Sekuel dari novel Rafania Amora. Author sarankan sih baca dulu novel Rafania Amora. Tapi kalau malas dan ingin langsung baca novel Stay With Me pun juga tak apa. Suka-suka.
Aleta Zeline Al Malik.
Gadis yang baru berusia 19 tahun itu terus merengek pada papanya setelah tidak mendapatkan persetujuan dari sang mama. Terus membujuk dan meyakinkan mereka agar dapat menyetujui keinginannya. Melanjutkan pendidikannya di Jakarta.
Hingga pada akhirnya dia pun berhasil mendapatkan persetujuan dari keduanya. Tanpa di duga olehnya, pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang lelaki telah membuatnya masuk kedalam sebuah masalah yang mengakibatkan mereka harus menikah.
Pernikahan dadakan pun terjadi. Sosok pemuda dengan ketulusan dihatinya telah bersanding dengannya. Begitu sabar dan menerima setiap hal yang dilakukan olehnya.
Setelah menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami-istri, berbagai peristiwa satu persatu bermunculan, hingga tanpa disengaja hubungan antara mereka pun menguak rahasia di antara kedua orangtuanya.
Berulang kali takdir menguji cinta mereka, hingga suatu ketika terjadilah peristiwa yang semakin membuat mereka terpuruk.
Yuk langsung baca novelnya..
ig : Faray_glad
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Beberapa bulan telah berlalu.
Zeline baru saja turun dari mobilnya. Tidak ingin membuang waktu lagi, dia segera melangkahkan kakinya menuju ruangan kelas.
Namun maniknya menangkap keramaian di area taman. Beberapa mahasiswa tampak berkerumun. Ada rasa penasaran, namun zeline menekan perasaannya kuat hingga kini dia memilih untuk masuk kedalam kelasnya.
Namun, tampak beberapa mahasiswa yang ada didalam kelasnya telah berhamburan keluar. Hingga membuat rasa penasaran zeline semakin membuncah.
Perlahan tapi pasti, zeline yang baru saja duduk di kursinya. Kini mulai bangkit dan segera melangkah keluar.
Maniknya menangkap kerumunan mahasiswa tersebut yang tampak semakin ramai. Hingga pada akhirnya dia pun memilih untuk melangkah mendekat. Mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Kini zeline telah sampai dibelakang para kerumunan mahasiswa lainnya. Sedikit menjinjit agar bisa melihat apa yang sedang terjadi. Seketika itu matanya membulat sempurna ketika maniknya melihat kearah beberapa mahasiswa yang sedang beradu jotos di dalam sana.
" Eh.. Kalian ini gimana sih. Bukannya melerai malah menonton saja " teriak zeline keras namun, mereka seakan tidak perduli
" Astaga.. " gumam zeline sembari menghela nafasnya
" Eh... Stop.. stop.. Ada pak Jaka datang.. " teriaknya lagi.
Namun, sesaat Terdengar suara berisik dengan beberapa mahasiswa yang mulai waspada bahkan ada juga yang telah pergi dari sana.
" Ada pak Jaka.. Itu pak Jaka datang " Ucapnya lagi
Perlahan-lahan kerumunan mahasiswa itu telah surut. Mereka memilih untuk segera kembali setelah mendengar Nama kepala dekan telah mengudara.
Hingga kini zeline bisa melihat beberapa mahasiswa yang sedang beradu fisik itu dengan jelas.
" Heh, kalian.. Stooppppp " teriak zeline
" Ada pak jakaa.. " teriaknya lagi
Seketika itu mereka tampak mulai menghentikan pergulatannya. Mereka tampak menolehkan kepalanya untuk mencari sosok kepala dekan yang dibilang menghampiri mereka.
" Heh, Lo sedang bohongin gue " bentak salah satu cowok yang saat ini sedang menatap zeline dengan sengit.
Tak menunggu lagi, cowok itu segera melangkah perlahan menghampirinya. Zeline tertegun melihat sosok cowok itu yang melangkah semakin mendekatinya.
" Lo.. Harus diberi pelajaran " ucapnya
" Heh.. Dia tidak ada hubungannya dengan urusan kita, ko " ucap Ino
Yah.. Ino dan kawan-kawan telah kembali melakukan adu fisik dengan Riko dan kawan-kawan. Mereka memang sering kali melakukan hal seperti ini walaupun hanya gegara masalah sepele.
Riko tidak menghiraukan perkataan ino. Hingga membuat Ino melangkah mendekati Riko dan menahan lengannya, namun dengan gerakan cepat riko bisa melepaskan diri dari genggaman tangan Ino. Bahkan dia telah membuat Ino jatuh terduduk.
" Berani-beraninya Lo ikut campur urusan lelaki " ucap Riko dengan memasang wajah garang
Lelaki itu kini mencengkram kuat lengan zeline.
" Kau menyakitiku. Lepaskan ! " bentak zeline dengan raut wajahnya yang mengerut menahan sakit.
" Lepaskan, Ko ! " bentak ino
" Lepaskan, dia ! " sahut Gery
" Kurasa aku harus memberikan sedikit pelajaran " ucap Riko pada zeline
Riko yang hendak menarik tengkuk kepala zeline seketika itu sebuah pukulan melayang. Zeline memukulnya dengan keras tepat mengenai wajahnya.
