NovelToon NovelToon
My Cold Husband, Rafael

My Cold Husband, Rafael

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noor.H.y

Patah hati setelah memergoki kekasih yang begitu ia cintai berselingkuh di belakangnya, membuat Kanaya menyerah pada keadaan. Dengan hati yang masih terluka dan kecewa, ia akhirnya menerima perjodohan yang sejak lama telah direncanakan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria bernama Rafael. Seorang pria tampan namun dingin, tenang, dan sulit di tebak.
Bagi Kanaya, pernikahan itu hanyalah jalan pelarian untuk mengubur rasa sakit hatinya. Namun, siapa sangka dibalik sikap Rafael yang kaku dan tak perduli, tersimpan ketulusan yang perlahan mampu membuat hati Kanaya kembali percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor.H.y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Perjodohan

Kanaya yang baru saja duduk di samping ibunya, sontak menoleh saat mendengar suara langkah kaki memasuki rumah. Netra beningnya langsung membulat sempurna ketika melihat seorang pria berjalan masuk dengan tenang ke arah ruang makan.

Pria itu tinggi dengan postur tegap dan bahu bidang. Wajahnya tampan dengan garis rahang tegas yang memberi kesan dingin dan sulit di dekati. Ia mengenakan setelan jas hitam rapi membuat penampilannya semakin terlihat elegan dan berwibawa.

"Loh.. Kok kamu ada disini ?" tanya Kanaya spontan, saat dirinya mulai mengingat pria itu.

Ya.. Pria itu yang Kanaya temui kemarin malam di depan kafe. Pria dingin yang Kanaya pura-pura akui sebagai pacar bahkan calon suaminya di depan Raditya.

Semua orang yang berada di ruangan itu terdiam dan saling pandang sedikit bingung. Sedangkan Rafael hanya diam saja menatap Kanaya dengan sebelah alis terangkat.

"Wah nggak nyangka, ternyata Kanaya masih bisa mengenali Rafael yah.. Padahal terakhir kali kita ketemu waktu Rafael masih SMP, waktu itu juga Kanaya masih kecil banget." kata Kirana ramah, dengan senyum tipis di wajahnya.

"Rafael ?" gumam Kanaya bingung, menatap ibunya.

Kirana mengangguk, "Iya. Mommy aja tadi sempat pangling loh sama dia, sekarang Rafael sudah tinggi dan semakin tampan saja." lanjutnya.

Kanaya sempat berpikir sejenak, sembari mencerna semua kata-kata yang di ucapkan oleh ibunya. Opa Theo, tante Mauren, Om Arya, dan sekarang Rafael.

Dia menutup mulutnya kaget saat mengingat sesuatu, lalu menatap pria yang duduk di samping Opa Theo.

"Omg.. Jadi dia Rafael, kakak sepupu Keisya ?. Ya ampun Kanaya, bodoh banget sih.. Mana tadi malam ngaku-ngaku jadi pacarnya lagi." rutuk Kanaya di dalam hati.

Kanaya baru mengingat tentang Rafael, ia tentu lupa dengan wajahnya. Pasalnya terakhir bertemu dengan Rafael, Kanaya masih cukup kecil. Yang dia ingat Rafael memang sosok yang pendiam, dan tidak mudah untuk dekat dengan orang lain.

Tapi entah kenapa, Rafael versi dewasa ini semakin terlihat dingin dan sulit di sentuh melebihi dari versi yang dulu.

Kanaya memalingkan pandangannya ke arah lain, saat Rafael melirik ke arahnya. Entah kenapa ia jadi sedikit gugup kali ini.

"Baik kalau begitu, sebelum makan malam dimulai. Saya langsung saja pada intinya, seperti apa yang sudah di janjikan oleh Darren padamu dan sebaliknya. Saya mewakili Darren melamar Kanaya untuk cucu saya Rafael." ujar Opa Theo tegas.

Kanaya yang sejak tadi tertunduk malas, mendadak mendongakkan wajah kaget. Lalu dengan spontan ia berdiri.

"Apa ? Maksud Opa apa ?!" seru Kanaya. Membuat Harun menoleh lalu menatap putrinya dengan tatapan tajam.

"Kanaya... Duduk..!" ucapnya pelan namun penuh tekanan.

