NovelToon NovelToon
Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:365.1k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Sinopsis

Warning!!!
Adegan dalam cerita ini mengandung unsur dewasa 21+, harap bijaklah dalam membaca.

Grael Arabella, seorang gadis belia yang hanya tinggal bersama sang Kaka dan ibunya, semenjak sang ayah meninggal dunia, dia membantu kakaknya untuk mencari nafkah. Grael juga memiliki cinta pertama di bangku sekolah menengah pertama yang bernama Rangga Louis, sosok pria yang sudah membuatnya merasakan jatuh cinta untuk pertama kali.

Takdir berkata lain. Grael justru bertemu dengan Erlangga Louis, seorang artis terkenal yang menjadi salah satu idola Grael. Pertemuan mereka justru membuat Grael menjadi benci dengan Erlangga. Namun, berbeda dengan artis tersebut, dia justru semakin ingin memiliki gadis belia itu.

Apalagi saat Erlangga tahu, bahwa Grael akan dijodohkan dengan Rangga, adik tirinya. Sekaligus ahli waris kedua dari keluarga Grup Jaya. Erlangga semakin menjadi ingin merebut kembali apa yang semestinya dia miliki. Baik itu, tahta, hart

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Hari pertama

"Thanks, ya ... Ngga." Grael membuka sabuk pengamannya ketika sudah sampai di depan sebuah hotel.

Rangga menahan tangan Grael sebelum sang empu membuka pintu mobil, dia membuka jaketnya dan memakaikan jaket pada tubuh gadis itu.

"Anginnya cukup gede, jangan sampai sakit!" Rangga mengacak poni Grael sembari tersenyum.

Grael terkesimak saat mendapat perlakuan lembut dari Rangga, dia pun mencubit pipinya sendiri untuk meyakinkan bahwa dia tidak sedang bermimpi.

"Aaww!" keluh Grael kesakitan ketika mencubit pipinya sendiri.

Suara tawa Rangga keluar dari bibirnya saat melihat tingkah konyol yang dilakukan oleh Grael, dia mengelus pipi sang gadis sembari meniupnya dengan lembut.

Lagi dan lagi, Grael dibuat meleleh dengan sikap Rangga terhadapnya. Jika ini hanya mimpi, dia memilih untuk tidak mau bangun dari tidurnya, tapi Grael tersadar. Rasa sakit saat dia mencubit pipinya sendiri menandakan bahwa ini bukanlah mimpi.

"Kamu masih gak percaya? Ya ... emang sih, aku aja gak percaya, bisa dijodohin sama kamu dan nekat pidah sekolah, cuma mau kenal kamu lebih dalam lagi," ucap Rangga dengan jujur.

"Ah, a-aku—”

Suara ponsel yang berbunyi menghentikan Grael untuk melanjutkan bicaranya, gadis itu langsung mengambil ponselnya dan melihat nomor yang tidak dikenal. Dia pun memutuskan untuk menjawab panggilan nomor asing tersebut.

"Dalam waktu lima menit, kalau belum sampai juga. Lo tanggung sendiri akibatnya!" ancam suara Pria dari seberang telepon yang sudah emosi

Grael langsung tersadar mendengar ucapan dari pria tersebut, dia memasukan ponselnya kembali ke dalam sakunya dan meminta maaf karena sudah merepotkan Rangga.

"Sekali lagi, thanks ya ... Ngga!" Grael berlari kecil memasuki hotel.

Belum sempat Rangga menanyakan siapa yang menelepon gadisnya itu, Grael sudah lebih dulu turun dari mobil dan menutup pintu. Rangga hanya tersenyum melihat tingkah Grael, dia pun melajukan mobilnya kembali.

***

Deru napas yang tersengal-sengal, rambut yang sedikit acak-acakan akibat berlari kencang, membuat Erlangga terpesona. Begitu cantik Grael saat ini, hingga pikiran Erlangga menjadi berkelana membayangkan sesuatu yang membuatnya merasakan aura panas di tubuhnya.

Grael mengatur deru napasnya sembari duduk dan menyandarkan punggungnya, dia tidak perduli dengan Erlangga yang melihatnya tidak punya etika etika saat dirinya lelah berlari mengejar waktu.

