NovelToon NovelToon
Akhir Penantian Lau

Akhir Penantian Lau

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyith S.

Semburat warna kasih dan rindu menjelma menjadi setumpuk asa yang membiru. ketika hati saling tertahan untuk mengungkap rasa karena masa, berharap sang pemilik rasa mempertemukan dengan dia yang pantas dan tepat untuk berbagi rasa.
Pernah ngga sih.., kamu suka seseorang tapi sebelum mengungkapnya orang itu udah pergi ke tempat yang jauh. Padahal kamu yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Cinta yang tak terungkap di bangku kuliah diuji jarak dan waktu. Rasa Lau untuk Adrian yang tak lekang oleh waktu, hingga waktu berbaik hati mempertemukan. Tapi apalah daya sebuah ikatan menjadi penghalang. Akankah rasa itu berbalas dan menyatu.
Persahabatan, cinta, persaudaraan, dan kekonyoan berbaur membentuk pelangi keabadian nan indah.
Cinta yang tak terungkap membentuk warna yang unik, hingga lebih sulit dilupakan. Itu fakta menyebalkan tapi indah untuk dikenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyith S., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Calon Menantu Idaman

Suasana meriah masih menghiasi acara tersebut, padahal hari sudah beranjak siang. Tim pemasaran agak sedikit kewalahan dengan orderan baik yang offline maupun online, dengan cekatan mereka menyelesaikan setiap pesanan, hingga membuka pesanan PO bagi yang pesan agak terakhiran, Lau tidak menyangka akan seantusian ini para penggemar desain pakaian terbarunya. Dia tak henti mengucapkan syukur atas apa yang telah ia raih.

“selamat ya nak Lau.. kami ikut bangga atas prestasi yang luar biasa ini” ucap tante Dea istri Om Hendra orang tua Bayu. Mereka datang juga menghadiri acara Lau atas undangan Papa Bagas.

“terima kasih Tante.. “ ucapnya seraya menyambut uluran tangan Tante Dea dan mencium takzim.

Tante Dea speechless diperlakukan seperti itu, sangat jarang anak muda seperti Lau, apalagi dikalangan pembisnis. Kemudian dia tersadar kemudian tersenyum sambil membelai pipi Laura. “sama-sama cantik”.

Mereka mengobrol cukup lama, apalagi orang tua Lau kenal baik dengan keluarga Bayu. Sepanjang percakapan mata Tante Dea hampir tidak absen untuk memperhatikan gerak gerik gadis didepannya.

Hingga sekretaris gadis itu memanggilnya untuk menemui beberapa client baru Lau beranjak dan berpamitan untuk berpindah posisi. Ternyata desain pakaiannya diminati oleh banyak kalangan, dan mengundang beberapa perusahaan untuk bekerjasama dengannya. Baginya itu tahun pencapaian yang sangat luar biasa setelah beberapa tahun berkecipung didunia fashion..

Ketika Lau kembali mengobrol dengan yang lainnya, Nyonya Hendra terus memperhatikan gadis didepannya hingga membuat putranya tersenyum dan membisikan sesuatu.

“calon menantu idaman ya Mah” ucap Bayu lirih sambil tersenyum yang ditanggapi hanya dengan anggukan dan acungan jempol “perfect,,” ucapnya kemudian.

Akhirnya acara yang sudah disusun sedemikian rupa membuahkan hasil yang memuaskan.

Disinilah sekarang Lau dan tim inti butiknya, Lau sengaja memanjakan karyawannya untuk spa dihotel tempat mereka mengadakan acara hari ini. Sengaja dia membooking beberapa kamar dan fasilitas hotel untuk hari sabtu sampai minggu sebagai ucapan terimakasih untuk para karyawannya yang sudah sangat loyal padanya selama ini, pokoknya full service weekend ini.

Sebelumnya sempet terjadi keributan kecil karena duo lenje mau ikutan gabung dengan para ciwi-ciwi, tentu saja ditolak mentah-mentah. Akhirnya Santi dan Jihan di ruang spa terpisah dari rekan-rekannya yang ditanggapi decak kesal dan hentakan kaki keduanya hingga mengundang gelak tawa yang melihat.

“eike heran deh ama mereka cyiin,,, kenapa sih kita tidak boleh gabung mereka” Santi mulai membuka sesi curhatnya.

“iighhhh.. tul cyiin.. sebeel dech sama mereka” balas Jihan mengibaskan tangannya gemas dan mulai terpancing ucapan Santi “padahal kita kan sama aja sama mereka kan yaahhh.. beda ukuran aja.. begindang kan ya cyiin.. hiii..i...” lanjutnya kemudian terkikik.

“yess.. betul.. kwkwkk...” kini Santi yang ikutan tertawa geli.

Laura kembali kerumah setelah selesai spa bareng karyawan butiknya. Dia tidak ikut menginap seperti yang lainnya karena ingin makan malam bersama keluarganya dirumah. Mama Ayu sudah menyiapkan makan malam spesial untuk putrinya tercinta sebagai bentuk rasa syukurnya atas kelancaran dan kesuksesan acara hari ini.

Mama Ayu mengumpulkan seluruh maid dirumahnya untuk makan bersama. Mereka menggelar karpet yang lumayan lebar untuk acara makan bersama. Para maid tidak heran lagi, karena ini bukan pertama kalinya mereka diajak makan bersama majikannya. Selain dermawan keluarga tempat mereka bekerja ini tidak pernah sombong, apalagi menganggap rendah orang lain sekalipun itu para maid dirumahnya.

