"Mas, ini siapa?" matanya sudah mulai berembun dengan menahan sesak di dada
"Hanya teman" jawab suaminya singkat.
"Apakah seorang teman pantas berkata mesra!" Suara Bela mulai bergetar.
"Ah bawel! mengapa ponselku kau buka hah!" Wanita itu malah mendapat hardikan dari suami yang selama ini ia banggakan.
"Aku sudah bilang dia hanya teman" tambahnya lagi.
"Jika benar dia hanya teman, mengapa ada video ini!" Hancur sudah hati Bela mengetahui bahwa suaminya berhubungan dengan wanita lain bahkan sepertinya bukan hanya sekali.
"Yaudah lah, wajarkan aku mencari yang lebih seksi, lihat dirimu yang tak terawat, beratmu semakin bertambah, siapa yang bernafsu, bahkan kau telanjang pun pusaka ku tak bereaksi" Suaminya malah berkata demikian kemudian berlalu keluar kamar.
Dulu saja ia puja puji wanita yang sekarang menjadi istrinya. Tapi setelah 2 Tahun menikah ia sudah mencari wanita lain hanya karena berat badan yang terus meningkat. Apakah Bela akan menyerah atau justru bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerai
Bela masih menunggu suaminya dirumah hingga jam menunjukkan pukul 12 malam. Dio yang tertidur di pangkuan Bela yang sedang duduk disofa rumahnya. Dio sejak sore ingin selalu dekat dengan Bela terpaksa terus berada di pelukannya hingga Dio tertidur. Setelah itu diletakkannya Dio pada sofa panjang dan ia selimuti putra kesayangannya itu. Kali ini ia benar-benar ingin marah pada suaminya.
Jam 2 malam baru terdengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumahnya. Bela sudah mengantar anaknya untuk tidur di kamarnya. Ketika masuk, Bani terkejut melihat wanita berbadan besar sedang menatapnya tajam.
"Astaga! Lagi-lagi kamu mengejutkanku Bela" Bani mengudap dadanya.
"Aku capek, tak bisa melayanimu" ucapnya lagi dan ingin menaiki tangga rumahnya.
Bela mengekor di belakang hingga masuk ke kamar. Bani yang tak peduli dengan Bela langsung memainkan ponselnya sebelum mengganti pakaiannya. Tiba-tiba Bela merebut ponsel itu. Ia sudah tak tahan dengan sikap suaminya yang acuh dan sudah ketahuan selingkuh.
"Mas, ini siapa?" matanya sudah mulai berembun dengan menahan sesak di dada.
Sambil memperlihatkan riwayat pesan di ponsel milik suaminya.
"Hanya teman" jawab suaminya singkat.
"Apakah seorang teman pantas berkata mesra!" Suara Bela mulai bergetar.
"Ah bawel! mengapa ponselku kau buka hah!" Wanita itu malah mendapat hardikan dari suami yang selama ini ia banggakan.
"Aku sudah bilang dia hanya teman" tambahnya lagi.
"Jika benar dia hanya teman, mengapa ada video ini!"
Hancur sudah hati Bela mengetahui bahwa suaminya berhubungan dengan wanita lain bahkan sepertinya bukan hanya sekali.
"Yaudah lah, wajarkan aku mencari yang lebih seksi, lihat dirimu yang tak terawat, beratmu semakin bertambah, siapa yang bernafsu, bahkan kau tel@njang pun pusaka ku tak bereaksi" Suaminya malah berkata demikian kemudian berlalu keluar kamar.
Dulu saja ia puja puji wanita yang sekarang menjadi istrinya. Tapi setelah 2 Tahun menikah ia sudah mencari wanita lain hanya karena berat badan yang terus meningkat.
Bela menangis sejadi-jadinya. Ia sudah terluka karena suaminya yang ketahuan berselingkuh, sekarang ditambah luka dari kalimat sang suami yang terdengar sangat menyakitkan. Ia menangis sendiri di kamar. Sedangkan Bani kembali melajukan mobilnya menuju wanita gelapnya itu. Bela merasa dunianya hancur, ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya namun bayangan Papanya dan putra kesayangannya terlintas membuatnya tersadar.
Ditempat lain Rheiner bolak balik seperti setrika panas. Ia merasakan gelisah dan selalu memikirkan wanita yang berstatus istri orang itu. Ia ingin menghubunginya namun tak punya nomor wanita itu.
"Ah sial! Mengapa aku segila ini!" teriaknya di dalam kamar.
Ia memikirkan bagaimana nasib wanitanya itu jika mengetahui suaminya berselingkuh.
"Loh sayang, kok balik lagi" melihat lelaki yang masuk dalam kamar Fera membuatnya heran.
"Kamu tak suka aku kembali?" tanya Bani sambil menatap tajam Fera seperti ingin menerkam.
"Bukan begitu, hanya saja bagaimana istrimu mengizinkanmu untuk keluar malam-malam begini?" tanya Fera bingung.
"Ah dia lagi yang di bahas, dia sudah tahu tentang kita" balasnya dengan nada datar.
"wah bagus dong, berarti kita bisa segera menikah kan" wanita itu kegirangan dan segera menghampiri Bani yang tengah duduk berdandar di sofa apartemennya.
Lalu ia duduk di antara dua paha Bani sambil melingkarkan lengannya pada leher Bani.
"Ceraikan dia dan menikahlah denganku
sayang" lalu wanita itu melumat bibir Bani dengan ganas.
Ia membuat milik Bani mengeras. Lalu mereka menghabiskan hasrat yang tak pernah berhenti itu disisa malamnya.
bagusnya di kasih hukuman sm suaminya biar sadar