"Lima menit pas! Tar dulu ... kasih gue napas!" Grael melihat ke arah jam tanganya sembari merasakan nikmat di pinggulnya yang bersandar di sofa dan merentangkan kakinya yang terasa berdenyut.

Tangan Erlangga langsung menyuruh Rio untuk memutarkan badannya agar tidak melihat ke arah Grael dengan posisi yang sungguh menggoda iman, Erlangga menikmati pemandangan yang luar biasa memancing adrenalin jantungnya sembari menyesap secangkir kopi.

Jakun pria itu naik turun menelan minuman kopi yang dia minum, ada rasa senang melihat gadis itu ada di depan matanya sembari membuka jaket untuk menutupi pahanya yang terekspos.

"Rio!" panggil Erlangga untuk menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan oleh Grael.

Mulai dari jam lima sore sampai jam sembilan malam, Grael harus mematuhi perintah Erlangga selama itu masih dalam batas normal. Setelah jam sembilan malam dia akan di antar oleh supir pribadi Erlangga.

Tugas pertama Grael hari ini, harus menemani Erlangga untuk syuting iklan, pemotretan dan mempersiapkan acara Meet and Greet disalah satu sebuah mall ternama dan seterusnya untuk sepekan.

Grael pun mencatat setiap agenda Erlangga melalui ponselnya, selama sepekan penuh. Tidak lupa dia mencatat nama dan alamat apartemen milik Erlangga.

"Oke, sekarang kita langsung ke lokasi syuting." Rio menunjukan jam di tangannya karena waktu semakin bergulir.

Grael pun menyiapkan segala keperluan Erlangga atas perintah Rio, dia mengambil sebuah mantel lalu memakaikannya kepada sang empu.

Langkah Erlangga begitu cepat, hingga Grael kesusahan untuk mengimbangi langkahnya, mengetahui gadis itu belum terbiasa dengan langkahnya. Erlangga sengaja memperlambat jalannya.

Rio yang menyadari itu tidak bisa menahan emosinya, dia pun membentak Erlangga untuk mempercepat langkahnya agar sampai pada titik lokasi tepat waktu.

"Aduh Ngga ... bisa gak sih jalannya di percepat? Mau telat nih!" keluh Rio yang melihat Erlangga begitu lambat jalannya.

"Batal!" ancam Erlangga dengan tegas, karena tidak suka bila dirinya dipanggil nama singkatan dari belakang.

"Eehhh, jangan ngambek dong zheyeng!" Rio hanya tersenyum dan menyuruh Grael membukakan pintu mobil.

Grael yang tertinggal jauh di belakang Erlangga mencoba untuk berlari dan pada akhirnya dia tidak sengaja tersandung oleh tali sepatunya, sehingga dia menambrak dada bidang Erlangga dengan sangat keras.

"Ma-maaf, gak sengaja!" Grael langsung bangun dari pelukan Erlangga dan mengusap bahu pria tersebut sembari tersenyum.

Rio menarik lengan Grael agar sedikit menjauh dari Erlangga, tapi sang empu menahan tubuh gadis itu. Dia membungkukkan tubuhnya membuat sang gadis menjadi terharu.

Namun sayang, Erlangga membungkukkan badannya untuk mengelap sepatunya yang terijak oleh Grael, menyadari dirinya terlalu baper dengan sikap Erlangga, dia menjadi kesal.

'Gila ... begoo banget gue, masih aja kena kibul sama kang sombong ini.' Grael memasang wajah kesalnya sembari membukakan pintu mobil untuk Erlangga.

Erlangga tersenyum saat dia berhasil menggoda gadis yang masih belia tersebut, dia pun masuk kedalam mobil sembari menarik tangan Grael untuk tidak duduk di depan bersama Rio.

"Mana hp lo?" pinta Erlangga.

"Buat apa?" tanya Grael.

"Mana?"

Grael hanya berdengus kesal, dia memberikan ponselnya dan melihat Erlangga sedang mengutak-atik ponsel tersebut.

