lagi juga akan pulang. Kalau ada yang perlu dibicarakan, bicarakan nanti saja. Aku sekarang sedang sibuk. Tutup dulu ya.” Sheryn langsung menutup teleponnya.

“Telepon dari siapa?” tanya Daehyun sambil lalu.

Sheryn menoleh ke arahnya. “Teman,” sahut gadis itu pendek, lalu mengalihkan pembicaraan. “Kita sudah selesai sekarang? Paman bilang apa tadi?”

Daehyun memandang Sheryn dengan kening berkerut. “Paman?” tanyanya heran.

“Kenapa kau memanggil Hyung paman? Dia kan belum setua itu. Kalau aku sih tidak akan sudi dipanggil paman"

Sheryn baru akan membuka mulut untuk menjawab ketika Daehyun menambahkan,

“Tapi terserah kau sajalah. Panggil saja dia paman atau apa pun sesukamu. Hyung tidak akan keberatan. Dia bukan orang yang suka ambil pusing untuk masalah seperti ini. Asal kau tidak memanggilnya onni saja.”

Sandy menarik napas dan berdeham “Jadi Paman bilang apa tadi?” tanyanya sekali lagi

“Katanya mungkin lusa foto-foto itu akan muncul di tabloid,” jawab Daehyun

Namun kemudian perkataannya selanjutnya seakan ditujukan kepada dirinya sendiri, “Harus lagi-lagi siap menghadapi wartawan. Tapi setidaknya reputasiku akan kembali seperti dulu…"

Daehyun menoleh dan mendapati Sheryn sedang menatapnya dengan pandangan aneh. “Apa? Ada apa?”

“Boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Sheryn agak ragu.

“Apa?”

“Sebenarnya… kau gay atau bukan?”

Daehyun melepas kacamatanya dan menatap Sheryn dengan kesal.

Tanpa menunggu jawaban, Sheryn mengibaskan tangan. “Oh, baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Kau gay atau bukan juga bukan urusanku."

.

.

.

.

Seperti rencana Park Hyun-Shik, hari Senin pagi foto-foto mereka sudah muncul di tabloid. Sheryn baru memasuki ruang kuliah ketika Kang Young-Mi berlari ke arahnya.

“Hei, Lee Hae-jin!” seru Na Minjie dengan suara menggelegar.

Sheryn mengerjapkan matanya dengan bingung, lalu setelah pulih dari kekagetannya, ia menggerutu, “Sudah kubilang berkali-kali jangan panggil nama lengkapku seperti itu. Memangnya Sheryn terlalu susah diucapkan?”

“Dan sudah kubilang berkali-kali kalau aku tidak suka nama yang kebarat-baratan,” balas Na Minjie lalu melanjutkan, “Sekarang itu bukan masalah penting. Lihat ini!”

Ia melambai-lambaikan tabloid tepat di depan wajah Sheryn.

“Apa ini?” tanya Sheryn. Ia harus mundur selangkah supaya bisa melihat jelas apa yang ingin diperlihatkan temannya itu.

“Choi Daehyun ternyata punya pacar!” kali ini seruan Na Minjie begitu keras sampai-sampai Sheryn terlompat kaget.

Sandy melihat halaman depan tabloid itu dan menahan napas. Ia membaca judul utamanya “JUNG TAE-WOO DAN KEKASIH WANITA?” dicetak dengan ukuran besar. Di bawah judul itu ada tiga fotonya bersama Jung Tae-Woo. Foto-foto itu agak buram, tapi kenapa Sheryn merasa dirinya terlihat begitu jelas?

Foto pertama memperlihatkan mereka berdua di dalam mobil. Daehyun sedang memegang kemudi dan menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Sheryn sendiri juga sedang memandang pria itu dengan kepala dimiringkan sehingga wajahnya tertutup topi merahnya.

Kapan mereka berpose seperti itu? Sheryn sendiri tidak ingat. Foto yang kedua diambil ketika mereka berjalan bersama. Foto itu diambil sedikit menyamping sehingga Sheryn agak tertutup tubuh Jung Tae-Woo. Sheryn memerhatikan foto itu dan mengerutkan kening.

Seingatnya mereka tidak berdiri sedekat itu, tapi mungkin arah pengambilan fotonya yang menyebabkan mereka terlihat dekat. Foto ketiga adalah saat Choi Daehyun berdiri tepat di depannya dan begitu dekat, Sheryn sendiri berdiri tegak dengan kepala mendongak memandangnya.

