NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Naga Langit

Legenda Pendekar Naga Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Allianz

Berita munculnya pusaka terkuat Pedang Naga Langit, membuat para pendekar dari berbagai golongan terobsesi untuk memilikinya. Mereka berambisi untuk menjadi pendekar terkuat sekolong, karena pusaka Pedang Naga Langit adalah jaminannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Allianz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Latihan

Dalam pembicaraannya dengan pertapa tua itu, dia juga mendapat amanat jika bertemu dengan sosok jenius tersebut untuk menyuruhnya menemuinya.

Sarwana menghela napas panjang. Dia kemudian berdiri dan menatap tempat yang akan dijadikannya melatih Dirga. Setelah itu dia melesat pergi kembali menuju pondoknya.

Keesokan harinya, sebelum menuju tempat latihan, Dirga kembali membuka kitab jurus Raja Naga yang sebentar lagi akan dipelajarinya.

Di antara dua bagian jurus pertarungan tangan kosong dan memakai pedang, jurus Cakar Naga Membelah angkasa dan jurus pedang Raja Naga Jumawa, adalah puncak dari jurus-jurus yang ada di dalam kitab tersebut.

Selain itu, ada pula jurus Tapak Naga Perkasa, Auman Naga Surgawi, Kepak Sayap Raja Naga, Semburan Api Surgawi dan juga pedang Naga Pemburu.

Tak lama kemudian, Sarwana masuk ke dalam pondok yang berada di atas pohon besar tersebut. "Kau sudah siap?" ucapnya bertanya.

Dirga menoleh lalu mengangguk tegas. Dia menutup kembali kitab jurus Raja Naga dan menyerahkannya kepada Sarwana. "Kau bawa saja kitab ini, Sarwana! Aku sudah hapal semuanya," ujarnya.

"Kau yakin sudah hapal semuanya?"

"Jangan kuatir. Aku sudah hapal semuanya di luar kepala," jawab Dirga.

Meskipun masih ragu, tapi Sarwana tidak mau bertanya lebih lanjut. Benar tidaknya ucapan Dirga, biar waktu yang membuktikannya.

"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang. Tapi sebelumnya, aku akan mengajarimu ilmu meringankan tubuh untuk membuatmu bisa berlari ataupun bergerak sekencang mungkin," kata Sarwana.

"Caranya bagaimana?" tanya Dirga penasaran.

"Kita turun dulu agar bisa lebih bebas!" jawab Sarwana. Kera besar itu berjalan menuju pintu dan kemudia melompat turun dengan begitu ringan.

Dirga pun melakukan hal serupa pemuda tampan itu melompat dari atas pondokan mendarat dengan lengan di atas tanah tepat di samping Sarwana.

"Sekarang caranya begini. Sama seperti saat kau mengendalikan pikiranmu agar bisa melompat turun dengan ringan, kau juga harus menggunakan pikiranmu untukengendalikan tenaga dalammu dan pusatkan di kedua kakimu."

Dirga mendengar sambil membayangkan arahan Sarwana. Setelah itu dia mencoba mempraktekkannya hampir sama seperti saat dia mengendalikan pikirannya ketika melompat dari atas.

Dalam dua kali percobaan saja, Dirga bisa mempraktekkan apa yang dijelaskan oleh Sarwana. Bahkan tanpa kesulitan Sam sekali, dua bisa mengendalikan laju tubuhnya yang kencang.

Sarwana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kemampuan Dirga menyerap dan mempraktekan apa yang sudah dia arahkan. Dia bahkan semakin yakin jika sosok pemuda tampan itu adalah pendekar jenius yang sudah diramalkan oleh pertapa tua.

"Bagus Dirga. Kencang tidaknya kemampuanmu berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh, itu tergantung dari jumlah tenaga dalam yang kau miliki."

"Bagaimana caranya memperbesar tenaga dalamku?" tanya Dirga.

Sarwana tersenyum. Dia senang dengan Dirga yang haus akan perkembangan ilmu Kanuragannya. Entah kenapa, tapi dia merasa Dirga akan melahap semua jurus yang ada dalam kitab Raja Naga dengan cepat. Dia mentarget pemuda tampan itu akan menyelesaikannya dalam waktu tidak lebih dari setengah tahun.

"Sekarang ayo kita ke sana dulu! Nanti aku akan tunjukan caranya kepadamu."

Tanpa menunggu balasan dari Dirga Sarwana melesat meninggalkan pemuda tampan itu.

Tak mau kalah, Dirga mencoba mengejar kecepatan yang dimiliki Sarwana. Tapi perbedaan kualitas tentu menjadi faktor penentunya. Hingga sampai di tempat tujuan tetap tidak mampu untuk mengejar Raja Kera tersebut.

Pandangan mata 3 menyapu sekeliling tempat yang akan menjadi arena latihannya. Dia merasa heran karena tempat itu sangat jauh berbeda dengan ke tempat lain yang ada di dalam jurang panguripan.

Jika di tempat lain begitu lembab dan dipenuhi dengan lumut Tundra, Di tempat yang terhampar di depannya itu bahkan begitu gersang dan tandus. Suhu udara juga begitu panas seolah tidak pernah ada malam di tempat itu.