"Sekali lagi blok, tanggung sendiri akibatnya." Erlangga menyentil kening Grael dengan sangat keras.

Kening Grael terasa sakit saat disentil oleh Erlangga, dia mengusap kening untuk mengurangi rasa sakit, sembari memasang wajah yang masam. Kesal dan benci yang tersirat dari sorot mata Grael saat melihat Erlangga langsung memejamkan mata usai menyentil keningnya.

'Dasar monster! Rasanya ... pengen—’

"Jangan katain saya, hati-hati bisa jatuh cinta!" ucap Erlangga sembari memejamkan matanya.

'Astaga! Kok dia tahu kalau gue—’

"Ya tahulah!" ucap Erlngga yang masih memejamkan matanya.

Grael memilih untuk menghubungi kedua sahabatnya agar sang ibu tidak terlalu khawatir. Usai mengabari kedua sahabatnya, dia memilih untuk melihat ke arah luar jendela, melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi. Sebagian gedung terdapat layar lebar yang menggambarkan sosok Erlangga dengan penampilan yang membuat kaum wanita menjadi penggemar beratnya.

Grael yang dulu sebelum mengenal sifat asli Erlangga pasti akan berteriak histeris saat dia duduk satu mobil dengan artis idolanya. Namun, sekarang hatinya justru merasa kesal dan ingin menjauh dari artis sombong itu.

Perjalanan pun sampai pada titik lokasi, Rio menyuruh Grael untuk membukakan pintu untuk Erlangga, tapi pada saat Grael turun. Dia melihat tali sepatunya sudah terikat dengan sampul pita yang manis.

Senyum manis terukir disudut bibir Grael saat dia menyangka bahwa Rio yang sudah mengikat tali sepatunya, dia pun membukakan pintu untuk Erlangga dan mengucapkan terima kasih kepada Rio.

"Thanks, ya." Grael tersenyum manis kepada Rio, tapi yang mendapat ucapan terima kasih justru bingung dengan Grael.

"Thanks, ya!" sindir Erlangga kepada Rio, ternyata sang empu melihat Grael tersenyum ke arah Rio.

Rio yang bingung dengan sikap Grael dan Erlangga, hanya mengerutkan keningnya dan berjalan menyusul mereka. Langkah demi langkah Grael imbangi saat Erlangga berjalan menuju ruangan privasinya.

Grael langsung menyiapkan tempat duduk Erlangga sebelum sang empu tampil untuk melakukan syuting, dia memberikan minuman vitamin untuk artis tersebut.

"Sayang ... kangen!" ucap seorang perancang busana yang akan dipakai oleh Erlangga dalam syuting iklan.

"Hai, kenapa gak telepon kalau kangen." Erlangga membalas pelukan dari wanita cantik itu.

Grael yang duduk di samping Erlangga, langsung tercengang melihat Erlangga begitu akrab membalas ciuman pipi serta pelukan dari wanita cantik tersebut, perempuan itu melihat ke arah Grael yang masih mengenakan seragam sekolah.

Erlangga yang melihat sorot mata sang perancang busana ke arah Grael, langsung menyuruh Rio untuk mengajaknya keluar terlebih dahulu. Sang manager hanya memberi isyarat lewat matanya agar Grael mengikutinya keluar, tapi dengan lugunya, dia mengangguk sembari memegang lengan Rio yang masih asik dengan ponselnya.

Sontak membuat Erlangga menjadi kesal melihat pemandangan yang ada di matanya, dia menggeser posisi wanita desainer itu dengan kasar.

"Dia siapa? Oh ... dia itu cewek yang Mama bilang ya?" tanya Farah kepada Erlangga.

"Bukan siapa-siapa! Mana bajunya?" tanya Erlangga dengan ketus saat melihat beberapa style yang akan dia pakai untuk syuting iklan

"Iissh, jutek banget sih, Oh ... iya gue baru inget, loe cemburu ya?" goda Farah yang mencolek pinggang Erlangga.

Farah Syie adalah desainer ternama diberbagi negara, dia dan Erlangga sangat dekat seperti layaknya sepasang kekasih. Namun sayang, desainer cantik itu adalah anak pertama dari Dokter Nadin.

