NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Anindita Ningtias

Seorang pria bernama Axel Kevlar tidak membutuhkan yang namanya perrnikahan di dalam hidupnya karena menurutnya itu hanya akan membuatnya kesulitan dan tidak ada hal baik yang ia dapatkan dari sebuah pernikahan.

Karena tidak ingin terus-terusan di paksa ibunya untuk menikah ia pun menerima perjodohan itu tanpa pikir panjang karena menurutnya sekarang atau nanti hasilnya aman tetap sama.

Yang lebih mengejutkan lagi Axel membuat perjanjian yang sangat mengejutkan dan justru di setujui oleh wanita itu tanpa sepengetahuan keluarganya maupun keluarga wanita tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.6 Rumor Tak Berdasar

Setelah sampai di tempat tujuan mereka, Axel pun turun dari mobilnya yang juga di ikuti oleh Bianca. Setelah itu mereka melangkah masuk ke dalam kawasan mal, Bianca mengikuti langkah Axel dari belakang dengan menundukkan kepalanya menatap langkah kakinya.

Ia tidak tahu harus melakukan apa lagi selain menunduk namun saat ia sedang fokus dengan langkahnya ia tak sengaja menubruk seseorang di depannya siapa lagi jika bukan Axel yang berhenti secara tiba-tiba mengakibatkan tubrukan itu.

“Ma-maaf” ucap Bianca kaget

Axel menghela nafasnya kasar “Tidak bisakah kau berhenti menunduk?! Apa tulang punggung kau itu tidak bisa lurus?” ucap Axel dengan rahang yang mengeras ia menatap tajam Bianca.

Bianca tersentak kaget mendengar ucapan yang baru saja di lontarkan Axel kepadanya “Ah ma-maaf...” ucap Bianca gugup.

“Lihatlah ke depan!”

Apakah ini pria yang di sebut baik oleh mama dan papa? Apa pria ini benar baik dan hanya berlaku seperti ini padaku? Dia bukan pria baik bagiku, dia pria yang paling kasar dan dingin yang pernah aku temui lalu perkataan yang keluar dari mulutnya kadang sangat menyakitkan untuk didengar.

“Hah, berhenti melamun” ucap Axel menggenggam tangan Bianca dan membuat sang empunya terkejut.

Axel melihat ke arah Bianca yang menatap tangan mungilnya yang kini di genggam oleh Axel dan pria itu melibat perubahan yang terjadi pada Bianca.

“Jangan salah paham. Aku melakukan ini agar kau tidak menabrak orang lain lagi dan membuat keributan di sini” ucap Axel ketus.

What?? Hanya karena aku menubruknya ia sampai berpikir bahwa aku akan membuat keributan di sini? Hah dia sangat menyebalkan.

Semakin masuk ke dalam Mal itu semakin banyak mata yang memandangi mereka bahkan tak sedikit orang yang mengenali pria yang sekarang sedang bersama Bianca itu. Dan tak sedikit pula mata yang menatap iri ke arah Bianca dan menatap kagum ke arah Axel.

Semakin lama berjalan mengitari mal tersebut semakin terdengar jelas bisik-bisikan dari orang-orang sekitar yang mengenali Axel membicarakan tentang Bianca yang tengah berdiri bahkan bergandeng tangan dengan pria idaman wanita.

“Bukankah dia Axel Kevlar yang terkenal itu? Dia sangat tampan”

“Ah benar itu dia, kenapa dia bisa ada di sini? Apa aku tidak salah lihat Axel bersama wanita?”

“Sepertinya itu kekasihnya”

“Benarkah? Tapi aku tidak pernah mendengar rumor tentang Axel memiliki kekasih”

“Apa jangan-jangan wanita itu mengetahui rahasia Axel lalu memaksa Axel untuk berkencan dengannya lalu memerasnya”

“Itu bisa saja terjadi, lihatlah bahkan wanita itu tidak terlihat layak berada di sebelah Axel”

“Dasar jal**g! Bukankah aku lebih cocok berada di sebelah Axel, hahaha”

Percakapan kedua wanita itu terdengar di telinga Bianca, ingin sekali ia berteriak mengatakan bahwa semua yang di katakan mereka itu tidak benar. Namun ia tidak mungkin melakukan itu yang hanya akan memalukan dirinya sendiri dan juga membuat malu Axel.

Bianca menundukkan kepalanya lagi. Rambut panjangnya menutupi wajahnya, matanya memanas tangan yang satunya mengepal sangat kuat dan dadanya terasa sesak saat itu juga ia meneteskan air matanya meski sudah mencoba menahannya namun tetap tidak bisa. Dengan gerakan kasar ia menghapus air matanya agar tidak ketahuan oleh Axel.

Tapi dugaannya salah, Axel mengetahui hal itu dan sekarang pun Axel masih menatap ke arahnya. Axel mendengar hal yang juga di dengar oleh Bianca tapi ia tidak memperdulikan hal itu karena ia pikir Bianca juga bukan tipe orang yang memperdulikan ucapan orang lain meskipun dugaannya itu salah besar.

Axel mengetahui ada hal yang aneh terjadi pada Bianca saat ia merasakan genggaman erat dari tangan Bianca yang berada di genggamannya. Ia memalingkan wajahnya ke depan agar tidak ketahuan tertangkap basah melihat Bianca yang sedang menangis.

Setela beberapa menit kemudian saat ia merasa bahwa kini Bianca sudah baik-baik saja Axel pun mengajaknya bicara.