"Apa tidak ada tempat yang lebih sejuk selain ini? Kalau berlatih di sini, Aku bisa mati kering kehabisan cairan!! keluh Dirga.

"Hahahaha ... Kau bahkan belum mencobanya, Dirga. Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Yang perlu kau ketahui, dari semua tempat yang ada di jurang panguripan, di sini adalah tempat yang memiliki unsur alam paling kuat dan besar. Itulah kenapa tempat ini begitu tandus dan kering. Dan karena alasan itu aku mengajakmu kemari." Sarwana tersenyum sambil memandang batu pipih yang kemarin digunakannya duduk bersila.

"Ada lagi yang harus kau ketahui, semakin banyak unsur alam di tempat ini yang kau serap, maka suhu udara di tempat ini akan semakin sejuk. Itulah kenapa kau harus menyerapnya sebanyak mungkin yang kau bisa," sambung Sarwana.

"Berarti yang menyebabkan gersangnya tempat ini adalah unsur alam itu?"

"Tepat sekali! Setelah unsur alam terkumpul di dalam tubuhmu, kau harus mengikatnya dengan unsur murni yang kau miliki."

"Unsur murni? Apa lagi itu?" Dirga benar-benar merasa heran dengan banyaknya tahap yang harus dilalui untuk menjadi seorang pendekar. Dan apakah semua orang yang ingin menjadi pendekar harus melalui berbagai tahap sama seperti yang kulakukan?"

"Seharusnya sama, Dirga. Tapi tidak semua calon pendekar memiliki kemampuan seperti yang kau miliki. Dan mengenai unsur murni, semua orang memilikinya, tapi tidak semua orang bisa memaksimalkannya." Jari telunjuk Sarwana menunjuk batu pipih yang berada tepat di tengah tanah lapang tersebut.

"Sekarang kau duduklah di batu itu dan bermeditasilah. Sebelum kau mulai mempelajari dasar ilmu kanuragan, kau harus memiliki tenaga dalam terlebih dahulu."

Dirga mengangguk. Pemuda tampan itu mengayunkan langkah tegapnya menuju batu hitam pipih yang ditunjuk Sarwana.

Tanpa merasa ragu, Dirga duduk bersila dan memejamkan matanya.

"Sekarang fokuskan pikiranmu. Serap unsur panas yang ada di tempat ini dan masukkan ke dalam tubuhmu. Nanti unsur murnimu akan bereaksi setelah ada unsur alam yang masuk dan memenuhi tubuhnu. Satukan dan ikat keduanya menjadi satu. Apa kau sudah paham?"

Dirga mengangguk pelan. Matanya tetap terpejam sambil terus berusaha memusatkan pikirannya.

Sarwana bergerak menjauh belasan meter dari tempat Dirga duduk bersila.

Hembusan napas Dirga begitu halus keluar masuk melalui kedua lubang hidungnya. Raut wajahnya begitu tenang dan teduh. Meski peluh bercucuran membasahi pakaiannya, tapi tidak membuat fokusnya terganggu sedikitpun. Dan Itu adalah sebuah pertanda jika pemuda itu sudah dalam puncak konsentrasinya.

Setelah melalui beberapa kali percobaan, unsur alam yang berada di tempat itu terhisap masuk ke dalam tubuh pemuda tampan tersebut. Kulitnya yang kuning Langsat, secara perlahan memerah akibat masuknya unsur alam ke dalam tubuhnya.

Sarwana tersenyum melihat Dirga sudah mulai menyerap unsur alam di tempat itu. Tapi beberapa saat berikutnya, dahinya tiba-tiba mengernyit tebal. Dia merasakan jika bukan unsur alam di tempat itu saja yang terhisap, tapi juga energi yang ada di dalam tubuhnya.

"Apa-apaan ini?" ucapnya sambil melesat lebih jauh lagi.

1
Vina Manis
mantap sekali
Leonard Wior
bang cari kelanjutannya di mn bang bingung carinya f1zzo ni coba tunjukin caranya... ini novel atau apa bang?
Woles Bro: pusaka Naga Api
total 1 replies
akp
oalah pindah lapak ya....
semoga sukses thor, tapi maaf saya males donlot2 aplikasi lagi
akp
komentarku barusan kok hilang ya
akp
keren asli keren cersil ini
akp
thor mungkin perlu promosi diberbagai novel cersil lainnya dulu biar ada yang tertarik untuk membaca.
akp
halooo author
akp
berkomentar sendiri
akp
semoga novel ini tidak hanya berhenti di angka 15
akp
tantangan pertama
akp
teknik sage dalam ilmu kuno
akp
baik dan buruk, dwalitas kehidupan yang tak bisa dipisahkan.
akp
haloooo author....
akp
hahaha😂😂😂😂
akp
bagus loh ceritanya, tapi kok sepi?
akp
cerita yang bagus
Eko Subagyo
kenapa pindah frekwensi Thor 👍❤️💪
Eko Subagyo
mantab Thor lanjutkan karyamu jangan kasih kendorr update nya Thor 👍❤️💪
Eko Subagyo
mantab Thor 👍❤️💪
Eko Subagyo
cerita silat yang bagus kenapa sepi peminat ya lanjutkan karyamu Thor 👍❤️💪
akp: saya juga bingung.
mungkin author kurang promosi jadi cerita ini tidak terekspos
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!