"Cantik sih, Gak nyangka gue, lo ke cantol sama anak sekolah ... dah, buruan bawa ke rumah" rayu Farah saat dia mengambil salah satu style untuk digunakan.

"Apaan sih, gak lucu!" Erlangga pun mengambil baju dan bersiap untuk memakaikannya, kemudian di keluar bersama Farah.

Mata Erlangga langsung tertuju pada dua orang yang sedang asik melempar tawanya, begitu akrab Rio dengan Grael, gadis yang baru saja dia kenal kemarin sore.

Perasaan Erlangga menjadi terbakar oleh rasa cemburu, karena selama ini Rio tidak pernah seakrab ini dengan lawan jenisnya yang baru dikenal. Erlangga langsung melewati kedua orang tersebut yang kini mulai mematung melihat dia berjalan melewati mereka.

"Er ... kok jalan duluan si?" panggil Rio yang mengejar Erlangga. Begitu juga dengan Grael yang berlari mengejar artis itu.

Syuting iklan pun dimulai, Erlangga tampak terlihat keren dan mempesona dengan penampilan yang cukup memukau, hati Grael tidak dapat dipungkiri bahwa kini perasaannya begitu sedikit berbeda. Dia terpesona melihat pria yang lebih dewasa enam tahun dari usianya begitu tampan.

"Oke, bagus!" ucap sutradara.

Grael berlari untuk mengelap wajah Erlangga dengan tisu, ketika syuting telah berakhir dengan sekali take. Jantungnya berdebar kencang melihat wajah Erlangga dari dekat, tanganya mulai gemetar akibat gugup.

"Jangan pernah tersenyum apalagi tertawa dengan pria manapun!" Erlangga memegang tangan Grael dan menatap lekat kedua mata.

Grael menelan saliva-nya ketika Erlangga menatapnya dengan sangat dekat lalu memejamkan mata dan perlahan bibirnya mulai mendekat ke arah Grael. Tanpa sadar Grael pun ikut memejamkan matanya.

To be continued...

1
Melani Sunardi
Bintang 5 aja bayarnya dah jut jutan..... bintang 10 gimana thor/Hey//NosePick//NosePick//NosePick//NosePick/
HIATUS: plesetan dengan sistem hiperbola 🤭
total 1 replies
Muna Junaidi
Menyala thor🔥🔥🔥
HIATUS: apanya kak? 🤭
total 1 replies
Hello20 Kitty16
hai
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... setangkai mawar untuk mu 🌹
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏.. setangkai mawar untuk mu 🌹.... good job 👍
Eka Uderayana
semangat terus ya Thor 💪... jangan patah semangat.. gara-gara komentar yang tidak bermutu...oke... semangat 💪...aku suka karya mu.. love you author 🥰
HIATUS: makasi ya kak 😍🥺 terhura
total 1 replies
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏.. setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
hai Thor... thanks 🙏.. setangkai mawar untuk mu 🌹..
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... cerita nya keren 👍.. setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
hai Thor.. salam kenal... aku sedang membaca novel karya mu ini.. very good 👍... setangkai mawar untuk mu author 🌹 dan satu vote untuk mu.. kapan kelanjutan ceritanya... padahal bagus loh ceritanya... lanjut Thor.. please 🙏🥰
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏... salam kenal buat author... setangkai bunga mawar untuk mu 🌹
Ass Yfa
Grael terlanjur kecewa.... Er terus mempertahankan Sherly yg jadi momok rumah tangganya
Ass Yfa
duh Sherly mimpinya ketinggian.. kalo jatuh sakit ll... berdarah2
Ass Yfa
duh Irfan nyari masalah kayaknya... bisa berabe nih
Ass Yfa
Rangga ama Emira msih labil dan pingin nyoba sesuatu yg baru
Ass Yfa
Rio sama Ernata aja
Ass Yfa
Grael... penulis novel kali kayak authornya hehehe.... Lydiakah yg dibw polisi
Ass Yfa
fix El udah terlena dlm pesona Er.... dan posisi Rangga mulai tersisihkan...
Siam Ambarwati
Thor ini kelanjutan nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!