Tidak hanya itu. Dia pun juga menendang bagian bawah Riko menggunakan lututnya dengan cukup keras. Hingga membuat Riko mengadu sakit.
" Jangan berani macam-macam padaku ! " ucap. zeline.
Yah.. Jangan kaget. Karena memang zeline sedikit banyak sudah menguasai ilmu bela diri yang telah diajarkan oleh papanya.
Beberapa lelaki yang melihatnya tertegun sesaat menatap kearah zeline. Tiba-tiba saja mereka melotot.
Siapa yang sangka jika saat ini terdapat dua orang dewasa yang sedang berdiri dibelakangnya. Mereka masih mematung melihat ulah zeline.
" Zeline apa yang kamu lakukan ? " bentak seseorang.
Zeline menjingkat kaget mendengar namanya mengudara dengan sangat keras. Seketika itu zeline segera berbalik. Matanya membulat ketika melihat sosok yang sejak tadi dia panggil. Kini telah berdiri tepat di depannya bersamaan dengan sosok lelaki dewasa yang sangat dikenalnya.
***
Dengan kesal zeline membuka tutup botol air mineral yang baru saja diberikan oleh Denis.
" Om, tidak bisa membantumu. Karena pak Jaka telah melihat sendiri ketika kamu memukul Riko tadi " ucap Denis
Saat ini keduanya telah duduk di cafe yang ada didepan kampus mereka. Denis sungguh menyayangkan keputusan pak Jaka yang telah memberikan skorsing pada keenam cowok yang melakukan perkelahian tadi, ditambah satu lagi yaitu zeline.
" Jadi mulai besok dan selama seminggu, zeline tidak boleh masuk kelas. " ucap zeline lemas
Denis berdehem pelan.
" Lagian, gimana bisa kamu melakukannya zeline. Ingatlah kamu berada dimana ! " tutur Denis
Zeline hanya menundukkan kepalanya. Dia sungguh sangat menyesal jika kini kelakuannya berakibat buruk pada pendidikannya.
" Om.. Jangan bilang papa sama Mama yah ! " pinta Zeline
Sejenak Denis menatap kearah zeline yang juga sedang menatapnya dengan sendu.
" Om tidak akan mengadu. Tapi om tidak berwenang jika pihak kampus sendiri yang memberikan kabar ini pada mereka " jelas Denis
Zeline menghembuskan nafasnya sedikit panjang. Dia sungguh menyesal. Sangat menyesal. Memikirkan bagaimana ekspresi kedua orangtuanya saja, sudah tidak sanggup apa lagi melihatnya secara langsung.
Zeline mengusap ujung matanya yang tampak berair.
" Mama pasti marah besar dan papa pasti sangat kecewa padaku jika tahu akan hal ini, om. Bagaimana dong ? Apa yang harus zeline lakukan ? " ucap zeline yang saat ini telah menangis
" Sudah-sudah.. Jangan menangis lagi.! Berdoa saja agar pihak kampus tidak memberikan kabar ini pada kakak dan mas Ammar " ucap Denis
" Sebaiknya, om antar kamu pulang, zeline. " ajaknya
" Iyah om, semoga saja " balas zeline lirih dan lemas.
Mereka berdua kini telah beranjak dari tempatnya. Perlahan mereka membawa langkah kakinya untuk pergi dari cafe tersebut.
***
Disisi lain, ditempat lain pula.
sosok lelaki paruh baya menatap tajam kearah lelaki muda.
Plaakkk
Satu tamparan kembali mendarat di pipinya. Hal seperti ini sudah biasa Ino dapatkan ketika dia melakukan kesalahan. Walaupun bukan semua kesalahan dia yang melakukannya.
" Setiap bulan selalu ada saja masalah yang kamu perbuat, Ino. Dasar anak tidak berpendidikan " bentak lelaki paruh baya itu sekali lagi
Ino hanya menundukkan kepalanya. Seperti biasa, mamanya hanya bisa menangis melihat putranya yang sering kali dipukul oleh suaminya.
" Jika kau sudah tidak ingin melanjutkan kuliah. Sebaiknya kau tidak perlu masuk lagi setelah hukumanmu berakhir " bentaknya lagi
" Mas.. Apa yang kamu katakan ? Hanya tinggal 2 tahun saja Ino akan melakukan skripsi " bela mama Ino
" Sudahlah ! Jangan membelanya terus. ! Lihatlah, dia jadi seperti ini ! " bentak lelaki itu pada istrinya
" Kali ini papa tidak akan memberikan uang jajan untukmu, Kau bisa mencari uang jajan sendiri " ucapnya yang kemudian diikuti dengan langkah kaki besar, keluar dari kamar putranya tersebut.
" Inoo... " Panggil mama ino dengan masih terisak. Wanita paruh baya itu segera menghampiri Ino dan memeluknya sayang.
Entah apa yang membuat suaminya hingga begitu kasar pada putranya itu. Kini keduanya saling berpelukan dengan keadaan mama Ino yang terus terisak.
Tbc.
🙏