Tidak sengaja hampir bertabrakan di jalan raya, Desty perempuan cantik ke bule-bulean itu meminta ganti rugi atas apa yang terjadi pada motor kesayangan nya dan dagangannya.
begitu juga dengan laki-laki yang ada di dalam mobil itu. ia tidak mau kalah dengan perempuan berani itu. Dan Desty baru takut ternyata laki-laki, seseorang yang tidak baik-baik saja, Ia mengalami cacat di kaki kanan , begitupun dengan tangan kanannya.
bagaimana kisah mereka ?
yuk , bismillah dukung yah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maMby4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengunjungi
Beberapa menit berlalu, akhirnya Desty sudah sampai di warung seblak nya.
Setelah sebelumnya, ia belanja dulu ke pasar terdekat untuk membeli bahan-bahan yang habis dan berkurang.
Dan benar saja sesuai dugaannya,Rara dan mba Ulfah sudah menunggunya di sana. Mereka berdua merapihkan tatanan tempat di warung seblak nya.
Seperti biasa ,mba Ulfah sudah menyiapkan bumbu mentah yang sudah jadi. Saat ini mereka tinggal menyiapkan bahan-bahannya sesuai wadahnya.
Rara tadi sempat membuka ponselnya. Biasanya sudah ada pesanan seblak online untuk pengantaran setiap harinya. Dan biasanya pesanan bisa masuk pada malam hari atau tadi pagi.
Tapi hari ini belum ada satu pun pesanan yang masuk ke ponselnya.
"Kak, tumben sepi yah?belum ada satu pun pesanan yang masuk hari ini." Ia mencoba membuka lagi ponsel nya. Membuka laman grup yang sempat ramai sejak semalam.
"Namanya juga dagang Ra.Kadang rame, kadang sepi juga." Desty menimpali ucapan Rara. Ia tidak pusing akan hal itu. Nama nya juga usaha ,pasti ada pasang surutnya.
"tapi kak, aku yakin ini semua akibat dari postingan seseorang kemarin yang tidak suka sama kakak.Lihat ini masih ada aja orang yang mencaci kakak!" ucap Rara sambil menyerahkan ponsel nya ke arah Desty.
Desty pun bisa melihat semua tanggapan orang-orang di sana.Sesuai yang ia lihat tadi di panti,yang percaya dan merasa iba ada.
Yang menjelekkan malah semaki menjadi. Sepertinya mereka benar-benar golongan orang yang ingin menjatuhkan nama baik dan usaha Desty.Tak henti-henti nya tanggapan mereka yang malah semakin melebar.Padahal keterangan Desty juga sangat jelas.
huh.
Desty mendesah, mengeluarkan nafasnya kasar. Ada saja hambatan yang terjadi dalam hidupnya. Pikirnya hidup memang tidak semulus yang seperti ia bayangkan.
"Biarkan saja dulu, nanti juga pasti dingin dengan sendirinya!" seru Desty tak ingin ambil pusing.Kalau terus di lihat dan di tanggapi, Ia malah ikut tersulut emosi juga.Desty paling tidak suka di jatuhkan terus.
Akhirnya Desty mengembalikan ponsel kepada pemiliknya.
"Kita juga baru mau buka warung. Semoga saja nanti banyak pembeli yang langsung datang ke sini!" ucap Desty penuh harap. Setidaknya untuk hari ini meski belum ada pesanan yang masuk, semoga saja nanti siang sampai malam banyak para pembeli yang langsung datang ke warungnya.
Karena warungnya juga setiap hari selalu ramai oleh pembeli.Anak-anak muda kebanyakan yang datang sambil nongkrong di sana.
Karena Desty sang pemilik warung seblak perempuan yang sangat cantik. Kecantikannya yang langka karena ada darah campuan.Membuat mereka para pembeli yang langsung datang ke tempat. Tambah betah karena bisa melihat Desty yang cantik dan baik.
Agak merinding memang menanggapi semua itu.Tapi Desty tidak memanfaatkan kecantikan dirinya untuk kemajuan usahanya.
" Ya semoga saja kak!" sahut Rara menjawab doa Desty.
♥️
Hari pun semakin siang, dan bahkan sore datang menyapa. Namun seperti nya warung seblak nya sepi tidak seperti biasanya. Desty yang menyadari semua perubahannya pun,yang tadi biasa saja menanggapi karena mungkin ini hal biasa untuk seorang pedagang.Berhasil di buat pusing juga.Apalagi sambil diam-diam ia terus memantau laman grup kuliner di media sosialnya.