“Kau ingin cincin yang seperti apa?” tanya Axel

“Terserah kau saja”

Axel menghela nafasnya, ia dapat memahami jika kini perasaan Bianca sedang buruk jadi ia tidak membahas lebih jauh “Bisakah kau pilihkan yang paling bagus” pinta Axel pada pegawai toko berlian tersebut.

“Baiklah tuan, saya akan memilihkan yang terbaik”

Axel kembali menghela nafasnya setelah pegawai itu pergi dari hadapannya mencari perhiasan untuknya. Bianca masih terdiam dengan Axel yang masih setia menggenggam tangannya.

“Hey!” panggil Axel menarik pelan tangan Bianca yang ia genggam sontak wanita itu mendongakkan kepalanya menatap ke arahnya.

“Apa kau lelah?” tanya Axel mencoba mengalihkan perhatian Bianca.

“Tidak, apa kau lelah?”

“Ya sangat, kepalaku hampir pecah karena hal ini”

Bianca yang mengerti maksud Axel seketika suasana hatinya kembali murung “Maaf karena aku kau jadi harus seperti ini. Aku tidak bermaksud merepotkanmu sekali lagi maafkan aku” ucapnya.

Axel terdiam. Ia salah bicara niatnya ingin mengalihkan perhatian wanita itu dan memperbaiki suasana hatinya namun ia malah menambah buruk suasana hatinya. Bianca mengerti maksud dari ucapannya dan wanita itu terlihat tersinggung oleh kata-katanya, keheningan kembali melanda keduanya sampai pegawai itu kembali datang ke hadapan Axel.

“Bagaimana dengan ini tuan?” tanya pelayan tersebut.

Pelayan itu membawakan dua kotak cincin, di dalam kotak cincin berwarna biru gelap itu terlihat cincin putih polos dengan berlian kecil di tengahnya lalu di kotak satunya cincin berwarna putih dan berlapis warna gold di keliling cincin terebut lalu berlian yang sedang di tengahnya.

Axel mengambil cincin yang pertama meskipun cincin itu polos tetapi itu terlihat mewah dan simple lagi pula harganya juga lebih mahal dari pada cincin yang kedua. Axel segera membayarnya setelah itu mereka meninggalkan toko perhiasan itu menuju parkiran dengan tangannya yang masih setia menggenggam tangan Bianca. Axel membukakan pintu untuk Bianca entah apa yang terjadi pada Axel hari ini mungkin ia merasa bersalah atau tidak enak kenapa Bianca?

“Kita mampir ke coffee shop dulu ya?” ajak Axel.

“Kau haus? Kenapa tidak di dalam sana saja, di sana juga ada Coffe shop” ujar Bianca.

“Aku tau, di dalam sana terlalu banyak orang” jelas Axel dan di angguki oleh Bianca setuju.

Dua hari lagi Bianca akan bertunangan dengan Axel dan dalam waktu satu bulan ke depan mereka akan segera melakukan resepsi pernikahan. Kira-kira apa jadinya nanti jika Bianca sudah resmi menjadi istri seorang Axel Kevlar?

Akankah dia menerima hujatan seperti yang sebelumnya ia dengar? Atau malah sebaliknya? Bianca sangat sadar diri jika pria seperti Axel terlalu sempurna untuk di milikinya. Mungkin saja nanti banyak pro dan kontra jika berita pernikahan mereka sudah tersebar.

Bianca menghela nafasnya perlahan mencoba menetralkan kembali pikirannya dan menghilangkan semua pemikiran negatif itu dari benaknya.

1
falea sezi
bodoh jangan mau buat masih banyak cwok baik g kayak suami mu mending ceraiiuuu
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,,👍👍👍👍👍
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,👍👍👍👍👍
R'vina
Luar biasa
Nur Alimi
Exel bego bin bodoh
Tiwi Ramadhani
hay hay thor semangat terus ya thor
uda mampir belom di cerita ku👉 Izora 👉 Melati untuk Marvel yuk mampir dan saling dukung thor
Nani Rodiah
seru dan tidak bosan bacanya
Hesti Surbakti
axel nya bodoh x
Tiwi Ramadhani
semangat thor.
mampir ya ke karya pemula ku Izora.
Windha Winda
bgus Bianca..
Windha Winda
pergi sja Bianca.. buat alex bucin dan mnyesal atas perbuatan. x....
Windha Winda
alex tdk pnya perasaan... 🤣🤣🤣🤣🤣
Windha Winda
ayoo mampir lagi.. 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Windha Winda: iya sma2..... 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰q
total 3 replies
Windha Winda
bgus. mampir dlu thoorrr....
Kartikayani Kirono Prapti
biasanya salah satu tidur disofa....
nikah terpaksa tpi romantis.. tidur seranjang.... kurang tegang ya.... hhhhh
Kartikayani Kirono Prapti
Bianca jangan cengeng dong.....
Monica Chang
mantap thor dan terus berkarya
mochipeachy: Aamiin..
terima kasih kak monica🥰 kakak juga keren semangat ya ngejalanin hari-harinya🥰🤗
total 1 replies
Erike Tampubolon
hyt itu Uda Bianca di blg cimta
Erike Tampubolon
ah lucu sekali,plg kmpg Uda psti ktmu binca,kmpgya sama,crta ga mnrk krna sama dgn npl ttg hy nama aja yg bd
Erike Tampubolon
gr lg
mochipeachy: hihihi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!