NovelToon NovelToon
New Story Famale Character

New Story Famale Character

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:300.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syche

Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.

Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..

Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?

Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan

Yak!. itu bukan dialoqnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah judi

Alisya tidak mengerti dengan jalan pikiran orang-orang. Mereka mengagumi apa yang mereka lihat tanpa tau seperti apa warna aslinya. Disana pria dengan lesung Pipit dikedua pipinya itu terlihat manis tapi menyimpan begitu banyak makna.

Dalam sekali lihat Alisya dapat menebak dialah siantagonis pria. Pria itu berjalan kearahnya dengan setangkai bunga yang baru dipetik. Tangannya bersih dan memerah saat tertimpa matahari. Alisya hanya diam menunggu apa yang akan terjadi..

"Alisya..."

"en.." balas Alisya dengan wajah yang lurus tanpa ekspresi. Seketika itu membuat Justine sedikit tertegun namun dia dengan cepat mengendalikan dirinya dan berkata..

"apa kau sakit?.. kau terlihat beda"

Alisya meratakan bibirnya. Dia tidak menjawab, sebaliknya menatap bunga yang ada digenggaman pria itu. Justine segera tersenyum seolah dia tidak tersinggung oleh wajah acuh tak acuh Alisya"kau menginginkannya?.. aku baru saja memetiknya, mereka mengatakan bahwa bunga pada bulan ini mekar. Aku menyimpan satu, kau bisa mengambilnya"

Justine mengadahkan tangannya. Jari-jarinya terbuka dan mendapati sebuah bunga mawar pink yang baru terbuka dari kuncupnya. Alisya membuang muka, bibirnya yang lembut dan lembut terbuka "aku tidak menyukai bunga"

Alisya berjalan melewati Justine. Telapak tangan Justine yang berada diudara sedikit canggung, dia menariknya kembali lalu berbalik untuk melihat punggung ramping Alisya menjauh. Dia bingung untuk sesaat tak tau apa yang barusan terjadi.

Sedangkan Justine yang dalam posisi canggung. Maka teman-teman Kenzie yang berdiri tak jauh dari Justine menatap Kenzie dengan rumit seolah mengatakan 'mangsamu sulit dijinakkan kawan'

Kenzie tak tau apa yang dipikirkan mereka. Tapi kedua sudut bibirnya berkedut "dia tidak menyukai bunga.. maka yang disukai haruslah aku.." seringainya.

Teman-teman Kenzie tak terkejut oleh gumaman Kenzie. Karena mereka tau jika Kenzie adalah orang yang tidak akan menerima kekalahan. Walaupun sesulit apapun, dia tidak peduli.. yang terpenting mencoba dahulu.

Allan merenung sejenak sebelum berkata "sepertinya aku tidak akan memutuskan untuk tidak sekolah lagi"

Arze mengangguk "ya, karena Kenzie akan berpacaran kita harus bersamanya"

Zean terkekeh sambil memeluk leher Arze "hei!.. bagaimana kau bisa bilang begitu kawan?, Jika dia berpacaran mungkin kita akan menjauh darinya..

Tapi sepertinya perlu bertahun-tahun untuk itu terjadi.., bagaimana menurutmu llan?"

Mengangkat salah satu alisnya dengan tidak senang Allan menjawab "dasar bodoh, kau sama saja terlihat meremehkan kenzie"

Zean melirik Kenzie dengan kedua bahunya dinaikkan "ya..yaa.. aku tidak peduli karena instingku tak pernah salah"

Aran memutar bola matanya malas "tebak saja sepuas kalian. Karena aku tidak peduli. Dan hei! Zean kau sendiri yang mengajakku berhenti sekolah sialan.. kau menarik kata-katamu?!"

Zean melotot "hei!, Bagaimana kau menuduhku. Itu ulah Allan bukan aku, aku hanya mengikutinya!"

Si pemarah Arann tentu saja akan membalas dengan tidak senang. Pokoknya dialah yang harus menang dalam bertarung mulut! "kau yang mengajakku bajingan!"

Arze menatap keduanya dengan tampang bertanya-tanya. Allan segera melerai dengan berkata "sudahlah, itu memang salah zean. Zean kau tidak perlu munafik, jika kau salah maka jujur saja bodoh"

Zean mendesis sinis. Dia juga malas untuk berkomentar jadi dia bertanya kepada Kenzie "semalam kau sudah membereskannya?.. apakah malam ini perlu bantuan kami?"

Menggeleng, Kenzie membuang permen karetnya "aku bisa menyelesaikannya. Kau hanya perlu menjaga perbatasan"

Arann membuka mulutnya "di bar **** sudah ada yang bergerak.. aku dan Allan hanya perlu menunggu saja" dibalas anggukan oleh Allan

Arze menatap Kenzie dengan rumit "kenzie.. kau tidak menyerahkan tugas seperti Arann kepadaku?"

Kenzie melirik dengan acuh tak acuh berkata "kau sudah memiliki tugas. Pada dasarnya tugas memang berbeda-beda, apa?.. kau ingin aku menggantikanmu hm?"

Arze dengan cepat menggeleng

Hari itu sudah malam. Alisya Sengaja berjalan kaki karena suatu hal yang ingin dia lihat. Ini adalah kesempatannya kali ini, kemarin-kemarin sudah tertunda, namun untuk sekarang tidak boleh lagi!.

Walau dia tidak peduli dengan jalan cerita novel ini, tapi adegan yang seru selalu ada. Salah satunya adalah Kenzie yang bermain judi, bukan itu poin pentingnya. Karena akhir dari permainan judi itu adalah pertarungan yang mengasyikkan menurut Alisya.

