NovelToon NovelToon
Ryeana

Ryeana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hertati

Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.

"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.

Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.

Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.

Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?

Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.

Happy Reading 🌻

Follow Instagram : @nona_rie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ryeana-6

..."Jika ditanya, lebih baik mencintai atau dicintai? Maka jawabanku, lebih baik mencintai, aku tahu mencintai itu sulit apalagi jika tidak terbalas, tapi aku bahagia bisa mencintai dia yang kuinginkan dengan caraku sendiri... "...

...Ryeana Allura Clarabelle...

...🐸🐸🐸...

"Ra Lo darimana aja. Kok Lo tega ninggalin Ri" itu suara Nicholas mengintrogasi Dira.

"Diem lo. Lo pikir gue gak tahu kalo Lo sejak tadi juga ninggalin Ri kan. Lo juga baru datang karena lihat dia batuk-batuk Mulu dari tadi. Dan Lo juga Dok gue bilangin ya, Ri itu gak boleh minum minuman bewarna. Karena.." ucapan Dira terpotong saat melihat tatapan mata Ri yang hampir menelannya hidup-hidup.

"Udah Ra. Lo jangan aneh-aneh deh. Kodok kan laki-laki wajar kalo berbaur sama yang lain. Nah Lo... Gue sebal tahu gak. "

Merasa dibelain, Nicholas menjulurkan lidahnya sama Dira. Lalu berlari kembali meninggalkan kedua gadis itu.

"Ri kok Lo belain dia lagi si" Dira betul-betul habis pikir melihat Ryeana yang begitu mudahnya terpengaruh.

"Udahlah Ra..." ucap Ryeana lemah. Tubuhnya keringat dingin. Pasti akibat minuman bewarna itu.

"Ri Lo kenapa? " Ucap Dira panik melihat wajah pucat Ryeana.

"Gak pa-pa. "

"Nih minum dulu yang banyak" Dira mengambil dan membuka botol minum yang Dino tinggalkan tadi. Tanpa menolak Ryeana meneguk air mineral itu sampai habis.

Dari kejauhan Dino masih memperhatikan Ryeana dan Dira. Ia tersenyum kecil, tapi masih kecewa dengan kalimat Ryeana yang terakhir.

🐸🐸🐸

Hari pertama ospek cukup melelahkan, memang tidak banyak masih kegiatan. Namun berdiri dari pagi hingga ke siang juga sangat menguras tenaga.

Sejak kejadian tadi, Dira tidak meninggalkan Ryeana lagi. Dira cukup khawatir karena Ryeana itu lemah, tapi punya gaya sok kuat.

Sebelum pulang Ri mengajak Dira untuk ke toilet. Dira berdiri didepan toilet menunggu Ri hingga selesai dengan urusannya.

"Kak" tegur Dira saat menyadari seseorang yang baru keluar dari toilet khusus pria. Pria itu menoleh, lalu tersenyum kecil. Dira ini memang sangat berbeda dengan Ri. Dira memiliki sikap percaya diri yang sangat tinggi dibanding Ri. Ryeana berani dengan orang lain kalo ada orang terdekat disekitarnya, tapi coba sendiri. Ri akan membeku seperti es kutub.

"Iya. Kamu temannya Ryeana kan. " Tebak Dino

"Iya kak. Sahabat lebih tepatnya, bukan teman! " Tegas Dira. Dino hanya mengangguk.

"Oh ya Kak. Maaf ya buat ucapan Ri tadi. Dia itu orangnya sebenarnya baik, cuman terlihat bodoh kalo didepan Kodok. "

"Hah Kodok? Ma-maksudnya gimana?" Ulang Dino bingung. Ini pertama kalinya dia mendengar ada nama manusia 'Kodok'.

"Eh biasa aja kali kak mukanya. Itu loh laki-laki yang sama kita tadi. " Jelas Dira terkekeh.

"Dira" tegur Ryeana menekankan suaranya saat keluar dari pintu toilet. Ia mengambil tas miliknya yang disandang Dira. Lalu menarik tangan sahabatnya itu.

"Kak maaf ya" ucap Dira sekali lagi dan kali ini tanpa suara, hanya dengan gerakan mulut namun Dino mengerti, buktinya laki-laki itu mengangguk sambil tersenyum kecil.

