SEASON 1
Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.
SEASON 2
Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.
SEASON 3
Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.
Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.
***
Ig. Karlina_sulaiman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Azzahra berlari dan mengambil sebuah obat, obat itu adalah obat penenang. Azzahra mengajak beberapa perawat laki-laki untuk ikut dengannya ke taman ke tempat Kak Hafizh.
Azzahra tau kalau gangguan psikologis yang di derita Kak Hafizh tadi bereaksi sehingga Azzahra mengira bahwa semua yang dikatakan Kak Hafizh tadi adalah efek dari sakitnya.
Saat mereka menuju ke taman, Azzahra terkejut karena melihat Kak Hafizh sudah tidak sadarkan diri di lantai koridor.
Azzahra segera menyuruh para perawat untuk membantunya membawa Kak Hafizh ke ruang perawatan.
Beberapa saat setelah diperiksa oleh dokter... Kak Hafizh pun sadar, Kak Hafizh melihat Azzahra duduk di sana.
Kak Hafizh menggegam tangan Azzahra dan menariknya, sehingga kini tubuh Azzahra jatuh ke dalam pelukan Kak Hafizh.
"Kak Hafizh, tolong lepaskan!" perintah Azzahra sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Kak Hafizh.
"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu." Kak Hafizh semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak bisa bernafas, aku mohon tolong lepaskan aku," Azzahra dengan suara tidak jelas karena kesusahan bernafas.
"Aku bilang tidak ya tidak."
"Tolong lepaskan," teriak Azzahra.
Mendengar suara teriakan dari ruangan Dokter Azzahra, Dian seorang perawat segera masuk dan membangunkan Dokter Azzahra yang sedang berteriak-teriak dalam tidurnya.
"Dokter Azzahra bangunlah!" ucapnya sambil mengguncang-guncangkan bahu Azzahra.
"Lepaskan!" Azzahra mengibaskan tangan Suster Dian.
"Dokter Azzahra, Dokter, bangunlah!" Suster Dian terus berusaha membangunkan Azzahra.
Akhirnya setelah beberapa saat Azzahrapun terbangun dari tidur dan mimpi buruknya. Azzahra melihat ruangan di sekelilingnya dan bersyukur karena tadi hanyalah mimpi.
"Alhamdulillah Ya Allah," Ucapan syukurnya.
Setelah bersyukur Azzahra beristighfar.
"Astaghfirullah hal adzim." Azzahra beristighfar sambil mengelus-elus dadanya.
"Dokter, apa yang terjadi? Kenapa Dokter Azzahra teriak-teriak tadi?"
"Saya tadi hanya mimpi buruk, Suster Dian terima kasih sudah membangunkan Saya." ucap Azzahra kepada Suster Dian.
"Sama-sama, Dokter, kalau begitu Saya permisi keluar ya,Dok."
"Sialakan," jawab Azzahra.
Ya Allah, kenapa mimpiku sangat aneh? mimpi itu mengingatkanku kepada seseorang.Ya Allah di manapun dia berada jagalah dia, aku sangat merindukannya." batin Azzahra.
Azzahra melirik jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul 15.00 , berarti Azzahra tadi tertidur selama satu jam.
"Karena lelah berkeliling membuatku tidur selama satu jam,aku sangat mengantuk tadi." Azzahra bicara sendiri sambil tersenyum.
Azzahra pergi ke kamar mandi, mencuci muka. Setelah selesai Azzahra mengecek beberapa pasiennya. Setelah kurang lebih satu jam Azzahra pergi ke mushola rumah sakit untuk sholat Ashar dan setelah itu Azzahra akan segera pulang ke rumah dengan mengendarai motor maticnya.
***
Sesampainya di rumah Azzahra langsung ke kamar dan membersihkan diri, kebetulan di rumah hanya ada para pelayan karena orang tua Azzahra pergi bekerja begitu pula dengan kakaknya.
Terdengar suara bel dari luar, pelayan akan membukakan pintu namun didahului oleh Azzahra.
"Biar Azzahra, Bi, yang buka."
"Baik Non."
Azzahra membukakan pintu dan terlihatlah seorang pemuda di depan pintu sambil tersenyum kepada Azzahra.
"Assalamu'alaikum Azzahra," sapa pemuda itu.
"Waalaikumsalam, Kak Azmy. Silakan masuk Kak." Azzahra membuka pintu semakin lebar dan mempersilakan Kak Azmy untuk masuk.
Kak Azmy duduk di sofa ruang tamu setelah dipersilakan oleh Azzahra.
"Sebentar ya, Kak, Azzahra tinggal ke dapur dulu."
"Ngapain ke dapur?"
