Menjalani hubungan selama sepuluh tahun itu bukanlah hal yang mudah.
Siapa yang tidak ingin menikah dengan restu dari kedua orang tua?
Arnon Giovano, dia seorang CEO. Namun dia tidak pandang bulu dalam memilih seorang kekasih.
Auristella Florenshea, wanita yang beruntung di cintai seorang CEO tampan bernama Arnon.
Tapi sayang, hubungan mereka di tentang oleh keluarga Arnon, karena status sosial Stella.
Ibunya berniat menjodohkan Arnon dengan wanita yang lebih pentas dan lebih tinggi derajatnya di bandingkan Stella.
Bagaimana kekuatan cinta mereka akan di uji, apakah Arnon akan menerima perjodohan itu?
Yuk ikuti kisah Arnon dan Stella.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Happy reading !!
"Aku ingin berada di samping mu selamanya. Tapi aku juga tidak bisa melawan takdir bahwa aku pasti akan lebih dulu meninggalkanmu sendiri di dunia ini. Tapi sebelum aku pergi, aku ingin memastikan bahwa kamu tidak sendirian sayang, karna aku tau akan seberapa sakitnya kamu jika aku pergi nanti. " gumamnya dalam hati dengan terus meneteskan air matanya sambil mencium bahu milik Stella menghirup aroma khas bunga Gardenia dan Jasmine dari tubuh sang kekasih,
Hingga dia lelah dan ikut terbawa masuk menyusul Stella yg lebih dlu berada di alam mimpi.
******
Sinar mentari mulai menampakan keberadaanya, secercah sinar menerangi dunia, dan membangunkan pasangan yg sedang tidur terlelap akibat kegiatan malam yg panas bagi mereka,
Stella membuka matanya pertama kali akibat tergangu oleh sinar matahari yg menggangu tidurnya, memang sudah kebiasaan bagi Stella dan Arnon tidak pernah menutup gorden-gorden dinding kaca kamar mereka yg membuat mereka lebih leluasa tidur dengan melihat sinar rembulan, apartemen mereka memanglah di bangun dengan design yg sangat moderen mengikuti bangunan-bangunan Apartemen di Singapore, di bangun dengan dinding kaca yg langsung menghadapkan mereka ke arah luar, membuat mereka bisa menikmati keindaahan langit malam hingga terlelap.
"Astaga udah siang. jam berapa ini?" Ucap Stella sambil mengambil ponsel miliknya untuk mematikan alarm yg sedari tadi berbunyi tanpa didengarkan oleh tuanya,
"Udah jam 10. Ini udah siang bnget, sebaiknya aku mandi dulu lalu menyiapkan sarapan." Ujarnya sambil menyingkirkan tangan Arnon yg melingkar di tubuhnya tanpa membangunkan sang punyanya.
Setelah lepas dri pelukan Arnon, dia ,langsung segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa pertarunganya semalam,
Selesai mandi dia langsung menuju lemari pakaianya dan mencari pakaian yg nyaman untuk di pakainya, dan pilihanan jatuh pada baju singlet tipis bewarna hijau dan juga hotpents bewarna putih, kebiaasanya sejak dulu jika sedang bersantai di rumah hanya akan berpakaian seperti itu karna akan memudahkanya untuk bergerak melakukan olahraga,gym dan yoga selama di rumah rutinitasnya setiap hari selalu exercise ( berolahraga ) untuk membuat badanya tetap menjadi ideal dan sehat.
Selepas berpakaian diapun langsung menuju kamarnya untuk mengeringkan rambutnya yg basah, dia melihat Arnon yg masih setia pada mimpinya tanpa niat membuka matanya melihat Dunia nyata, sekilas idea jahil langsung terlintas di benaknya, langsung daja dia beranjak mendekat ke arah Arnon dan menjalankan idea jahilnya,
Tes.. tes
Dia meneteskan air yg ada di rambutnya kedua mata sang kekasih, " sayang jangan ganggu aku masih ngantuk," Seru Arnon degan mata terpejam.
melihat Arnon yg mengelliat gelisah akibat ulahnya namun tak kunjung juga
Membuka matanya membuat Stella kesal melihat tingkah Arnon, namun sejenak dia melirik ke langit-langit kamarnya untuk mencari idea baru dan tingg notifikasi idea baru muncul di kepalanya dan langsung mulai di jalankanya,
"Aduh kemana bajuku tadi yah? Malah nih handuk lincin banget lagi sampai jatuh- jatuh jaadinya keliatan dong tubuh polosku ini."Serunya terkekeh sendiri dengan suara yg di keraskan sedikit untuk memnggangu tidur panjang sang pangeran.
Sontak saja Arnon langsung membuka matanya dengan tajam menatap arah Stella dengan semngat empat lima yg dia punya, namun ketika bngun dia hanya melihat Stella dengan pakaian lengkapnya dengan tersenyum sinis kepadanya,
"Nahkan bangun dasar mesum koq," Ucap Stella sambil menggelengkan kepalanya yang heran dengan kekasihnya itu kenapa bisa jadi begitu mesum,
"Sayang apaan sih gangu orang tidur aja."Ujarnya langsung menarik selimut untuk kembali tidur.