"Ri Lo gak sopan banget tahu gak. Asal tarik-tarik aja. Gue tu lagi minta maaf sama kakel tadi" omel Dira saat sudah didalam bus.

"Gak sopan gimana? Terus kakel itu apa?" Tanyanya polos.

"Ck. Kakel itu kakak kelas. Makanya otak Lo tu sekali-kali dicuci biar gak Kodok Mulu isinya. "

Ri menyentil jidat Dira. "Auch sakit tahu gak. "

"Gak tahu tuh. Kan Lo yang rasain" ledek Ryeana sambil menjulurkan lidahnya pada Andira.

Dira mencebik tidak jelas.

"Jangan melamun aja entar kesambet Lo. Yok turun Uda sampe juga" ajak Dira menarik lengan sahabatnya untuk turun dari Bus.

Mereka berdua turun lalu berjalan, karena jaraknya tidak terlalu jauh.

"Lo mikirin apaan sih" tanya Dira sambil merangkul sahabatnya itu sambil berjalan dari tepi jalanan.

"Ra sampai kapan?" tanya Ri menatap lurus jalanan tanpa berkedip.

Dira terdiam. Dia sudah mengerti bahkan sangat mengerti kemana arah pembicaraan itu.

"Ra gue boleh capek gak? "

"Boleh kok. Capek itu manusiawi tahu gak. Kalo Lo gak ada capek-capeknya berarti Lo bukan manusia. Ihhh takut deh" Dira melepaskan rangkulannya pada Ri. Lalu berpura-pura memeluk dirinya sendiri. Kemudian berlari kecil meninggalkan Ryeana.

"Ri awas dibelakang Lo. Ada perempuan pakai baju putih!!" teriaknya meninggalkan sahabatnya.

"Sialan Lo Ra. Awas Lo ya" teriak Ryeana sambil mengejar Dira.

🐸🐸🐸

Hari kedua MOS. Ryeana dan Dira berangkat bersama. Dira gak mau meninggalkan sahabatnya itu lagi, karena takut diomeli lagi nantinya.

Hari ini pelatihan PBB dan itu dibimbing langsung oleh anggota OSIS yang mengikuti ekskul Paskibra.

Sekalipun penampilan mereka acak-acakan tapi tetap semangat mengikuti masa MOS. Kalian pasti tahu anak MOS itu penampilannya amburadul. Mulai kaos kaki warna-warni, kalung nama yang berasal dari kardus, ditambah lagi ada kalung petenya, rambut dikepang dua. Lengkap sudah berjalan PBB dengan penampilan seperti orang gila begitu.

Dira yang semulanya berada dikelompok lain, diam-diam tukaran dengan orang yang baru dikenalnya agar bisa satu kelompok dengan Ryeana. Sebegitunya perjuangan untuk bisa bersama sahabatnya itu.

Dihari kedua ini cuaca jauh lebih terik dari hari sebelumnya. Benar-benar menyiksa siswa-siswi baru ditengah lapangan. Banyak para siswi yang sudah mencak-mencak karena takut kena bakar kulitnya.

Alasannya takut hitam lah. Takut bau keringatlah. Takut bedak nya luntur. Banyak sekali alasannya. Tapi lihat lah berbeda sekali dengan dua manusia itu. Mereka seakan sudah terbiasa dengan terik matahari itu.

Apalagi Dira yang berkulit sawo matang tidak mau pusing dan peduli  dengan hal sepele begitu.

Sedangkan Ryeana, gadis itu memiliki warna kulit yang putih namun pucat, itu sebabnya Dira sering memerintahkannya untuk terkena sinar matahari.

"Ri Lo haus gak" tanya Dira penuh perhatian saat duduk santai ditengah lapangan pada jam istirahat. 

"Haus banget Ra." Ucap Ri mengusap peluh di dahinya.

"Bentar ya gue beliin Lo minuman dulu. Lo tunggu disini jangan kemana-mana. " perintah Dira yang seakan takut Sahabatnya digondol hantu.

"Iya Opung bawel" Ryeana terkekeh sambil melambai pada Dira yang semakin jauh.

Ditengah lapangan hanya Ryeana yang tertinggal setelah Dira pergi, cewek yang berani duduk bersila begitu santainya. Sebagian memang ada tapi itu anak cowok.