"Mau menyuruh Bi Mar membuatkan minum untuk Kak Azmy, nggak lama kok cuma sebentar," jawab Azzahra tersenyum kemudian berjalan ke dapur.
"Eh, Bibi sudah membuat minuman rupanya... Bi buat Kak Azmy jus nya nggak pakai gula ya!"
"Baik, Non. Sekarang Non Azzahra temani saja Den Azmy nya biar nanti, Bibi, yang bawa ke ruang tamu."
"Terima kasih, Bi.Kalau gitu Azzahra ke depan dulu."
Azzahra pun kembali ke ruang tamu.
"Maaf ya, Kak. Nanti Bi Mar yang bawain minumannya ke sini."
"Nggak papa, oh ya, ini, Kakak, punya oleh-oleh buat kamu."
"Kenapa jadi repot-repot sih, Ka?"
"Tidak kok.Jangan di tolak ya! Ini hadiah dari umi buat kamu soalnya." Kak Azmy memberikan bingkisan itu kepada Azzahra.
"Baiklah, sampaikan terima kasihku kepada Bibi Khadijah nanti."
Tidak lama Bi Mar pun datang dan menaruh minuman di atas meja.
"Silakan di minum, Den Azmy," ujar Bi Mar sopan.
"Terima kasih Bi."
"Bibi pamit ke belakang," ucap Bi Mar kemudian berlalu.
"Oke, Bi," jawab Kak Azmy.
"Kak Azmy kapan pulang?" tanya Azzahra.
"Baru saja." jawab Azmy tersenyum.
"Apa Kak Azmy langsung kemari?"
"Iya, Kak Azmy, langsung kemari karena sudah sangat merindukan adik perempuanku ini." Kak Azmi mengelus kepala Azzahra.
"Pantas saja, masih bau asem. Kak Azmy sebaiknya mandi, biar Azzahra yang menyiapkan baju untuk Kakak.Nanti Azzahra pinjamkan baju milik Kak Arvie," Perintah Azzahra.
"Baiklah, Kak Azmy akan mandi di kamar kakakmu," balas Kak Azmy kemudian berdiri dan berjalan ke kamar Kak Arvie.
Azzahra pun menyiapkan baju santai untuk Kak Azmy yang dipinjamkan dari Kak Arvie, berupa celana jeans santai dan sebuah kaos.
Setelah selesai mandi Kak Azmy memakai baju yang telah disiapkan Azzahra.Kemudian dia keluar untuk mencari Azzahra.
Azzahra tampak sedang menonton TV di ruang keluarga, Kak Azmy menghampirinya.
"Kau sudah besar tapi menonton film kartun," komentar Kak Azmy setelah melihat film apa yang ditonton Azzahra.
"Haha... aku bukan sengaja, Kak," jawab Azzahra.
"Sudah magrib ayo sholat dulu!" ajak Kak Azmy yang di iyakan Azzahra.
"Bi Mar ayo sholat berjama'ah bareng kita," ajak Azzahra kepada pelayan rumah yang kebetulan juga baru akan melaksanakan sholat.
Bi Mar, Azzahra dan Kak Azmy pun sholat berjama'ah. Setelah selesai sholat mereka kembali lagi ke aktifitas masing-masing.
"Azzahra temani Kak Azmy main Gitar yuk!" pinta Kak Azmy karena merasa bosan.
"Oke," balas Azzahra.
Mereka berdua akhirnya bermain gitar di ruang musik, tepatnya hanya Kak Azmy yang bermain sedangkan Azzahra hanya menemani sambil membaca buku.
Tak lama abi, umi, dan Kak Arvie pulang.
Setelah mereka selesai membersihkan diri... mereka kumpul di ruang keluarga.
Azzahra dan Kak Azmy juga ikut bergabung dengan mereka.
Beberapa saat kemudian Umi Aisyah pergi ke dapur untuk membantu Bi Mar memasak makanan untuk makan malam. Azzahra tadinya ingin membantu tapi di larang oleh Umi Aisyah jadi Azzahra memutuskan untuk kembali ke ruang tamu.
"Bagaimana bisnis keluarga kamu yang ada di luar kota Azmy?" tanya abi kepada Kak Azmy.
"Alhamdulillah lancar, Paman. Sekarang bisnis kami yang ada di sana juga semakin berkembang," jawab Kak Azmy sambil menjelaskan.
"Alhamdulillah rezeki," jawab abi.
Saat Kak Azmy dan Abi Abdullah sedang mengobrol. Azzahra berbisik-bisik kepada Kak Arvie.
"Kak Arvie, Azzahra pengen cerita, penting banget ini," kata Azzahra di telinga Kak Arvie.
"Cerita apa?" tanya Kak Arvie juga berbisik.
