Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.
Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.
Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAGIAN # 7
Krystal di bawah Bagus ke sebuah Cafe yang ramai dikunjungi oleh remaja sebayanya. Dengan desain yang Instagramable pada Cafe itu, membuat Krystal tidak jadi protes. Cewek yang sudah mengkucir satu rambut coklatnya itu duduk sembari memainkan ponsel menunggu pesanan mereka datang.
“Liat apa sih di hp lo sampe cowok seganteng gue lo anggurin?”
Memutar mata malas, Krystal menatap Bagus dengan tatapan menilai. “Mau diliat dari ujung sedotan lo juga gak ada ganteng-gantengnya.” Kemudian kembali memainkan ponsel.
Bagus mengumpat pelan. Cewek di depannya ini memanglah sangat menyebalkan. Bahkan lebih menyebalkan dari Meira yang selalu merecoki Alka dulunya. “Gak usah malu kali. Gue tau lo pasti mau bilang gue ganteng cuma kehalang gengsi aja.”
Krystal menaruh ponselnya ke atas meja ketika pesanan datang, ia kemudian mengucapkan terima kasih pada pelayan tadi. “Serah!” ketusnya pada Bagus yang sudah terkekeh.
“Lo kalo kesel tuh cantiknya nambah tau. Kayak ada gemes-gemesnya gitu,” ujar Bagus dengan mengulum senyum. Matanya terus menatap Krystal, mewanti-wanti adanya perubahan dari raut wajah cewek itu. Blushing misalnya?
Sayangnya yang ada di hadapan Bagus ini adalah seorang Krystal Raquelnesya. Cewek berwajah datar dengan sifat super menyebalkan menurut Bagus. “Gue gak ada recehan. Gimana dong?” ejek Krystal mengangkat alis kemudian menyeruput Strawberry Milkshake-nya.
“Gak usah uang receh. Hati lo juga gakpa-pa, kok.”
Menghela napas, Krystal menyandarkan punggungnya ke kursi kayu yang ia duduki kemudian menyilangkan kakinya lalu berkacak. Menatap Bagus dengan tatapan heran. “Gak ada angin gak ada hujan, lo tiba-tiba deketin gue. Apa mau lo sebenarnya?” tanya Krystal yang sukses membuat Bagus membatu.
Cowok yang masih memakai seragam sekolah itu tiba-tiba kehilangan kata-kata. Apalagi ketika melihat mata Krystal yang menatapnya penuh selidik.
“Gu-gue gak punya maksud apa-apa. Emang salah kalau gue mau temenan sama lo dengan deketin lo dulu?”
Krystal mengangkat bahu. “Pertama, di sekolah gue gak punya temen dan gak ada yang mau jadi temen gue karna ngira gue sombong. Kedua, sekalipun gak pernah ada cowok yang deketin gue di sekolah dengan alasan kayak lo. Ketiga, gue gak percaya sama apa yang lo bilang.”
Krystal kembali menegakkan tubuhnya. “Gue saranin ke lo. Lo tau gue cukup sampai di sini. Anggap aja kita gak pernah kenal sekalipun nyokab gue itu pasien bunda, lo.” Krystal meraih ponselnya. “Dan satu lagi, gue tau lo suka sama Dita. Jadi perjuangin sebelum lo nyesel karna Dita punya alasan kenapa pacaran sama Rio.”
Melihat keterdiaman Bagus, Krystal berdiri lalu menaruh uang biru ke atas meja. Saat ia sudah akan beranjak, Bagus dengan cepat merebut ponsel Krystal lalu berlari keluar dari Cafe menuju mobilnya yang terparkir di luar.
“BAGUS!!” teriak Krystal kemudian mengejar cowok itu.
“Heh, gila! Keluar lo!” serunya dengan mengetok-etok kaca mobil Bagus. Bukannya keluar, cowok di dalam sana malah tersenyum mengejek lalu menggerak-gerakkan ponsel Krystal ke kanan dan ke kiri. “Temuin gue di kelas XII IPS 4 besok kalau mau hp lo balik. Bay ….” Mobil Bagus melaju meninggalkan Krystal yang sudah dipenuhi sumpah serapah untuk Bagus.
####
Krystal menggeram tertahan setelah keluar dari kelas XII IPS 4, kelas Bagus. Cowok yang kemarin merebut paksa ponselnya itu dengan entengnya mengatakan bahwa ponsel Krystal ia lupa di rumah jadi, jika ingin mendapatkan ponselnya kembali, Krystal harus mendatangi rumah cowok itu dulu.
“Setan! Cowok gila, gak waras!” umpatnya menjadi-jadi. Saat akan berbelok menuruni tangga menuju lantai dua, kesialan menimpa Krystal. Ia menabrak tubuh seseorang yang alhasil membuatnya terjungkang kebelakang jika saja yang ia tabrak tidak dengan cepat memeluk pinggangnya.