Seseorang datang  dan berdiri didepan dia.

"Lo gak Panasan?"

Ryeana mendongakkan kepalanya, akibat cahaya matahari tepat diatas kepala laki-laki itu, Ri bahkan sampai menyipitkan matanya untuk memastikan wajah didepannya.

Ahh Ri menyerah, terlalu silau. Laki-laki itu berjongkok tepat didepan wajah Ryeana.

"Eh" Ri kaget lagi dan lagi wajah yang sama.

"Lo apa gak panasan duduk disini sendirian." Tanya Dino penasaran.

Ryeana menggeleng. "Oh ya makasih buat buku semalam kak" ucap Ri tulus. Ia baru ingat untuk mengucapkan terima kasih. Dan Ryeana baru tersadar setelah memperhatikan almamater milik Dino sama persis dengan yang dipakainya saat itu juga.

Dino mengangguk. "Lo Uda gak takut lagi sama gue?"

Ryeana terdiam.

"Rupanya masih takut ya. Nih gue cuman mau kasih loh air minum. Semangat! Lo cewek yang paling hebat." ucap Dino sambil berdiri setelah memberi air mineral dan memberi semangat untuk gadis itu sambil mengepalkan tangannya sebelah ke udara.

Ryeana diam membisu memperhatikan botol air mineral itu. Sedangkan Dino sudah bergabung dengan teman-temannya yang lain.

"Cewek hebat? Maksudnya apa?" Batin Ryeana

"Bro, lo gue perhatiin dari semalam deketin tu cewek Mulu. Lo sukak ya. " goda salah satu temannya yang bernama Andre.

"Bukan urusan Lo" ucapnya datar dengan sesekali memperhatikan Ryeana yang masih diam memperhatikan botol minum itu.

"Din. Kok selera Lo jadi turun gitu. Ya memang sih dia gak jelek-jelek amat, tapi come on man, coba lihat, udah pendek, tepos, dia jauh beda tahu gak sama mantan-mantan Lo yang punya tubuh  badaiiii" sarkas Dodo salah satu teman Dino yang notabenenya seorang playboy.

"Lo bisa diem gak! Lo urusin aja cewek-cewek Lo yang ganjen itu!" tukas Dino geram.

Dodo dan Andre terdiam. Mereka berdua kalo Dino sudah marah, lebih bagus diam daripada bonyok entar.

"Ri. Minuman dari siapa? " Tanya Dira heran melihat botol minum yang belum disentuh itu.

Ryeana merampas salah satu botol minum yang digenggam Dira. "Kak Dino" ucapnya lalu meneguk sampai habis.

"Ha!! Serius Lo!! Kok Lo gak minum si malah dipelototi mulu." Omel Dira sambil duduk.

Belum sempat Ri menjawab. Nicholas datang dan tiba-tiba duduk diantara Ryeana dan Dira.

"Dok minum dulu" ucap Ri menawarkan sambil tersenyum manis, ia menyodorkan botol minum yang Dino beri tadi. Dengan senang hati Nicholas menerimanya, sangat kebetulan dia juga haus. Sedangkan Dira hanya melotot pada Ryeana.

"Makasih Ri. Kamu emang sahabat baik gue, gak kayak dia" tunjuk Nicholas sambil menempelkan telunjuknya tepat dimata Dira. Membuat Dira marah dan terjadi kejar-kejaran antara mereka berdua mengelilingi Ri. Hanya melihat itu saja, Ri sudah tertawa sambil menahan sesak di dadanya.

...----------------...

"Sahabat lagi ternyata" batin Ryeana.

Terus Lo maunya apa Mpok. Kan gak ada hubungan spesial. suka gemes dehhhh. cibir batin Author.

Iya gue tahu, tapi gak usah disebut-sebut juga. bikin ngenes tahu gak. balas batin Ryeana menatap sinis batin Author.

Derita Lo Mpok. ejek Author

...😒😠😤...

...----------------...

"Biarpun Lo gak minum pemberian gue dan malah kasih ke orang lain, setidaknya gue bisa lihat senyuman Lo yang manis itu dan Melihat lo tertawa lepas gitu adem banget Ri. " Batin Dino tanpa sengaja ia ikut tersenyum.

