NovelToon NovelToon
ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Action / Showbiz
Popularitas:351
Nilai: 5
Nama Author: Ab Je

Di dunia pro-scene FPS yang kejam, satu peluru bisa menentukan segalanya.

Reno, seorang remaja yang bekerja di warnet kumuh, hanya dikenal sebagai "hantu" di server publik. Tanpa tim, tanpa perlengkapan mewah, ia mendominasi setiap pertandingan dengan satu ciri khas: satu tembakan, satu nyawa melayang. Kemampuannya yang tidak masuk akal membuat banyak orang menuduhnya menggunakan cheat.

Namun, nasib Reno berubah saat sebuah tim e-sport yang sedang di ambang kehancuran menemukannya secara tidak sengaja. Di tengah keraguan rekan setim yang tidak mempercayainya dan rival-rival besar yang siap menjatuhkannya, Reno harus membuktikan bahwa [aim] miliknya adalah murni bakat dewa.

Dari turnamen antar-warnet yang penuh asap hingga panggung megah kejuaraan dunia, Reno akan menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, kamu tidak butuh peluru kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ab Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Panggung Para Juara

Pagi itu, suasana di *Gaming House* (GH) Black Viper terasa lebih mencekam dari biasanya. Di layar monitor besar di ruang tengah, jadwal *scrim* hari ini terpampang jelas: Black Viper vs. Golden Wyvern. Nama lawan mereka bukan sembarang nama; Golden Wyvern adalah juara bertahan liga nasional dua musim berturut-turut yang dikenal dengan permainan mereka yang sangat disiplin dan tanpa cela.

"Mereka bukan Marco yang bisa kamu kalahkan dengan duel individu, Reno," Ardi memperingatkan sambil membagikan tablet berisi analisis data. "Golden Wyvern bermain sebagai satu unit. Jika kamu mencoba menjadi pahlawan sendirian, mereka akan melumatmu dalam hitungan detik."

Reno hanya mengangguk pelan. Ia sedang melakukan pemanasan jari, sebuah rutinitas yang ia bawa dari kebiasaannya saat masih menjaga warnet. Meskipun ia kini berada di lingkungan elit, insting "Anak Genius" miliknya tetap tajam dan waspada.

Di sisi lain meja, Marco, Gideon, Leo, dan Bimo sudah bersiap. Meskipun Marco masih terlihat kesal setelah kekalahannya kemarin, ia tidak bisa membantah bahwa aura Reno saat berada di depan monitor sangat berbeda—dingin, fokus, dan mematikan.

"Masuk ke lobi sekarang," perintah Ardi.

Begitu sepuluh pemain masuk ke dalam peta *Desert Mirage*, kolom obrolan langsung ramai. Kapten Golden Wyvern, seorang pemain veteran bernama *King*, mengetik pesan:

[King]: Jadi ini kapten baru kalian? Penjaga warnet yang viral itu? Jangan sampai kami membuatmu menangis di depan ribuan orang yang menonton streaming ini.

Reno tidak membalas. Ia justru mematikan kolom obrolan global. Baginya, kata-kata adalah gangguan bagi presisi.

"Bimo, ambil posisi *support* di titik A. Marco, naik ke menara belakang. Gideon dan Leo, jaga sayap kiri. Aku akan menembus tengah sendirian," perintah Reno melalui mikrofon.

"Sendirian? Itu bunuh diri!" seru Marco.

"Lakukan saja," jawab Reno singkat.

Pertandingan dimulai. Tim Golden Wyvern bergerak dengan formasi "Turtle", sebuah strategi pertahanan rapat yang hampir mustahil ditembus. Namun, Reno bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Ia menggunakan granat kilat untuk mengacaukan pandangan lawan, lalu melompat keluar dari balik asap.

*Klik.*

Satu peluru pistol menembus pelindung kepala pemain depan Wyvern.

*Klik.*

Pemain kedua jatuh sebelum sempat mengarahkan senjatanya.

Reno bergerak seperti bayangan yang menari di antara hujan peluru. Setiap kali musuh muncul di layarnya, hanya butuh satu ketukan untuk menjatuhkan mereka. Ia bukan hanya menembak; ia sedang melakukan pemetaan ulang pada peta tersebut di kepalanya.

"Reno, mereka mengepungmu dari belakang!" teriak Bimo panik.

Tanpa menoleh secara fisik, Reno melakukan gerakan *180-degree* flick yang sangat presisi. Layarnya berputar secepat kilat, dan sebelum musuh di belakangnya sempat menembak, peluru Reno sudah lebih dulu bersarang di dahi mereka.

*TRIPLE KILL!*

*QUADRA KILL!*

"Sekarang! Masuk!" teriak Reno kepada timnya.

Melihat kapten baru mereka melakukan aksi yang mustahil, semangat tim Black Viper meledak. Marco yang awalnya skeptis kini mulai menembak dengan akurasi yang lebih baik, terinspirasi oleh dominasi Reno. Mereka menyapu bersih sisa pemain Golden Wyvern dalam waktu kurang dari tiga menit.

Di akhir ronde pertama, skor adalah 1-0 untuk kemenangan telak Black Viper. Ardi berdiri di belakang Reno dengan tangan bersedekap, mencoba menyembunyikan senyum bangganya. Dunia "Showbiz" e-sport baru saja menyaksikan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya: tim juara bertahan dibuat tidak berdaya oleh seorang pendatang baru.

King, kapten lawan, terdiam lama di lobi sebelum akhirnya mengetik:

[King]: Siapa sebenarnya kamu?

Reno melepaskan *headset*-nya sejenak, menatap ke arah Ardi, lalu kembali ke layar. Ia mengetik satu kalimat singkat sebelum ronde kedua dimulai:

[Phantom]: Hanya seseorang yang bosan menjaga warnet.

Malam itu, cuplikan pertandingan tersebut menjadi viral di seluruh platform media sosial. Nama "Phantom" dan julukan "Dewa Satu Ketukan" mulai diperbincangkan oleh para pengamat internasional. Namun bagi Reno, ini barulah pemanasan. Ia tahu bahwa raja yang sesungguhnya belum muncul, dan takhta dunia masih sangat jauh untuk digapai.

Ia kembali duduk di kursinya, mengabaikan segala pujian yang masuk ke ponselnya, dan mulai membuka rekaman ulang pertandingannya untuk mencari satu milidetik di mana ia mungkin bisa bergerak lebih cepat lagi.

1
Alia Chans
wow cerita nya menarik, semangat✍️ nya
Ab Je: makasih yahh sudah menyemangati. (🌹)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!