Mata keduanya terpaku untuk beberapa saat sebelum Krystal menarik tubuhnya dengan kikuk. Cowok berjaket khas anak The Lion di depannya pun sama kikuknya dengan Krystal.
“So-sori. Gue gak sengaja,” ucap Krystal meminta maaf tanpa menatap cowok tersebut.
“Gakpa-pa. Gue juga yang salah karna naik tangga sambil main hp.”
Krystal tersenyum canggung kemudian kembali melangkah menuruni tangga tanpa ingin mengobrol lebih dengan cowok yang ia yakini adalah salah satu teman Bagus, terlihat dari jaket yang cowok tadi pakai. Saat langkah Krystal terhitung dua kali menuruni tangga, suara cowok tadi kembali terdengar.
“Tunggu!” Krystal bergeming kemudian menatap cowok yang baru saja berdiri di sampingnya. Kerutan samar terlihat di jidat Krystal saat cowok itu membuka jaketnya kemudian mengikatnya ke pinggang Krystal. “Lo-lo mau ngapain?” tanya Krystal, gugup.
“Di rok lo ada bendera Jepang.” Walaupun cowok itu mengatakannya dengan berbisik tepat di telinganya, Krystal tetap saja malu. Seketika mata Krystal membulat hingga membuat cowok yang sudah berdiri tegap itu terkekeh.
“Santai aja, adek gue juga pernah kayak gitu, kok,” ucapnya, “lo mau gue beliin pembalut sama rok baru di koperasi? Gak mungkin, kan, lo make jaket gue terus. Jam pulang masih lama.”
Entah bagaimana Krystal harus menanggapinya. Cowok yang tidak ia ketahui namanya ini dengan gamblang menawarkan hal yang sama sekali sangat dihindari cowok kebanyakan.
“Ga-gak usah, gue bisa sendiri,” balas Krystal kemudian.
Cowok itu kembali terkekeh. “Sans aja kali. Gue udah biasa beliin adek gue kayak gituan kalo lagi dapet. Mending lo nunggu gue di toilet.”
“Tap-”
“Dengan lo yang datang ke koperasi pake jaket gue, lo bakal jadi pusat perhatian. Lo gak suka, kan, jadi pusat perhatian?”
Akhirnya Krystal menyerah saja, ia menunggu cowok tadi di toilet perbatasan wanita dan pria. Sedangkan di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, cowok yang baru saja keluar dari koperasi dengan menenteng kantung kresek hitam dikejutkan atas kedatangan dua sahabatnya.
“Bawa apaan lo? Tumben ke koperasi?” tanya Ezra melirik kantung yang di bawa cowok berseragam di keluarkan itu.
“Kepo lo kayak dora,” balasnya acuh.
“Bro, si Ezra bukan kayak dora, tapi kayak monyetnya dora,” timpal Malik yang membuat dua cowok di sana terkekeh lalu disusul dengan jitakan Ezra di kepalanya.
“Eh, tapi gue juga kepo. Itu apaan sih?” tanya Malik kemudian merampas kantung kresek tersebut. Cowok yang belum siap akan tindakan tiba-tiba Malik itu hanya bisa membelalakkan mata kemudian menghela napas pasrah saat Malik sudah melihat isinya.
Seketika Ezra dan Malik menahan tawa. “Lo mau pindah gender, Man?” tanya Malik mengejek.
“Anjirr, gue kok mau ngakak, yah.” Ezra yang sudah tidak bisa menahan tawanya sesetika meledak saat itu juga kemudian disusul Malik. Keduanya tergelak dengan tawa yang sama sekali tidak elegan hingga mengundang tatapan bingung orang-orang yang lewat di dekat mereka.
Sementara itu, cowok di hadapan mereka berdua hanya meringis malu kemudian merampas kembali kantung kresek tersebut dari Malik. “Dasar lo berdua, titisan dora sama monyetnya!” cibirnya lalu pergi dari Ezra dan Malik yang masih menertawakannya.
“Gue dukung lo kalo mau pindah gender, Bray!”
“Yoi, biar The Lion punya anggota cewek.”
“Bangs4t lo berdua!”
.
.
.
THELIONERS PASTI TAU LAH YAH SIAPA DI ANTARA MEREKA YANG PUNYA ADIK 😂
MAAPKEUN SAYA YANG DISIBUKKAN UJIAN AKHIR2 INI SMPE LUPA UP😭
MOOD JUGA SUSAH BANGET DAPETNYA😭
DAHLAH, LIKE, KOMEN, SHARE DAN VOTE AJA YAH.
JANGAN LUPA FOLLOW IG SAIA @_nurulzstory12 dan @nurulzaknh_
C U
SALAM DARI PENULIS AMATIR YANG BERCITA-CITA KURUS TAPI HOBI NGEMIL😭
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Nyesek sumpah😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭
sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..