"Cieeeeciee. Si bos mulai Gilak" ledek Dodo yang tak lama mendapat hadiah dikepalanya.

"Mulut Lo!" ketus Dino lalu kembali masuk keruangan OSIS.

...🐸🐸🐸...

"Dok. Kamu nanti pulang bareng kita ya. Uda lama tuh kita gak barengan lagi" ajak Ryeana sebelum bunyi bel untuk kembali kebarisan berbunyi.

"Duhh gak bisa Ri. Lain kali aja ya. Aku ada urusan. " Elak Nicholas.

Ryeana memaksa tersenyum sedangkan Dira sudah mulai  jengah.

"Ohh oke deh. Gih balik ketempat kamu nanti kena marah sama kakak kelas" usir Ryeana halus.

Dira memperhatikan wajah Ri sangat lekat.

"Apaan. Gue gak pa-pa kali. Santai Ra. " ucap Ryeana memaksa senyuman, jika tidak tahu tempat mungkin gadis itu akan menangis. Dira tahu itu. Saat ini pasti sahabatnya itu sedang sedih, lagi dan lagi penolakan Nicholas selalu merusak mood sahabatnya.

Dira mengusap punggung Ryeana lembut dan mengajaknya kembali kebarisan.

Sepulang sekolah, Ryeana dan Dira seperti biasa duduk didepan halte menunggu angkutan umum. Namun kali ini terlihat sangat lama.

Tanpa sengaja tatapan Dira menangkap Nicholas pulang berdua dengan seorang perempuan yang lebih pendek dari Ryeana lewat pintu gerbang lama. Jadi sekolah itu memiliki dua gerbang, gerbang baru dan lama. Ryeana dan Dira selalu dari gerbang baru karena lebih dekat ke halte.

Dira bangkit dari duduknya dan berdiri tepat disebelah kiri Ryeana. Dia gak mau sahabatnya itu melihat pemandangan yang nantinya bisa menyakiti perasaannya.

"Lo kenapa tiba-tiba berdiri gitu" ucap Ryeana heran.

"Gak pa-pa. Pegal pantat gue. " Kilah Dira.

"Lo apa gak capek gitu seharian ini berdiri. "

"Ya gak la. Pelatihan tadi menguntungkan gue. Gue kan tinggi, mana tau nanti gue bisa gabung anggota paskibra. " Ucapnya sombong dengan menekan kata tinggi.

"Iya deh iya. Mentang gue pendek" Ryeana mengerucutkan bibirnya. Uhh Dira bahkan sangat gemas melihat nya. Tanpa sadar tangannya sudah mencubit pipi Ryeana.

"Diraaaa!!!"

1
ajiu jiu
hadehhhh.....kemana lg author ny 😤😤
Koes Tiyah
nyaris lupa thor kalo dlu sllu nungguin up, sudah lama sekali....
IG: Saya_Muchu
Salam hangat dari novel Jangan Salahkan Takdir, mari kita saking support karya satu sama lain, dengan kasih rate 5, like, komen, dan tekan favorit, semoga sukses bersama.
JW🦅MA
nexk
JW🦅MA
semangat
JW🦅MA
HADIR YA
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Lanjut thor
M⃠
like dl yg mampir zie, bacanya ngantri ya, folback balik ke karyaku jg 🤗
♕FiiStory_
hadir lagi, Jangan lupa untuk mampir di karyaku juga
ajiu jiu
koq gitu Thor , setdk ny ceritain mrka berbaikan lah, cerita andira/Alex jga smkin seru 😌😌😌
Koes Tiyah
iya thor, alex andira buat selingan aja..
fokusnya ttep ryeana & nicho
ajiu jiu
Andira/Alex lg Thor , TQ sdh up .....
Koes Tiyah
seneng deh thor kalo tiap hari up 😊
☣️✨️私 ジーチャン✨️
up up up
Koes Tiyah
lanjut thor..
Koes Tiyah
knpa ryeana g ingat alex?
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..
ajiu jiu
dsr kamu Thor , maen gantung aj 😑😑😑
♕FiiStory_
mampir jangan lupa mampir juga
Koes Tiyah
pertemukan alex dan andira thor,.
Luthfia Ardhana Farhan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!