Hanna merupakan wanita dari kalangan biasa,ia harus bekerja giat mencari uang untuk menyembuhkan ibunya dari penyakit yang menyerangnya yaitu kangker darah.Karena keteledorannya Hanna di pecat dan kehilangan pekerjaannya.Hanna diharuskan menikah dengan seorang pria yang memiliki istri tiga dan menjadi istri ke empat.Bagaimana bisa Hanna menerima dirinya menjadi istri ke empat?dan alasan apa Gardapati menikahi Hanna sebagai istri ke empat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kediaman Gardapati
Akhirnya Hanna telah sampai di rumah Gardapati.Rumahnya sungguh luas dengan halaman yang menghampar dan rumah yang bagaikan istana.Hanna menatap melalui jendela mobil,saat supir Gardapati memasuki gerbang besar rumah Gardapati.
Lalu,supir Gardapati membuka pintu mobil untuk mempersilahkan Hanna turun dari mobil.Hanna turun sambil menatap takjub dengan keindahan dan kemegahan rumah Gardapati.Sebelumnya Hanna hanya melihat rumah sebesar ini lewat televisi.Hanna tidak pernah melihatnya langsung.Ataupun sampai menapakkan kaki seperti sekarang ini.
"Silahkan nona,kita telah sampai!"Ucap supir tersebut kepada Hanna.Hanna hanya melongo melihat rumah Gardapati sebelum menggubris perkataan supir Gardapati.
Lalu Hanna mengikuti supir tersebut memasuki rumah Gardapati.Terdapat Gardapati dan ketiga istrinya yang menatap Hanna.Gardapati yang duduk di kursi besar bersama para istrinya.
"Gadis itu?"Ucap istri ketiga Gardapati.Dia masih cukup mengingat Hanna yang menumpahkan air minuman ke gaunnya.
"Selamat datang di kediamanku!"Ucap Gardapati tersenyum tipis.Gardapati adalah pria dingin.Hanna pun sejak pertama kali tidak pernah melihatnya tersenyum.Dan tak terlalu banyak bicara.Sekali berbicara menurut Hanna,hanya kesombongan yang keluar dari mulutnya.
"Sayang?jangan bilang kalau dia akan menjadi istri ke empatmu?"Ucap istri ketiga Gardapati yang bernama Isabel.
"Benar,dia akan menjadi istri ke empatku.Bukankah kalian tau tujuanku.Jadi hargai keputusanku!"Ucap Gardapati dengan tegas.Menurut Gardapati tidak ada pilihan lain,mencari wanita yang sebodoh Hanna itu sulit.Wanita mana yang hanya mau melahirkan janin dari benih yang tidak di inginkan?Hanya Hanna.
"Perkenalkan,ini para istriku.Aku harap kalian bisa bekerja sama dengannya.Kalian bertiga harus mendukungnya agar apa yang aku inginkan.Aku dapatkan!Aku akan menikahinya besok."Jelas Gardapati kepada ketiga istrinya dan juga Hanna.Keputusan Gardapati tidak dapat di ganggu gugat,keputusannya adalah perintah.
"Tapi,Sayang..."Ucap Isabel menatap Gardapati tidak percaya.
Isabel tidak percaya jika suaminya akan memilih gadis sedungu itu.Walaupun telah mengetahui tujuan suaminya,Isabel merasa Hanna tidak pantas menjadi istri ke empat suaminya.Masih banyak wanita kalangan atas yang bersedia menikah dengah Gardapati,Namun kenapa harus memilih Hanna yang menurutnya dungu,udik.Hanya Isabel,istri kesayangan Gardapati yang berani angkat bicara ketika Gardapati membuat keputusan.Sedangkan istri yang lainnya tidak cukup berani.
"Isa...."Ucap Gardapati memohon kepada istri kesayangannya agar mengerti dengan posisinya.Isabel langsung terdiam dan menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"Baiklah,Aku berharap besok berjalan dengan lancar."Lanjut Gardapati meninggalkan ruang tamu.Dan istri pertamanya yang bernama Anisa juga ikut pergi.Sedangkan istri kedua dan ketiga masih menatap Hanna.Mereka menghampiri Hanna yang berdiri diam tak berkutik.