Makanya mereka betah, dan rata-rata yang bekerja disana sudah lebih dari lima tahunan. Apalagi Mbok Surti, pengasuh Lau,dia merawat Lau sedari bayi sampai sekarang hampir dua puluh lima tahun mengabdi dikeluarga Papa Bagas. Lau sangat menyayangi Mbok Surti yang sudah janda ketika mulai mengasuh “Mbak Lau” nya itu.

“Mobil mba Lau udah dateng.. mba Lau dateng..” seru salah satu maid dari pintu dapur samping yang terhubung dengan garasi dengan suara setengah pelan.

Semua bersiap-siap, usut punya usut ternyata mereka menyiapkan kejutan untuk Lau. Semua bersembunyi dibalik lemari besar dekat ruang keluarga.

Lau masuk dengan keheranan, biasanya kalau sore seperti ini semua maid sedang sibuk-sibuknya. Tapi ini kosong, padahal katanya mau makan bersama.

Tap.tap..tap.. Lau melangkah menuju kamarnya melewati ruang keluarga. Masih sunyi..

“Maa... Mama... Assalamualaikum..” ucap Lau.. sepi.. tak ada jawaban “Mbook.. Mbok Surrr., Lau Pulang” ucapnya lagi sedikit berteriak. Dia merasa tidak nyaman saja karena biasanya dirumah tidak pernah sepi.

Yang dibalik lemari udah mulai saling menutup mulut karena cekikikan berhasil mengerjai anak majikannya.

Duar,,.. dor.... “Mba Lauu.... kejutaan” ucap mereka serentak sambil meletuskan balon yang mereka pegang.

“Astagfirullah..” ucap Lau kaget tapi tertawa setelahnya.. “ini pasti idenya susimilikiti nih ya..” kata Lau sembari gemas menabok-nabok pelan lengan Susi, salah satu maid paling muda yang suka jahil. Usianya lebih muda empat tahun dari Lau.

“enda loh Mba Lau ini.. itu idenya Nyonya bos kok itu loh” ucap Susi dengan nada medok membela diri sambil cengengesan.

Semua tertawa melihat keterkejutan Nona mudanya yang selalu ramah itu.

“udah.. udah... sini anak Mama yang cantik” Mama Lau menengahi mereka dan memeluk anak gadisnya

“selamat ya sayang,, semoga kedepannya tetap sukses dan tambah sukses lagi, dan semoga semua diberi kelancaran” do’a Mama Lau kemudian yang di aamiinkan semua yang ada dirumah itu.

“makasih Ma.. Pa.. do’a kalian adalah salah satu pelancar segala urusan Lau selama ini” ucap Lau dengan mata mulai berkaca-kaca terharu kemudian memeluk keduanya.

“mm.m... terhura sumpah...!!” celetuk salah satu maid memecahkan suasana mellow yang baru mulai tercipta. “terharuuuu... kali” ucap maid yang lain kompak kemudian tertawa bersama.

“wes,, wes.. Mba Lau nya biar potong tumpeng dulu” ujar Mbok Surti mengingatkan.

“ayok kita mulai syukuran buat mu Nak” kini Papa Bagas yang berujar, disambut anggukan Lau yang masih setia menggelendot manja ditangan Papanya.

Acara syukuran akhirnya berjalan dengan meriah dan hangat. Sehangat perasaan Lau saat ditengah-tengah mereka. Walau masih ada satu sisi ruang dihatinya yang mulai mendingin karena ketidakpastian seseorang.

****

Diseberang nun jauh disana seorang dengan tubuh tinggi tegap meamandang jalanan yang padat dari kaca ruang CEO di lantai sembilan kantornya. Laki-laki dengan tinggi 181 cm, berkulit kuning langsat dan tubuh terawat menambah kesan maskulin. Dia melepas kacamatanya, memijit pelan pangkal hidung mancungnya sesaat kemudian memasangnya lagi dan tersenyum.

“semoga diberi kelancaran ya Allah...” ucapnya lirih dengan muka yang terlihat lelah. Dia kembali menerawang jauh sambil sesekali tersenyum, menampakan lesung pipinya.

Bib..bib...bib... ponselnya beberapa kali bergetar dimeja kerjanya baru dia tersadar.

“Leee.. apa kamu malam ini nda pulang lagi kerumah.. mau nginep dikantor lagi, nda kangen apa sama Ibu Le” terdengar suara omelan dari seberang telefon.

Laki-laki itu terkekeh “njih kanjeng Ibu, Adrian insya Allah pulang kerumah malam ini” ucapnya lembut.

Meski hidup di negeri orang tapi tata krama keluarga Narendra masih tertata seperti ditanah kelahirannya.

Ya.. laki-laki itu Adrian Reifan Narendra, yang empat tahun lamanya tiada kabar berita.

Apakah Adrian akan kembali... apakah dia tau kalau ada hati yang telah lama menunggunya.

1
Aya hana
Aamiin,,
Taki
Ga nyesel banget deh kalo habisin waktu buat habisin baca cerita ini. Best decision ever!
×Wanda×
Ekspektasi tinggi dari pembaca, kenapa nggak update-chapter?!
Aya hana
cinta pertama yang rumit.. huh.. lanjut Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!