Saat Azzahra akan menjawab. Abi yang sudah selesai berbincang dengan Kak Azmy, memergoki mereka berdua.
"Kenapa kalian bisik-bisik," tanya abi.
"Kami tidak bisik-bisik, Abi," elak Azzahra.
"Jangan berbohong Azzahra, tadi Kak Azmy lihat kalau kalian memang sedang berbicara bisik-bisik," timpal Kak Azmy.
"Tadi Azzahra katanya mau bercerita kepada Arvie, Abi. Katanya mau cerita penting," jawab Kak Arvie jujur.
"Kenapa Kak Arvie bilang sih." Azzahra mencubit pinggang kakaknya.
"Aduuuh, duh sakit tau," sahut Kak Arvie.
"Coba Azzahra cerita sama Abi!" perintah Abdullah kepada putrinya.
"Iya Abi, tapi nanti saja deh... setelah makan malam, Azzahra ceritanya," jawab Azzahra yang di balas anggukan dari Abdullah.
Setelah makanan siap, mereka sholat Isya terlebih dahulu kemudian setelah sholat baru makan malam.
Sesuai perkataan Azzahra tadi, setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga dan Azzahra pun segera di suruh untuk bercerita.
"Ayo mulai ceritanya,sayang!" perintah Kak Arvie.
"Ok-ok... dengerin baik-baik yah. Tadi itu Azzahra di rumah sakit lihat ada kucing pakai legging." Mereka semua yang sudah sangat serius mendengar kan cerita Azzahra percaya-percaya saja saat Azzahra berbicara begitu.
"Terus?" komentar abi.
Azzahra yang melihat reaksi keluarganya serius menanggapi omongannya , tidak bisa menahan tawa lagi. Akhirnya tawa itu pecah, Azzahra sampai terpingkal-pingkal melihat reaksi mereka.
"Kok malah ketawa, berhenti ketawanya Azzahra! Kita udah penasaran ini tentang cerita kamu, terus kucing pakai legging itu gimana?" timpal Umi Aisyah karena sudah sangat penasaran.
Azzahra dengan susah payah akhirnya bisa berhenti tertawa. Azzahra menatap semua orang yang ada di ruang keluarga itu.
"Apa kalian percaya kalau ada kucing pakai legging?" tanya Azzahra.
"Ya kan tadi kamu yang bilang," ucap Kak Arvie.
"Hahahahaha, Azzahra hanya bercanda tidak serius," kata Azzahra sambil kembali tertawa.
"Astaghfirullah hal adzim, kita udah serius malah kamunya bercanda, dasar, adik,kakak yang nakal." Arvie menggelitiki Azzahra sampai Azzahra jatuh tertidur di sofa... Arvie terus menggelitikinya sampai Azzahra berteriak minta ampun.
"Hahahaha, am-pun, Ka-aak. To-long berhenti ini geli banget, hahaha, ampun Kak!" Azzahra tertawa sampai mengeluarkan air mata.
Kedua orangtuanya hanya melihat mereka sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan Kak Azmy sekarang ikut tertawa melihat Azzahra tertawa.
"Sudahlah Arvie, lepaskan Azzahra. Kasian adikmu sudah lemas karena kelehahan tertawa," ucap abi.
Kak Arvie yang sudah puas menghukum adiknyapun akhirnya menghentikan perbuatannya.
Azzahra tampak ngos-ngosan karena kebanyakan tertawa.
"Awas aja... huft-huft... nanti huft... Azzahra balas kakak." ucap Azzahra.
"Azzahra lain kali kalau lagi serius jangan bercanda dong!" ucap Kak Azmy.
"Maaf, Kak. Azzahra janji lain kali bakal buat lagi," sahut Azzahra tersenyum.
"Kok bakal buat lagi sih." Kak Arvie mengomentari.
"Habisnya Azzahra lihat muka kalian lucu sih." ucap Azzahra.
"Dasar kamu..." Kak Azmy berjalan ke arah Azzahra dan menjitak dahinya.
"Taakk."
"Sakit tau." ucap Azzahra sambil mengusap-usap dahinya.
"Kamu ini dari kecil nggak pernah berubah." kata Aisyah.
"Kata siapa Azzahra nggak berubah. Azzahra berubah kok,lihat ini, Woooaaa," Azzahra memperagakan gaya macan sedang mencakar-cakar musuhnya.
"Azzahraaaaaaaaaaaa...," teriak mereka semua kepada Azzahra.
Azzahra tidak mau kena hukum gelitikan dari Kak Arvie lagi sehingga Azzahra segera berlari menaiki tangga untuk ke kamar.
"Maaf,Azzahra mau ke kamar selamat makan semuanya," ucap Azzahra.
*IG karlinasulaiman7770