Lagi-lagi sudut pengambilan foto membuat foto itu terlihat bagus sekali dan wajah Sheryn agak tertutup. Ditambah lagi Choi Daehyun sedang tersenyum dalam foto itu. Mau tidak mau Sheryn kagum pada Park Hyun-Shik. Ternyata Paman pintar memotret.

“Kau lihat? Sudah lihat?” Na Minjie jelas-jelas terlihat kesal dan sedikit histeris.

“Ternyata selama ini Choi Daehyun sudah punya kekasih. Siapa wanita itu? Artis? Kau tahu tidak, semua penggemarnya sedang shock saat ini.”

Sheryn agak lega karena Kang Young-Mi tidak menyadari bahwa dirinyalah yang ada di dalam foto bersama Choi Daehyun. Ia melipat kembali tabloid itu, mengembalikannya kepada Young-Mi, lalu berkata, “Kenapa kesal? Bukankah ini malah membuktikan Choi Daehyun bukan gay?”

Na Minjie terdiam dan menimbang-nimbang. “Tapi kalau melihat dia dengan wanita lain, rasanya hatiku… aduh,” katanya dengan wajah memelas. Sheryn tertawa geli.

“Tapi… mungkin juga gadis ini bukan kekasihnya,” kata Na Minjie tiba-tiba.

“Memangnya apa yang membuatmu berpikir begitu?”

“Bisa saja kasusnya sama dengan kasusmu waktu itu. Choi Daehyun hanya mengantarmu dan tidak ada hubungan apa-apa di antara kalian. Lagi pula semua orang tahu wartawan suka membesar-besarkan masalah.”

Sheryn cepat-cepat menoleh dan mendapati sahabatnya sedang memandangnya yakin. “Tapi menurutku yang ini memang benar. Di artikel ini bahkan juga tertulis ada sumber tepercaya yang menyatakan Choi Daehyun memang sudah punya pacar, kan? Lagi pula kalau dipikir-pikir, bukankah ini hal yang baik? Maksudku, bagi penggemar sepertimu, yang paling penting kan Choi Daehyun bukan gay alias masih suka wanita….”

Karena ekspresi kecewa Na Minjie belum berubah, Sheryn menambahkan, “Kau juga tidak perlu histeris begitu. Kalaupun wanita di foto ini memang pacarnya, masih ada kemungkinan mereka berpisah. Kau berdoa saja supaya mereka cepat berpisah.”

“Kau bisa berkata seperti itu karena kau bukan penggemarnya! Aku penasaran sekali siapa wanita itu. Di sini juga tidak diceritakan siapa dia….” Na Minjie mengembuskan napas panjang.

Mendadak dia menepuk tangan dan berkata penuh semangat, “Tapi kau benar. Tidak apa-apa, sebentar lagi pasti ketahuan. Dia harus putus dengan Tae-Woo oppa-ku!”

Sheryn geleng-geleng menahan geli. Tapi sebelum senyumnya mereda, Na Minjie sudah berkata lagi, “Tapi ada yang aneh. Coba lihat foto-foto ini, Hae-jin. Kenapa mereka berdua tidak bersentuhan? Mungkin memang bukan hal penting, tapi maksudku, orang pacaran bukannya suka berpegangan tangan kalau berjalan bersama?”

1
•§͜¢•🦢🍒`𝔱𝔞𝔫𝔱𝔢
lanjutkan bakatmu wahai anak muda
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: udah tamat kak yang ini
total 1 replies
•§͜¢•🦢🍒`𝔱𝔞𝔫𝔱𝔢
lumayan /CoolGuy/
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
emang boleh sepanjang ini, rajin up kak
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
singkat, padat, "jadi pacarku" 😭
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
keren banget kak, tapi kakak kenapa?
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐: kak, DM aku
total 2 replies
maz tama
mantap Thor cerita nya bagus
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: makasih
total 1 replies
💫⃝𝙕𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧
singkat padat gay 😭😭
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: hehe gapapa 😅
total 1 replies
💫⃝𝙕𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧
Aku mampir nih, semangattt /Determined//Determined/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: wih thank you 😁
total 1 replies
🍾⃝ ʀɪͩᴠᷞᴀͧɴᷡᴀͣ ≛⃝⃕|ℙ$(hiatus)
smngttt thoorr /Determined//Determined/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: makasih /Smile/
total 1 replies
◂⏤͟͟͞͞✧⃝Zayanᯓ
Baru bab 2 aja udh di pop 6k + /Determined/ semangat thor/Determined//Determined//Determined/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: udah, masih review
total 5 replies
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
gay 😭😭
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: hehe 😅
total 1 replies
Cecilia
bungkus permen juga? 😭 lengkap banget isinya
Cecilia: 😭ngakak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!