NovelToon NovelToon
LAGU CINTA ELLENA

LAGU CINTA ELLENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Chicklit / Tamat
Popularitas:179.2k
Nilai: 5
Nama Author: L. ROSA

Sebuah lagu lama yang dinyanyikannya dapat membuat orang-orang di masa lalunya mengenalinya, yang selama ini mereka mencari keberadaannya. Ellena gadis yang hidup sebatang kara, yang menjadi penyanyi dari cafe ke cafe untuk menyambung hidupnya ketika usianya masih sangat muda. Berjuang mengarungi hidup yang keras di kota Bandung, penuh suka dan duka. Dan ketika takdir mempertemukannya dengan orang di masa lalunya, ia bisa hidup bahagia dengan perlindungan dan kasih sayang yang tercurah padanya. Juga dengan lagu itu ia jadi tahu siapa ayahnya. Akankah Ellena menerima kehadiran Ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L. ROSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. SAHABAT SEJATI

Ellena POV

Pertemuan pertama dengan dua sahabatku, Doris dan Hana yaitu ketika perkuliahan pertama di Semester 3. Mereka datang kesiangan, ketika Dosen akan masuk sebentar lagi. Sehingga nafas mereka terengah-engah ketika tiba di kelas. Karena kursi dibelakang dan tengah sudah terisi semua. Mereka akhirnya terpaksa duduk di depan. sejajar denganku.

Sudah menjadi kebiasaan, yang datangnya belakangan, akan disediakan tempat duduk di depan. Karena Mahasiswa yang hadir duluan akan mengambil tempat duduk di belakang atau tengah. Tidak tahu kenapa bisa begitu. Kalau di depan terlalu dekat Dosen jadi tidak bebas mungkin. Apalagi kalau ada quiz, yang duduk didepan tidak bisa berkutik, tidak bisa nyontek 😄😄😄

Ketika nilai quiz mata kuliah Matematika bisnis keluar, nilaiku paling kecil. Aku sedih sekaligus malu. Akhirnya Hana bisa memaksa Doris yang nilainya 80, untuk mengajariku.

Aku bersahabat dengan dua orang itu, gara-gara mereka selalu di bully teman-teman di kampus. Doris di bully karena kemayu, sedikit lemah gemulai dan latah. Sedangkan Hana berperawakan kecil dan berkulit hitam, sehingga tidak ada yang mau berteman dengannya. Karena rata-rata yang bergank adalah cewek-cewek yang punya kelebihan. Entah itu kecantikan atau kekayaan ataupun kepandaian. Sehingga mereka berlomba-lomba menjadi mahasiswa yang populer. Dikenal semua orang di kampus.

Aku yang dari awal kuliah selalu menyendiri, akhirnya mengajak dua orang itu kemana-mana selalu bertiga selama dikampus ataupun diluar kampus.

Doris selalu iseng ngegodain aku ataupun Pak Devta, bila kami berinteraksi. Entah punya indera keenam atau apa, tampaknya Doris tahu aku sering salah tingkah bila disapa atau diajak bicara Pak Devta. Menurut desas desus yang beredar, Pak Devta itu Duren alias Duda keren. Sehingga banyak Mahasiswi yang cari perhatian Pak Devta ataupun terang-terangan mengejar Pak Devta.

Ditambah lagi Dosen itu smart. Cara menyampaikan materi perkuliahannya mudah diterima atau dipahami. Mungkin hanya otakku saja yang bebal yang 2 kali quis nilaiku jelek.

Sekarang belajar dengan Doris, Doris mengajariku mecahkan soal Matematika bisnis, aku jadi mulai paham. Ternyata di balik kekurangannya tersimpan otak yang encer.

Dengan intens, bila ada waktu menunggu jam mata kuliah berikutnya, kamar kosanku jadi markas kami bertiga untuk latihan soal Mata kuliah Matematika Bisnis. Kini aku paham. Aku mulai aktif menjawab soal yang dilontarkan Pak Devta di kelas. Pak Devta terlihat senang melihat perubahanku. Ini semua berkat Doris. Terimakasih Doris .....