"Tapi, Dad.. Aku.." belum sempat Kanaya menyelesaikan ucapannya. Lebih dulu Kirana menarik tangan putrinya untuk duduk dan tenang kembali.

Kanaya pun duduk dengan wajah cemberut, lalu melirik Rafael berada di depannya.

"Ck.. Kenapa dia biasa aja coba, harusnya dia kan panik atau mencoba ngelak gitu. Hufft.. Dasar es batu." gumamnya di dalam hati. Saat melihat Rafael yang hanya diam saja, tanpa ekspresi.

Harun tersenyum tipis, "Maaf sebelumnya atas sikap kurang sopannya Kanaya." lirihnya sedikit tak enak hati.

Opa Theo terkekeh, "Tidak apa-apa, Kanaya itu seperti Keisya.. kalau dia menikah dengan Rafael juga akan menjadi cucu saya juga."

Harun mengangguk pelan, "Baik Pak. Untuk lamarannya saya terima. Saya juga ingin secepatnya meresmikan pernikahan ini, agar hubungan keluarga kita juga semakin erat."

"Daddy.. Tapi aku kan masih kuliah, belum juga lulus. Masa udah harus menikah sih.." seru Kanaya, yang sudah tak tahan sejak tadi ingin melayangkan protes pada sang ayah.

"Kanaya.. Menikah saat masih kuliah itu tidak ada larangan. Lagian nak Rafael juga tidak akan keberatan kalau kamu menjalani kewajibanmu sebagai istri dan mahasiswa." kata Harun, "Bukan begitu nak Rafa ?" tanyanya, menatap Rafael.

Rafael melirik Kanaya sebentar yang sejak tadi menatapnya tajam, lalu mengangguk pelan, "Benar," lirihnya.

Mendengar itu Kanaya hanya membuang napasnya panjang.

"Kanaya sayang.. Kamu tenang saja, keluarga kita juga menjujung tinggi pendidikan. Jadi setelah kamu menikah dengan Rafael, juga tidak akan menghalangi cita-cita yang kamu impikan." ucap Mauren pelan, saat melihat kekhawatiran di wajah Kanaya.

Kanaya hanya membalas dengan anggukan lemas. Mau protes pun percuma, kalau sang ayah sudah berkehendak dia tidak mungkin bisa untuk membantahnya lagi.

* *

Dirumah yang berbeda, Keisya baru saja pulang dengan langkah gontai. Bahunya terasa pegal setelah seharian beraktifitas, belum lagi kepalanya sedikit pening karena terlalu lama berada di luar.

Ia menutup pintu rumah perlahan dan berjalan masuk.

"Bunda...?" panggilnya pelan, sambil berjalan masuk.

Tak ada jawaban.

Keisya mengernyit heran. Padahal biasanya Mauren selalu menunggu Keisya kalau dia belum pulang, apalagi hari ini dia sedikit telat.

"Non Keisya sudah pulang ?" tanya Bi Asri. Salah satu asisten dirumah itu.

Keisya mengangguk, "Rumah kok sepi banget yah... Emang lagi pada kemana ?" tanyanya.

"Oh.. Itu non, tadi kata nyonya Mauren mereka ada acara makan malam.."

"Sama Opa juga ?"

Bi Asri mengangguk, "Iya.. Sama den Rafael juga non tadi."

"Kak Rafael ? Tumben.." gumamnya pelan. Pantas saja tadi ia melihat mobil kakak sepupunya itu ada di depan.

"Mau makan malam dulu non ?" tanya Bi Asri.

Keisya menggeleng, "Nggak, aku udah makan tadi. Ya udah aku naik dulu Bi."

Keisya menaiki tangga, berjalan menuju kamarnya dengan sedikit berpikir. Sebenarnya keluarga intinya ada acara makan malam dimana ? Dan ya.. tidak biasanya Kak Rafael juga ikut, pikirnya dalam hati.

* *

Setelah makan malam selesai, mereka tak langsung pulang. Suasana ruang keluarga masih ramai dengan obrolan para orang tua yang membahas tentang banyak hal, mulai dari bisnis hingga rencana acara keluarga berikutnya. Gelak tawa sesekali terdengar memenuhi ruangan besar itu.

Sementara itu, Kanaya duduk diam di sudut sofa dengan memainkan ujung dress baby blue miliknya. Lama-lama ia merasa bosan karena pembicaraan mereka sama sekali tak menarik baginya.