"Kau,jangan berpikir kau sama dengan kedudukan kami.Kau tidak sederajat dengan kami.Kami dari keluarga terpandang,sedangkan kau...entahlah,mengapa suamiku memilihmu."Ucap Isabel kepada Hanna.
"Benar adik.Wanita udik,aku harap kau tidak menggangu ketenangan kami.Adik,kau jangan terlalu khawatir,Garda hanya menitip benih di rahimnya."Ucap istri kedua Gardapati yang bernama Laudya,di panggil didy.
Hanna hanya diam melihat perlakuan para istri Gardapati yang selalu membuatnya muak.
"Sabar,Han...Ini hanya awal,perasaanku tidak enak.Sepertinya istri Gardapati tidak baik."Gumam Hanna mengepalkan tangannya.
Ketika istri Gardapati telah menghina Hanna.Lalu Hanna mengikuti langkah pelayan Gardapati menuju kamarnya.Hanna masih begitu takjub dengan rumah Gardapati di tambah kamarnya yang cukup mewah.
"Maaf,benarkah ini kamarku?"Tanya Hanna melihat kamarnya yang begitu luas.
"Benar Nona,kenapa?terlalu kecil ya?"Ucap pelayan tersebut kepada Hanna.
"Bukan,ini terlalu besar."Ucap Hanna memandang takjub.
"Hahah,ini kamar terkecil di bandingkan kamar istri tuan Garda yang lainnya.Ups...maaf Nona,maaf aku tidak bermaksud.."Ucap pelayan tersebut menutup mulutnya yang terus terang ketika berbicara.
"Hahah,tidak apa bibik.Menurutku ini sangat besar,kau tau bibik jika rumahku sendiri empat kali lebih kecil dari pada kamar ini."Ucap Hanna terkekeh.
"Benar nona,rumah bibik juga kecil di kampung.Nona istirahat dulu.Besok nona akan melangsungkan pernikahan."Ucap pelayan tersebut bergegas keluar kamar Hanna.
"Ah,sepertinya wanita kalangan atas hanya cantik di luarnya saja ya.Padahal aku pernah terkesan dengan kecantikan mereka.Aku masih ingat ketika dia bilang'Entahlah mengapa suamiku memilihmu?"Ucap Hanna dengan mulut yang di buat-buat.
"Hellow,Aku juga terpaksa menikah dengan suamimu.Toh wanita mana yang mau menjadi istri ke empat,wanita mana yang mau rahimnya di sewa.Hanya aku yang tidak waras mau-maunya sama suamimu.Tidak,aku masih waras!Tapi kalian yang gila.Memang kehidupan ini,mainan?Dengan uang kalian bisa sesuka hati melakukan apapun.Dasar manusia kejam.Aku rasa aku hanya melihat di sinetron orang-orang kejam.Nyatanya di kehidupan nyata ada juga."Ucap Hanna terus mengumpat di dalam kamarnya.
Hanna tidak berhenti terus mengumpat.Sambil naik ke kasur yang cukup empuk ketika Hanna menekan-nekannya.
"Wah,empuk.."Ucap Hanna naik ke atas kasur dan loncat-loncat.Sesekali Hanna ingin melupakan nasib kurang beruntungnya.Dengan hanya begitu,Hanna merasa cukup senang untuk sesaat.Hanna meloncat-loncat di atas kasur,dengan bahagia palsu yang menutupi segelintir masalahnya yang runyam.
Semua orang juga ingin beruntung,semua orang juga ingin segera keluar dari masalah.Kita hidup di dunia hanya untuk di takdirkan untuk menyelesaikan masalah.Hanna tetap bersyukur walaupun hidupnya serumit ini.Paling tidak Hanna cukup bermanfaat bagi orang lain.Bukankah,orang yang cukup baik,adalah orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain.Begitu pun Hanna yang selalu memikirkan orang lain di bandingkan dengan dirinya sendiri.
nasiib... nasiib
😆
kupikir Bapak²
kalo keysa bener keponakan adipati
kupikir gardapati sama dokternya aja
😅
kupikir baru selisih beberapa hari aja..
yg Hanna jemur sprei trus, ngobrol sama mb nisa, ulet ketemu ulet trus alergi...
berati saya kurang mendalami kl loncat beberapa waktu
😁