Kami jalan bareng, entah ke mall, bioskop, nongkrong di warung bakso dekat kampus, ataupun shoping selalu bertiga. Aku yang dulu penyendiri, tidak penyendiri lagi.

Kadang mereka juga suka ikut mendampingiku ke Cafe. Doris yang paling sering. Dia memboncengku di motornya. Walau dia agak melambai, ia bisa berakting macho di depan orang lain. Sehingga aku aman. tidak ada yang mengganggu atau mengikutiku.

Malam ini aku akan menyanyi di Cafe yang paling jauh dari biasanya. Ini juga pertama kali aku ke cafe itu. Doris sudah menjemputku dengan motornya.

Motorpun melaju membelah malam di jalanan Kota Kembang. Udara dingin menerpa tubuhku. Aku membawa kostum panggungku di tas. Sejak Doris punya motor, pengeluaranku jadi berkurang karena tak perlu bayar angkot ataupun taxi. Lagipula Doris selalu menolak bila aku menawari untuk mengganti bensinnya ataupun mentraktirnya. Ia kasihan pada anak kos katanya. Dia memang baik.

Ketika masuk ke kamar ganti, ada seseorang yang sedang bermake up.

"Ini dia pasangan fenomenal baru datang!" lagi-lagi aku bertemu orang yang menyebalkan. Mengapa hampir di setiap cafe tempat aku menyanyi, ada saja orang yang tidak suka padaku karena iri dengan pencapaianku. Dia adalah Zeta. Aku pernah dua kali sepanggung dengan dia di cafe lain.

"Udah jangan di dengerin. Si mulut ember," kata Doris padaku.

"Eh apa kamu bilang? Dasar bencong!" bentak wanita yang bernama Zeta.

"Hei, Ngomong jangan sembarangan ya! Kamu jangan suka menghina ciptaan Tuhan! Memangnya kamu sempurna? Tidak ada manusia yang sempurna!" Teriakku.

"Ha ha ha Dibelain. Seleramu payah! Pacar kok bencong. Malu-maluin!" Zeta makin menghina.

"Kamu jangan cari gara-gara ya! Kamu di sini cari makan, dia juga cari makan! Cobalah jangan suka ngomentarin hidup orang bisa gak?!" Doris mendorong Zeta sampai ke dinding. Dicengkeramnya pipi Zeta.

"Dasar bencong! Hidup lo gak jelas!" bentak Zeta.

Doris melihat ada jus Alpukat di meja rias. Ditumpahkannya jus Alpukat yang masih penuh itu di atas kepala Zeta.

"Sekarang lebih gak jelas siapa? Penampilanmu udah kayak badut," kata Doris menahan tawa. Aku juga menahan tawaku. Jus Alpukat itu meleleh dari kepalanya dan menentes ke wajah dan bajunya.

"Kau .....!" rahang Zeta mengeras menahan marah. Ia mendorong Doris, dan langsung kabur dari ruang ganti itu. Sepertinya dia tidak akan tampil malam ini, karena penampilannya udah berantakan kena jus Alpukat.

Aku dan Doris tertawa terbahak-bahak setelah kepergian Zeta. Biar Zeta kapok!

"Aduh Mama, aduh Papa! Aku jadi jelek! Aku harus ke Spa, menicur dan pedicur!" Doris menirukan gaya Zeta berbicara. Kamipun tertawa terbahak-bahak lagi.

"Tenang coy, kamu aman sekarang!" kata Doris. Kami pun melakukan tos.

Doris kemudian keluar, karena aku akan ganti pakaian. Setelah aku selesai ganti pakaian dan bermake up, aku keluar dari ruang ganti itu dan berjalan menuju panggung kecil di Cafe itu dikuti Doris. Aku duduk di panggung belakang. Sedangkan Doris mengambil tempat duduk di sudut cafe.

Manager Cafe menanyakan keberadaan Zeta. Aku jawab saja tidak tahu. Akhirnya malam ini milikku. Aku menyanyi sendiri diiringi Keyboard dan saxofon. Untunglah ada pemain saxofon, aku bisa beristirahat sejenak menghibur pengunjung cafe dengan permainan saxofonnya.

