NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, begitu pula yang dirasakan Amira. Dia adalah korban keegoisan kedua orang tuanya. Apalagi setelah ibunya menikah lagi, dia semakin kehilangan kasih sayang ibunya.

Dapatkah dia bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup, atau pergi dan mengakhiri semuanya?

Tahap Revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Papa

"Papa tidak menyangka bisa bertemu kamu di sini, Nak. Belasan tahun papa tunggu, papa selalu menunggu kabar dari kamu, tapi kamu tidak ada kabar sama sekali. Kamu juga sudah pindah dari rumah kita yang dulu." Pak Aryo tak kuasa menahan air matanya, putri kecil yang selama ini selalu dirindukannya, kini sudah tumbuh dewasa.

"Papa tahu sendiri kan, mama tidak mengizinkan Amira untuk bertemu papa lagi?"

"Ya, papa tahu itu. Ini semua juga karena kesalahan papa yang egois, papa yang tidak bisa memahami kemauan mama kamu," ungkap pak Aryo.

"Kalau boleh Amira tahu, apa yang terjadi sehingga mama dan papa bercerai?" tanya Amira, pertanyaan yang sudah sejak dulu ingin ditanyakannya.

Pak Aryo menarik nafas panjang sebelum akhirnya bercerita.

"Dulu, kakek kamu menjodohkan mama dan papa, tapi kami sama-sama tidak mau. Namun, karena selalu dipaksa kami pun tidak punya pilihan lain, akhirnya kami pun terpaksa menikah, padahal saat itu papa sudah punya wanita pilihan papa sendiri.

"Lalu papa putusin wanita itu dan menikah dengan mama?"

"Ya, karena kami harus melakukannya, kami menikah tanpa rasa cinta. Namun, kami sadar, bahwa kami harus belajar menerima keadaan, dan belajar untuk menerima satu sama lain. Waktu terus berlalu, papa pun merasa kalau sudah bisa menerima mama kamu. Setelah kamu lahir, hidup kami terasa lebih bahagia, hingga tiba suatu hari papa kembali bertemu dengan wanita yang pernah papa cintai dulu, saat itu dia masih sendiri dan belum menikah."

"Karena itu papa memutuskan untuk berpisah dengan mama?" tanya Amira tidak sabar, dia memotong pembicaraan papanya.

"Tidakk... Papa tidak seperti itu. Saat pulang, papa menceritakan kejadian itu pada mama kamu. Mama terlihat tidak merespon, jadi papa pikir mama tidak cemburu sama sekali, hingga beberapa saat lamanya, papa sering pulang kemalaman karena harus kerja, tapi mama kamu tidak percaya dan menuduh papa selingkuh dengan mantan papa yang dulu. Padahal sudah berkali-kali papa jelaskan kalau kami tidak memiliki hubungan apa-apa, selain sebagai rekan bisnis, hingga akhirnya papa benar-benar melakukannya, papa sudah tidak sanggup lagi dengan sikap mama kamu, papa lelah."

"Sudah Amira duga," ucapnya dengan penuh rasa kecewa.

"Papa minta maaf, Amira. Karena keegoisan papa, kamu harus menanggung semua ini," pinta lelaki itu, Amira melirik ke sekelilingnya berharap pengunjung taman di sana segera pergi, karena dia ingin menjerit sekeras-kerasnya saat itu juga.

"Amira harus pergi sekarang juga, Pa."

"Kamu mau ke mana?" tanya papanya, saat melihat Amira membawa koper.

"Amira mau nyari kontrakan, soalnya Amira sedang bekerja di sebuah perusahaan, Amira mau hidup mandiri," jawab gadis itu berbohong.

"Oh... Syukurlah, ternyata kamu hidup dengan baik. Kamu benar-benar sudah dewasa, Nak. Papa harap kamu bahagia," ucap pak Aryo, dan dia tidak tahu bahwa Amira sudah membohonginya.

"Amira pamit, Pa."

"Amira, karena sekarang kamu sudah bertemu dengan papa, jadi kalau butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi papa."

"Aku tidak ingin mengganggu kebahagian orang lain, lagian papa sudah punya keluarga sendiri," tambah Amira untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi. Dia pergi begitu saja dengan membawa sejuta kenangan, kepedihan, dan rasa sakit di hatinya, mungkin ini akan menjadi hari terakhir dia bertemu dengan papanya."

                      *****

   

Amira sedang duduk di halte, dia merasakan kepalanya sangat pusing. Sudah beberapa kali dia melihat teman-temannya dan dia terus menghindar. Dia sangat lemah saat ini, sekujur tubuhnya terasa kaku dan sulit digerakkan. Beberapa hari ini dia hanya minum air putih saja, singgah dari masjid ke masjid untuk shalat, dan kemudian pergi lagi dengan tujuan yang tak pasti.

Kalau dikatakan lelah dengan semua ini, ya dia memang sangat lelah, harus mengakhiri hidup, tapi itu bukan keputusan yang tepat. Hidup adalah pilihan, dia harus bertahan pada pilihannya, Allah tidak pernah menguji seorang hamba di luar batas kemampuan hamba itu sendiri. Allah tahu dia sanggup, dia bisa menghadapi semua ini, jadi dia berusaha untuk tetap kuat.

