NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

"Zhao Chang Dong sudah menyiapkan dua peti untuk mahar Jiao. Aku pikir ibu tiri membual, karena aku mendengar jika peti itu diukir dengan sangat indah."

Song Qing Bao menyeringai, lalu melanjutkan ucapannya.

"Karena itu peti mahar, berarti semuanya milikmu. Aku akan mengambilnya nanti."

"Bukan mengambilnya, karena itu memang milikku sejak awal. Mereka sudah berjanji pada ayahku." Song Aran tersenyum jumawa.

Perlahan tapi pasti, Aran akan membalaskan dendam sakit hati jiwa si pemilik tubuh asli. Dari yang halus dulu, sampai nanti ke yang paling kasar mematikan.

Ini langkah awal, merampas semua yang dimiliki keluarga tirinya, sebelum nanti menendang mereka selamanya.

"Kita nanti membeli dua peti lagi dikota." kata Qing Bao.

"Tidak perlu, dua saja sudah cukup."

"Bagaimana mungkin hanya dua peti cukup..? uang yang dihemat cuma akan menguntungkan Zhao Jiao. Jangan mengasihani orang-orang licik itu." sambar Qing Bao protes.

"Aku tidak berhemat, tapi dua peti saja sudah cukup. Barang pribadiku tidak terlalu banyak, lebih baik gunakan uangnya untuk membeli yang lain."

[ Peti yang dimaksud disini, itu untuk menyimpang barang-barang. Yang suka nonton drama kolosal pasti tahu ya..? ]

"Aku membutuhkan satu gaun pengantin, dan kain, sisanya aku bisa membuatnya sendiri. Jika nanti tubuhku sudah kurus, baru membeli lagi."

Tubuh asli Pamela Anderson sangat indah, tinggi semampai dengan kulit eksotis berkilau dan boddy bak gitar spanyol.

Meski postur tubuh asli Aran juga tinggi dengan kulit putih merona, namun saat menempati dengan keadaan gemuk begini, jelas membuat wanita itu stres.

"Kau ingin menurunkan berat badan..? apa kau lupa jika pernah mogok makan sampai pingsan karena ingin kurus..? jangan mengambil resiko, kalau kau malah sakit bagaimana..?" oceh Qing Bao ketus.

"Kakak----

"Jika Xiao Jian berani tidak menyukaimu karena gemuk, aku akan memukulnya sampai wajahnya bengkak." sela Qing Bao.

"Kakak, jangan khawatir. Orang bilang wanita bisa berubah seiring berjalannya waktu. Aku pasti bisa menurunkan berat badan tanpa harus mengurangi porsi makanku."

"Selama kau bisa makan dengan baik, apa pun keadaanmu, kakakmu ini akan tetap menyayangimu." ​​Song Qing Bao menimpali.

Pemuda itu menyadari jika adiknya memang agak gemuk. Tapi bukankah hanya mereka yang gemuk itulah yang diberkati.

Tidak perduli apakah dia gemuk atau kurus, Song Aran adalah satu-satunya saudara yang ia miliki.

"Kakak, nanti aku ingin membeli lebih banyak kain dan kapas. Aku ingin membuatkanmu mantel baru untuk mengganti yang lama karena sudah sangat usang ."

"Aku juga akan membuatkan satu untuk Xiao Jian. Dia sudah menyelamatkanku. Jika apa yang kakak katakan benar, berarti keluarganya memperlakukan Xiao Jian dengan buruk. Mungkin dia tidak punya mantel kapas. Aku tidak bisa membiarkan calon suamiku kehilangan muka."

Song Aran terus mengoceh dengan suara lembut nan manis.

Kakak dan adik itu berbincang dengan pandangan lurus kedepan, tanpa menyadari jika ada seseorang dibelakang mereka yang telah mencuri dengar obrolan itu.

"Jika kau ingin membuatkannya untukku, maka aku tidak akan berlaku sopan. Kau tak perlu begitu banyak membawa peti, kamar Xiao Jian mungkin tidak cukup besar." saran Qing Bao.

Aran mengangguk "itu juga yang aku pikirkan."

"Tapi bagaimana kalau diubah menjadi perak..? misalnya jepit rambut, atau perhiasan lain. Jadi kau bisa mengadakan pesta pernikahan yang megah sesuai dengan keinginanmu."

Song Qing Bao juga merasa kalau empat peti itu tidak perlu, jadi alangkah baiknya jika membeli perhiasaan saja. Adiknya juga sudah lama tidak membeli barang mewah itu.

Qing Bao sering melihat keluarga kaya dikota yang memberikan putri mereka set perhiasan atau jepit rambut sebagai bagian dari seserahan. Ia pun berencana untuk memberikan satu pada adik perempuannya.

Song Aran tersenyum lebar "Ide bagus, ini akan membuat Zhao Jiao marah sampai sulit untuk bernafas."

Aran tergelak diakhir.

"Ayah sudah menghabiskan semua uangnya untuk pernikahanku, tidak akan ada lagi bagian Zhao Jiao. Dia mungkin harus menipu calon ibu mertuanya agar bisa menikah dengan bajingan itu."