Pelan ia menghela napas.

"Mom.. Nay pergi sebentar ya.." ucap Kanaya pelan pada sang ibu. Kirana hanya mengangguk pelan.

Kanaya pun bangkit dari duduknya.

Tak ada yang terlalu memperhatikan karena semua orang masih larut dalam obrolan masing-masing. Kanaya melangkah keluar dari ruang keluarga berniat mencari udara segar.

Namun baru saja ia membalikkan badan dilorong menuju pintu samping rumah, langkahnya terhenti.

Didepannya, Rafael sedang berjalan ke arah taman samping rumah.

Pria itu terlihat santai dengan satu tangannya memegang ponsel seperti sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon dan satu tangannya lagi di masukkan ke dalam saku celananya. Cahaya lampu taman memantulkan garis wajah tegasnya, membuat aura dingin yang selama ini melekat padanya semakin terasa.

Kanaya sempat terpaku beberapa detik.

Sementara Rafael yang menyadari keberadaan gadis itu menghentikan langkahnya sebentar mematikan sambungan telepon, lalu menatap Kanaya datar.

"Kalau mau bicara.. Silahkan bicara," lirihnya dengan suara rendah khasnya.

Kanaya terkesiap lalu berdehem sebentar, sebelum melangkah lebih dekat ke arah Rafael.

"Kenapa kamu tidak menolak perjodohan yang mereka buat.. Hm ?" tanyanya, dengan menatap wajah datar Rafael.

"Apa aku punya hak ?" tanyanya singkat.

Membuat alis Kanaya mengkerung, "Ya jelas dong, harusnya kamu itu protes. Mau-maunya aja di jodohin dengan gadis kecil, kuliah pun belum lulus." gerutunya.

"Kenapa bukan kamu saja yang protes sendiri.."

"Haissh.. Memangnya kamu tidak dengar, aku tadi juga udah protes. Tapi Daddy.."

"Ditolak.." Rafael memotong ucapan Kanaya, "Jadi kalaupun saya protes juga pasti di tolak." lanjutnya.

Kanaya menghela napasnya panjang. Ia memijit pelipisnya pelan masih tak habis pikir. Mengapa ayahnya menjodohkan dirinya dengan pria sedingin ini.

"Jadi kamu tetap akan menerima perjodohan ini, menikah denganku ?" tanyanya, tak habis pikir.

"Hm.. bukannya kamu yang bilang sendiri, kalau saya suamimu ?" lirihnya pelan, namun sukses membuat Kanaya melebarkan matanya menatap mata elang Rafael yang juga menatapnya.

Melihat Kanaya terdiam kaget, Rafael berjalan masuk meninggalkan Kanaya disana. Namun tanpa Kanaya sadari, Rafael menyunggingkan senyum tipis, dan itu tipis sekali sampai tak ada seseorang pun yang bisa melihatnya.

"Wah.. Ternyata dia ingat aku semalam ? Omegat.. Malu banget..." lirihnya dalam hati, ia pikir Rafael tak mengingat dirinya di malam kemarin. Karena sikap diamnya itu, namun siapa sangka.. pria itu malah mengungkit kejadian semalam membuat dirinya sedikit kaget dan malu.

* * * *

1
Noey Aprilia
Ya suami kutub lh,apa lg.....🤣🤣🤣....
Noey Aprilia
Mskpn klkas,tp ttp prhtian....
skrng psah kmar,tar lma2 jg dia dtng sndri.....🤭🤭🤭...
Noey Aprilia
Rafael nih tipe2 kulkas,tp aslinya prhtian....dia ga tau msti brskap ky gmna,mkanya kya acuh gt....tp ykin bgt kl bntr lg dia bkln bucin parah....
Noey Aprilia
Kanaya....tau ga kl sbnrnya km yg nyosor dluan?????🤭🤭🤭....
yg ngsih btas spa,yg lmpar bntal spa...
tp gengsi buat ngaku sih.....
Noey Aprilia
Enth spa yg bkln bucin dluan....ga sbr aja nunggu mreka mesra,trs bkin sng mntan nangis guling2...
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir....slm knal....
btw,gmna nih mlm prtmanya???
bkln perang atw sling adu punggung???atw yg 1 tdr d rnjang,yg 1 d sofa....🤣🤣🤣
Noey Aprilia: Sama2....smngttt...😘😘😘
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!