Kini Amira merasakan pandangannya semakin tidak jelas, kepalanya terasa semakin sakit, perutnya sangat perih, dia pun akhirnya jatuh pingsan.

Amira tidak sadarkan diri, beberapa orang datang untuk menolongnya.

                ******

"Nak, kamu sudah sadar?" tanya seorang wanita yang duduk di sampingnya, dia terus menunggui Amira sejak tadi.

"Saya ada di mana?" dia heran saat melihat wanita yang tidak dikenalnya itu. Amira meringis, kepalanya masih terasa berat.

"Kamu tadi pingsan, dan saya membawa kamu ke rumah sakit ini," wanita itu menjelaskan.

"Terima kasih sudah membantu saya, Bu. Tapi saya harus pergi sekarang." Amira berusaha bangkit untuk berdiri, dia tidak bisa berlama-lama di sana. Meski badannya masih lemas, tapi dia tetap harus pergi, karena dia tidak punya uang.

"Kamu tidak perlu terburu-buru seperti itu, jangan pikirkan soal biayanya, semua sudah saya bayar. Dokter bilang kamu sudah beberapa hari tidak makan, Itu sebabnya kamu jatuh pingsan, kamu pasti sangat lapar sekarang kan?" ucap wanita itu dengan lembutnya.

"Maaf, Bu, tapi saya harus..."

"Panggil saja oma, saya tahu kamu sangat kelaparan, sekarang makan ini! Nanti baru bicara lagi!" suruh wanita itu tanpa memberikan kesempatan Mira untuk menyelesaikan omongannya, Amira mengambil nasi bungkus yang diberikan wanita paruh baya itu kepadanya, dan memakannya dengan lahap. Dia memang sangat lapar, tidak pernah dia merasa seperti ini.

  

              *****

  

Di tempat lain di waktu yang sama, Aura tampak gelisah, entah apa yang dipikirkannya.

"Kamu belum tidur juga, Ra?" tanya Dimas beralih duduk di sisi tempat tidur adiknya.

"Aku tidak bisa tidur, Kak."

"Kamu teringat Amira kan."

"Untuk apa aku teringat gadis itu, lagian karena keteledorannya juga aku jadi kayak gini," jawab Aura kesal.

"Kamu tidak perlu bohong, Ra. Aku tahu, meskipun kamu tidak suka dengan Mira, tapi kamu juga tidak mau dia diusir dari rumah kan." tambahnya lagi.

"Entahlah, aku mau tidur. Kakak sebaiknya pergi!" Aura langsung menutup tubuhnya dengan selimut.

  

            *****

Di rumah Bu Anet, Mira bukannya jadi tenang dan bahagia, melainkan penderitaannya bertambah lagi. Bekerja seharian di rumah itu membuat tenaganya terkuras habis, rumah bu Anet padahal tidak sebesar rumahnya meski memiliki dua lantai. Amira sangat lelah, karena hanya dia sendiri yang bekerja di rumah itu.

"Sudah berhenti aja kamu, memangnya pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya bu Anet saat Amira sedang melepas lelahnya, sambil menikmati angin sepoi-sepoi di taman belakang.

"Sudah Nyonya," jawab Amira, dia masih sulit untuk memanggil wanita itu dengan sebutan nyonya.

Seumur hidupnya gadis itu tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang pembantu rumah tangga, andai saja oma Jihan tidak membawanya ke sini, pasti sekarang dia masih di luar sana. Sebenarnya dia ingin ikut dengan oma saja, tapi oma itu bilang kalau anak perempuannya sedang butuh asisten rumah tangga. Jika Mira mau, dia bisa bekerja di sana dan mendapatkan uang, dan sekarang dia benar-benar menjadi Art. Sesuatu yang dia tidak suka, tapi dia harus melakukannya.

1
Anifa Anifa
novel nggak bermutu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
g percaya aku sama Lidia
Murdiyanti Dian
jangan bersikap seperti itu Amira takutnya Rangga pergi darimu karena sikapmu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
kenapa aku mengeluarkan airmata terus.... kasihan Amira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Bacanya terlalu menghayati, Mbak. makasih udh mampir 🥺🤭💖
total 1 replies
Sang
lanjut dedek/Ok/
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Iya kk😉🤭
total 1 replies
Jade Meamoure
😭😭😭
kagome
kaya tapi sederhana thor itu keren
Fay
Luar biasa
ngintip masa lalu/CoolGuy/
Nayla arafah
ya ampunn

itu sakit banget Amira, Rangga kok gitu sih
Nayla arafah
hmmm kasian Mira kak 🥺
Nayla arafah
satu iklan buat Amira 😁😁
Cristin
sungguh sangat menyedihkan
meihan
sedih woy nyampe nangis, tapi kenapa kurang peminatnya ya padahal bagus ceritanya
ORC
mampir thor 🐼Salam kenal dari Ry 🙏🏻
ORC
Setangkai bunga mawar buat mu Thor
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Makasih, sudah mampir/Smile/
total 1 replies
Yem
semangat ya Amira.. Jadi ikut sedih..
Yem
Kasihan Mira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: hehe... nanti juga bahagia dianya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!