"Siapa yg gangu tidur sih orang akunya cumn iseng tadi." Jawan Stella dengan berjalan mendekati tubuh Arnon dan memberikan ciuman di pipi kanan Arnon.
"Morning kiss sayang," Ucapnya lagi sambil mencium pipi Arnon berkali-kali untuk kembali menggangu tidur sang pangeran
Arnon langsung bangun dan menggelitiki tubuh Stella,
Sontak saja stella langsung kaget tidak tahan menahan kegelian akibat tindakan arnon.
"Sayang ih geli lepas " serunya sambil ketawa dengan lepas
"Gak akan, siapa suruh tadi iseng mulu ganguin aku tidur ," Serunya juga dengan tertawa lepas karna mendapat balasan yg sama dari Stella.
Setelah tidak bisa menahaan rasa kegelian di tubuh masing-masing mereka pun langsung mengambil bantal masing-masing untuk melakukan perang bantal hobby mereka.
Bughhh .. bugh
Mereka saling memukul dengan bantal masing-masing di iringin dengan tawa lepas keduanya, kebahgian sederhana yg mereka buat namun akan selalu di kenang sampai kapanpun,
Setelah melihat ada celah sigap saja arnon langsung memeluk tubuh mungil stella untuk menghentikan pergulatan mereka.
Cupp
Arnon memberikan kecupan singkat pipi Stell." udah yah syang aku capek, " ujarnya kepada Stellan yg di balas dengan senyum indah di bibir wanitanya
"Ya sudah sudah sekrng kamu mandi dulu gih sana! Setelah itu baru kita breakfast menjelang lunch " serunya dengan senyuman yg tidak bisa dia hentikan sejak tadi.
" kita breakfast apa sayang " tanya arnon
"Kamu mau aku masak apa, khusus deh hari ini boleh request " jawbanya Stella
"Baiklah kalo bgtu bagaimana kita bikin tantangan " ucap arnon
"Tantangan apa?" Tanya stella
"Kamu masak buat aku, dan kmu masak buat aku apapun itu request makananya." Seru Arnon
"Baiklah itu mah gampang " jawab Sella cepat
" tapi gak boleh liat gogle ataupun youtube."tantang Arnon langsung mendapatkan wajah masam dari Stella Yang gak terima dengan syarat tantangan kali ini.
" kenapa kamu takut ?"Tanya arnon melihat wajah Stella yang kebingungan
"Enggak yee,siapa takut.."jawabnya cepat sambil senyum percaya dirinya
"Baiklah kalo bgtuh aku request chiken rice Singapore sama kamu! Tidak masalah kan ?"ucapnya memberi tantangan untuk Stella
" tentu saja tidak lah itu mah gampang " ucapnya percaya diri padahal di hatinya gelisah " waduh gmna lagi tuh cara masaknya? Mana pernah masak bgtuh aku . Lagian mintanya kenapa aneh" sih, kan akunya jadi bingung coba ken minta telor ceplok sama sosis kan gampang " gumamnya kesal dengan permintaan Arnon,
"Kenapa diam ?,apa mau menyerah aja nih sebelum berjuaang- " ejek Arnon yg tau apa yg sedang di pikirkan kekasihnya .
" enak aja enggak lah, aku tuh cumn lagi ingat-ingat apa aja bumbunya " ucapnya bohong
"Oh baguslah kalo bgtuh " jawab Arnon dengan senyum meremehkan
"Dan kalo seperti itu aku mau kamu buatkan pancake," tantang Stella kepada Arnon
"Itu mah gampang," jawabnya cepat
"Dan kali ini siapa yg kalah harus mau menngikuti apapun permintaan sang pemenang! Bagaiaman setuju tidak " tanya Arnon
"Baiklah, aku pegang omongan kamu, karna aku yakin bahwa kali ini aku yg akan menang ." Jawab Stella
"Kita liat aja nanti ." Seru Arnon yang lansung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan segera cepat menuju dapur Apartemneya untuk menjalankan pertarungan singkatnya,
Sementara Arnon. lagi menuntaskan kewajibannya di kamar mandi, dengan cepat Stella memanfaatkan waktu yg ada untuk melihat youtube menontot cara memasak nasi ayam pesanan dari sang Pangeran
Dia pun menonton sambil sesekali melihat ke arah pintu kamarnya takut-takut kalo nanti Arnon tiba-tiba keluar nanti memergoki dia buka youtube, bisa-bisa dia kalah sebelum berjuang.
Setelah menonton dan memahaminya diapun langsung mematikan ponselnya dan meletaknya di atas meja, dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan bahan-bahanya,
Tak lama pun telihat Arnon yg telah menyelesaikan kewajibanya keluar dari kamar menuju dapur menghampiri Stella untuk memulai kompetisi mereka .
"Are you ready ?" tanya Arnon yg juga sudah siap untuk bertarung
"Ready " jawab Stella dengan cepat dengan percaya diri
Dan waktu mereka kompetisipun dimulai dari sekarang!
Jangan lupa like, vote dan komen ya gengs ☺️
Thank you very much karna udah mampir membaca karya ku 🙏🏻
Happy reading 🥰
krn tingkat tertinggi mencintai adalah mengiklaskan mau seberapa lama kamu cinta ga menjamin,hati siapa yg tau mau berlabuh kmana?