Lagu demi lagu kunyanyikan dengan enjoy. Kini aku akan menyanyikan lagu lama. Lagu miliknya Celine Dion, Because you love me.

Kang Toni, pemain saxofon tampak duduk beristirahat. Aku merasa dia menatapku lekat waktu aku sekilas sambil menyanyi mengedarkan pandanganku.

Dilanjut beberapa lagu, kemudian ada salah seorang pengunjung cafe yang menyumbangkan suaranya. Ini kesempatan buatku untuk istirahat sejenak.

Aku duduk disebelah Kang Toni. Kang Toni menawariku minuman softdrink, satu untukku, satunya lagi untuknya. Kebetulan aku sedang haus. Tanpa curiga, aku langsung meneguk softdrink itu. Beberapa saat kemudian aku tiba-tiba merasa pusing. Aku coba untuk membelalakkan mataku. Tapi rasanya pandanganku semakin kabur. Akhirnya aku tak sadarkan diri.

Ellena POV off

******

"Kang Heri! Ellen pingsan!" kata Toni.

"Hah? Kok bisa? Apa dia mabuk? Coba kamu sadarkan dia! Bawa ke ruang ganti!" Keyboardis yang sedang mengiringi lagu pengunjung menyanyi jadi terpecah konsentrasinya.

Toni memapah tubuh Ellena dengan pelan agar tidak menimbulkan kehebohan. Walau ada beberapa pengunjung cafe yang melihatnya mengira penyanyi cafe itu mabuk.

Toni masuk ke ruang ganti itu dan menutup pintunya. Dengan hati-hati, diletakkannya tubuh Ellena dilantai. Toni tersenyum menyeringai.

"Malam ini, kamu milikku, cantik! Tubuhmu sungguh aduhai! Aku pertama melihatmu sudah menginginkanmu!" gumam Toni sambil mengusap lengan Ellena. Ketika Toni akan membuka kancing depan baju Ellena, pintu terbuka dengan keras dan langsung menghajar Toni.

"Sudah ku duga kau berniat tidak baik, bajingan!" kata Doris sambil menghajar Toni.

Karena terdengar suara benda-benda berjatuhan, pelayan cafe dan manager cafe mendatangi ruang ganti itu. Alangkah terkejutnya mereka melihat dua orang yang sedang baku hantam, juga seorang wanita yang tergeletak tak sadarkan diri.

Manager cafe dan pelayan cafe melerai mereka. Memisahkan Toni dan Doris.

"Pemain saxofone ini mau berbuat yang tidak-tidak pada Ellen,," kata Doris.

"Bohong. Dia mengada-ngada," jawab Tonii menyangkal.

Manager cafe bingung, mana yang harus dipercayanya.

*******

Maaf ya baru bisa up. Habis banyak kerjaan di dunia nyata.

Tinggalkan jejakmu ya!

1
icha
hana tmnmu bknnya polos tp bodoh,jls2 aja dy tau klau omnya sk sm dy,msh ada dkt2,itukan mau dicap sbgai pelakor
icha
bodoh mmng jd cewek
icha
gk kapok jg sicewek ini,suka sm cowok
Maliqa Effendy
gapp..udah ngerasain bibir Zidan kan..
Maliqa Effendy
Ellena ga belajar yaa..gampang bngt sih ke jebak terus...ck..ck..ck..
Jenna Joni
gak harus diulang2 sih thor
Jenna Joni
cerita nya gimana sih thor... elena bodoh atw gimana masa gak kapok2 sama omnya yg omes
Andi Yuliana
Kecewa
auliasiamatir
betul itu Helena
알미라
A
Nalika Junaedi
Tomy...bikin ngakak aja
auliasiamatir
elena jangan polos amat lah jadiboarng
auliasiamatir
elena tetap pada Devita ya
auliasiamatir
tambah keren Kaka ku
auliasiamatir
semangat elena
auliasiamatir
pasti pak devta ya
auliasiamatir
tambah keren aja ceritanya.
auliasiamatir
jangan jangan elena anak nya pak Doni yah
auliasiamatir
kek nya jodohnya elena pak devta deh
auliasiamatir
cieee Helena pernah cinta monyet yah sama marsel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!