Ini adalah kesempatannya melihat secara live

Readers pembaca tidak akan bisa mhehe

Sepertinya dia harus mengendarai mobil sendiri kedepannya. Dia tidak mau harus repot-repot mengabari supir jika dia tidak akan pulang hari ini.

Badannya yang dibalut jaket hitam dikancing sampai menutupi lehernya. Kakinya ditutupi dengan sepatu hitam berhak. Jalannya berlikuk-likuk menampilkan aura wanita yang mengesankan dan bad.

Dipintu masuk area judi itu ada dua bodyguard yang berjaga. Alisya menyampirkan helai rambutnya dibelakang telinga agar tidak menghalangi pandangan mata penuh intimidasinya

Kemudian dia menarik kancing jaketnya dan mendorongnya kebawah sampai pinggang rampingnya yang mulus serta selangka yang membuat pria lupa akan sesuatu itu terbuka. Alisya menarik salah satu sudut bibirnya dan berjalan masuk kepintu..

Dua bodyguard itu berwajah tertegun dan lupa untuk mengatakan sesuatu. Kemudian ketika Alisya melewati mereka, keduanya saling tatap "sekarang sepertinya sebuah partner wanita cantik harus ikut?'"

Bodyguard satunya menghela nafas "hanya orang bodoh yang mengira wanita itu bermain. Yang ada bermain dibawah celana pria"

Mereka tak melanjutkan melainkan saling mengerti. Sekarang banyak gadis muda yang mencari uang dengan tubuh mereka atau kadang diperbudak oleh para laki-laki jadi itu harap dimaklumi..

Ya.. dimaklumi

Ketika Alisya memasuki ruangan. Suara yang tertawa dan mencibir terdengar diudara. Itu sangat bising, Alisya mengacak rambutnya lalu menyisirnya. Dia sedikit menunduk lalu mengangkat kepalanya..

Mata Alisya berkedip dingin sebelum melangkah kearah meja Prancis yang menyediakan botol-botol ilegal untuk diminum pengunjung. Tangannya menampar tangan-tangan yang dengan genit ingin memegang pantatnya tanpa pandang bulu.

Tentu saja dia tau dia membawa dirinya kesini sama saja membawa kematian. Orang-orang disini sangat liar dan bernafsu, tapi dia tidak takut.

Seorang Risa tidak pernah takut!

Jaketnya memiring dan membukakan bahunya yang bertulang cantik. Dibalut min * et berwarna hitam menutupi dadanya yang sangat berisi. Dia duduk dengan acuh tak acuh berkata "satu ****"

Bertender itu lupa untuk berkedip, dia dengan patuh menyiapkan satu botol *** dan mendorongnya kearah Alisya. Dari kejauhan dia sudah tau gadis ini berjalan kearahnya. Dia sudah menyiapkan kata-kata yang manis untuknya tapi seakan itu tertelan ditenggorokannya ketika lirikan dingin itu melayang kearahnya..

Alisya tidak tau apa yang dipikirkan bertender itu. Dia berbalik dan otomatis kursi itu mengikutinya. Matanya yang dingin menyusuri area perjudian.

Dimana itu?

Setidaknya akan ada tiga hari dia datang kesini untuk bermain. Ini adalah yang ketiga harinya, disini dia mengakhiri seorang pria tua berperut buncit (menurut novelnya begitu)..

Tanpa diduga mata yang sama dingin itu bertemu. Alisya tidak panik ketahuan bermain kearea ini, melainkan senang karena pria itu tau keberadaannya. Dia bisa berdiri disampingnya untuk membantu loh..

Karena ada sebuah adegan tangan kenzie yang terkena pisau saat bertarung jadi Alisya berinisiatif membantunya kali ini. Karena adegan ini adalah Favoritnya maka dari itu dia turun tangan menikmatinya.

Disana Kenzie yang memiliki Alis tajam yang mempesona berkerut. Tanda dia sedang tidak menyukai sesuatu..

Terimakasih telah membaca

siojal marah↑✧◝(⁰▿⁰)◜✧

1
Ibuk'e Denia
dialognya kok aneh, bahasanya tak seperti di cerita cerita yang lain..maaf....
Putri Kemuning
Luar biasa
Arix Zhufa
baca 1 bab udh bingung
Dede Mila
mulai baca
hiro😼
Author lucu, saya suka👏😽 bye thor, jaga kesehatan ya.
hiro😼
Ceritanya Best thor👍😮‍💨, makasih sudah membuat cerita sebagus ini😽
hiro😼
🗿Dhlh
hiro😼
Apakah sepasang kekasih dingin sudah tidak dingin?
hiro😼
Jika memang cinta itu seindah pelangi, pasti kisah cintaku juga seindah pelangi, tapi tidak, kisah ku awalnya indah berakhir dgn tidak indah.
hiro😼
Ternyata ada yang mau main2
hiro😼
Alisa namaku, thor🗿👏
hiro😼
Sadis tapi karakter lu mirip gw🗿👏
hiro😼
Ojal saha sih
hiro😼
Nih 👏👏 tepuk tangannya, btw ngakak bener 🤣🤣
hiro😼
Ok aku melihat ojal, ojal saha sih
hiro😼
Yah, aku tau perasaanmu, justin
hiro😼
Maaf ya tapi yang di katakan nya itu benar
hiro😼
Ojol mana thor?
hiro😼
Ojal saha sih thor_-
Hestika
knp pas lg seru²nya selalu gantung cerita nya 😞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!