Makin panas saja hati dan kepala nya. Seharusnya ini semua tidak terjadi kepadanya, apalagi mengingat kejadian kemarin siang. Desty malah menggerutu dalam hati.Merutuki laki-laki yang berdebat dengannya kemarin siang. Padahal itu salahnya juga yang tidak hati-hati. Karena terbawa panas dengan suasana yang ada di ponselnya,Desty malah semakin menyalahkan laki-laki kemarin.
"Sesuai janjinya kemarin,aku akan datang kepadanya.Meminta ganti rugi atas apa yang terjadi padaku."
Desty sudah bertekad bulat,sore ini juga ia akan mendatangi laki-laki sombong itu. Ia meminta izin dan mohon pamit kepada Rara dan mba Ulfah untuk keluar sebentar.
" mba aku titip warung sebentar yah. Ada sesuatu yang harus aku urus." ucapnya dan ia langsung pergi begitu saja,saat mba Ulfah mengizinkan ia pergi.
" Hati-hati di jalan.Jangan sampai seperti kemarin!" teriak mba Ulfah kepadanya.Mba Ulfah takut terjadi sesuatu lagi pada Desty.
" iya mba.Kali ini Desty aku akan lebih hati-hati."
Desty menaiki motornya, memakai helm dan langsung melesat pergi menuju tempat yang tertera di kartu nama laki-laki sombong kemarin menurutnya.
♥️
Dengan berbekal alamat yang ada di kartu nama itu, akhirnya Desty sampai juga di kediaman laki-laki sombong itu. Desty yang masih setia di atas sepeda motornya ia memastikan kembali, melihat alamatnya lagi karena takut salah.
' iya benar, alamat nya di sini.'
gumam nya sambil melihat-lihat keadaan sekitar rumah dan jalanan itu. Saat ini ia berada di depan gerbang rumah kediaman tuan pemilik mobil kemarin.
Desty menggedor pagar di hadapannya. Tidak lama seorang satpam penjaga rumah pun datang. Ia bertanya kepada Desty yang tengah duduk di atas motornya.
"Cari siapa Neng?"
"Saya mencari tuan Geid Muluk pak.Apa benar ini rumahnya?"
Desty menyerahkan kartu nama laki-laki itu pada satpam.
Satpam yang menerima dan melihat kartu itu pun menganggukkan kepalanya.Ia bertanya siapa Desty sebenarnya.
" Saya Desty pak. Saya mau bertemu sekarang juga dengan tuan Geid.Apa bisa?" tanyanya kembali.
Satpam penjaga itu belum membuka pintu pagarnya.Karena ia belum percaya sepenuhnya pada Desty.
Andai saja pagar itu tidak terkunci, sudah dari tadi Desty masuk ke sana.
Penjaga itu menatap curiga ke arah Desty.Karena Desty seperti tidak sabaran ingin segera masuk.Sebelum nya pak satpam ini juga belum pernah melihat kedatangan gadis ini di hadapannya.
Tidak mau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,satpampenjaga itu pun kembali ke posnya dan menelpon sang tuan rumah.Untuk menyampaikan, bahwa ada seorang gadis yang bernama Desty ingin bertemu dengannya.
Setelah terlibat percakapan yang cukup di telepon,akhirnya Desty di persilahkan masuk ke area halaman rumah itu.
Baru memasuki halaman rumah nya saja,Desty sudah di buat takjub dengan keadaan luar rumah itu.Apalagi nanti jika ia sudah masuk ke dalamnya.
Desty berjalan ke arah pintu utama rumah, setelah ia memarkirkan motornya terlebih dahulu.
Dan saat ia sampai di depan pintu,pintu pun terbuka dari arah dalam. Bagai seseorang yang sudah di tunggu kedatangannya, sang kepala pelayan rumah,Pak Amir sudah membuka pintu itu terlebih dahulu sebelum Desty sempat mengetuk nya.
Kepala pelayan itu tersenyum, sambil mempersilahkan Desty untuk segera masuk ke dalam.
Desty mengikuti langkah kaki kepala pelayan itu. Lagi, Desty di buat takjub dengan semua yang ada di dalam rumah itu.
Sampai langkah kakinya terhenti di ruang tamu.Di lihatnya di sana, tuan pemilik rumah sudah duduk di sofa milik nya. Di temani seorang lelaki yang usianya tidak jauh darinya.Yang Desty tidak ketahui siapa dan ada hubungan apa dia dengan tuan pemilik rumah ini.
Ada sebuah kursi roda di samping sofa yang laki-laki itu duduki.
Kepala pelayan menganggukkan kepalanya di hadapan Geid.Ia langsung pergi ke tempatnya saat mendapat kibasan tangan dari sang pemilik rumah.Menyuruhnya untuk segera pergi meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu.
Dan Desty pun dibuat bergetar hatinya, ia sedikit takut menghadapi tuan sombong pemilik rumah ini.
💪💪💪💪💪