"Dengan pernikahan semewah ini, terus ada jepit rambut perak, nyonya Kang pasti mengharapkannya dari Zhao Jiao. Tapi begitu adik tiri menikah tanpa uang sepeser pun, hidupnya akan langsung dipersulit."

Song Aran merasa sangat senang hanya dengan membayangkan adegan itu.

Song Qing Bao terbahak lepas, ia amat mengenal karakter nyonya Kang.

Keduanya mengobrol dan tertawa sepanjang jalan.

Sesampainya di kota, Song Qing Bao menurunkan Aran di depan toko kain.

"Aku akan pergi ke tempat Zhao Chang Dong untuk mengambil peti, aku tidak lama."

Song Aran mengangguk "Jika Chang Dong tidak mau memberikannya, jangan mengambil dengan paksa. Kakak bisa menekan ayah untuk memintanya nanti."

Ini memang yang diinginkan Song Aran, jadi ia bisa membeli benih palawija lebih dulu.

Toko yang Aran datangi cukup sepi. Meski pun tahun ini bukan panen raya, tapi hasilnya masih bagus.

Panen musim gugur baru saja berakhir, mereka yang ingin menjual biji-bijian sudah melakukannya sejak beberapa waktu lalu. Jadi wajar jika tidak banyak pengunjung di toko tersebut.

Asisten toko tertidur karena bosan.

Toko bahan pangan ini cukup menarik. Harga-harga tertulis jelas di selembar kertas yang di tempel di dinding.

Empat puluh koin per dou beras tua.

Enam puluh koin per dou millet.

Delapan puluh koin per dou gandum.

Seratus koin per dou beras, dan seterusnya.

Satu dou \= 10 liter

"Pelayan, berikan aku benih beras, gandum, millet, dan kedelai."

Karena keranjang Song Aran tidak muat banyak, jadi ia cuma bisa membeli semua bibit palawija itu masing-masing sebanyak lima dao.

Pelayan dengan cekatan mengemas pesanan Song Aran, lalu menghitung harganya menggunakan sempoa.

"Semuanya sembilan ratus dua puluh koin."

Song Aran mengeluarkan sepotong perak senilai satu tahil.

Sebenarnya, Aran menerima perak dari Song Qing Bao yang nilai satu batangan lima tahil.

Karena para petani tidak mungkin memiliki pecahan itu, maka Aran menukarkannya terlebih dahulu.

Setelah menerima kembalian delapan puluh koin tembaga, Aran gegas memasukkannya kesaku baju yang sebenarnya ia lempar keruang saji tapi disamarkan seperti kantong uang.

Kemudian, sambil menyampirkan keranjangnya di bahu, Ia juga memindahkan semua isinya ke penyimpanan ruang saji.

Song Aran gegas pergi ke toko kain. Ia tidak boleh kalah cepat dari kakaknya, atau akan sulit untuk memberi penjelasan.

"Apa yang ingin anda beli nona..?"

Sang pemilik butik menyapa Song Aran ramah, begitu sosoknya yang gemuk memasuki toko.

Dalam pandangan si pemilik toko, jika orangtua bisa membesarkan anak gadis yang begitu sehat dan gemuk, pasti lah sangat kaya.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Ona Sukatendel
thor cerita baru ini menurutku ceritanya kurang nendang, beda dgn 3 novel tetang masak memasak alur ceritanya sangat bagus, yg baru ini aku kurang sreng baca nya. dia trasmigrasi cuma balas dendam. kenapa kg dibuat usaha menjual makan atau pakian gitu. kalo cerita balas dendam udah pasaran thor. klo trasmigrasi jiw ke zaman berhula itu sedikit.
Datu Zahra
Bagus, selalu keren & rapi tatanan bahasanya ❤️
Datu Zahra
mampus, rasakan kau 🥳🥳🥳
Datu Zahra
❤️🫰🤩
miss blue 💙💙💙
anak sombong begitu mau jadi apa pas gede 😤😤😤
Fauziah Daud
makin seru.. trusemangattt
Datu Zahra
pembalasnnya sadis, tapi itu layak buat mereka. keren ada selipankisah didunia modernnya👍
Datu Zahra
Mantap Aran, lawan terus 🥳
Sribundanya Gifran
lanjut
Datu Zahra
Dih Jiao 😡😡😡
Datu Zahra
Qing Bao kocak, pedes mulutnya 🤣🤣🤣
Datu Zahra
😍😍😍😍
Datu Zahra
terjemahan tapi bahasanya rapi, enak dipahami kek karya sendiri..Seru thor, campuran kah ini sama idemu sendiri..?
ShuanZiee
ayooo lanjut kakkkk🙏😍
Miea™
lanjut
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
emak nya minta ku cekik kaya nya ya😏
miss blue 💙💙💙
pengen banget aku getok tuh emak 😤😤😤
Chen Nadari
greget Punya Ibu seperti itu....
Chen Nadari
Gas Lanjuti 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!